TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 294. AKHIR BAHAGIA


__ADS_3

“Ya sudah! Mandikan mereka. Dimana istriku?” ujar Verrel setelah mencium kedua anak nakal itu. Babysitter membawa Nathan dan Naomi ke kamar mandi untuk dimandikan. Kedua anak itu tidak memberontak, bahkan Naomi terlihat senang setelah mendapat pelukan dan ciuman dari ayahnya.


“Nyonya ada diruang melukis, Tuan. Selepas memberi ASI tadi Nyonya sudah berada disana.”


Verrel pun berjalan menuruni tangga lalu mengitari ruang keluarga menuju sebuah ruangan paling ujung yang mengarah ke taman samping. Verrel membuka pintu perlahan dan melangkah masuk dengan pelan tanpa membuat suara apapun. Dia lalu berdiri dibelakang Deandra yang sedang serius menggores kuasnya diatas kanvas.


Verrel terpana menatap gambar dirinya yang begitu nyata di kanvas itu. Di dalam hatinya tidak bisa menampik bakat yang dimiliki oleh istrinya itu. Sebuah talenta yang sangat patut dibanggakan. Verrel mengedarkan padangan ke sekeliling ruangan, di sisi kanan ada tiga lukisn yang sudah selesai. Ada lukisan wajah Nathan dan Naomi ada lukisan tiga bayi mungil mereka. Sangat indah!


Verrel terharu dia tahu betapa dia mencintai istri dan kelima anaknya. Verrel mengusap sudut matanya dan tersenyum, didalam hatinya dipenuhi cinta dan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. “Kenapa wajahnya terlihat hidup sepertiku?” tanya Verrel tepat ditelinga Deandra.


Deandra terkesiap dan kuasnya jatuh karena kaget.


“Sayang! Sejak kapan berdiri disitu?” tanya Deandra dengan sepasang mata yang membola menatap suaminya.


Cup!


Verrel menjawab dengan mengecup pipi Deandra sebelah kanan. “Sudah lima belas menit yang lalu, sayang. Kau serius sekali dengan lukisannya sampai-sampai tidak mendengar langkah kakiku.”


“Sorry, suamiku sayang.” sahutnya sambil menyengir lucu.


“Dimaafkan! Karena sibuknya istriku tercinta ini masih ada hubungan denganku. Dari lukisan itu keliatannya di kepalamu cuma ada aku, kan?” kata Verrel dengan percaya diri.


“Ya ampun Verrel! Ternyata narsis juga ya, pede sekali suamiku ya!” seru Deandra sambil tertawa.


“Iyalah! Buktinya didepan mata. Apa yang harus diragukan lagi.” jawab Verrel tersenyum lebar.


“Jangan terlalu percaya diri, sayang. Itu obat nyamuk juga memajang foto nyamuk di kemasannya tapi….” kalimat Deandra terputus karena dering telepon Verrel.


“Oh dari mama.” gumam Verrel saat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.

__ADS_1


“Halo Ma! Ada apa?”


“Mama mau kerumah. Kau masih dikantor?”


“Tidak Ma. Sudah dirumah sekarang. Mama mau datang sekarang?”


“Iya sebentar lagi juga sampai. Opa ada dirumah juga kan?” tanya Ayu balik.


“Aku tidak tahu Ma. Belum lama juga sampai dirumah langsung lihat anak-anak. Belum lihat Opa, barangkali ada dirumah karena setahuku sore ini mereka tidak ada rencana mau keluar.”


“Oh baguslah kalau begitu. Kalian semua siap-siap ya.”


“Memangnya ada apa Ma?”


“Tidak ada apa-apa, pokoknya tunggu dirumah. Kabari Opa ya pokoknya mama sudah mau sampai ini ada Anita dan Liam juga.”


“Oh baiklah mama. Sampai jumpa dirumah.”


“Ya, lihat nanti bagaimana ya ma. Anaknya mau apa tidak.”


“Ya pasti maulah! Selalu ikut kalau mama ajak.” ujar Ayu lalu mematikan telepon.


Seluruh keluarga Ceyhan berkumpul di ruang makan menikmati makan malam bersama. Suasana rumah besar nan mewah itu terasa hangat dipenuhi cinta dan kasih sayang. Suara tawa dan canda terdengar, setelah makan malam semua orang berkumpul diruang keluarga. Benar-benar keluarga yang sempurna, para pelayan pun menyuguhkan teh dan kopi serta beberapa cemilan.


********


Berita hasil persidangan Olivia pun beredar diseluruh media. Olivia dijatuhi hukuman seumur hidup, sedangkan Edo dan Dirga dijatuhi hukuman dua puluh tahun penjara. Sedangkan Ezha tidak bisa menjalani hukumannya karena seminggu setelah dipenjara dia dipukuli teman satu selnya. Kondisinya yang parah tak terselamatkan dan meninggal dunia setelah dua hari dirawat dirumah sakit.


Malam semakin larut, suhu udara pun dingin karena sudah mulai musim hujan. Namun hal itu tidak menyurutkan hasrat sepasang  anak manusia yang sedang terbakar gairah. Verrel terus mengeluarkan suara erangan tertahan saat Deandra terus berpacu dalam melodi. Mata Verrel terpejam menikmati semua rasa yang menjalar disekujur tubuhnya.

__ADS_1


“Sayang, kau semakin pintar,” puji Verrel tersenyum. Deru napas yang memburu bersatu dengan desah tertahan sebagai refleksi dari semua rasa yang diterima oleh tubuh. Kali ini Verrel meracau ditengah-tengah gempurannya. Lenguhan dan ******* saling bersahutan di kamar itu. Saling memberi dan menerima tanpa jeda. Lupa sudah semuanya tergantikan kata nikmat yang ingin diledakkan hingga ke puncak. Ritme yang semakin cepat akhirnya berujung pada satu hentakan.


Getaran cinta yang membara diiringi erangan panjang merasakan ledakan nikmat yang seakan tak ada habisnya. Tak ada kata yang mampu mewakili kekaguman dan kebahagiaan sepasang suami istri itu.


“Terimakasih saya. Kau tidak pernah gagal membahagiakanku,” ujar Verrel seraya mengecup puncak kepala Deandra dengan lembut.


“Aku juga sangat berterimakasih padamu sayang. Terimakasih karena tetap setia padaku, terimakasih untuk cinta dan perhatianmu selama ini padaku dan anak-anak. Kau memang suami terbaik didunia.” balas Deandra. Kepalanya menyandar didada bidang suaminya yang berkilat sisa-sisa dari pertempuran  mereka tadi.


“Deandra istriku! Tidak ada seorang wanita pun yang bisa mengganti posisimu dihatiku. Duniaku benar-benar hancur tanpamu. Setiap kali pulang kerumah, tak peduli betapa lelah dan stressnya aku karena pekerjaan tapi saat melihatmu dan anak-anak semuanya sirna. Kalian adalah cintaku, penyejuk hatiku dan penghilang lelahku. Tetaplah disisiku Deandra Ailsie Ceyhan, jangan pernah tinggalkan aku.” ucap Verrel mengelus pipi istrinya dengan punggung tangannya.


Deandra merasa terharu sekaligus bahagia atas semua cinta dan kesetiaan yang suaminya berikan padanya. Padaal jika Verrel ingin sekedar melepaskan hasrat pasti bukan hal yang sulit baginya karena Verrel memiliki semua modal untuk memikat wanita. Wajah tampan, tubuh kekar berotot yang jadi impian setiap wanita, sikap dan arta. Tidak ada yang kurang dari sosoknya yang memang yaris sempurna.


Verrel kembali memeluk erat istrinya. “Sekarang tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan sayang. Tuan sudah menunjukkan kekuasaannya dengan memberikan kita kesabaran dan ketabahan menjalani semua masalah.”


Deandra mengangguk didalam kukungan lengan Verrel yang memberinya rasa nyaman.


“Iya sayang. Sekarang aku tidak akan mengkhawatirkan apapun lagi. Ada suamiku terinta, anak-anak serta keluarga besar kita yang selalu saling menyayangi. Tidak ada lagi yang mampu mengerus rasa baagia diatiku saat ini.” jawab Deandra sambil menyusupkan kepalanya lebih dalam.


“Yakinlah pada Yang Maha Kuasa, sayang. Dia pasti akan melindungi cinta kita.” uap Verrel. Usai biara dia menangkup kedua pipi Deandra lalu mengecup bibir merah muda itu dengan penuh kasih sayang. Deandra mendongak menatap sepasang mata Verrel yang menggelap karena gaira. Dia anya pasrah saat Verrel mengangkat tubuhnya lalu membawanya ke kamar mandi lalu membaringkannya di bathtub yang sudah diisi air hangat dan aromaterapy.


Sepasang suami istri yang saling mencintai dan menyayangi itu dipenuhi deru napas dan ******* yang tersengal, rintihan dan ******* saling bersautan memenui keheningan malam panjang yang penuh gairah.


Seiring dengan matahari yang mulai menampakkan cahayanya disela-sela jendela. Kedua anak manusia itu pulas dalam mimpi indah yang tergambar dari senyum mereka yang saling berpelukan. Seakan enggan untuk beranjak dari peraduan, melanjutkan mimpi indah.


 


...\=\=\=\= THE END \=\=\=\=...


 

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca kisah ini sampai akhir. Sampai jumpa di sekuel Gairah Berselimut Dendam. Coming Soon! 🙏🙏


__ADS_2