TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 93. RENCANA ANDINI


__ADS_3

Andini merasa senang melihat kedatangan menantunya. Dengan senyum yang tak pernah lepas dia merangkul Iva memasuki rumahnya.


“Bagaimana sayang? Apakah kamu sudah hamil? Mama bisa punya cucu secepatnya, bukan?” tanya Andini saat sang menantu datang menemuinya tiba-tiba.


“Belum, ma” jawab Iva lirih. Apa yang harus kukatakan? Benaknya dipenuhi pikiran-pikiran kacau tentang pernikahannya bersama Rico.


“Sudah jangan sedih. Kalian masih bisa berusaha lebih giat lagi,” ucap wanita itu dengan senyum manis penuh kepalsuan dibibirnya.  Ya, punya cucu! Dengan begitu ikatan akan semakin erat dan seluruh harta kekayaan keluarga Baratha akan lebih mudah dikuasai, gumamnya dalam hati.


“Sabar saja ya sayang. Dulu mama juga begitu, tidak langsung hamil. Tapi mama berusaha keras,” senyumnya mengembang menatap menantunya yang hanya menggangguk sedih. Kedua orangtuanya juga sudah meminta cucu darinya, mertuanya pun begitu namun dia belum bisa memenuhi keinginan mereka. 


Bagaimana mungkin bisa hamil? Kalau Rico tak mau menyentuhnya dan masih menyebutkan nama wanita lain. Mengingatnya saja membuatnya menangis.


“Kau kenapa sayang?” tanya Andini segera memeluk menantunya dan mengelus punggungnya.


“Maafin Iva, ma,” racaunya dengan perasaan yang kalut. Ingin ia menceritakan semuqnya namun ia tak mampu dan takut jika mertuanya akan marah padanya.


“Tidak apa-apa, sayang. Jangan terlalu dipikirkan.  Mama dan papa tidak menuntut harus hamil sekarang.” bujuk Andini lembut. "Jalani saja dulu dan tetap berusaha, jangan merasa putus asa."


“Iva tahu...tapi” Iva mengatur napasnya perlahan, ia harus jujur mengatakan yang sebenarnya “Kak Rico belum pernah menyentuhku, ma.” akhirnya keluar juga pengakuan itu. Tapi itulah kenyataannya.


“A—Apa?” tanpa sadar Andini berteriak karena terkejut. “Tadi kau bilang apa, sayang?”


“Kak Rico belum pernah menyentuhku, ma.” ulang Iva lagi.


Bagai disambar petir disiang bolong, Andini membelalakkan mata dan memegang dadanya yang terasa sesak mendengar kalimat yang diucapkan oleh menantunya. ‘Kenapa Rico tidak mau menyentuh istrinya? Apa anak itu sudah tidak normal? Apa yang dipikirkannya?


“Ma—maafin Iva ya ma. Apakah mungkin Iva---” gadis itu menangis dan terlihat rapuh.


“Sssstttt….jangan banyak pikiran. Mama akan membantumu mendapatkan apa yang jadi hakmu. Kau akan dapatkan apa yang kau inginkan dari Rico.” ucap Andini dengan nada suara pelan dan penuh kelembutan.


“Maksud mama?”


"Bukankah kau ingin memiliki Rico seutuhnya dan Rico memilikimu?"


Seringai licik muncul diwajah andini, ia mengurai pelukannya dan membersihkan airmata dipipi Iva seraya berkata. “Menginaplah disini. Mama akan mengurus suamimu dan mama janji, malam ini kau akan memiliki suamimu.”

__ADS_1


Iva menelan salivanya dengan kasar namun ia tak membantah perintah mertuanya itu dan akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya.


...*...


Sementara dikantor Deandra, dia pusing melihat tom dan jerry yang sedang bekerja. Dia hanya menggelengkan kepala melihat bagaimana Frans dengan sengaja mengerjai Rosa. "Sudah sudah...kalian pindah keruang lain saja."


"Baik, nyonya." ucap Frans yang mendelik menatap Rosa yang kesal karena Frans membuathya mengerjakan semua pekerjaan dengan time limit. Padahal ini hari pertamanya bekerja sebagai asisten Deandra.


"Ikut aku!" perintah Frans pada Rosa yang mengekor dibelakangnya keluar dari ruangan Deandra.


Deandra meraih ponselnya, menghubungi Verrel dengan video call.


"Iya, sayang. Bagaimana disana?" tanya Verrel.


"Aku pusing! Ada Tom dan Jerry!"


"Tom dan Jerry? Maksudnya? Kenapa? Apa aku perlu kesana? Frans dimana?" rentetan pertanyaan Verrel yang bingung tak mengerti.


"Itu dia masalahnya. Frans dan Rosa bikin aku pusing, sayang."


"Sayang, sepertinya Frans dan Rosa berjodoh. Ingat tidak aku pernah cerita tentang laki-laki yang Rosa sebut om mesum?"


"Ehmmm....jangan bilang kalau---."


"Iya..iya. Itu Frans. Ha...ha...ha." Deandra tertawa terbahak-bahak.


"Kau jangan aneh-aneh Nyonya Verrel. Apa kau niat mau menjodohkan asistenku dengan asistenmu?"


"Ohhh...bukankah itu sangat menyenangkan? Rosa dan Frans...ha..ha..ha..harusnya kau lihat bagaimana mereka berdua. Lucu!"


"Hemmm...." desis Verrel yang memandangi wajah istrinya yang terbahak-bahak.


"Sayang...kau mau makan apa? Biar kubelikan." kata Verrel mengalihkan pembicaraan.


"Makan dikantorku ya? Datang kesini ya, sayang. Aku mau makan yang enak." jawab Deandra riang. Verrel selalu membelikannya makanan kesukaannya, tanpa dia beritahu seakan ada chemistry Verrel tahu apa yang diinginkan istrinya.

__ADS_1


"Baiklah. Apa mama ada dikantor? Biar aku bawakan untuk mama juga."


"Tidak usah, sayang. Nanti mama mau ketemu klien katanya. Mungkin mama makan diluar."


"Oh iya....aku ada rancangan desain baru yang mau kutunjukkan padamu."


"Okay, nanti aku lihat. Jangan terlalu capek kerja ya. Kau harus banyak istirahat. Nanti aku kirim dua staff ku untuk membantumu disana." kata Verrel.


...*...


Malam telah tiba, Iva sudah bersiap-siap dikamar yang dulu ditempati oleh Rico sebelum menikah. Iva memakai pakaian yang disarankan oleh mama mertuanya, sepasang dalaman berenda yang berbahan tipis membalut dada dan area feminimnya. Ia menggunakan jubah yang juga tembus pandang.  Dia berbaring diatas ranjang menunggu kedatangan Rico dengan dada berdebar kencang.


Ceklek.


Pintu terbuka dan ada sentuhan lembut dibahunya yang kemudian ditarik dengan kasar, Iva membelalakkan mata mendapati suaminya sudah berdiri dihadapannya. Napas Rico menderu dengan raut wajah yang bergairah. Dia menatap Iva dengan mata berbinar tak berkedip.


“Kau sudah menungguku,sayang? Kau sangat cantik malam ini.” ucap Rico yang mulai merasakan tubuhnya panas, ada dorongan hasrat yang mendesak untuk dilepaskan.  Dimata Rico wanita yang berbaring diranjang itu adalah kekasihnya yang sangat dirindukannya.


“Iya, kak. Aku sudah menunggu dari tadi,” jawab Iva dengan suara bergetar.  Tangan Rico mengelus pipi Iva yang disangkanya adalah Deandra.


“Kau lebih cantik sekarang, sayang. Sangat cantik.” puji Rico yang membuat wajah Iva merona. Ia tak pernah membayangkan akan dipuji oleh suaminya itu. Tangan Rico melepas semua pakaian yang menutupi tubuh istrinya dan mengecup bahu yang polos.


“Kenapa aroma parfummu berbeda sayang? Apakah kau ganti parfum?”gumam Rico disela-sela napasnya yang mulai memburu. Rico menekan tubuh Iva yang sudah polos dan mulai menciumi seluruh tubuh polos itu.


“Aku tidak peduli jika pria itu sudah merebut keperawananmu, aku menerimamu sayang. Aku akan memasukimu.” ucap Rico meracau dan tak ingin menunggu lama ia pun mulai menghunjam dengan liar dan kasar. Tubuhnya yang berada dibawah kendali obat perangsang bertindak sangat liar  hingga keduanya mendapatkan pelepasan berulang kali. Rico merasa puas karena ia merasa wanita yang dicumbuinya adalah Deandra.


Kesokan paginya Rico mencoba membuka matanya, kepalanya terasa berat. “Arrghhh!” ia mengerang kasar.  Belum pernah dia merasakan seperti ini, kepalanya benar-benar sakit. Tubuhnya pun terasa lelah.Terdengar lenguhan wanita disampingnya, Rico membuka mata dan melirik.


Deg!


Jantungnya berdebar kencang melihat siapa yang berada disampingnya. Itu bukan Deandra! Ia mencoba mengingat kejadian tadi malam namun ia tak ingat apapun. Wanita itu melenguh menggerakkan tubuhnya.


“Apa yang terjadi?” Rico merasa frustasi dan mengacak-acak rambutnya dengan kuat. Saat ia bangkit dan mendapati tubuhnya polos dan selimut yang tersibak memperlihatkan tubuh polos seorang wanita, yang tak lain adalah Iva istrinya, ia pun tahu apa yang telah terjadi.


"Arrgghhhhh....kenapa bisa jadi begini?" erangnya

__ADS_1


__ADS_2