TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 228. WELCOME TRIPLET


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam dalam cemas dan rasa takut, akhirnya terlihat lampu didepan ruang operasi pun padam. Tak lama seorang dokter keluar dengan wajah letih. “Dokter! Bagaimana istriku?” tanya Verrel tanpa sabar mencengkeram bahu sang dokter.


“Operasinya berjalan lancar tapi kondisi istri anda masih belum sadarkan diri akibat pendarahan hebat. Ketiga bayinya juga selamat,  Untuk sementara ketiga bayi akan ditempatkan di inkubator karena lahir prematur. Saya harap Tuan bersabar dan kuatkan hati, dengan perawatan intensif istri anda pasti akan sembuh.”


“Kapan saya bisa menjenguk istri dan anak saya?”


“Istri anda akan dipindahkan keruang perawatan, saya ijinkan anda untuk menjenguknya. Tapi peraturan dirumah sakit hanya memperbolehkan dua orang untuk masuk kesana. Tuan Verrel bisa menjenguk nyonya setelah dipindahkan.” jawab dokter. “Selamat Tuan Verrel atas kelahiran putra dan putri anda.”


Airmata Verrel menetes mendengar ucapan dokter, semua orang yang berada disana pun meneteskan airmata kesedihan atas kondisi Deandra.


“Maaf Tuan-Tuan…..ketiga bayi sudah berada diruang NICU. Jika ingin melihat mereka silahkan langsung kesana.” ucap seorang suster.


Seluruh keluarga berdiri didepan ruang NICU menatap ketiga malaikat kecil yang berada didalam inkubator. Ada kesedihan dan juga kebahagiaan atas kelahiran tiga bayi kembar, kedua tangan Verrel menempel dikaca seolah menyentuh ketiga anaknya, tatapan matanya penuh cinta dan kesedihan melihat ketiga bayi itu. ‘Istriku….anak kita sudah lahir.’ gumamnya dalam hati.


*****


“Ada kabar terbaru?”


“Wanita itu dan bayinya selamat bos. Tapi wanita itu masih dalam keadaan koma.”


“Kenapa dia masih hidup? Aku sudah perintahkan kalian untuk tidak berbelas kasihan! Habisi perempuan itu dan bayinya! Aku tidak akan membayar kalian jika kalian gagal!”


Ke empat pria bertampang bengis itu saling menatap. Dari awal bukan seperti ini perjanjiannya, mereka hanya diperintahkan untuk melukai perempuan itu sebagai peringatan tapi sekarang malah disuruh melenyapkan perempuan itu beserta bayinya.


“Kami minta bayaran untuk pekerjaan kami, bos. Jika wanita itu selamat berarti itu keberuntungannya, bos harus membayar kami dua kali lipat untuk tugas berikutnya karena ada empat nyawa yang harus kami lenyapkan.”


“Oh berani kalian membantah, ha? Aku tidak akan membayar sepeserpun sampai pekerjaan ini selesai! Paham kalian?”

__ADS_1


“Kami tidak akan melakukan pekerjaan jika bos tidak membayar dimuka!” ujar pimpinan gerombolan pembunuh bayaran itu.


“Kurang ajar! Berani-beraninya kau!” teriaknya marah sambil melemparkan vas bunga kearah pria yang bicara tadi tapi pria itu menghindar dan vas bunga tak mengenainya.


“Kami hanya melakukan pekerjaan jika dibayar dimuka. Bos hanya memberi uang muka saja, kita sudah kenal lama dan seharusnya bos tahu bagaimana cara kerja kami.”


“Bajingan kalian! Kurang ajar! Berani kau meminta bayaran, kerja saja tak becus!”


“Kalau begitu cari saja orang lain untuk pekerjaan berikutnya. Berikan sisa pembayaran!”


“Arrgggg…..” teriaknya penuh amarah. Dia memberi kode pada asistennya untuk membawa uang tunai dan memberikan pada pria itu.


“Lakukan cepat dan tanpa bukti! Aku mau wanita itu dan bayinya lenyap selamanya!”


“Pasti! Tugas dilaksanakan sesuai bayaran!” ujar pria itu pergi bersama rekannya dengan senyum tersungging menenteng tas berisi uang tunai.


“Yakin! Mereka itu orang-orang tak punya hati, mereka haus darah dan haus uang. Jangan khawatir semuanya akan berjalan sesuai rencana.”


“Kau siapkan orang-orang kita untuk memantau situasi dirumah sakit. Kirim juga beberapa orang untuk mengintai rumah Verrel dan perusahaannya.”


“Maaf bos. Sepertinya kediaman Verrel akan sulit untuk dimasuki karena rumah itu dipasangi alat keamanan canggih yang dirancang khusus. Sedangkan gedung kantor tidak akan ada kendala, orang-orang kita akan mudah menyusup kesana.”


“Jangan sampai ada kesalahan dan pastikan semuanya sesuai rencana! Jangan ditunda-tunda lagi ini adalah waktu yang tepat untuk melancarkan serangan disaat mereka semua sedang lengah dan disibukkan dengan urusan penyelidikan.”


“Baik. Saya akan cari cara untuk menyusupkan orang ke kediaman Verrel secepatnya, hanya itu jalan satu-satunya untuk bisa mencari informasi didalam dan menghancurkannya.”


“Bayar siapapun yang bersedia menjadi mata-mata kita. Akan lebih baik lagi kalau kau bisa menyuap pekerjanya. Tidak ada seorangpun yang tetap setia jika dihadapkan pada uang!”

__ADS_1


*****


“Verrel! Jangan terlalu larut dalam kesedihan, kau harus tegar ada lima anak yang jadi tanggung jawabmu sekarang.” ucap Ayu mengelus bahu putranya yang terduduk lesu dibangku rumah sakit. “Istrimu akan baik-baik saja! Lebih baik kau fokus mengurus perusahaan dan kelima anak dengan baik. Saat Deandra sadar dari koma, dia akan bangga memiliki suami sepertimu.”


“Aku tidak sanggup melihat kondisi istriku seperti itu, Ma! Sudah empat hari dia terbaring dan belum sadarkan diri. Hatiku sakit….aku benar-benar takut kalau sampai----”


“Cukup! Tidak akan terjadi hal buruk lainnya pada menantuku! Mama yakin dia akan baik-baik saja dan segera berkumpul lagi bersama kita.” kata Ayu berusaha menguatkan putranya.


“Kau adalah kepala keluarga punya tanggung jawab besar. Jika kau terpuruk seperti ini lantas siapa yang akan bertanggungjawab pada keluargamu?” Ayu tak ingin melihat putranya larut dalam kesedihan. “Apakah kau sudah memberikan nama untuk ketiga cucuku?”


“Sudah! Caesar, Carlos dan Chloe. Mereka adalah bayi yang kuat dan tegar, sesuai dengan nama mereka. Apa mama menyukai nama itu?”


“Bagus sekali nama mereka. Deandra pasti merasa bangga padamu, Verrel….kau adalah ayah yang baik. Jagalah mereka dengan baik dan jadilah suami yang baik dan setia untuk istrimu. Kamu paham kan maksud mama?”


“Iya aku janji. Aku takkan tinggal diam, mama tolong jaga Deandra untukku. Aku harus segera menemukan orang yang mencelakai istriku.”


“Jangan khawatir, mama akan selalu menjaga Deandra dan cucu mama. Ayo kita jenguk mereka dulu, kau juga harus istirahat sudah beberapa hari ini kau kurang tidur. Kau juga harus menjaga kesehatanmu, ingat itu!”


Verrel dan Ayu menjenguk ketiga bayi yang masih berada di inkubator. Ketiga bayi itu terlihat sehat dan wajah mereka sangat mirip dengan Verrel. “Melihat mereka membuat mama bahagia sekali. Mama sudah tidak sabar untuk membawa mereka pulang kerumah.”


“Iya ma. Mereka penyemangatku dan setiap kali aku melihat mereka membuatku semakin bertekad untuk menjadi ayah terbaik.”


“Bagaimana reaksi Nathan dan Naomi setelah tahu kalau mereka punya adik?” tanya Ayu.


“Mereka senang sekali apalagi Naomi. Mama tahu kan seperti apa Naomi yang cerewet dan tak bisa berhenti bicara.” Verrel tersenyum mengingat reaksi kedua anaknya saat diberitahu kalau mereka punya tiga adik. Tapi saat ini mereka belum bisa bertemu dengan ketiga bayi itu.


“Dimana papa dan om Viktor? Mama tidak melihat mereka hari ini?”

__ADS_1


“Aku juga belum melihat mereka sejak pagi. Tadi opa kirim sms katanya ada urusan penting.”


__ADS_2