Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 261


__ADS_3

Susan membeli semua bahan makanan yang di perlukanya. Wanita itu benar benar menggunakan kartu kredit reyhan dengan sesuka hatinya. Susan bahkan juga membeli barang barang yang memang sebenarnya tidak terlalu dia perlukan. Tidak sampai disitu saja, susan bahkan juga membayarkan belanjaan seseorang yang sama sekali tidak di kenalnya. Setelah merasa puas menghamburkan uang reyhan susan pun meminta untuk pak satpam membawakan semua belanjaanya mendekat pada mobil reyhan.


“Makasih ya pak..” Senyum susan pada satpam yang sudah bersedia membantunya membawakan dan memasukan semua belanjaanya ke dalam bagasi mobil reyhan.


Susan kemudian masuk kembali ke dalam mobil reyhan dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Wanita berambut lurus itu menyodorkan kartu kredit reyhan dengan senyuman yang masih bertahan menghiasi wajah cantiknya.


Melihat ekspresi senang susan reyhan pun merasa curiga. Pria itu langsung mengambil kembali kartu kredit miliknya.


“Jangan lupa kasih bone nya sama pak tomy.” Katanya judes.


Susan hanya tersenyum saja. Dalam hatinya wanita itu merasa sangat senang karna berhasil mengerjai reyhan.


“Abis ini kamu anterin aku jalan jalan kan?” Tanya susan dengan wajah tak berdosanya.


“Nggak. Saya capek mau istirahat.” Jawab reyhan tegas.


Susan berdecak. Namun wanita itu sama sekali tidak melontarkan kata kata apapun pada reyhan. Hatinya sudah cukup terhibur karna berhasil membuat tagihan pria berjambul itu bulan ini melonjak naik.


Sementara itu tomy baru saja selesai membersihkan dirinya. Pria itu langsung menghampiri jeny dan putranya yang sudah berbaring di atas ranjang king zise mereka.


“Nah.. Kalau begini kan kamu udah fresh by.. Udah bersih..” Senyum jeny sambil menyalimi suaminya.


“Iya sayang..” Balas tomy kemudian mengecup singkat bibir istrinya.


Setelah mengecup bibir jeny tomy beralih menciumi wajah bulat putranya. Pria itu benar benar merasa sangat gemas jika menatap wajah tampan putranya yang memang sangat mirip dengan wajahnya.


“By.. Tumben kamu pulang agak sore?”


Tomy terdiam ketika mendengar pertanyaan jeny. Semenjak putranya lahir tomy memang tidak pernah pulang sore. Tomy pasti selalu pulang saat jam makan siang dan tidak lagi pergi ke kantor jika memang tidak.ada yang penting.


Tomy menghela nafas. Bagaimanapun juga tomy merasa harus mengatakan tentang dirinya yang datang menemui susan. Tepatnya menemani mamahnya menemui susan.


“Eemm.. Sayang sebenarnya aku tadi..”

__ADS_1


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat ucapan tomy terhenti. Pria tampan itu menatap pintu kamarnya yang tertutup. Tomy tau siapa yang mengetuk pintu kamarnya dan jeny saat ini.


“Pasti makan malamnya sudah siap..” Senyum jeny kemudian bangkit dan turun dari atas ranjangnya.


Tomy menghela nafas. Tomy sudah ingin memberitahu istrinya tapi apa daya jika harus tertunda oleh makan malam mereka setelah ini.


Tomy dan jeny turun dari lantai 2 untuk makan malam. Sedangkan faraz mereka titipkan sebentar pada bibi dan sisi yang memang selalu siap siaga jika di beri tugas oleh tomy dan jeny.


“By, kamu kenapa?” Tanya jeny ketika melihat suaminya yang tampak tidak semangat melahap makan malamnya.


Tomy berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya. Di lepaskanya garpu dan sendok yang di pegangnya kemudian tomy meraih tangan jeny.


“Sayang.. Tadi siang aku ke apartemen menemui susan..”


Jeny terdiam mendengarnya. Wanita itu tidak ingin dulu salah mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya dan memilih untuk lebih dulu mendengarkan.


“Emm.. Mamah pengin ketemu sama susan.. Karna aku nggak tega jadi aku temenin..” Lanjut tomy memperjelas.


“Lalu bagaimana reaksi susan melihat mamah?” Tanya jeny tenang.


Tomy menelan ludahnya. Sejujurnya tomy merasa malu untuk menceritakan sikap kasar adik kandungnya. Adik yang dari dulu sangat di sayanginya. Adik yang tidak pernah bisa dia kasihi setiap waktu karna beda asuhan. Tomy bersama mamah dan papahnya sedang susan bersama om dan tantenya.


“Susan tetap nggak mau ngakuin mamah.. Susan juga bersikap kasar sama mamah..” Jawab tomy pelan.


Jeny tersenyum mendengarnya. Tomy adalah pria yang sangat menghormati mamahnya. Dan jeny tau tomy pasti sangat marah dan terpukul dengan sikap susan pada mamahnya.


Jeny menumpukan tanganya pada punggung tangan tomy yang menggenggam tanganya. Di usapnya lembut punggung tangan pria tampan itu mencoba untuk menambah lapangnya kesabaran hati tomy.


“Mari kita sama sama menyadarkan susan by.. Dia adik aku juga sekarang..” Senyum jeny berkata sangat lembut pada suaminya.


Tomy menatap jeny tidak percaya. Tomy pikir jeny akan marah karna dirinya menemui susan tanpa mengatakan pada jeny terlebih dulu. Tapi tenyata jeny bahkan begitu sangat bijak menyikapi masalah susan dan berniat membantu tomy menyadarkan adik satu satunya itu.

__ADS_1


“Kamu serius?” Tanya tomy masih merasa ragu.


“Tentu saja. Besok bawa susan kesini. Aku mau melihatnya.”


“Sayang tapi susan..”


“Adik kamu ya adik aku by.. Kita harus berusaha membuatnya sadar dan mengakui mamah..” Sela jeny lembut.


Tomy mengangguk pelan. Bagaimanapun caranya menyadarkan susan memang sangat penting. Apa lagi susan sudah salah jalan dengan mencintainya yang adalah kakak kandungnya sendiri.


“Tapi by.. Kalau aku boleh tau.. Kenapa sampai susan mencintai kamu tapi om dan tante membiarkanya?”


Tomy tidak bisa menjawab. Tomy sendiri tidak tau bagaimana om dan tantenya mendidik adiknya sehingga bisa bersikap seperti itu.


“Itu yang aku bingung sayang.. Om dan tante sangat susah untuk di hubungi. Mereka selalu sibuk..”


Jeny menganggukan kepalanya pelan. Jeny tidak pernah bertemu dengan om dan tantenya tomy. Jeny juga tidak pernah bertemu dengan keluarga tomy yang lain selain nenek dan kakeknya. Itupun saat dirinya masih kecil.


“Kamu pernah datang langsung ke rumah om dan tante?” Tanya jeny lagi.


Tomy menggelengkan kepalanya. Pria itu memang tidak pernah datang ke kediaman om dan tantenya. Semua itu tomy lakukan untuk menghindari susan juga agar susan tidak salah mengartikan perasaan tomy yang hanya menyayanginya layaknya seorang kakak yang menyayangi adiknya.


“Kok aku ngrasa aneh ya?”


Tomy mengangkat sebelah alisnya. Pria itu merasa bingung mendengar apa yang di katakan istrinya.


“Aneh kenapa sayang?” Tanyanya penasaran.


“Ya aneh aja by.. Susan itu adik kamu.. Dan om sama tante seolah membiarkan susan mencintai kamu.. Sedangkan mereka seharusnya mencegah itu. Mereka juga seharusnya menceritakan kenapa sampai susan di asuh oleh mereka. Dengan begitu susan tidak salah faham sama mamah papah..”


“Iya juga sih.. Aku kok nggak pernah kepikiran sampe situ sayang..”


Jeny menghela nafas kemudian menggelengkan kepalanya. Suaminya memang cerdas namun terkadang cara pemikiranya terlalu simple dan sederhana.

__ADS_1


“Jadi apa yang harus kita lakukan?” Tanya tomy kemudian.


“Ya kita selidiki dong suamiku sayang...”


__ADS_2