TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 184. SI KEMBAR YANG MANJA


__ADS_3

Suara tangisan Naomi membuat Nathan yang baru saja tertidur pulas pun terusik, lalu bangun dan menangis kencang.  Suasana rumah utama selalu diwarnai tangisan Naomi setiap kali tak ada Verrel disana. Deandra hanya bisa menggelengkan kepala saat drama kedua bayi kembar itu terulang hampir setiap hari. Sahut menyahut saling menangis kencang dan kalau sudah begitu hanya Verrel yang bisa menenangkan kedua anaknya. Tak jarang Deandra harus membawa kedua anaknya ke kantor hanya untuk menemui Verrel. Entah mengapa, kedua anaknya tak mau jauh-jauh dari sang ayah yang selalu memanjakan kedua anaknya.


Sudah genap tujuh bulan kedua bayi kembar itu semakin menggemaskan. Apalagi kalau sudah berada di kantor bersama Verrel, suasana pun makin riuh karena keduanya yang aktif dan tak bisa diam. Selama enam bulan pula, Verrel benar-benar cuti dan menghabiskan waktunya bersama istri dan kedua anaknya.  Hari ini Verrel kembali terlambat ke kantor karena pagi-pagi dia harus mengurus kedua anaknya. Saat memasuki gedung kantor dengan langkah tergesa-gesa karena dia sudah terlambat lima menit untuk menghadiri meeting dengan klien. Seakan memaklumi situasi Verrel yang harus mengurus anaknya sebelum pergi ke kantor, tak ada seorangpun yang protes saat harus menunggunya. Meeting sedang berlangsung untuk membahas proyek kerjasama dengan salah satu perusahaan besar milik asing.


Sementara dirumah utama, wajah Naomi memerah akibat menangis, karena adiknya menangis Nathan pun ikut menangis seakan memberi dukungan. Tak ada seorangpun yang bisa menenangkan kedua anak itu kalau sudah drama tangis berlangsung. Deandra menggendong Naomi dan Ayu menggendong Nathan sembari menepuk-nepuk pelan tubuh kecil itu yang perlahan mulai tenang. Kejadian ini terulang setiap hari sejak Verrel kembali masuk kantor. Dan si kembar akan menjadi anak yang baik jika ada Verrel.


“Kalian ini terlalu dimanja daddy ya, jadi begini deh.” gumam Deandra merasa gemas dengan putrinya yang lengket dengan Verrel. Wajah Naomi montok dengan pipi merah membuat siapapun yang melihatnya pasti gemas dan ingin mencubit pipinya. Tangis keduanya pun kembali pecah dan makin kencang membuat Deandra meraih ponselnya dan menghubungi Verrel lewat video call.


“Ya, sayang. Kenapa mereka?” tanya Verrel saat melihat Naomi yang menangis. 


“Seperti biasa, begitu bangun dan tidak melihatmu langsung nangis.”


“Hai sayang daddy,” sapa Verrel menatap wajah cantik putrinya. Mendengar suara yang sudah dirindukan Nathan dan Naomi pun sontak berhenti menangis. Ayu dan Deandra  meletakkan kedua anak itu diatas tempat tidur, suara-suara tak jelas dari kedua bayi kecil itu membuat Verrel tertawa, ponselnya sengaja dibuat speaker sedangkan ia tengah berada diruang meeting.  Membuat semua orang yang mendengar Verrel bicara dengan kedua anaknya pun langsung tersenyum. Tak ada yang menyangka jika sang penguasa yang dikenal kejam dan sadis itu bisa terdengar begitu lembut bicara dan membujuk anaknya yang menangis.


“Sudah ya sayang, jangan nangis lagi ya. Sebentar lagi daddy pulang.” akhirnya drama tangisan si kembar pun berakhir. Kedua bayi itu kembali tertidur pulas setelah melihat wajah sang ayah di layar ponsel dan mendengar suaranya.


“Akhirnya mereka tidur juga ya, Ma.”


“Iya….cucu mama lucu banget ya. Mau sama daddy nya terus.”


“Kasian suamiku terganggu terus kerjanya gara-gara si kembar. Tapi aku bangga punya suami siaga yang perhatian dan sabar. Beda sama Verrel yang dulu.”


“Hmm….kalau saja dia masih seperti dulu, udah mama pukul dia. Untung saja Verrel sudah jauh berubah sekarang. Ayo kita makan, mama tadi minta pelayan masak enak.”

__ADS_1


“Maaf Nyonya, didepan ada tamu,” kata seorang pelayan.


“Siapa? Mau ketemu sama siapa?” tanya Ayu.


“Seorang perempuan, katanya mau ketemu sama Nyonya Verrel.”


“Baiklah suruh dia masuk dan tunggu saya diruang tamu,” sahut Deandra.


“Ma, aku temui dulu tamunya ya.” kata Deandra yang dijawab dengan anggukan oleh Ayu.


Deandra berjalan memasuki ruang tamu, melihat seorang wanita berambut panjang yang sedang duduk membelakanginya. Deandra mengeryitkan keningnya karena dia seperti tidak kenal dengan perempuan itu.


“Apakah anda mencari saya?” tanya Deandra yang terkejut lalu tertawa terbahak-bahak saat melihat siapa tamunya. “Eh….hahaha…..hahaha…...hahahaha…..a---apa yang terjadi? Hahahah….hahahaha...eh.” tawanya yang keras sambil memegang perutnya membuat Ayu merasa penasaran. ‘Kenapa deandra ketawa? Bukankah tadi ada tamu untuknya?’ gumamnya dalam hati sambil melangkah menuju keruang tamu. Melihat ada seseorang yang sedang berjalan mendekat, tamu itupun menoleh.  Begitu Ayu melihat siapa tamu yang dimaksud, sontak menutup mulutnya dengan ekspresi terkejut dan menahan tawa. Ya, Tuhan. Apa yang sudah terjadi?


“Halo tante. Ada apa ya kenapa Tante dan Deandra tertawa? Apa ada yang salah?” tanya tamu itu yang tak lain adalah Rosa dengan penampilan barunya.


“Loe kena sambet apa Ros?” tanya Deandra yang masih cekikikan.


“Memangnya kenapa? Apa aku kelihatan jelek ya?”


“Engak. Cantik cuma loe jadi nampak aneh! Hahahaha.”


“Berarti jelek, iyakan?” tanya Rosa lagi dengan wajah cemberut.

__ADS_1


“Rosa, kalau boleh tante tahu, kenapa tiba-tiba kau dandan seperti itu?” tanya Ayu. Biasanya Rosa hanya tampil sederhana tanpa riasan wajah. Tapi hari ini dia datang kerumah Deandra dengan dandanan yang menor dan warna baju yang mencolok, jelas-jelas bukan tampilan Rosa yang biasa. Apa mungkin karena bawaan jabang bayi? Kenapa jadi tampak macam ondel-ondel?


“Ehmmm…..begini tante. Saya disuruh Frans pakai baju ini, katanya cantik. Lagian dia aneh, masa akhir-akhir ini tingkahnya aneh dan menyebalkan.” curhat Rosa.


“Memangnya Frans bikin ulah apa?” tanya Deandra saat melihat mertuanya mau mengatakan sesuatu pada Rosa, tak mau kalah dengan rasa penasaran dia mengajukan pertanyaan lebih dahulu.


“Itu….masa dia suka dandani aku sekarang. Terus, lihat ini wajahku juga tadi dia yang make up. Pasti jelek, iyakan? Kalau cantik tidak mungkin kalian tertawa melihatku.” kata Rosa yang memang belum melihat penampakan wajahnya setelah didandani oleh Frans tadi karena pria itu tidak membolehkannya melihat cermin. “Yang lebih anehnya lagi, sekarang dia sering muntah-muntah pokoknya menyebalkan ulahnya.”


“Loh, bukannya loe tuh yang suka bikin ulah? Loe tu ngidam atau doyan ngerjain suami?” tanya Deandra tersenyum, dia dengar dari Verrel jika Frans sering curhat soal kelakuan ngidam Rosa yang bikin pria itu kewalahan.


“Kok gue yang salah? Tengah malam gue pingin makan mangga tetangga, Frans malah suruh tunggu sampai pagi karena tetangga sebelah rumah sudah tidur.”


“Elu mintanya tengah malam! Frans bisa dihajar tetangga gara-gara mencuri mangga.” kata Deandra menggelengkan kepala. “Kalau mau sesuatu itu lihat waktu lah, kalau tengah malam ya tunggu pagi juga tidak apa-apa.”


“Nanti anakku leleran,”


“Gue sudah rasain duluan loh, anakku baik-baik saja tidak leleran. Yang penting esok paginya langsung dipenuhi tuh keinginan si jabang bayi.”


“Iya, Rosa. Yang penting terpenuhi jikalau kejadiannya tengah malam yang tidak memungkinkan, tidak apa-apa kalau esok harinya dipenuhi.” ujar Ayu menimpali.


“Ya, udah. Kita jadi mau ke mall? Mama mau ikut?” tanya Deandra pada mertuanya.


“Pergilah, sayang. Mama dirumah saja lagian nanti sore mama ada arisan sama teman-teman mama. Kalian puas-puasin ya, pergi spa biar segar.”

__ADS_1


* Hai.....mohon maaf 🙏🙏lama update ya karna author lg gak fit. Baru bisa update lagi hari ini.


 


__ADS_2