TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 226. TABRAKAN MAUT


__ADS_3

Hari ini Deandra membawa kedua anaknya untuk imunisasi. Tiga mobil keluar dari kediaman utama keluarga Ceyhan menuju rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, tampak Dokter Romeo menyambut mereka di lobi. “Selamat pagi Nyonya. Selamat pagi Tuan Muda dan Nona Muda.”


Nathan dan Naomi yang sudah mengenal Romeo langsung menjulurkan tangan untuk salim.


“Wah….anak-anak pintar. Hari ini mau imunisasi ya? Ayo Om dokter gendong.” ujar Dokter Romeo namun saat Romeo hendak meraih Naomi dari gendongan babysitternya, Naomi berteriak kegirangan saat melihat sosok yang dikenalnya berjalan mendekat sambil memanggilnya. “Naomi sayang!!!”


Dokter Anita setengah berlari menghampiri Naomi lalu menggendongnya. “Maaf ya Dokter Romeo. Aku mau gendong ponakanku, sudah lama tidak melihatnya.” kata Anita sambil menciumi wajah mungil Naomi yang terkekeh geli diciumi oleh Anita.


“Kalau pengen gendong anak, bikin saja anak sendiri!” sindir dokter Romeo.


“Kenapa dokter yang ribet nyuruh saya bikin anak. Emangnya dokter tidak sadar diri ya kalau belum punya anak juga. Bikin anak sendiri dong, jangan ganggu anak orang mulu pake alasan mau ketemu kak Verrel lah padahal mau ketemu anak-anaknya.” sindir Anita.


“Enak saja bicara. Tiap aku kesana secara kebetulan saja Verrel sedang tidak ada dirumah makanya aku sempatkan main-main sama anak-anak ini. Lagian ya, aku ini laki-laki bisa punya anak kapan pun tidak ada kadaluarsa. Sedangkan kamu itu perempuan sudah seharusnya menikah dan punya anak. Dokter Anita jangan lupa umur.”


“Sudah….sudah. Jangan bertengkar lagi, mendingan kalian berdua bikin anak aja sama-sama gimana dokter? Ha ha ha ha.” ujar Deandra tertawa. “Kami kesini mau bawa anak-anak imunisasi, masa jadi lihat kalian bertengkar.”


“Ayo ikut aku keruangan. Tidak usah pedulikan nih Dokter Romeo. Namanya aja Romeo tapi jomblo akut, pacar aja tidak punya tapi suka ngatain orang.” sindir Anita yang kesal setiap kali bertemu dengan Romeo.


“Aku antar kalian.” ujar Romeo sambil memelototi Anita.


“Tidak usah, bukankah dokter Romeo banyak pasien. Kami juga tidak lama kok setelah ini kami mau ke kantor papa. Kalau dokter tidak sibuk datanglah makan malam kerumah kami besok. Semua keluarga akan kumpul untuk makan malam. Bagaimana?”


“Wah bagus itu. Saya pasti datang, terimakasih undangannya.” jawab Romeo cepat.


Rombongan itupun pergi keruangan Anita. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus memperhatikan mereka sejak mereka tiba dirumah sakit. Orang itu mengikuti Deandra dan menunggu hingga mereka keluar. Setelah tahu kalau kedatangan Deandra kerumah sakit adalah untuk imunisasi anaknya, dia pun segera melaporkan pada atasannya.

__ADS_1


“Ikuti terus mereka, jangan sampai kehilangan jejak dan pastikan segera melapor. Oh iya kirimkan juga foto-foto mereka padaku segera. Ingat….kalau kau berhasil dengan tugas ini maka keluargamu akan kubebaskan dari semua hutang mereka!”


“Baiklah. Saya tidak akan mengecewakan anda.Tolong jangan sakiti keluargaku.”


******


“Nona Olivia, ini semua dokumen dan laporan proyek kerjasama dengan Ceyhan Group.” seorang asisten wanita menyerahkan tumpukan dokumen pada Olivia diruang kerjanya.


“Apakah kau sudah mendapatkan semua jadwal kegiatan Verrel?”


“Sudah saya kirimkan ke email anda. Jadwal Tuan Verrel untuk dua bulan kedepan semuanya sudah lengkap, anda bisa periksa dan mencocokkan dengan jadwal anda.”


“Bagus! Aku suka cara kerjamu yang cepat dan tidak pernah mengecewakanku. Aku mau kau mengatur jadwal pertemuan dengan Verrel sekalian makan malam di restoran.”


“Apakah nona yakin Tuan Verrel akan setuju? Setahu saya kalau dia itu sangat sulit untuk menerima ajakan makan malam.”


“Baiklah. Saya paham sekarang. Ehmmm….apa saya boleh bertanya?”


“Apa lagi Siska? Apa kau masih ingin tahu apa alasanku kembali kesini? Alasanku masih sama dan aku tidak akan berhenti sampai tujuanku tercapai.”


“Bukan begitu, saya hanya khawatir padamu. Disini tidak ada keluargamu dan anda hanya berjuang sendirian. Seandainya----”


“Sudahlah----aku tahu kau mengkhawatirkan keselamatanku. Kau asistenku dan juga temanku kita sudah saling kenal sejak lama tak perlu takut. Papa mengirimkan banyak pengawal untuk menjagaku dan aku punya rencana yang bagus agar tujuanku segera tercapai. Tugasmu hanya mengikutiku saja dan lakukan apa yang sudah kuperintahkan.”


“Ok. Kalau begitu aku tidak khawatir lagi, jangan lupa siang ini ada janji bertemu dengan klien ditempat biasa.” kata Siska sambil berjalan keluar dari ruangan Olivia.

__ADS_1


Diruangan kerja Verrel di Gedung Ceyhan Group suasana tenang seperti biasanya, hanya tampak lalu lalang para karyawan yang bekerja disana. Gedung tertinggi dan termewah itu selalu membawa decak kagum siapapun yang melihatnya tak terkecuali Stefani yang sedang memperhatikan gedung itu dari dalam mobilnya yang terparki diseberang jalan.


Rombongan Deandra tiba dikantor Widjaya Group tepat sebelum jam makan siang. Darma yang sudah menunggu kedatangan putri dan cucunya sangat bahagia. Nathan dan Naomi berlari tertatih kearahnya setelah turun dari mobil. Darma menggendong kedua cucunya memasuki gedung kantor, para karyawan tersenyum melihat kedua bocah menggemaskan itu.


Deandra menghabiskan siang dikantor bersama ayahnya, selama dia cuti hamil perusahaan itu diambil alih sepenuhnya oleh Darma. “Wah papa hebat! Dalam beberapa bulan saja perusahaan sudah mengalami peningkatan besar.”


“Ini juga berkat dukungan menantuku dan keluarga Sandjaya. Sejak Ayu menikah dengan Peter, keluarga Sandjaya banyak berinvestasi di proyek property dan perkebunan kita.”


“Ya tapi inikan hasil kerja keras papa. Kata suamiku kalau papa selalu sibuk mencari klien dan presentasi papa juga bagus. Dea bangga sama papa.” ucapnya sambil tersenyum.


“Papa lakukan ini untukmu dan cucu-cucu papa. Oh iya….kapan akan melahirkan?”


“Sebulan lagi, pa. Keluarga kita bakal tambah ramai lagi.”


*******


Mobil yang membawa Deandra meninggalkan gedung Widjaya Group pukul empat sore. Jalanan mulai padat sehingga supir memutuskan mengambil jalan alternatif untuk menghindari macet. Mobil pengawal memimpin didepan sedangkan kedua anak Deandra beserta pengasuhnya dan dua pengawal lainnnya berada dimobil kedua.


Dan mobil yang membawa Deandra dan pelayan pribadi serta dua pengawal berada dibelakang. Tak disangka saat mereka baru saja memasuki wilayah yang sepi dua buah mobil yang sedari tadi mengikuti menghantam mobil mereka dari belakang.


Brakk!!! Mobil mereka ditabrak dengan kuat dari belakang dan satu mobil menyelip disebelah kanan lalu menghantam lagi. Mobil yang membawa Deandra pun kehilangan kendali setelahnya dan terlempar keluar jalan dan menabrak pohon besar.


Benturan keras dari belakang, samping dan bagian depan mobil yang menghantam pohon besar langsung membuat mobil itu ringsek. Lalu kedua mobil yang menabrak tadi langsung tancap gas setelah melihat mobil rekan mereka yang datang dari arah depan.


Kejadiannya sangat cepat dan sebelum ada yang menyadari apa yang terjadi ada mobil truk lain yang datang dari arah depan. Teriakan pilu terdengar dari mobil yang tertabrak, sedangkan didalam mobil yang ditumpangi oleh Deandra rusak berat. Supir dan pengawal yang duduk disebelahnya pingsan dengan kepala bercucuran darah.

__ADS_1


Daendra terjepit ditengah bersama pelayan pribadi yang memeluknya dan kedua pengawal yang duduk dijok belakang dalam kondisi mengenaskan. Semua penumpang dalam keadaan tak sadarkan diri, mobil dalam kondisi ringsek dan rusak berat. Kepala Deandra mengalami benturan keras ke jok depannya.


__ADS_2