TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 277. MARKAS YAKUZA


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu, konferensi pers yang diadakan Verrel dan Luke pun membuahkan hasil Pemberitaan mulaimenyerang Olivia, ditambah lagi statusnya sebagai buronan polisi membuat nama Olivia semakin babak belur jadi bahan perbincangan.


Makian dan umpatan memenuhi laman media sosial pribadinya. Untung saja selama melarikan diri, Olivia tidak mengakses akun media sosialnya jika tidak dia pasti akan stress sendiri membaca pemberitaan dirinya dan juga komentar para netizen,


“Suasana damai begini rasanya indah sekali ya, kita bisa menghirup udara bebas tanpa masalah yang memusingkan kepala. Menghabiskan waktu bersama anak-anak,” ujar Deandra sambil bersandra di bahu Verrel. Saat ini mereka berdua sedang bersantai di balkon belakang rumah yang menghadap ketaman. Bunga-bunga bermekaran dengan indah membuat kebahagiaan yang terasa semakin membuncah didada.


“Benar, sayang. Tetapi bagiku semuanya terasa sempurna hanya saat bersamamu dan anak-anak kita. Aku tidak akan pernah bosan untuk mengatakan bahwa kau adalah sumber kebahagiaanku,” kata Verrel seraya mengecup lembut kening Deandra.


“Aku? Masa aku saja sih? Anak-anak?” tanya Deandra menggoda suaminya.


“Ya pastilah! Anak-anak juga, mereka penyemangatku setiap kali aku pulang saat melihat mereka berlima semua rasa lelah dan bebanku langsung sirna.”


“Apakah semua masalah akan selesai secepatnya? Apa mereka sudah menangkap mereka?” tanya Deandra lagi. Karena terlalu sibuk mengurusi lima anak kadang dia tidak sempat mengikuti berita terbaru perkembangan kasus Olivia dan juga Stefanie. Verrel yang paham jika didalam hatinya Deandra masih belum sepenuhnya tenang jika ornag-orang itu belum ditangkap.


Dia mencoba menghibur istrinya dan kembali mengecup kening Deandra seraya mengelus lembut kepalanya. Deandra memeluk tubuh suami tercintanya dan tidak bisa menutupi rasa syukurnya karena memiliki suami yang perhatian dan selalu mencintainya. Deandra pun tak mau kalah dengan perhatian dan sentuhan lembut yang diberikan Verrel. Dia pun menangkup wajah Verrel lalu mencium bibirnya.


“Jangan menggodaku mommy!” ucap Verrel tersenyum lalu membalas mencium bibir istrinya. “Sudah bisa belum?” dia bertanya dengan suara menggoda.


“Apaan sih?”


“Apa harus diperjelas secara mendetail, hem?”


“Sudah bisa belum ya? Bagaimana kalau aku pakai cara lain?” Deandra mengedipkan matanya yang langsung membuat Verrel tertawa melihat sikap genit istrinya.


“Kenapa sekarang kau makin genit dan suka menggodaku? Jangan pancing-pancing terus sayang, kalau sudah aman awas saja ya! Aku bukan tidak bisa jalan lagi.”

__ADS_1


Deandra tertawa geli, Verrel meletakkan tangannya diatas perut Deandra dengan lembut lalu mengusapnya dengan pelan. “Terimakasih untuk semuanya. Kau sudah berjuang untuk anak-anak! Jangan terlalu letih, biarkan babysitter melakukan semuanya untukmu.”


“Tapi….aku mau mengurus anak-anak.”


“Aku mengerti tapi tunggu sampai kondisimu benar-benar sudah pulih. Aku tidak mau kau kenapa-napa. Mengurus lima orang anak itu tidak mudah. Aku akan tambahkan babysitter lagi untuk membantumu.”


“Tidak perlu. Mereka sudah punya cukup babysitter. Kalau perlu bantuan aku bisa minta tolong sam pelayan lainnya. Ya repot sih mengurus lima anak, tapi untungnya mereka tidak rewel.” ada senyum diwajah Deandra. Nathan dan Naomi memang sangat aktif tapi tidak sampai membuatnya kewalahan dan ketiga bayi kembarnya pun tidak rewel.


“Ya sudah kalau begitu. Tapi kalau kau merasa kewalahan segera beritahu aku atau Yuna.”


“Iya….iya…..”


Verrel tersenyum ia pun mengacak-acak rambut Deandra gemas dengan tingkah istrinya itu. “Kau mau makan sesuatu tidak? Atau mungkin kau butuh sesuatu? Selama hamil sampai melahirkan kau belum pernah pergi belanja.” tanya Verrel.


“Bawa Nathan dan Naomi saja. Yang tiga lagi masih terlalu kecil untuk dibawa keluar, sayang.”


“Mungkin dua bulan lagi sudah bisa bawa mereka keluar. Tapi sesekali saja, aku tidak mau mereka sampai kenapa-napa.”


“Iya sayang, aku mengerti. Mau makan diluar kan?” tanya Deandra lagi.


“Ya sudah. Kau siap-siap saja dulu biar aku lihat Nathan dan Naomi sedang apa. Biar aku suruh babysitternya siap-siap juga.”


...*******...


Nun jauh disana, dinegeri matahari terbit. Beberapa mobil SUV hitam memasuki sebuah komplek bangunan yang dikelilingia pagar tinggi dan pepohonan rindang. Rombongan mobil itu terus melaju menuju area belakang setelah berjalan mengikuti jalur yang melewati sebuah bangunan besar dengan desain khas Jepang.

__ADS_1


Setelah tiba di parkiran bawah tanah, beberapa orang keluar dari dalam mobil. Saat seorang pria betubuh tegap turun dari mobil ketiga dia menyeret turun seseorang yang berpenampilan seperti seorang wanita dengan kedua tangan diikat rantai dan kepala ditutup kain hitam. Mereka membawanya menuju ke ruanga bawah tanah.


Disana sudah menunggu beberapa orang yang berpakaian serba hitam dan disalah satu kursi besar, duduk seorang pria berwajah dingin dan kejam. Dia adalah Seiya San yang merupakan pimpinan Yakuza dan atasan dari Akihiro San yang tempo hari bertemu dengan Verrel diacara makan malam rekan bisnis.


Pria yang membawa wanita tadi langsung mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh ke lantai tepat dibawah kaki Seiya San.


Pria itu langsung memberi isyarat pada anak buahnya agar membuka penutup kepala wanita itu. “Ahhhh!” wanita itu mengerjapkan matanya setelah penutup kepala dibuka dan mendongakkan wajah menatap terkejut pada pria yang duduk didepannya.


“Seiya San! Watashi o yurushitekudasai!” (Tuan Seiya! tolong ampuni saya)


“Kau tahu apa kesalahanmu?” tanya Seiya San pada wanita itu.


“Saya tidak tahu apa kesalahanku. Aku tahu kalau aku berhutang padamu dan akan membayar secepatnya. Bukankah belum jatuh tempo? Masih ada waktu lagi sampai batas pembayaran.”


“Hem…..berani-beraninya kau bicara! Aku mau kau kembalikan semua uang yang aku investasikan untuk di cuci diperusahaan milik keluargamu! Berikut bunganya!”


“Saya mohon berikan saya waktu. Saya pasti akan mengembalikan semua uang milik Tuan!” ucap wanita itu lagi sambil memohon belas kasihan. Kali ini nasibnya benar-benar sial, setelah bersembunyi sekian lama entah darimana dan bagaimana caranya mereka menemukan tempatnya.


“Bawa dia ke ruang penyiksaan!” ujar pria itu lalu menendang wanita didepannya.


“Tidak! Aku mohon jangan siksa aku! Tuan Seiya, selama ini aku tidak pernah mengingkari janjiku. Aku selalu mengembalikan uangmu. Kami mencuci uangmu dan mengembalikannya berikut profit. Tolong beri aku waktu untuk mendapatkan uang itu!”


“Bagaimana caramu mendapatkan uangku kembali? Katakan Stefanie! Apa kau pikir aku ini bodoh? Baru dua kali kau membayar uangku sesuai perjanjian tapi setelah itu apa yang terjadi? Kau menipu begitu banyak orang dengan dalih bisnis dan proyek-proyek besar untuk pencucian uang! Apa kau lupa kalau SG Group sudah bangkrut? Kau bahkan punya hutang yang banyak akibat proyek-proyek gagal!”


Stefanie terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Memang benar dia sudah tidak punya apa-apa dan masih harus membayar ganti rugi beberapa proyek yang gagal. Meskipun dia berhasil menjual proyek-proyek mega andalan SG Group tapi tidak mampu menutupi kerugian.

__ADS_1


 


__ADS_2