
"Aah aku paham ,aku memang tidak pantas untuk mu .Aku banyak sekali kurang nya tapi aku berterima kasih karena kamu mengizinkan aku untuk bertemu dengan anak kita ,itu sudah cukup untuk ku "Azka menatap istrinya lekat , walaupun ia sangat sedih mendengar pernyataan bahwa tidak ada kesempatan untuk nya tapi ia bersyukur karena wanita yang amat ia cintai ini masih mengizinkan dirinya untuk bertemu dengan anak nya.
"Jika aku egois mungkin aku tidak ingin bertemu dengan mu ,dan mengenal kan kamu dengan Raka tapi aku tidak ingin masalah pribadi ku ikut kebawa pada anakku . Cukup aku dan kamu yang tahu, dan cukup aku yang rasakan gimana rasa sakit yang kau berikan padaku setiap saat.Dan aku harap kamu harus bisa menjadi sosok ayah yang baik untuk anak kita "
"Ya terima kasih sekali lagi aku ucapkan"Azka menundukkan kepalanya .
Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka, seakan waktu terhenti saat Azka mengatakan itu , bahkan kayla hanya menatap sendu pria di hadapan yang menundukkan kepalanya , perkataan nya murni dari hatinya.Karena jika boleh jujur saat ia bertanya lebih ke hatinya yang paling dalam rasa trauma masih melekat dalam dirinya.
Perlakuan kasar yang ia dapat terus berputar pada otak nya , mungkin sedikit ada rasa cinta tapi itu hanya sementara ia mencoba untuk membuang rasa itu ,rasa cinta yang masih tersisa.Jika saja suaminya dulu tidak buat dia terus terluka mungkin ia tidak akan seperti ini .
"Mama..."teriakan anaknya membuat kedua orang yang sedang terdiam dan melamun menjadi menoleh ke sumber suara.
"Ya sayang ada apa !"jawab Kayla cepat,pria kecil itu berlari dan langsung memeluk tubuh kayla.
"Mama kok lama ngobrol nya ? Ini kan udah malam , terus kenapa om itu masih ada disini"Raka mendongkap dan melihat ibunya penuh tanya.
"Sayang boleh tidak nanti kata om ya di ganti dengan papa "kayla mengusap pipi putranya penuh sayang dan berbicara sangat lembut.
"Kenapa harus nyebut papa?kan ia bukan papa aku"ucap Raka dengan wajah polosnya.
Deg
Perkataan dari putranya membuat Azka merasakan sakit .
Kayla tersenyum ,ia bernafas berat lalu ia menatap anaknya "Sayang karena pria itu adalah papah kamu , yang sering kamu tanya setiap hari nya dan sekarang ia sudah pulang dari perkejaan nya "Kayla menunjuk Azka ,namun reaksi putranya hanya terdiam dan melihat Azka lekat bahkan matanya memperhatikan dari atas hingga ke bawah.
Azka yang di tatap seperti itu oleh putranya, membuat nya tak karuan.Ia harap anaknya tidak akan marah padanya saat mengetahui kalau ia adalah ayah dari nya .
__ADS_1
"Hei bukankah anak mama ini ingin bertemu dengan papa tapi mengapa diem saja ,apa Raka tidak ingin memeluk papa "kayla mencoba mengajak bicara putra nya yang menjadi terdiam dengan menatap lekat pria di hadapannya.
Raka berjalan mendekati Azka lalu tanpa terduga anak itu langsung memeluk tubuh Azka yang membeku .
"Huwaaa...papa napa tidak pernah pulang!!Arka rindu papa "Raka memeluk Azka sangat erat sekali bahkan ia sekarang menangis.
Azka membalas pelukan putranya , melepaskan rindu yang teramat dalam , melepaskan rasa sesak yang selalu ia rasakan .
"Maaf ya , papa tidak ada kabar pasti kamu benci papa yah "Azka mengelus punggung putranya.
"Hiks..endak kok "Kayla yang melihat mereka sangat terharu , akhirnya anaknya bisa bertemu dengan sosok ayah nya .
"Ssst ... jangan nangis nanti papa ikut nangis"Azka melepaskan pelukannya dan menatap putranya dan menghapus jejak air matanya.
"p-papa jan-gan t-tingal kan a-aku oke !"Raka terbata-bata dengan wajah sembab akibat menangis.
"Tentu papa tidak akan meninggalkan kamu lagi "
"Iya papa janji "Azka tersenyum ria hatinya sangat hangat sekali.
"Papa erja dimana?"kini ayah dan anak itu sedang mengobrol berdua di pangkuan Azka,dan kayla meninggalkan mereka.Ia sengaja menjauh dari mereka dan pergi ke dapur.
Membiarkan anaknya dekat dengan Azka , melepaskan rindu pada sosok ayah yang sering putranya tanyakan.
"Papa kerja di jakarta"jawab Azka dengan senyum yang tak pernah memudar dari bibirnya.
"Terus Napa papa tidak pernah pulang?apa papa tidak kangen aku ?"Raka terus bertanya pada pria yang memangku nya , seperti sedang menginterogasi pria ini.
__ADS_1
Azka mengusap rambut putranya perlahan "Kamu tahu setiap hari setiap saat papah selalu rindu dengan kamu dan juga mama , ketika papa kerja rasanya hampa karena tidak bisa bertemu dengan anak papa yang paling ganteng ini.Tapi papa tidak bisa pulang kesini karena disana banyak pekerjaan yang harus papa kerjakan , agar suatu saat nanti papa bisa membeli kan apapun yang Raka mau "Azka mengecup pipi putranya yang senantiasa melihatnya penuh tanya dengan wajah polosnya .
"Hmmm...Kan ada telepon kenapa tidak telepon arka?"anak nya masih terus penasaran dengan nya , bahkan Azka di buat tidak bisa berkutik saat pertanyaan terakhir.
Dengan tarikan nafas panjang ia menjawab "karena disana susah sinyal jadi tidak bisa menghubungi kamu sayang "ucap Azka dengan senyum yang terkesan bohong.
Anaknya hanya terdiam lalu langsung memeluk tubuh Azka dengan erat "papa sekarang tidak boleh pergi lagi ke Jakarta"ucap Raka sedikit meninggi kan suaranya ia berbicara dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Azka.
"Tentu papa tidak akan pergi kok, kalau papa pergi nanti ajak kamu deh sama mama . Sekarang sudah malam lebih baik kita istirahat oke "Azka mencoba membujuk putranya yang kini sedang merajuk.
Raka hanya mengangguk lalu ia melepaskan pelukannya dan turun di pangkuan ayahnya dan memegang tangan Azka agar mengikuti langkah kakinya, Azka tersenyum dengan senang hati ia mengikuti langkah putranya walaupun harus sedikit membungkuk karena tinggi putranya jauh berbeda dengan nya.
Raka ternyata menghampiri Kayla yang sedang duduk di dapur , tanpa kata anaknya ini menarik tangan Kayla juga membuat kayla bigung ,ia melirik ke arah Azka yang malah tersenyum.Dengan pasrah mereka mengikuti langkah anaknya yang membawa nya kekamar.
"Mama ..papa temenin arka tidur"ucap Raka lalu ia menatap ibunya dan ayahnya secara bergantian berharap dapat respon baik.
Kayla disini masih terpaku dengan apa yang di ucapkan putranya karena itu hal yang berat baginya tapi melihat wajah putranya yang memelas jadi kasihan, berbeda dengan Azka yang langsung mengangguk cepat .
"Mama..."panggil Raka lagi karena ibunya ini tidak merespon sama sekali.
"Baik ,tapi kamu di tengah yah "Dengan terpaksa mengiyakan ajakan anaknya .
"Yeee .."anak nya bersorak ,lalu dengan cepat menarik tangan Azka untuk tidur di kasur begitu pun dengan kayla .
Mereka berbaring bersama dengan Raka di tengah , kayla bener-bener di buat canggung karena harus tidur bersama dengan Azka lagi yang notabenya masih sah suaminya di mata negara tapi baginya hubungan mereka telah berakhir sejak waktu itu ia memutuskan pergi.Walaupun tak ada kata cerai atau surat diantara mereka tapi kayla menganggap bahwa mereka sudah berakhir.
Azka senang bukan kepalang bisa merasakan kehangatan yang sangat ia inginkan sejak dulu .Ia melihat wajah anak nya yang mulai menutup matanya dengan memegang tangan nya membuat hatinya tenang,tapi saat matanya melihat istrinya yang terdiam dan seperti tidak nyaman .
__ADS_1
"Tenang saja nanti aku keluar"ucap Azka pelan tanpa melihat ke arah Kayla ia malah asik mengelus rambut anaknya.
Kayla melirik sebentar lalu tak menjawab apapun ,ia juga bingung harus melakukan apa .