
Hening tak ada yang bersuara, baik Yahya, Amran maupun Verrel. Hanya Andini yang sesekali meremas lengan suaminya agar tak menanggapi Verrel dan segera pergi dari sana.
“Kenapa masih diam? Kau ingin kubuktikan omonganku?” kata Yahya semakin menuntut agar Amran menyuruh istri simpanannya itu pergi dan berdampingan dengan istri pertamanya menyambut tamu.
“Pa, sudahlah kita pergi saja dari sini,” tuntut Andini yang sudah ketakutan, bagaimana nasib putranya nanti jika dia didepak dari pekerjaannya? Aku tidak mau anakku susah.
“Kau pergilah, Ma. Bergabunglah dengan tamu yang lain dan duduk dimeja paling belakang. Papa akan mendampingi Ayu.” akhirnya Amran membuat keputusan, Andini terdiam tak menyangka dan emosi mendengar keputusan suaminya.
“Bagus. Keputusanmu sudah tepat!” kata Yahya. “Suruh wanita itu pergi dari sini. Papa tidak mau lihat muka wanita murahan itu!” Bikin malu keluarga saja, wanita murahan dijadikan istri. Yahya memang tidak pernah bisa menerima kehadiran Andini yang sudah mengacaukan keluarganya. Meskipun Andini dan Amran memiliki seorang putra, tapi tak dianggap sama sekali.
Amran melirik istri kesayangannya itu, dengan suara berbisik meminta Andini segera pergi.
Ayu dan Deandra tersenyum puas. Tangan deandra tak lepas merangkul lengan mama mertuanya itu seoleh dia ingin menunjukkan pada semua orang bahwa dia akan terus membela mama mertuanya. Andini yang dari tadi melihat interaksi Ayu dan menantunya tak dapat menahan emosi. Ia pun keluar dari ruangan itu.
“Mama jangan sedih ya. Dea akan selalu ada untuk mama.”
“Terimakasih sayang,” kata Ayu memeluk menantunya itu. Verrel menatap kedua wanita yang dicintainya dengan tersenyum. ‘Kalian adalah wanita yang kucintai. Tugasku menjaga kalian berdua. Kau istri yang terbaik Deandra Ailsie, kau takkan pernah kulepaskan, ucapnya dalam hati.
Acara pernikahan dimulai. Kedua pengantin sudah berada di pelaminan. Ribuan tamu yang datang terdiri dari keluarga, teman, rekan bisnis datang memberi ucapan selamat. Ada juga reporter TV yang diijinkan meliput acara pernikahan termewah itu. Teka-teki tentang pengantin wanita pun terkuak yang membuat semua orang terpana melihat kecantikan istri Verrel.
Inilah takdir Deandra, meskipun Verrel memiliki gairah liar diatas rata-rata, tapi mulai bersikap lembut padanya, apalagi jika deandra bersikap patuh maka pria itu memperlakukannya dengan baik. Meskipun Verrel bukan seorang pria yang peka tapi Deandra merasa dipuja. Kini gadis itu merasa hidupnya lengkap dengan adanya mama mertua dan Opa Yahya yang menyayanginya.
“Ma, mama baik-baik saja?” tanya Deandra seraya menggenggam tangan Ayu erat.
“Sudah jauh lebih baik. Kalau kau tidak ada disini, mama mungkin sudah bertengkar dengan wanita itu.”
“Sstt…,kita hadapi sama-sama ya Ma.” desis Deandra. “Mama jangan takut. Tidak seorangpun yang bisa mengacaukan keluarga kita. Semua akan baik-baik saja.”
Ayu pun mengangguk dan merasa bahagia memiliki menantu seperti Deandra. Dia tahu, bukan hal yang mudah menikah dengan Verrel. Tapi dia berjanji akan selalu mendukung menantunya.
__ADS_1
Seorang pemuda berusia sekitar dua puluh lima tahun memasuki ballroom dimana acara pernikahan sedang berlangsung. Wajahnya terlihat kusut dan tampak menahan emosi. Frans yang melihat kedatangan pemuda itu langsung memerintahkan para pengawal tetap waspada di sekitar pelaminan. Frans yang menyapa pemuda itupun tak menyahut, pandangannya lurus kedepan, kearah pengantin wanita yang sedang bahagia.
“Ya, ampun Rico. Darimana dia? Kenapa mukanya kusut begitu?” hati Andini bertanya-tanya. Ia melangkah ke pintu masuk mendekati putranya.
“Rico! Sini ikut mama.”
“Apa sih ma? Aku mau bicara sama kak Verrel.”
“Nanti saja kau ucapkan selamat untuknya. Duduk dimeja itu sama mama. Apa kau tega melihat mama duduk sendirian disana?”
“Ha? Maksudnya?”
“Papamu lebih memilih untuk mendampingi istrinya disana. Mama malah diusir tadi.”
“Hai, sayangku. Loe cantik banget sih?” kata Rosa yang datang bersama ibunya dan bayu. Rosa yang terlihat sangat cantik malam itu dengan balutan gaun yang diberikan Deandra. “Selamat ya, nak. Ibu doakan semoga pernikahan kalian langgeng dan selalu bahagia.” ucap ibunya Rosa yang sudah menganggap Deandra seperti putrinya sendiri. “Terimakasih ya, bu.” kedua wanita beda usia itu saling berpelukan, Rosa terlihat menteskan airmata bahagia melihat sahabatnya menikah. Bayu yang ingin menyalami mendadak terpaku begitu mendapat tatapan tajam Verrel. Dia menyalami kedua pengantin tanpa basa basi.
Dia merasa tertampar keras saat ini, kejadian lima tahun lalu terulang kembali, dulu dia merebut wanita yang dicintai Verrel tapi kini sebaliknya. Dan gadis itu terlihat sangat bahagia didepan sana, senyum manis tak lepas dari bibirnya. Itulah yang paling menyakitkan bagi Rico. Tak sadar airmatanya menetes. Cepat-cepat dihapusnya dengan tangan.
Rico mendadak bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pelaminan. Andini yang terkejut melihat tingkah putranya itu tak bisa mencegah.
Deg!
Pengantin wanita itu terkejut, melihat seorang pria yang dikenalnya berjalan kearah mereka. Pria yang dulu dicintainya dan mengisi hari-harinya. Dia baru tahu kemarin jika Rico adalah adik tiri Verrel. Saat dia mengetahui itu entah kenapa dia sama sekali tak peduli padahal Verrel sudah pasang ancang-ancang jika Deandra akan marah.
Verrel yang melihat kedatangan Rico langsung merengkuh pinggang istrinya. Beberapa pengawal yang berjaga di sekitar pelaminan segera ambil ancang-ancang jika ada sesuatu yang akan terjadi.
Yahya, Amran dan Ayu yang tidak tahu ada drama apa diantara Rico dan Deandra hanya menatap pria itu yang kini berdiri dihadapan Verrel. “Selamat ya kak.” ucapnya lirih namun tatapan matanya tajam menatap Verrel dan Deandra.
Verrel hanya menjawab dengan anggukan, dia tahu Rico pasti sangat terluka. Verrel puas, sangat puas karena kini adik tirinya itu merasakan rasa sakit yang dulu dirasakannya. Rasa sakit karena kehilangan.
__ADS_1
“…...Tak kusangka kau mengkhianatiku Deandra. Kau menikahi kakakku.” tatapan matanya sulit diartikan, ada cinta, rindu, benci dan dendam disana. Aku akan merebutmu kembali, laki-laki kejam itu hanya akan membuatmu menderita dan hanya aku yang bisa membahagiakanmu, kau akan kembali padaku, kau hanya milikku selamanya deandra, gumamnya dalam hati. Diapun melangkah kembali menemui Andini.
“Kau baik-baik saja, sayang?” tanya Verrel yang melihat wajah istrinya terlihat syok dan pucat.
“Ya, aku baik,” jawabnya singkat.
‘Permainan ini belum selesai Rico. Kau tunggu kejutan berikut.’ Verrel menyeringai licik.
Acara malam ini dimeriahkan oleh artis papan atas. Ditengah acara, tiba-tiba Verrel memberi isyarat pada Frans, Sang asisten yang selalu berada tak jauh darinya pun mendekat, Verrel membisikan sesuatu. “Apa Tuan yakin? Saya khawatir nanti akan banyak gosip yang beredar.”
“Kau tahu cara membungkam media bukan?”
“Ya, Tuan. Saya akan laksanakan.”
Sang asisten mengambil alih mic. Suasana berubah, semua tamu yang hadir mengalihkan pandangan kedepan setelah Frans mengatakan ada hal penting yang ingin disampaikan. Yahya dan Ayu yang sudah tahu apa yang akan terjadi menyunggingkan senyum bahagia, sementara Amran heran tapi tidak berani bertanya.
Frans pun mengumumkan berita bahagia tentang kehamilan Nyonya Verrel. Semua tamu yang hadir tersenyum. Bagi mereka ini pernikahan termewah dan paling kontroversial karena identitas pengantin perempuan dirahasiakan. Berita tentang bakal calon pewaris keluarga Ceyhan ini sudah pasti menjadi bahan berita yang langsung tersebar cepat. Andini dan Rico yang mendengar pun tak kalah kagetnya.
*Visual hadiah dari Verrel...mobil Bugati Ceyron
*Visual hadiah pernikahan Villa mewah 🥰🥰
*Semoga para pembaca setia dilimpahi rejeki bisa beli mobil dan villa mewah* Amin 🙏🙏
__ADS_1