
Iring-iringan enam mobil meninggalkan rumah sakit menuju kekediaman keluarga Ceyhan. Sepasang suami istri itu terlihat sangat bahagia, Deandra menyandarkan kepalanya dibahu Verrel sambil melingkarkan tangannya dilengan pria yang sangat mencintainya.
Cuaca disore itu tidak panas bahkan agak mendung dan jalanan agak macet namun pengawal yang berada dimobil terdepan sudah mengamankan lalulintas untuk memberikan jalan bagi mobil Verrel sehingga mereka tidak terjebak macet.
Setengah jam kemudian mereka tiba didepan pintu gerbang, begitu melihat iring-iringan itu sudah berada diluar pintu gerbang rumah mewah itu penjaga langsung membuka pintu gerbang. Sementara dipintu masuk utama sudah berjejer pelayan yang menyambut kedatangan Deandra dan ketiga bayinya. Yuna berdiri paling depan dengan dua pelayan lain yang memegang tulisan “Welcome home”. Diruang makan sudah berjejer makanan kesukaan Deandra yang khusus dimasak untuknya hari ini.
Saat Deandra berjalan diikuti babysitter dibelakangnya yang membawa ketiga bayi tampak wajah para pengawal rumah dan pelayan tersenyum dengan mata takjub melihat ketiga bayi mungil yang menggemaskan.
Yahya dan Viktor menyambut kedatangan mereka diruang keluarga bersama Ayu dan Peter beserta Anita dan Liam. Darma langsung memeluk putri kesayangannya dan menatap ketiga cucunya dengan mata berkabut. Suasana rumah seketika menjadi ramai.
“Oh Deandra sayang. Terimakasih sudah memberi mama cucu-cucu yang lucu. Bolehkah mama menggendong mereka bergantian?” ujar Ayu dengan ekspresi bahagia.
“Ada tiga, mama. Mau gendong yang mana dulu?” tanya Deandra yang sudah duduk di sofa bersama Verrel. Ketiga bayi diletakkan didalam boks disampingnya. Sedangkan Nathan duduk disamping boks bayi.
“Ahhh mama gantian gendong mereka satu persatu biar adil.” ucap Ayu melirik Darma. “Kau tidak mau gendong cucumu?”
“Nanti saja.” jawab Darma mempersilahkan Ayu duluan.
“Adek Chloe?” seru Nathan yang menyentuh wajah Chloe yang mengerjapkan mata saat mendengar ada suara yang memanggilnya.
“Nathan suka adek Chloe?” tanya Deandra mengelus kepala anak sulungnya.
“Suka. Cantik.” jawab Nathan menganggukkan kepala.
Wajah Naomi yang langsung cemberut mendengar ucapan Nathan, dia mendongakkan wajahnya menatap Verrel. Sejak Verrel duduk disofa Naomi langsung melompat kepangkuannya dan memeluknya dengan kedua tangan mungilnya.
“Sepertinya ada yang cemburu nih. Ada yang memuji adeknya cantik!” ujar Verrel tersenyum melirik Naomi yang menatapnya. Tangan Verrel mencubit ujung hidung Naomi. “Kakak juga cantik, sayangnya papa yang paling cantik.”
Semua tertawa melihat wajah cemberut Naomi yang semakin menggemaskan.
__ADS_1
“Naomi paling cantik! Adek dak cantik!” bibir Naomi mengerucut. Tawa pun pecah mendengar ucapan Naomi yang cemburu dengan adik perempuannya.
“Naomi cantik, adek Chloe juga cantik. Kakak harus sayang sama adek ya.” ucap Verrel memberi pengertian pada anak perempuannya. Sebelumnya Naomi adalah anak bungsu dan paling dimanja semua orang karena dia cantik dan menggemaskan.
Kini dengan kehadiran ketiga anak lainnya dan Chloe yang terakhir lahir sehingga Chloe menjadi anak bungsu. Dalam pikiran Naomi kini dia ada saingan adik perempuannya, bersaing mendapatkan cinta dan perhatian Verrel sang ayah yang selama ini paling memanjakannya.
“Kakak Naomi harus menjaga adek sama mama, ok? Papa sayang kalian semua.” ujar Verrel.
“Hem….Chloe panggil aku kakak ya.” ucap Naomi dengan suara imutnya. Meskipun rasa cemburunya belum hilang tapi dia ingin adiknya memanggilnya kakak setelah Verrel membujuknya dan memberinya pengertian.
“Sekarang adek belum bisa bicara, sayang.” kata Deandra.
“Kapan adek bicara?” tanya Naomi lagi. Pengucapannya belum pas sehingga terdengar lucu.
“Nanti kalau adek sudah besar seperti kakak Naomi.” Verrel mencium pipi Naomi. Kedua tangan mungilnya melingkar di leher Verrel dengan manja.
“Kakak mau ikut papa ke kantor besok?” tanya Verrel.
“Verrel! kau yakin mau bawa Naomi ke kantor? Nanti dia buat rusuh disana, lihat saja kamarnya selalu diberantakin sama dia.” ujar Yahya tersenyum. Setiap hari dia melihat pelayan yang sibuk merapikan kamar Naomi yang selalu berantakan.
“Yakin opa. Dia marah karena sekian lama aku sibuk dan tidak punya waktu untuknya. Kalau marah ya begitu, dia akan membuang barang-barangnya.” kata Verrel tersenyum. Tingkah anak perempuannya memang luar biasa manja.
Jika marah pada Verrel maka Naomi akan membuang barang-barang. Semua pajaian yamg tersusun rapi pun berantakan dan kalau Naomi sudah mengamuk maka Verrel tidak berdaya. Seolah Naomi adalah Verrel versi perempuan. Karakternya persis sama yang membedakan hanya sikap ramah Naomi.
“Persis sepertimu waktu masih kecil dulu. Mama mu saja pusing!” ucap Yahya tertawa.
Tiba-tiba Verrel teringat tentang ucapan Romeo padanya tentang Anita. Berhubung Anita juga ada disana, dia berpikir untuk mengatakan sesuatu. “Anita…..”
“Iya kak.”
__ADS_1
“Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu dan Romeo sebagai ucapan terimakasih karena kalian berdua sudah merawat istri dan anakku selama ini. Nanti Frans akan memberimu detail tempatnya, aku sudah reservasi tempat untuk kalian.”
“Berdua dengan Romeo?” tanya Anita bingung.
“Iya. Khusus untuk kalian. Jangan kahwatir ini bukan apa-apa kok. Sebentar lagi Frans datang.”
“Oh…..” Anita tidak tahu harus berkata apa.
“Kau bukan sedang jadi biro jodoh kan Verrel?” tanya Liam memberi kode mata seolah dia tahu rencana Verrel yang kini jadi saudara tirinya.
“Bukan. Hanya makan malam biasa untuk mereka. Nah, itu Frans datang. Frans berikan kartunya pada Anita!” ujar Verrel begitu melihat Frans bersama Rosa dan anaknya memasuki ruang keluarga. Lily terlihat cantik dengan baju terusan berwarna pink dan rambut dikepang dua. Frans memberikan sebuah kartu pada Anita, kartu masuk VVIP kesebuah restoran ternama. Sudah lama Anita ingin merasakan makanan dari restoran itu tapi harus menunggu antrian untuk reservasi. Kini Verrel malah memberikan kartu VVIP untuknya pergi makan malam bersama Romeo.
“Terimakasih kak. Sudah lama aku ingin makan disana, tapi antrian reservasi panjang.”
“Jangan lupa ya besok malam pergi kesana. Aku sudah minta Romeo untuk menjemputmu.”
“Baiklah.” jawab Anita. Meskipun dalam hati dia juga senang akan bertemu Romeo.
“Lily!!” teriak Nathan dan Naomi serempak saat melihat Lily.
Lily melambaikan tangan pada Naomi lalu berlari kecil mendekati Nathan yang menunjuk kearah boks bayi. “Adek ada tiga.” ujar Nathan membuat jari tiga mengatakan kalau dia punya adik baru tiga orang.
“Maaf Tuan, nyonya. Saatnya makan.” ujar Yuna.
“Ya..ayo kita makan. Koki sudah membuatkan makanan kesukaanmu.” ujar Ayu.
“Nathan, Lily ayo makan” Viktor memanggil dua anak yang sibuk dipinggir boks bayi. Viktor pun langsung menggendong kedua anak itu lalu membawanya ke ruang makan.
Naomi digendong oleh Verrel dan duduk dikursi bayi disebelahnya. Nathan duduk disebelah Viktor sedangkan Lily duduk diantara Frans dan Rosa. Suasana dimeja makan ramai dengan suara dentingan sendok dan garpu. Sesekali terdengar tawa bahagia karena ulah ketiga anak yang makan dengan tangan belepotan.
__ADS_1
... ...