TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 285. PERTARUNGAN


__ADS_3

Dia pun langsung menelepon Jack.


“Jack! Kerja bagus. Seret bedebah itu ke kantor polisi jangan biarkan dia bebas sementara Olivia sudah menyerahkan diri!” ujar Verrel berapi-api.


“Baik Tuan. Tapi sebelum menyerahkannya ke polisi izinkan saya untuk memberinya pelajaran!”


“Terserah kau saja. Pesanku hanya satu jangan sampai dia mati,” ucap Verrel.


“Jangan khawatir Tuan. Saya tahu batasanku dalam bertindak.”


“Oke Jack! Aku serahkan padamu.”


“Baik, Tuan! Tenang saja saya dan anak buahku akan mengurus semuanya."


Jack dan anak buah Luke sampai dialamat yang berhasil mereka lacak. Berdasarkan informasi yang mereka dapat dari warga sekitar sana yang berhasil ditanyai oleh anak buah Jack, mereka mengenal pemilik rumah yang disewa oleh Olivia dan Ezha itu tinggal dikampung lain.


Menurut beberapa warga yang sempat melihat bahwa Ezha dan Olivia tinggal berdua dirumah itu. Mereka menjalankan bisnis prostitusinya sendiri dengan Olivia sebagai pemain utamanya. Setelah Olivia menyerahkan diri, Ezha pun tinggal seorang diri dirumah itu.


“Tuan Jack, izinkan saya memberi pelajaran terlebih dahulu pada orang itu. Dia yang membunuh Danu, teman saya sejak kecil. Kami sama-sama bekerja untuk Tuan Luke, beliau yang menampung preman pasar seperti kami dan memberi kami pekerjaan untuk mengawasi proyek-proyeknya dan memberikan kehidupan yang lebih baik pada kami. Saya ingin membalaskan kematian Danu!” ujar anak buah Luke yang bekerjasama dengan Jack untuk mencari Olivia selama ini.


“Baiklah! Lakukan saja. Aku akan masuk denganmu kedalam! Kita tidak boleh gegabah, kita tidak tahu jebakan seperti apa yang mereka pasang didalam. Kau boleh menghajarnya sepuasmu nanti.” ujar Jack yang dibalas anggukan kepala oleh anak buah Luke itu.


Jack dan anak buah Luke bernama Seno sengaja datang lebih awal sedangkan anak buahnya menyusul. Saat ini mereka sudah berada diluar rumah itu, mereka berdua bersiap untuk masuk kedalam dan menangkap Ezha.

__ADS_1


Didalam rumah, Ezha sedang bersantai menonton acara TV favoritnya. Tubuhnya terlompat ketika tiba-tiba mendengar pintu rumahnya digedor dengan kuat dari luar. “Kurang ajar! Siapa yang lancang menggedor pintu rumah begitu?” gerutu Ezha sambil menghentakkan kakinya kelantai.


Dia membuka pintu dengan wajah merah padam menahan amarah, siapmenyemprot pelaku yang menggedor pintu rumahnya.


Saat baru saja pintu rumahnya terbuka dua sosok pria berbadan kekar menerobos masuk, dengan brutal Seno langsung melayangkan pukulan ke wajahnya. Ezha tersungkur dengan batang hidung yang patah.


“Bersembunyi disini rupanya kau bangsat!” ujar Seno dengan gigi rapat sedangkan Jack hanya berdiri didepan pintu memperhatikan. Dia akan maju membantu Seno jika dirasa situasnya terdesak. Dia membiarkan Seno melampiaskan amarahnya pada Ezha.


Ezha menoleh ke asal suara dan terkejut melihat kedua pria itu. Matanya membulat dan wajahnya langsung pucat. Ezha menyentak tubuhnya kembali berdiri dan memasang kuda-kuda dihadapan Seno, seringai sinis muncul diwajahnya.


“Siapa kalian? Berani-beraninya masuk kerumahku dan memukuliku! Aku tidak ada urusan dengan kalian berdua! Pergi dari sini!” bentak Ezha yang tak mengenali kedua pria bertubuh kekar itu.


“Kau mungkin tidak mengenal kami tapi kami sangat mengenalmu! Kau pria yang melindungi Olivia dan menyembunyikannya selama ini, bukan? Kau juga orang yang sudah membunuh temanku Danu!” jawab Seno penuh kemarahan.


Pertarungan mereka berdua pun tak terelakkan lagi. Saling memukul, menendang dan mengumpat dengan kata-kata kasar. Besar dijalanan ternyata membuat Seno memiliki kemampuan bertarung yang terus terasah. Ezha semakin terdesal, pukulan Seno berhasil bersarang di titik-titik vital tubunya.


“Terimalah kematianmu bajingan!” teriak Seno.


Dia memutar tubuhnya lalu melayangkan tendangan berputar yang sangat kuat ke kepala Ezha. Tubuh Ezha menabrak tembok dan darah segar merembes dari pelipisnya. Seno kembali menerjang Ezha tidak memberi celah sedikitpun pada pria itu untuk bangkit membela diri.


Pukulan Seno menghantam wajah dan perut Ezha bertubi-tubi. Seperti orang yang sedang kerasukan, Seno mencengkeram kerah baju Ezha lalu mengangkatnya dan memukulinya tanpa ampun.


Namun, tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar jeritan nyaring. Sebuah benda runcing tajam bersarang dipunggung Seno. Jack pun tak sempat menghalangi, semuanya terjadi begitu cepat. Seno ditusuk berulang di punggung dan perutnya membuat perut Seno bocor.

__ADS_1


Dia mengerang menahan sakit, dengan susah payah dia berusaha mengangkat kepala mengarahkan pandangan pada orang yang menusuknya itu. Begitupun Jack yang maju menopang tubuh Seno agar tidak jatuh. Mata keduanya terbelalak menatap orang didepannya…….tidak mungkin!


Belum sempat Jack dan Seno tersadar dengan apa yang terjadi, Olivia segera merampas kunci mobil dan kunci brankas dari Ezha lalu meludahi wajah pria itu, Olivia berlari menuju kamar lalu mengunci pintu. Saat jack, dia lalu membaringkan Seno di lantai lalu mengejar wanita yang ternyata adalah Olivia. Jack menggedor pintu yang terkunci itu.


‘Kurang ajar kau Olivia! Dasar bajingan! Pengkhianat! Wanita iblis!” maki Ezha didalam hatinya. Dendamnya benar-benar membara, dia bersumpah akan membalas perbuatan Olivia jika dirinya selamat. Sedangkan Olivia yang berhasil mengambil semua uang dibrankas lalu kabur melalui jendela kamar dan berlari menuju mobil Ezha yang terparkir jauh dari rumah itu.


BRAAKKK!


Jack menendang pintu hingga terbuka namun terlambat, Olivia sudah berhasil melarikan diri, segera Jack mengambil ponselnya dari saku mengirimkan pesan pada Verrel dan Luke. Lalu dia keluar dari kamar itu menghampiri Seno dan mengambil taplak meja untuk melilitkan sekeliling pinggang Seno untuk menghentikan pendarahan. Lalu dia membantu pria itu berdiri dan membawanya keluar rumah.


Saat Jack baru sampai didepan mobil, anak buah mereka baru sampai dan terkejut melihat keadaan Seno yang terluka parah. “Cepat bantu dan bawa dia kerumah sakit terdekat! Dia terluka parah!” perintah Jack pada anak buah Luke.


“Wanita itu sudah melarikan diri, cepat kejar dia! Cari sampai ketemu, Olivia yang dipenjara itu bukan Olivia yang asli!” teriak Jack memberi perintah.


“Kalian bawa pria didalam rumah itu! Masukkan dia ke bagasi, dia tidak boleh mati! Tuan Besar masih membutuhkannya.” ujar Jack lalu menghubungi Verrel.


Sedangkan beberapa orang langsung memasuki rumah dan mengangkat Ezha yang sudah pingsan lalu memasukkannya kedalam bagasi mobil sesuai perintah Jack.


Baru dua kali berbunyi, panggilan telepon tersambung. “Ada apa Jack?”


“Seno anak buahnya Tuan Luke kritis Tuan. Kami membawanya kerumah sakit sekarang.” jawab Jack.


“Seno kritis?” tanya Verrel kaget. “Bagaimana bisa? Setahuku dia itu petarung handal, tidak mudah dikalahkan dan dia adalah orang kepercayaan Luke yang sudah lama bekerja untuknya! Kenapa dia bisa sampai terluka parah kalau bertarung secara sportif?”

__ADS_1


“Begini Tuan, Seno dan saya masuk kedalam rumah itu tapi saya berjaga dipintu karena Seno meminta izin agar memberi hukuman pada pria itu yang sudah membunuh temannya Danu. Dia sudah menghajar pria itu hingga babak belur hingga tiba-tiba entah darimana datangnya seseorang menusuknya dari belakang bertubi-tubi, Semuanya terjadi sangat cepat dan saya tidak sempat melakukan apa-apa untuk membantunya.” kata Jack menjelaskan sambil menghela napas.


__ADS_2