TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 84. REPUTASI BURUK RICO


__ADS_3

“Selamat pagi, Nyonya. Sarapan anda sudah saya siapkan,” kata Tami yang masuk sambil membawa nampan berisi sarapan pagi majikannya.


"Apakah suamiku sudah berangkat ke kantor?" Deandra bertanya pada pelayannya. Keduanya saling pandang. Hingga akhirnya Yuna yang masuk kekamar pun menjawab "Tuan masih berada dikantor sejak tadi malam, Nyonya. Tuan besar tidak pamit pada nyonya karena tuan tidak mau membangunkanmu."


"Ohh...ada masalah apa dikantor?"


"Ada pekerjaan penting yang mendadak, nyonya. Tapi, tuan besar berpesan jika nyonya bangun dan menanyakan tuan, nyonya bisa menghubunginya."


"Baiklah. Aku tidak ingin mengganggunya." terlihat wajahnya termenung, belum pernah dia melihat Verrel pergi ke kantor malam-malam. Apakah mereka mengstakan yang sebenarnya? Atau jangan-jangan suamiku sedang bersama wanita lain? Aku harus meneleponnya. Pikirannya berkecamuk dengan berbagai macam prasangka. Dia menggoyangkan kepala lalu bangkit dari ranjang.


“Aku mau berendam dulu, sekalian kau pijat badanku terasa pegal,” kata Deandra seraya bangkit dari ranjang. Perlahan dia melangkah ke walk in closet memilih pakaian.


“Baik, Nyonya. Saya akan siapkan airnya,” Tami pun segera menuju ke kamar mandi untuk melakukan tugasnya.


Berendam adalah salah satu cara ampuh untuk menghilangkan rasa pegal di tubuh apalagi pijatan dari tangan mungil pelayannya membuatnya merasa lebih baik dan segar. Kini Deandra terlihat lebih segar dan cantik dalam balutan dress pendek dengan belahan dada rendah.  Deandra semakin menarik dan siapapun yang melihatnya pasti akan tergila-gila, terutama Verrel.


Diam-diam pria itu mengamati aktivitas istrinya dari ponselnya, dia sedang dalam perjalanan pulang kerumah. Verrel tersenyum puas melihat wajah istrinya, tak sabar ia ingin sampai dirumah. Senyumnya sumringah saat sang istri mengganti pakaian, dia menatap layar ponselnya tanpa berkedip.


Deandra ditemani kedua pelayannya berada ditaman, duduk di bangku taman memperhatikan para pekerja yang sedang merawat bunga dan tanaman. Dia mulai merasa jenuh, kemudian meraih ponsel.  Tergiang pesan suaminya “Kau bisa menghubungi teman-temanmu. Tapi jangan coba-coba kau menghubungi bajingan itu.” Menghela napas sebentar dan melihat ke layar ponselnya.  Deandra tersenyum melihat wallpaper ponselnya, tampilan dirinya dengan gaun pengantin dan Verrel yang merangkulnya.


Ia membuka kunci layar, dengan lincah ia menggerakkan jari lentiknya membuka laman f@cebook yang menampilkan berita heboh yang membuat matanya mendelik dan tubuhnya kaku.


Terpampang foto Rico dan Iva yang keluar dari sebuah hotel ternama menjadi bahan gosip terkini.  Meskipun berita itu tidak menjadi trending namun netizen yang suka iseng menjadikan berita itu menjadi gosip terbaru.  Para wartawan mulai mengerumuni rumah mewah kediaman keluarga Amran dan Andini begitu juga dengan kediaman keluarga Baratha. 


Para wartawan ingin meminta klarifikasi tentang kabar pernikahan Rico dengan putri seorang pengusaha terkenal. Malah berita yang bermunculan mulai membongkar semua kehidupan pribadi Rico termasuk jejak digital penggerebekan Rico dan teman-temannya yang tertangkap pesta **** disalah satu hotel pun mencuat, diiringi dengan berita tak mengenakkan lainnya yang dibongkar habis-habisan oleh media.

__ADS_1


*Diketahui frustasi karena ditinggal sang kekasih, Rico Davion Ceyhan putra kedua dari Amran Ceyhan tertangkap kamera keluar dari sebuah hotel berbintang bersama dengan putri seorang pengusaha sukses pemilik BARATHA Group.


*Siapakah mantan kekasih Rico Davion Ceyhan? Dia tidak pernah terlihat bersama sang kekasih sebelumnya namun dikabarkan hubungan mereka berakhir dan sempat membuat Rico frustasi?*


*Apakah pernikahan Rico untuk membalaskan sakit hati atau ingin merebut posisi tertinggi di Ceyhan Group yang saat ini dipegang oleh Verrel?


Banyak yang menghujat track record Rico yang buruk sebagai alasan ditinggal oleh sang kekasih.  Ada juga yang berharap semoga Rico berubah setelah menikah.  Sebagai imbas berita itu membuat Andini dan suaminya harus menebalkan muka karena memang jejak digital putra kesayangannya itu sangat buruk.


Semua tingkah laku Rico yang suka berpesta dan mabuk, kembali diungkit oleh media belum lagi beberapa kasus yang menjeratnya soal berhubungan dengan gadis dibawah umur, kejadian itu justru saat dia sedang menjalin hubungan dengan Deandra.


...*...


Dikediaman Andini, situasi memanas.


“Pernikahanmu harus disegerakan, sebelum keluarga Baratha berubah pikiran,” kata Andini pada Rico.


“Kau harus bertanggung jawab! Kami dan semua orang diluar sana tidak ada yang tahu apa yang kalian lakukan di hotel itu. Lihat, bahkan semua kelakuanmu menguak kembali. ”


Rico mengusap kasar wajahnya, ia merasa pusing karena banyak berita yang menyudutkannya.


Melihat semua berita yang tersebar di media lantas membuat Andini tersenyum puas.  Sengaja dia menyuruh seseorang mengikuti putranya yang bertemu Iva disalah satu restoran yang berada di hotel. Pertemuan yang sudah dirancang olehnya. Wanita paruh baya itu semakin arogan untuk memaksakan kehendak dan rencana bulusnya untuk sesegera mungkin menikahkan putranya dengan putri dari Baratha.


“Tidak ada pilihan lain, kau setuju ataupun tidak, kau harus melamar Iva besok!,” perintah Andini pada putranya dan tak mau dibantah.  Sedangkan Amran hanya mengikuti semua kemauan istrinya. “Jangan kau pikirkan soal berita itu. Biar mama suruh orang yang membereskannya.”


...*...

__ADS_1


“Ternyata kau membohongiku selama ini. Kau pura-pura baik ternyata kau pria brengsek!” teriak Deandra yang melihat pemberitaan tentang Rico.


“Saat kita bersama, kau selalu bersama wanita lain? Tapi kau selalu bilang kau mencintaiku?”


Dia merasa emosi dan wajahnya memerah merasa jika selama ini Rico sudah mempermainkannya.


‘Kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria sepertimu? Aku sangat bodoh mengira kau adalah pria yang baik. Tapi kini semua sudah terkuak, aku menolak ajakanmu untuk menikah waktu itu karena hatiku merasa ragu meski akupun mencintaimu.’


Deandra meraih ponselnya dan menghubungi sahabatnya Rosa. Mendengar penuturan sahabatnya itu yang tidak pernah mendukung hubungan Deandra dan Rico pun akhirnya buka suara kenapa dia membenci pria itu.  Ternyata Rosa sudah tahu dari awal semua kebusukan Rico, namun tiap kali dia memberitahu Deandra, gadis itu selalu mengalihkan pembicaraan, mata dan hatinya tertutup oleh cinta yang membara.


“Itu alasan kenapa gue selalu memintamu untuk belajar mencintai Tuan Verrel,” kata Rosa.


“Aku sudah memilih dan pilihanku tepat. Aku akan berjuang untuk rumah tanggaku,”


“Nah, itu baru Dea yang gue kenal. Semangat!”


“Eh, btw kabar loe baik saja?” tanya Deandra mengalihkan pembicaraan, dia sudah tak ingin membahas tentang Rico apalagi mendengar nama pria itu.


“Ya, baik. Cuma beberapa hari lalu gue ketemu om om mesum,”


“Apa? Om mesum? Terus loe diapain sama dia?”


“Tidak ada. He...he...gue tidak sengaja menyerempet mobilnya. Dia marah terus gue lebih marah dan minta ganti rugi sama si om mesum. Lumayan bisa servis motor butut gue.”


“Ya, ampun Rosa. Kapan loe tobat?”

__ADS_1


“Terus dia telepon gue malam-malam. Bikin gue emosi.” kata Rosa terkekeh. Lalu dia ceritakan semuanya pada Deandra membuat keduanya tertawa terbahak-bahak.


...**...


__ADS_2