Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 10


__ADS_3

Saat ini naisa ada didapur memasak sarapan untuk mereka berdua , saat dia kluar dari kamar mandi dia melihat orang yang telah resmi menjadi imamnya itu sedang tertidur pulas .


Anisa menyiapkan senwis dan susu di meja makan , tanapa dia sadari daniel sudah keluar dari kamar melangkah ke ruang makan kemudia duduk disalah satu bangku yang ada “ apa kau dusah makan" tanya daniel walau bagai manapun dia tak sejahat itu akan membiarkan wanita yang sudah menjadi istrinya kelaparan, setelah apa yang telah mereka lakukan


" sudah" jawab adelia sambil menata pitring dang sendok di rak


Daniel melanjutkan menikmati sarapannya , adelia berjalan melewatinya dengan perasaan canggung sekaligus tertekan  mengingat apa yang telah daniel lakukan padanya semalam.

__ADS_1


Entah apa yang daniel rasakan saat ini pasalnya informasi yang dia dapat dari sarah tak sesuai kenyataan , sarah menceritakan kejelekan anisa , jika wanita itu suka kelabing dugem dan main laki laki , tak ada cerita yang bagus tentang anisa yang dia dapat dari sarah.


Daniel menginyah sandwich didalam mulutnya secara perlahan , kemudian meneguk susu yang sudah disiapkan oleh anisa diatas meja


Anisa menata bajunya disalah satu kamar yang ada dirumah itu , dia memilih kamar berikuran kecil tanpa ranjang hanya ada kasur berukuran kecil , dia sadar jika dirinya hanyalah pengganti dia tidak berharap banyak akan pernikahannya saat ini , dia hanya berdo’a agar laki laki yang menjadi imamnya kini suatu saat akan menerimanya sepenuh hati layaknya pasangan suami istri pada umumnya , setelah selesa menata baju dikedalam lemari berukuran kecil yang ada dipojok kamarnya , dia mengambil kotak obat yang ada di dalam koper , kemudian dia mengambil satu persatu 4 jenis obat itu kemudian dia telan bersamaan dan dia meneguk air yang sudah dia bawa kedalam kamarnya


Daniel membuka pintu kamarnya dia melihat kesekeliling mencari keberadaan anisa namun tak dia temukan ,  dia melangkah ke kamar mandi namun wanita itu tak ada di dalam sana , saat dia mau beranjak pergi tatapannya tertuju pada tong sampah yang ada disana dia melihat pecahan kaca yang paling membuat matanya membulat saat dia melihat cairan merah yang ada di bagian tajam pecahan kaca itu.

__ADS_1


Dia mengangkat tong sampah berukuran kecil itu “ darah” gumam pelan , dia mengingat apa yang telah dia lakukan pada wanita yang sudah bersetatus istrinya itu , dia memperlakukan wanita itu dengan kasar tanpa memikirkan keadaan ataupun perasaan wanita itu , lebih tepatnya dia memeperkosa wanita itu tanpa ampun.


Perasaan marah dan juga gelisah bercampur aduk jadi satu , dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi , dia mencari ke beberapa kamar yang ada dirumah itu namun tak menemukan keberadaan anisa , dia baru ingat ada satu kamar yang belum dia datangi , kemudian dia melangkahkan kakinya berjalan ke kamar tersebut , pas hingga dia ada do depan pintu kamar itu , dia mendengarkan isakan kecil di balik pintu , sesaat rasa bersalah membuat daniel ingin mengurungkan niatnya untuk membuka pintu yang ada dihadapannya saat ini, namun mengingat perkataan sarah semua itu hilang seketika


Ceklek


Suara pintu terbuka , dengan cepat anisa menyeka air matanya saat dia melihat sosok daniel berdiri di pintu dengan tatapan yang dingin yang menusuk langsung kedalam hati anisa , anisa menelan ludah melihat expresi daniel yang ingin membunuhnya saat ini juga

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2