TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 260. ITU BUKAN AKU


__ADS_3

Didalam kamar, Deandra menangis tersedu-sedu. Tadi dia baru bicara dengan suaminya dan meminta suaminya untuk setia tapi tak lama malah beredar berita perselingkuhannya. Dia tak ingin mempercayai berita itu tapi setelah melihat foto dan video membuat hatinya sakit sekali. ‘Kenapa Verrel?’


‘Kalau kau mau melampiaskannya aku takkan marah kalau aku tidak tahu! Aku tahu kau pria seperti apa dulunya, tidak mungkin kau bisa menahannya.’ bisik hati Deandra.


‘Tapi kenapa bisa begini? Kau menyakiti hatiku, mempermalukan keluargamu!’ tangisnya semakin kencang. Dia membenamkan wajahnya dibantal dan menangis tersedu-sedu. ‘Bagaimana aku akan menghadapi orang-orang diluar sana setelah ini? Bagaimana anak-anak?’


 'Sakit sekali hatiku!' tangannya menekan dadanya yang terasa sakit. 'Siapa perempuan itu? Aku tidak ikhlas kau bersama perempuan lain!' teriaknya sambil menangis terisak.


Yuna baru saja kembali kerumah, “Ada apa kalian berkumpul?” bertanya saat dia memasuki dapur dan melihat para pelayan berkumpul dan berbisik-bisik.


“Aduh gawat Bu Yuna! Nyonya mengamuk.” jawab seorang pelayan.


“Apa? Kenapa? Apa yang terjadi?” tanya Yuna dengan wajah serius. "Apa nyonya memarahi kalian?"


“Tidak. Apa Bu Yuna belum melihat berita yang baru saja viral?”


“Berita apa? Cepat katakan! Kau baru saja kembali, aku belum melihat berita apapun.”


“Ini. Berita perselingkuhan Tuan dengan seorang wanita sedang viral dimana-mana.” jawab pelayan iut menyodorkan ponselnya pada Yuna.


Setelah membaca dan melihat foto-foto itu, Yuna mengeryitkan keningnya karena dia merasa kalau pria di foto itu bukanlah Verrel. Yuna sudah bekerja disana selama bertahun-tahun dan dia mengenali Verrel dengan sangat baik.


“Ini hoaks. Kalian jangan mencampuri urusan majikan. Sebaiknya kalian kembali bekerja.”


“Apa benar hoaks? Tadi nyonya mengamuk dan mau pergi menemui Tuan. Kami belum pernah melihat nyonya seperti itu sebelumnya.”


“Dimana nyonya sekarang?”


“Ada dikamarnya. Untung saja Dena bisa menenangkannya dan membawanya kembali ke kamar. Tadi kami sangat khawatir karena nyonya belum pulih.”


“Sudahlah. Jangan dipercaya berita seperti ini lagi.Tuan tidak mungkin melakukan hal menjijikkan seperti itu. Dia sangat mencintai istrinya.”


“Tapi ini terlihat sama persis dengan Tuan.” ucap seorang pelayan lagi yang masih belum percaya.


“Kalau kubilang itu hoaks ya hoaks! Pergi sana! Selesaikan pekerjaan kalian. Jangan ada yang membahas soal ini sampai Tuan sendiri yang mengklarifikasi berita ini.” ujar Yuna.

__ADS_1


Yuna yang merasa khawatir pun segera menghubungi Verrel dan menceritakan apa yang terjadi dirumah. “Dimana istriku?” tanya Verrel.


“Nyonya sudah kembali ke kamarnya Tuan tapi saya mendengar dia masih menangis.”


“Saya sedang dalam perjalan pulang sekarang. Coba tenangkan Deandra dulu.”


“Baik, Tuan. Ehm….”


“Ada apalagi?”


“Apa pria di-----”


“Bukan aku!” ucap Verrel cepat lalu memutuskan panggilan. Hatinya mulai resah memikirkan Deandra. Dia melirik kedua anaknya yang pulas di babyseat. ‘Ada apalagi ini? Aku harus berangkat malam ini, malah datang masalah baru.’


Begitu Verrel sampai dirumah, dia bergegas masuk. “Bawa Nathan dan Naomi ke kamarnya.” ucapnya pada kedua babysitter anaknya. Lalu dia setengah berlari naik kelantai atas dan masuk ke kamarnya. Dia melihat Deandra berbaring diranjang dengan bahu yang gemetar, dia masih menangis. Verrel melirik pelayan pribadi istrinya dan dengan kode tangan memintanya pergi. Dia duduk ditepi ranjang lalu mengelus punggung istrinya.


Plaakkk!


Deandra menepis tangan Verrel lalu membuka matanya menatap tajam pada pria itu. “Pergi!” teriaknya marah. “Jauhkan tanganmu! Jangan sentuh aku!” teriaknya sambil terisak.


“Sudah jelas kan kau salah! Makanya minta maaf.”


“Tidak! Bukan seperti itu, aku bukan pria di foto itu.”


“Aku tidak mau dengar lagi! Pergi! Kau menyakiti hatiku Verrel!” isaknya tersedu-sedu. “Kau menjijikkan! Aku tidak mau melihatmu! Pergi!”


“Hei….” Verrel dengan lembut mendekap istrinya.”Apa kau cemburu? Kau sudah tidak mempercayai suamimu ini? Kapan aku bertemu wanita lain? Aku selalu dirumah bersamamu dan aku hanya keluar untuk pergi ke kantor.”


“Kau bohong! Bisa saja kau menemui wanita lain diluar sana! Kau kan punya banyak apartemen, bisa saja kau membawa mereka kesalah satu apartemenmu.”


“Apartemen? Yang mana?”


“Alaaa…..sudahlah jangan berkelit lagi. Bukankah dulu kau selalu membawa wanita-wanitamu ke apartemenmu? Apa kau lupa bagaimana dulu?”


“Cukup! Jangan menuduhku sembarangan. Aku tidak pernah menyentuh wanita lain sejak kita menikah. Aku mencintaimu dan menyayangi anak-anak kita. Duduklah, biar aku jelaskan. Jangan mengikuti emosimu tanpa mau tahu kebenarannya.” ucap Verrel kembali melembutkan suaranya.

__ADS_1


Deandra tak bergeming, dia tak mengindahkan suaminya dan terus menangis. “Ssstt….sudah jangan menangis lagi. Apa kau sudah melihat foto dan videonya baik-baik?”


“Sudah! Menjijikkan!”


“Apa kau yakin kalau itu suamimu, hem? Coba lihat lagi.”


“Kau benar-benar keterlaluan Verrel! Tega kau menyuruhku melihat video menjijikkan itu lagi?”


“Aku mau menunjukkan sesuatu padamu agar kau percaya kalau itu bukan aku, sayang.” bujuk Verrel.


Perlahan dia membalikkan tubuh Deandra karena takut menyakiti luka bekas operasi. “Kau tidak boleh begini, lukamu belum sembuh benar.” Verrel mengecup kening istrinya setelah Deandra berbalik dan berbaring telentang dalam pelukan Verrel. “Kau yang paling tahu tubuhku, setiap lekuk tubuh suamimu ini kau pasti hapal kan?” ucap Verrel mengedipkan mata.


“Maksudmu apa?”


“Apa aku memiliki tato di pinggulku?” tanya Verrel lagi yang dijawab Deandra dengan gelengan kepalanya namun dia masih belum mengerti.


“Kalau kau benar-benar melihat video itu, pasti kau paham maksudku sayang.” kata Verrel lalu meraih ponselnya dan memutar video mesum itu. “Coba perhatikan, apakah benar itu aku? Pria ini mempunyai tato di pinggulnya! Apakah itu memang aku?”


Deandra memperhatian jari Verrel yang menunjukkan bagian pinggul pria didalam video itu, ada tato dibagian pinggulnya dan sangat jelas kalau itu bukan Verrel.


“Ta---tapi mirip sekali denganmu.” ujar Deandra lirih. Tangisnya segera berhenti setelah memperhatikan kembali sosok pria didalam video itu.


“Apa sekarang kau percaya padaku? Aku takkan pernah menyentuh perempuan lain.”


“Hem…..maaf.” Deandra mengerucutkan bibirnya, merasa bersalah sudah menuduh suaminya dan tak mempercayainya. “Maafkan aku.”


“Ya, tidak apa-apa. Makanya aku tidak mempedulikan berita itu. Hanya kerjaan orang iseng.”


“Salahmu sendiri, punya wajah tampan!”


“Ha ha ha ha…..jadi kau tidak menyukai wajahku lagi?” goda Verrel.


“Suka lah. Tapi wajah tampanmu membawa masalah!“ ujar Deandra. “Siapa sebenarnya yang melakukan itu?”


“Aku sudah menebak orangnya tapi aku masih menunggu kabar dari anak buahku yang sedang menyelidiki hal ini. Sudahlah, jangan dipikirkan lagi.” tangan Verrel mengusap airmata dipipi mulus istrinya. “Sudah tidak sedih lagi? Aku berangkat ke Swiss malam ini. Aku mau melihat senyum istriku.” Verrel mendekatkan bibirnya ke bibir Deandra dan mengulumnya.

__ADS_1


__ADS_2