TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 26. BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

Saat Deandra berada didalam kamar mandi, ia tercegang memandang luas kamar mandi dengan desain yang mewah itu.  Ia duduk di atas kloset untuk buang air.  Pelayan itu masih berdiri didepan pintu, didalam kamar mandi itu. Deandra berpikir mungkin itu juga tugas yang diperintahkan Tuan Besar. Itu membuat deandra merasa canggung “Bisakah kau keluar?”


“Saya akan menunggu sampai nona muda selesai. Ini tugas saya untuk melayani semua kebutuhan nona muda.”


Deandra makin bingung dengan perlakuan yang diterimanya. Belum pernah ia menerima perlakuan seperti ini yang dianggapnya berlebihan bahkan tak masuk akal, dalam mimpi pun tak pernah ia mimpikan akan dilayani layaknya seorang ratu.  “Ini benar-benar menakutkan.” pikirnya dalam hati.


Tak lama kemudian, pelayan itu menuntunnya kembali ke ranjang. Deandra memilih bersandar.  “Apakah nona muda butuh sesuatu? Mau makan atau minum, cemilan atau lainnya?” tanya pelayan itu lagi. “Tidak, aku tidak butuh apapun,” jawab deandra. “Siapa namamu?”


“Tami. Saya permisi nona muda, untuk menyiapkan kebutuhan nona muda bersama Alya yang tadi menemani nona disini.”


“Tidak usah repot. Aku bisa mengurus diriku sendiri.”


“Tapi nona muda masih lemah dan ini perintah Tuan Besar. Tuan Besar bisa marah, semua kebutuhan nona muda adalah tanggung jawab kami. Tolong jangan menolak kami ya nona.”


Deandra tertegun dan perlahan menghela napas.


“Kami akan dihukum Tuan Besar dan dipecat jika nona mengatakan pelayanan kami buruk," ucap tami menunduk. “Bukan hanya kami saja yang akan dihukum oleh Tuan Besar, tapi semua pelayan akan dihukum juga nona.”


“Apa? Gila! Kenapa begitu?” kata Deandra terkejut.  Tidak salah jika nama pria itu manusia galak dan kejam. Masa dihukum dan dipecat hanya karena tidak melayani dengan baik? Apa pria itu sudah gila?


Deandra menganggukan kepala tanda mengerti. “Baiklah. Aku tidak akan mengatakan apapun pada Tuan Besar. Kalian bisa tetap melayaniku.”


“Terima kasih, nona muda,” ucap tami dengan wajah gembira.  “Setelah dokter datang memeriksa nona, kami baru akan membantu nona mandi.”


“Tak apa. Kalian bisa kembali bekerja.” Tami mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya dikamar itu, tak lama kemudian terlihat Yuna dan beberapa pelayan datang.


Tepat pukul 4 sore, dokter romeo datang bersama dua pelayan lainnya, mereka masuk kekamar deandra.  Hanya Yuna yang diperbolehkan mendekat ketika dokter itu memeriksa deandra.

__ADS_1


“Kondisimu sudah jauh lebih baik dari tadi pagi. Aku akan melepas infusmu agar kau bisa leluasa bergerak. Tapi jangan lupa makan obat dan vitaminmu kalau kau mau cepat pulih,” ucap dokter romeo dengan senyum yang selalu terukir di wajahnya.


“Ternyata anda seorang dokter,” celetuk deandra merasa malu.


“Ya, benar. Makanya saat aku menemukanmu pingsan saat itu, aku langsung membawamu ke apartemen ketimbang kerumah sakit,” jawab Romeo. 


Ya, laki-laki itu yang memperkenalkan diri sebagai billy adalah seorang dokter yang memiliki nama lengkap Romeo Billy Pramudya yag merupakan dokter pribadi Verrel Aditya Ceyhan.


 "Apa tampangku lebih cocok sebagai supir taksi ya," candanya menggoda Deandra yang membuat gadis itu tertawa terbahak-bahak.


"Ha..ha...ha...ha. Wajahmu terlalu tampan untuk jadi supir taksi. Atau mungkin kau lebih cocok jadi seorang pembunuh berantai yang menyamar sebagai supir taksi dengan wajah tampanmu." kata Deandra bercanda.


"Maka kau adalah salah satu korbanku. Ha...ha...ha." Keduanya bercanda dan tertawa yang membuat kepala pelayan Yuna heran melihat keakraban dokter itu dengan majikannya.


“Ah...aku belum mengucapkan terimakasih pada anda waktu itu, dokter.”


“Tak apa. Aku tahu kau pasti ketakutan melihat orang asing apalgi seorang pria yang tidak kau kenal ada dikamar bersamamu.”


“Ha..ha..ha” tawa deandra tiba-tiba sedangkan pipinya merona merah karena malu. Ternyata pria yang menolongnya tempo hari adalah seorang dokter.  Ya, iyalah masa ada supir taksi setampan pria ini? Senyumnya mengembang mengingat kejadian waktu itu.


“Aku juga sama terkejutnya denganmu saat kemarin aku diminta datang kesini untuk memeriksa seseorang dan ternyata orang itu kamu,” kata romeo.


“Ah, aku juga tidak tahu kenapa aku sampai ada disini,” kata deandra sembari melirik kearah Yuna. Namun saat melihat raut wajah Yuna yang berubah, deandra pun tak ingin melanjutkan kalimatnya. Dia tak ingin membuat kekacauan lagi.


“Asisten Tuan Besar yang membawamu pulang. Ternyata kau adalah nona muda dirumah ini,” kembali romeo tersenyum penuh arti, seakan dia kini mengerti posisi deandra dirumah itu.  Untuk pertama kalinya dia mengetahui kalau Verrel membawa seorang wanita untuk tinggal dirumahnya, itu berarti wanita itu adalah seseorang yang spesial. Apalagi wanita itu diberikan kamar yang bersebelahan dengan kamar Tuan Besar.


Romeo teringat saat pertama kali menemukan deandra kala itu, ia melihat tanda kepemilikan di leher wanita itu, dan reaksi ketakutan yang ditunjukkannya saat itu.  Kini dia tahu, mungkin Verrel yang sudah mencetak tanda cinta itu dileher wanita ini saat itu. Dia sangat mengenal Verrel dan bagaimana sifat laki-laki itu.

__ADS_1


Deandra menghembuskan napas perlahan.


“Sudah selesai. Beristirahatlah.”


“Terimakasih, dokter.” ucap Deandra.


“Oh iya aku akan menuluskan resep beberapa vitamin tambahan dan aku akan membuat jadwal pemeriksaan untukmu sesuai perintah Tuan Besar. Aku akan kembali dua hari lagi. Kuharap kau bisa bersikap baik dengan Tuan Besar. Kau adalah wanita pertama yang mendapat perlakukan istimewa seperti ini,” kata dokter sembari melemparkan senyum dan mengedipkan mata pada deandra.


Ia pun mengalihkan pandangan pada Yuna “Pastikan nona muda makan vitamin dan obatnya.  Berikan dia buah-buahan supaya tenaganya cepat pulih. Semoga keadaannya sudah kembali normal saat aku datang lagi.”


“Baik, dokter. Saya akan memperhatikan semua dengan teliti,” jawab Yuna yang mendengarkan semua yang diucapkan romeo.


“Pemeriksaan? Pemeriksaan apa lagi?’ tanya deandra.


“Hanya pemeriksaan kesehatan biasa. Jangan takut ya." jelas romeo ramah yang dijawab deandra dengan anggukan.  Mereka saling melemparkan senyum sebelum dokter romeo berpamitan. Yuna merekam semua pembicaraan untuk diberikan pada Tuan Besar, meskipun dia merasa aneh dengan perintah sang Tuan yang sudah beberapa hari bertingkah aneh.


...**...


Ting!


Suara notifikasi pesan masuk di ponsel Verrel. Saat ini dia sedang disibukkan dengan dokumrn kontrak kerjasama dengan investor dari Eropa yang harus ditandatanganinya segera.


Saat melihat pesan masuk dari Yuna, dia memberi isyarat pada sang asisten dan sekretaris untuk keluar dari ruangannya. Dia membuka pesan berisi video perbincangan Deandra dan Romeo saat memeriksanya.


Deg!


Jantungnya hampir copot melihat video dimana keduanya nampak bercanda dan tertawa. Raut wajahnya berubah dan tatapan matanya tajam. Deandra dan Romeo tertawa saling melemparkan senyum yang membuat emosinya meledak-ledak.

__ADS_1


'Bisa-bisanya kau tertawa dan bercanda dengan laki-laki lain! Apa aku tidak salah dengar? Dia pernah ke apartemen romeo? Apa dia sembunyi disana saat lari dari hotel? Apa mereka juga sudah---? Awas kau gadis bodoh!


Kacau. Tuan Verrel menjadi kacau memikirkan gadis itu. Dia gelisah dan marah saat tahu Deandra bersembunyi setelah lari dari hotel. Entah apa yang membuatnya jadi begitu posesif jika itu berhubungan dengan Deandra.


__ADS_2