TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 37. BERITA PERNIKAHAN


__ADS_3

Begitu memasuki rumahnya, Amran melangkah cepat, kedua tangannya mengepal dan wajahnya memerah penuh amarah. Tak mempedulikan jika ada orang lain dirumahnya, sampai istrinya memanggilnya. “Ada apa ma?


“Ini, Pa. Ada Iva putrinya Pak Baratha.”


Mendengar nama Baratha, dia pun langsung mendekati istrinya.


“Selamat siang, Om,” sapa Iva yang langsung berdiri menyalami Amran dengan sopan.


“Kamu sudah lama datangnya?”


“Sudah dari tadi, om.”


Amran duduk disebelah istrinya dan mulai perbincangan dengan gadis itu yang bernama lengkap Iva Adhisti Baratha.  Dulu Amran dan Baratha pernah berseteru namun berkat kerja keras Verrel yang mengambil alih perusahaan membuat perseteruan dengan keluarga Baratha pun selesai dan hilang dihembus angin.


Setelah berbincang sejenak untuk menghargai tamunya, Amran pergi meninggalkan kedua wanita itu.  “Maaf ya, Om tinggal dulu. Ada urusan penting yang harus om kerjakan.”


“Baik, Om.” ucap Iva penuh kesopanan.


Sementara Andini mulai melancarkan aksinya, “Apa benar kamu menggantikan posisi papamu diperusahaan? Tante dengar kabar begitu.”


“Ahh...belum koq tante. Masih bantuin papa saja, Iva masih butuh banyak belajar dari papa soal perusahaan. Lagian Iva lulusan bisnis jadi lebih baik Iva bantu papa mengurus perusahaan.”


Wajah Andini berubah berbinar, wah pas sekali ini kalau gadis kaya ini kujodohkan dengan putraku, biar hidupku tidak susah lagi pikirnya. Dasar peerempuan ular!


“Boleh tante bertanya sesuatu?”pa

__ADS_1


“Iya, boleh tante.”


“Kamu itukan cantik, pintar dan ehmmm dari keluarga kaya. Apa kamu sudah punya pacar? Tante bisa bayangkan, siapapun yang jadi suamimu kelak pasti sangat beruntung.” langsung pada intinya. Perempuan mata duitan itu tak ingin menyia-yiakan peluang.


Iva yang memang doyan pujian pun langsung merona merah dan terbang ke awang-awang.  “Belum punya pacar,” jawabnya malu-malu. Dia belum berpikir untuk menikah karena dia mengharapkan seseorang yang sudah disukainya sejak lama.


“Pasti papamu memilihkan pria terbaik untuk putri semata wayangnya yang cantik,” sembari memasang wajah takjub akan kecantikan gadis itu.


“Anak tante masih jomblo juga kan?” bertanya pada Andini. Sepertinya kedua wanita itu punya kesamaan. Andini mengandalkan putranya yang tampan untuk mencari gadis-gadis kaya, sementara Iva Adhisti menggunakan kekayaannya untuk mendapatkan cinta.


“Iya, Rico terlalu sibuk kerja dan kerja. Dia tidak pernah punya pacar.”


“Ah masa sih tante? Mungkin Rico punya pacar tapi tante tidak tahu,” ucap gadis itu mencoba menggali informasi.


“Tidak. Tante tahu semuanya, selama ini dia tidak pernah membicarakan tentang wanita.” sambil menatap kearah Iva yang tiba-tiba diam dan termenung. Tak mau peluangnya hilang, Andini langsung bertanya “Apa Iva suka sama Rico ya?”


Seolah gayung bersambut, kedua wanita itupun berbincang membahas tentang Rico tanpa ada rasa sungkan lagi. “Kira-kira kapan Om dan Tante bisa datang menemui orangtuamu?” tanya Andini. Dia sudah yakin jika gadis itu tidak akan menolak putranya.


“Boleh koq tante, malam hari akan lebih baik karena papa dan mama ada dirumah.  Karena siang kami sekeluarga ada di kantor.  Kapanpun om dan tante bisa datang kerumah, nanti akan saya sampaikan sama papa dan mama,” kata gadis itu dengan perasaan senang dan berbunga-bunga. ‘Ternyata tidak sesulit yang kubayangkan’ gumamnya dalam hati.


‘Aku akan menikahkan putraku secepatnya. Gadis kaya ini tidak boleh lepas dari genggamanku. Begitu mereka menikah, maka hidup kami akan senang. Sudah capek hidup susah terus.’ Andini mulai menghayal masa depan yang bergelimang harta, ya harta keluarga Baratha. Ribuan jurus dan rayuan maut dilancarkan wanita itu untuk mengambil hati Iva.  Gadis yang sudah terbuai dengan mulut manis Andini pun mengiyakan ajakan Andini untuk liburan bersama.  Malah Iva menawarkan pada Andini bahwa ia akan selalu membantu Andini dan keluarganya kapanpun mereka  membutuhkan.


“Ahhh...nanti Tante akan ajak Rico ikut kita, bagaimana?”


“Boleh, boleh Tante,” sahut gadis itu penuh semangat.

__ADS_1


Andini mengantar gadis itu ke mobilnya dan melambaikan tangan saat mobil Iva meninggalkan halaman rumah itu. “Impianku akan terwujud. Akan kubuat rencana matang untuk mengikat gadis kaya itu. Ternyata dia tidak sepintar yang kupikirkan,  begitu mudahnya termakan rayuanku...ha...ha...ha” melangkah dengan dada membusung seakan bangga pada dirinya, dia mencari keberadaan suaminya untuk memberitahu rencananya.


“Pa, kamu kenapa sayang,” rayunya mendekati suaminya yang terlihat murung.


“Hmmm...ada apa?”


“Kamu kenapa sih Pa? Dari tadi mukanya kusut dan tidak semangat begitu?”


Pria itu masih diam enggan menjawab pertanyaan istrinya, dia mengetukkan jarinya diatas meja kerjanya. Memandang istrinya masih dengan tatapan penuh amarah. Menghela napasnya perlahan dan meraih sampanye, menuangkan ke gelas dan menyesapnya hingga habis.


“Verrel akan menikah dalam minggu ini!”


“Apa?” bagai tersambar petir, Andini terlonjak berdiri dari duduknya karena syok. “Papa bilang apa? Verrel mau menikah? Dengan siapa, Pa? Kenapa mendadak sekali?”


“Anak sialan itu bahkan tidak memberitahuku.  Frans yang menyampaikannya padaku tadi pagi.  Jika tidak, maka sampai hari pernikahan aku akan terlihat seperti orang bodoh yang tidak mengetahui kalau putraku menikah dan awak media serta semua orang akan menertawakanku.”


“Tapi siapa calon istrinya? Siapa wanita itu?” bertanya dengan tidak sabar. ‘Sialan! Kenapa Verrel bisa menikah secepat ini? Selama ini dia tidak punya kekasih. Wanita mana yang akan dinikahinya? Aku harus cari tahu siapa wanita itu.


“Aku tidak tahu! Frans tidak mengatakan apapun. Aku tadi mencoba datang kerumahnya tapi sekuriti tidak mengijinkanku masuk atas perintah Verrel. Anak sialan itu benar-benar keterlaluan.”


“Koq bisa begitu, Pa? Kenapa?” seakan tak percaya atas sikap Verrel. “Apa kau lupa Andini, sejak kejadian empat belas tahun lalu, Verrel dan Papaku tidak mengijinkanku pulang. Meskipun hanya berkunjung sebentar! Semenit pun mereka tidak mau kakiku menginjak rumah mereka.”


Kejadian dimasa lalu setelah perselingkuhannya diketahui istri pertamanya, Yahya Magani Ceyhan mengusir Amran putranya dari rumah keluarga Ceyhan. Amran dan Prastika Ayu adalah orangtua kandung Verrel.


Sejak diusir dari rumah utama keluarga Ceyhan, pria itu tidak pernah tahu keadaan rumah tempatnya tumbuh dewasa. Empat belas tahun sudah berlalu, namun kejadian itu membekas diingatan semua orang.

__ADS_1


“Ya,sudah kalau papa tidak diijinkan masuk. Besok mama yang kesana. Kita harus tahu siapa wanita itu.”


“Tidak! Kau jangan datang kerumah itu.  Verrel akan mengusirmu dan mempermalukanmu. Bukan tidak mungkin dia akan perintahkan orang-orangnya untuk mencelakaimu,” ujar Amran sambil mendengus kesal.


__ADS_2