
Pagi ini Rosa menyibukkan diri didapur belajar memasak, sejak kehamilannya yang makin membesar dan hanya menunggu hari saja, Rosa menghabiskan waktu dirumah. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, selesai berkutat didapur membuat puding buah wanita hamil itu beranjak masuk ke kamar mandi membersihkan diri dan bertukar pakaian. Baru saja dia hendak duduk di sofa sambil memegang remote, pintu apartemen terbuka. Rosa mengeryitkan kening saat melihat seorang wanita cantik bertubuh seksi berjalan masuk dengan santai.
“Hei siapa kau? Kenapa kau bisa masuk, ha?” seru Rosa menatap tajam wanita itu yang memandangnya dengan sinis. Wanita berkulit putih mulus dengan rambut sebahu, memakai baju terusan ketat sebatas lutut menampakkan lekukan tubuhnya dan memakai high heel.
“Seharusnya aku yang tanya, kau itu siapa? Oh…..pasti kau pelayan baru disini ya?”
Merasa kesal dengan ucapan wanita itu, Rosa melihat pakaian yang dipakainya hanya mengenakan daster dan tak ada riasan sama sekali. Rosa mendengus “Aku istrinya Frans! Kenapa kau bisa masuk ke apartemenku?”
“Oh….ya ampun! Hahahaha…...jangan becanda. Cepat buatkan aku minuman, aku haus.”
“Eh dengar ya. Aku bukan pelayan disini! Aku istri Frans jadi silahkan keluar dari sini!”
“Kalau mimpi jangan ketinggian! Sejak kapan Frans menyukai wanita kampung sepertimu, hu? Kau itu hanya pelayan tapi banyak lagak. Kau dengar baik-baik, aku tunangannya Frans yang bernama Melissa! Cepat buatkan aku minum.”
“Mau minum ya? Baik aku buatkan kau minum.” ujar Rosa kesal mendengar pengakuan wanita itu. ‘Kurang ajar kau Frans, punya tunangan tapi bikin aku hamil. Awas kalau kau pulang nanti, gerutunya dalam hati sambil mengepalkan tangan. Rosa mengambil gelas dan mengisi air dari wastafel lalu berjalan mendekati Melissa yang duduk membelakangi Rosa. Saking kesalnya Rosa berkata “Ini minumnya” menuangkan air digelas tepat diatas kepala Melissa membuat wanita itu menjerit “Sialan! Kurang ajar kau perempuan udik!” tangannya terangkat hendak menampar Rosa namun tangan Rosa lebih cepat menahan tangan Melissa.
“Aku istri sah Frans dan sedang mengandung anaknya. Pergi dari sini atau kau kulaporkan ke polisi karena masuk kerumahku tanpa ijin.” Rosa mendorong tubuh Melissa penuh emosi hingga wanita itu terjatuh kelantai, Rosa tak memikirkan dirinya yang sedang hamil besar.
“Hahahaha…..paling juga kau hamil anak laki-laki lain untuk menjebak tunanganku. Eh ingat ya perempuan udik! Urusan kita belum selesai, aku akan datang lagi menemui tunanganku. Kau akan tersingkir dari sini.” Melissa berdiri dan melangkah keluar dari apartemen itu.
Rosa menutup pintu dan menguncinya, dia meraih ponsel dan menghubungi Frans.
“Halo,”
“Frans, pulang sekarang! Tunanganmu datang.”
“Apa? Tunangan? Aku tidak punya tunangan, siapa yang datang mengaku-aku sebagai tunanganku?” tanya Frans heran.
“Dia mengaku bernama Melissa. Dia bahkan masuk ke apartemen, darimana dia bisa tahu password apartemen?”
Deg!
Jantung Frans serasa mau copot. “Melissa? Tunggu disana, aku pulang sekarang.”
__ADS_1
Frans kalut mendengar Melissa datang ke apartemennya. “Tuan, aku permisi pulang. Melissa datang ke apartemenku, aku takut dia menyakiti Rosa.”
“Apa? Melissa? Kenapa kau masih berhubungan dengan perempuan gila itu?”
“Aku sudah lama tidak berhubungan dengannya sejak dia pergi begitu saja tiga tahun lalu. Tiba-tiba dia datang dan masuk ke apartemenku, baru saja Rosa menghubungiku.”
“Frans! Apa dia tahu password apartemenmu? Belum kau ganti ya?” tanya Verrel.
“Aku lupa menggantinya, lagipun aku tak pernah terpikir kalau Melissa akan kembali.”
“Pulanglah, segera kau ganti password apartemenmu. Ingat istrimu sedang hamil, jangan sampai perempuan gila itu menyakitinya.”
“Baiklah, Tuan. Aku pulang sekarang.” Frans meninggalkan gedung Ceyhan Group dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia mengira Melissa masih berada di apartemennya. Tak lama dia sampai di depan lobi apartemennya dan menyerahkan kunci mobil pada petugas untuk memarkirkan mobilnya.
“Sayang…..” Frans mengedarkan pandangan namun dia hanya melihat Rosa yang terkapar dilantai. “Ya ampun…..Rosa bangun.”
Frans panik dan menggendong tubuh Rosa memasuki lift dan turun ke lobi. Petugas disana melihat Frans yang sedang menggendong Rosa dengan wajah cemas bertanya “Tuan Frans, kenapa dengan istrimu?”
“Cepat ambil mobilku! Istriku pingsan. Oh iya…..aku butuh rekaman cctv hari ini. Kirimkan ke ponselku.” Frans memasukkan tubuh Rosa kedalam mobilnya dan meluncur ke rumah sakit.
Frans mondar mandir didepan ruang tindakan dirumah sakit, menunggu dengan gelisah dan khawatir karena tadi dia melihat ada darah dikaki Rosa. Setelah menunggu, pintu terbuka dan seorang dokter keluar menemui Frans.
“Tuan Frans, kami terpaksa lakukan operasi caesar sekarang pada istri anda. Air ketubannya sudah pecah dan kondisi istri anda tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.”
“Tolong lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya, dokter. Tolong selamatkan mereka.”
“Baiklah Tuan. Kami sedang mempersiapkan ruang operasi, saya permisi dulu.”
Rosa sudah dibawa keruang operasi, Frans mengepalkan tangannya menahan amarah. ‘Kurang ajar kau Melissa! Apa yang sudah kau lakukan pada istriku!’ Frans bergumam dan meraih ponselnya di saku untuk menghubungi Verrel. Setelah menceritakan semuanya pada atasannya itu, Frans menghubungi ibu Rosa dan Deandra.
“Frans! Bagaimana keadaan Rosa?” tanya ibunya Rosa yang langsung pergi kerumah sakit setelah mendapat kabar dari Frans.
“Masih diruang operasi, bu. Kita doakan semoga operasinya berjalan lancar.”
__ADS_1
Dari kejauhan tampak Deandra datang bersama kedua pelayan dan pengawal pribadinya. Wajahnya nampak khawatir dan langsung mendekap ibunya Rosa. “Bu…..”
“Apa Rosa…..?”
“Masih didalam.” jawab Frans singkat. Airmatanya menetes, wajahnya terlihat sedih dan cemas.
“Kenapa bisa begini?’ tanya Deandra menatap Frans.
Ring! Ring!
Ponsel Frans berdering, dia melihat nomor di layar ponselnya adalah nomor dari apartemennya.
“Halo,”
“Tuan Frans…..ada seorang wanita yang memasuki apartemen Tuan. Apakah dia keluarga Tuan Frans? Kami melihatnya di cctv.”
“Tolong suruh satpam membawanya keluar dari apartemenku. Non aktifkan password apartemenku, aku sedang berada dirumah sakit. Aku akan mengganti passwordnya setelah aku kembali nanti. Tolong non aktifkan segera dan jangan biarkan ada siapapun masuk kesana tanpa seijinku.”
“Baiklah, Tuan. Maaf mengganggu.” kata resepsionis gedung apartemen.
“Kurang ajar kau Melissa! Setelah kau meninggalkanku begitu saja, sekarang tiba-tiba kau datang mengusikku dan istriku. Akan kubuat perhitungan denganmu nanti.” geramnya.
“Frans! Siapa Melissa?” tanya Deandra yang sudah berdiri dibelakang Frans. “Kalau sampai Rosa kenapa-napa, aku akan kirim pengawalku untuk menghajar perempuan itu.”
“Maaf nyonya. Wanita itu mantan tunanganku, dulu dia pergi begitu saja dan menghilang tanpa kabar. Tadi pagi Rosa meneleponku dan mengatakan jika Melissa datang ke apartemen dan bertengkar dengan Rosa.” kata Frans menjelaskan. Pintu ruang operasi terbuka dan seorang perawat beserta dokter keluar dan memanggil Frans.
“Bagaimana dokter?”
“Operasinya berjalan lancar. Selamat Tuan Frans atas kelahiran putri anda. Istri anda akan segera kami pindahkan keruang rawatan. Anda bisa menemui istri dan anak anda nanti.”
Airmata Frans mengalir mendengar kalau putranya lahir dengan selamat. “Bu…..anakku sudah lahir.” ucapnya memeluk ibu mertuanya.
“Selamat ya Frans. Ayo kita keruang rawatan melihat Rosa.” Deandra.
__ADS_1
Diruang rawatan, Rosa yang sudah sadar dari pengaruh obat bius mengerjapkan mata dan mengedarkan pandangan matanya yang melihat kalau dia sedang berada dirumah sakit. “Frans.”
“Sayangku, kau sudah bangun. Lihat ini anak kita.” kata Frans memperlihatkan putri mereka yang sedang digendong oleh ibunya Rosa.