TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 55. BERITA HEBOH


__ADS_3

Verrel tak mengalihkan pandangannya dari gadis yang berada disampingnya.  Wajah damai wanitanya yang terlelap dalam tidur, setelah melewati malam panjang yang panas karena pergulatan mereka.  Dia sama sekali tidak menyangka jika wanitanya bisa seliar itu diatas ranjang.  Sambil memejamkan mata, membayangkan penyatuan mereka dikamar mandi dan berlanjut ke atas ranjang dengan  gerakan liar Deandra yang tak mau lepas, tak seperti biasanya.


Membayangkan itu, membuat tubuh Verrel memanas, miliknya yang berada dibawah selimut kembali menggeliat dan berdenyut. Sial!” umpatnya. “Aku baru selesai sepuluh menit lalu.”


Deandra menggeliat dan tanpa sengaja tangannya menyentuh pusaka pria itu yang langsung merespon. ‘Aduh, kenapa tubuhku selalu merespon cepat pada gadis ini?’


Dia memandangi wajah mulus dan leher jenjang yang polos, Verrel mengeram tak sanggup menahan gairahnya lebih lama lagi.  Ia bangkit, tak ingin berlama-lama disamping Deandra. ‘Ini gila! Sungguh gila! Umpatnya.  Seorang penguasa ranjang yang terkenal kehebatannya, kini tak berdaya. Dia bahkan tidak bernapsu melihat wanita lain, otaknya hanya diisi oleh satu wanita, Deandra.


Dering suara ponsel Verrel yang diatas nakas tak henti, Deandra membuka matanya, tangannya bergerak hendak meraih ponsel yang bunyinya menganggu mimpi indahnya itu.  Belum sampai meraih ponsel itu, suara Verrel mengejutkannya.


“Mau apa?” tanya pria itu dengan suaranya yang dingin dan datar. Tak seperti saat ia mencumbu Deandra. Tangannya mengelus pipi wanitanya, matanya menatap wajah cantik itu.


“Kau sudah bangun, sayang?”


Deandra menatap pria itu dan tersenyum tipis.  Sekarang Deandra lebih berani beraksi diatas ranjang, setelah sekian lama tinggal serumah bersama Verrel dan melayaninya setiap malam, ia tahu jika pria itu tergila-gila padanya.


“Kenapa kau diam, nyonya verrel?”


Deandra enggan menjawab, turun dari ranjang dengan tubuh yang polos “Aku mau mandi,” jawabnya dan melangkah meninggalkan Verrel diatas ranjang. ‘Hmmmm kau suka merajuk sekarang?’ Verrel meraih ponselnya. Terlihat nama seseorang terpampang disana.


“Halo, Opa?”


“Kau dimana? Kenapa kau tidak cerita apapun padaku soal pernikahanmu,” terdengar suara berat seorang pria yang meminta penjelasan dari cucu kesayangannya itu.


“Maaf, opa.  Aku sibuk dan lupa memberitahu opa. Opa tahu dari mana soal pernikahanku?”


“Asistenmu yang memberitahuku. Kenapa kau lupa pada opa, huh?”


“Rencananya aku memang mau memberitahu opa besok. Aku sibuk mengurus pernikahan.”


“Tidak usah bohong. Urusan pernikahanmu saja Frans yang urus,” jawabnya mendengus kesal.

__ADS_1


Verrel sibuk mengurus Deandra yang lagi hamil muda dan selalu minta dimanja meskipun sebenarnya Verrel yang ingin memanjakan. Belum lagi calon istrinya yang mulai suka merajuk.


“Kami akan pulang. Opa dan mamamu akan datang di pernikahanmu.”


“Ya,” jawabnya singkat.


“Apa ada hal lain yang tidak kau beritahu padaku?”


“Hmmm…..maksud opa?”


“Jangan berbohong! Katakan padaku!” suara Tuan Yahya terdengar tegas.


“Opa akan mempunyai cicit,”


“Apa? Kau menghamilinya? Ya, ampun Verrel! Ada apa denganmu?” Tuan Yahya terkejut, tidak habis pikir bagaimana mungkin Verrel melakukan itu? Dia tahu betul sifat cucunya.


“Aku menikahinya bukan karena itu, Opa.”


“Tidak, Opa. Aku tidak menjebaknya,” jawab Verrel berbohong. ‘Kalau aku tidak melakukan itu, mana mungkin kumiliki gadis itu.’ gumamnya dalam hati.


Tuan Yahya memutuskan sambungan telepon tanpa menunggu penjelasan dari Verrel. Dia benar-benar tidak menyangka apa yang dilakukan cucunya.  Dia tahu cucunya suka gonta ganti wanita hanya untuk kepuasan.  Tapi sekarang, dia malah menghamili anak gadis orang.  Yahya penasaran siapa gadis itu, ini sungguh aneh. Mengingat sifat Verrel yang tak pernah mau terikat pada wanita manapun bahkan pernah berikrar tidak akan menikah,


...*...


Frans sudah menyebarkan surat undangan pernikahan Verrel, sang CEO dari Ceyhan Group.  Siang ini akan diadakan konferensi pers untuk klairikasi tentang pernikahannya.  Namun, identitas calon pengantin wanitanya masih dirahasiakan.  Hal itu yang menimbulkan rasa penasaran semua orang. Di surat undangan hanya tertulis nama Verrel Aditya Ceyhan dan Nyonya Verrel. Kabar pernikahan sang CEO tampan sontak menghebohkan semua orang, media cetak dan daring banyak membahas soal itu. 


Bisa dibayangkan banyaknya wanita yang patah hati, impian mereka untuk bisa bersanding dengan penguasa ranjang itupun pupus.  Muncul berbagai kontroversi tentang siapa wanita yang akan dinikahi oleh sang tuan besar. Mengingat selama ini tidak ada kabar jika Verrel memiliki kekasih.


“Maaf, Tuan. Para wartawan sudah menunggu,” ucap sang asisten.


“Aku tidak akan menemui mereka, kau yang akan memberi pernyataan.Tapi ingat, tetap rahasiakan identitasnya. Biarkan identitas Nyonya Verrel terkuak di hari pernikahan.”

__ADS_1


“Baik, Tuan.” Frans segera meninggalkan ruang kerja bos nya dan menemui para wartawan yang sudah menunggu disebuah ruangan dilantai bawah. Ruangan yang disipakan untuk konferensi pers.


Tangan kekar yang memegang pena, mengetukkan penanya ke meja. Matanya tertuju pada tumpukan dokumen kerjasama untuk proyek barunya. Bayang-bayang wajah deandra kembali mengusiknya, tangannya meraih ponsel dan membuka galeri.  Terpampang foto Deandra disana, dia memandangi wajah cantik itu.


Kehebohan terjadi di semua cabang perusahaan Ceyhan Group. Kabar pernikahan sang CEO mengejutkan semua karyawan, rekan bisnis dan masyarakat di negeri ini. Sang CEO yang terkenal ketampanannya, idola semua wanita akan melepas masa lajangnya. Kehebohan juga terjadi dirumah Amran Ceyhan.


Setelah pertengkaran hebat dengan putra pertamanya itu, dia enggan pergi ke kantor apalagi dia melihat ada orang suruhan Verrel yang terus mengawasi rumahnya. Ponselnya tak berhenti berdering, banyak notifikasi masuk.


“Pa, ada pesan masuk itu. Coba buka, mungkin penting,”


Amran menuruti ucapan istrinya dan membuka, emosinya kembali memuncak melihat berita yang beredar di media. “Anak sialan itu!” geramnya tersulut emosi.


“Memangnya ada apalagi, Pa?” Andini menoleh kearah ponsel suaminya.


“Lihat ini! Berita pernikahannya sudah heboh menyebar. Bahkan dia bikin konferensi pers untuk klarifikasi tentang pesta pernikahannya yang mendadak.  Coba lihat, Ma.  Semua media menulis jika pernikahan ini akan menjadi pesta pernikahan termewah, bahkan mereka bilang kalau anak sialan itu sudah mempersiapkan hadiah mewah dengan nilai fantastis untuk istrinya,” dengus Amran kesal.


Andini yang melihat berita itu pun tersulut emosi dan iri. “Huh! Beruntung sekali perempuan itu. Hadiah apa yang akan diberikan Verrel?”


“Mana aku tahu, ma.” jawab Amran kesal.  ‘Sialan! Anak itu menghamburkan uangnya untuk perempuan murahan itu!


“Papa dan wanita itu pasti pulang,” ujar Amran.  Mendadak Andini gelisah, jika Tuan Yahya pulang bersama wanita itu, berarti posisinya akan tersingkirkan di pesta pernikahan nanti. Tidak! Tidak! Aku tidak mau itu terjadi. Amran tahu kegelisahan istri kesayangannya itu.


“Tenang, ma. Ada atau tidaknya papa dan ayu di pesta itu, aku akan tetap membawamu,” ucap Amran menenangkan istrinya.


Wanita ular itu tersenyum dan menyeringai, ia merasa paling hebat karena telah memenangkan hati pria yang dimasa mudanya menjadi idola para wanita. Tapi impiannya untuk mencicipi kekayaan keluarga Ceyhan tak pernah tercapai, karena suaminya didepak dari keluarga.


‘Aku akan tampil cantik dipesta itu nanti.  Semua orang akan melihat bahwa akulah yang pantas jadi istri Amran Ceyhan.’


Sementara di Hongkong, seorang pria terkejut menatap ponselnya.  Berita pernikahan Verrel membuatnya melotot dan menganga. “Kak Verrel menikah? Dengan siapa? Kenapa nama wanitanya dirahasiakan?” gumamnya.  Sungguh aneh, ini benar-benar aneh pikirnya.


Setahunya Verrel tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun.  “Kenapa nama calon mempelai wanitanya tidak ada?” Terakhir kali Verrel menjalin hubungan sekitar enam tahun lalu. Sejak itu dia tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun kecuali wanita sewaan untuk pemuas nafsunya.

__ADS_1


__ADS_2