Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 293


__ADS_3

“Saya sangat berterimakasih pada kalian berdua. Karna berkat kerja keras kalian adik juga tante dan om saya kembali ke jakarta dalam keadaan baik baik saja.”


Rolan dan rio tersenyum sembari menganggukan kepalanya. Mereka berdua tidak merasa melakukan apapun sebenarnya. Karna memang susan dan tantenya memiliki kemampuan yang tidak pernah keduanya bayangkan.


“Dan ini untuk kalian berdua.. Semoga kita tetap bisa menjalin kerja sama di lain hari..” Lanjut tomy sambil menyodorkan cek pada rolan dan rio yang duduk bersebelahan di depanya.


Rolan dan rio saling menatap sesaat kemudian tersenyum.


“Sebelumnya saya dan rio minta maaf pak.. Kami berdua merasa tidak berhak menerima sepeserpun dari pak tomy..”


Tomy mengeryit bingung. Jumlah yang dia tulis di cek tersebut sudah melebihi perjanjian sebelum rio dan rolan mulai bekerja.


“Kenapa begitu? Apa kurang? Atau begini saja saya akan beri cek baru dan kalian bisa tulis berapapun kalian mau..” Kata tomy merasa tidak enak hati pada rio juga rolan.


Rolan menggelengkan kepala dengan senyuman manis di bibirnya.


“Bukan masalah nominalnya pak.. Tapi masalah kami berdua yang memang tidak melakukan apapun di london. Susan dan mommy nya melakukan semuanya sendiri. Kami hanya mengawal bahkan sangat merepotkan mereka. Jadi kami merasa tidak perlu mendapatkan apapun karna kami memang tidak melakukan apapun.” Jelas rolan.


Tomy masih tidak mengerti dengan apa yang di katakan rolan. Pria itu menatap rolan dan rio bergantian.


“Jadi?” Tanyanya.


“Jadi kami tidak perlu di bayar pak.” Jawab rolan mantap.


Tomy menggelengkan kepalanya. Rolan dan rio sudah berjasa padanya.


“Tapi kalian sudah membawa adik dan om, tante saya kesini..”


“Itu kami hanya menemani saja pak. Semuanya tuan chandra yang mengurus. Kalau begitu kami permisi dulu mau menjenguk reyhan. Sekali terimakasih untuk waktunya pak.”


Tomy hanya diam saja dan membiarkan rolan dan rio pergi. Pria tampan itu sedang berusaha mencerna dengan baik maksud rolan yang menolak uang darinya.


“Padahal aku sangat butuh uang sekarang.”


Rolan menoleh pada rio. Mereka keluar dari lift saat pintu otomatis itu terbuka karna mereka sudah sampai di lantai dasar perusahaan tomy.


“Uang apa? Kita tidak melakukan apapun. Jangan mengharapkan uang.” Balas rolan.

__ADS_1


Rio menghela nafas. Mereka memang tidak melakukan apapun selama di london. Orang orang besar juga kekar itu juga susan dan mommy nya yang mengalahkan bukan mereka.


“Sudahlah kita cari cara lain untuk dapat uang.” Kata rolan kemudian.


Rio hanya mengangguk pasrah. Pria itu mengikuti langkah rolan dengan lemas. Mereka berniat menjenguk reyhan yang memang saat ini masih di rawat di rumah sakit.


Sementara di tempat lain tepatnya di rumah sakit susan juga mamah dan papahnya sedang berada di rumah sakit. Kedua orang tua tomy sedang menemani susan yang akan menjalani operasi untuk memperbaiki wajahnya.


“Mah.. pah..” lirih susan ragu.


Mamah dan papah tomy tersenyum. Mereka dengan lembut menyentuh bahu putrinya.


“Semuanya akan baik baik saja sayang. Kita balas beri kejutan sama kakak kamu..” Kata mamah tomy lembut.


Susan menganggukan kepalanya dengan cepat. Kedua orang tuanya juga mommy dan daddy angkatnya memang yang memberi ide agar susan lekas operasi wajah dan tidak memberitahu tomy dan jeny untuk kejutan nantinya.


“Semangat dear.. Kamu bisa..” Senyum daddy angkat susan menyemangati.


“Thank's dad..” Angguk susan merasa sangat bahagia.


Susan kemudian masuk ke ruang operasi dengan di iringi do'a dan harapan besar mamah papah juga mommy dan daddy nya. Mereka ber 4 berharap wajah cantik putrinya akan kembali seperti sedia kala. Dengan begitu susan tidak perlu merasa malu dan menutup sebagian wajahnya saat berada di khalayak ramai. Susan bahkan mungkin bisa melanjutkan lagi karirnya sebagai seorang model di jakarta.


“Ya.. Aku harap juga begitu..” Senyum mamah tomy menambahkan.


Di kediaman rumahnya jeny tampak terdiam di balkon kamarnya. Wanita itu memejamkan sejenak kedua matanya. Adik kandung suaminya sudah kembali. Dan seharusnya dirinya bahagia. Bukan malah merana seperti saat ini.


“Papah pulang..”


Suara tomy berhasil mengalihkan perhatian jeny. Wanita itu melangkah mendekat pada tomy dengan senyuman yang terukir di bibirnya. jeny menyalimi tomy juga mengecup sekilas bibir pria tampanya.


“Tumben cepet by..” Katanya lembut.


“Yah.. Jadwal aku sedikit lenggang hari ini.” Balas tomy.


Jeny menganggukan kepalanya. Wanita itu kemudian membantu suaminya melepas jas hitam yang melekat dengan sempurna di tubuh kekar tomy. Jeny sebenarnya sedang merasa bingung dengan keadaan sekarang. Semuanya sudah sesuai seperti yang jeny dan tomy harapkan. Susan sudah kembali. Tapi entah kenapa perasaan jeny masih sangat tidak karuan sampai saat ini.


“Nanti sore kita ke rumah mamah bisa tidak?” Tanya tomy pada jeny.

__ADS_1


Jeny terdiam sesaat. Jika dirinya menolak tomy pasti akan salah faham. Tapi jika menerimapun sangat berlawanan dengan hatinya.


“Itu kalau kamu bisa sayang. Kalau nggak bisa nggak papa. Aku mengerti perasaan kamu.” Senyum tomy menoleh pada jeny yang berdiri di sampingnya.


Jeny tersenyum. Lega sekali rasanya mendengar penuturan suaminya.


“Makasih ya by.. Kamu selalu mau ngertiin aku..”


Tomy menganggukan kepalanya. Pria tampan itu kemudian memeluk tubuh istrinya penuh cinta dan kelembutan.


“Apapun yang membuat kamu bahagia aku akan lakukan sayang.. Asal kamu bahagia.. Karna kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan aku..” Bisik tomy memejamkan mata di balik punggung istrinya.


Jeny membalas pelukan tomy erat. Tomy memang selalu bisa mengerti dirinya meskipun beberapa bulan terakhir ini tomy memang selalu memikirkan susan adiknya.


Tomy melepaskan pelukanya. Pria itu kemudian menangkup kedua pipi chuby istrinya dengan tatapan tepat mengarah pada kedua mata jeny.


“Sayang, tiba tiba aku teringat pada fani. Bagaimana kalau kita ziarah ke makam fani saja?”


Jeny menganggukan kepalanya dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Dirinya dan tomy memang sudah lama tidak berziarah ke makam fani.


“Oke.. Setelah makan siang kita ke makam fani.”


Tomy meraih tangan jeny dan menggenggamnya lembut.


“Ada yang mau aku bilang sama kamu..”


“Apa?” Tanya jeny bingung.


Tomy menghela nafas.


“Ini tentang lorenzo.” Jawabnya.


Jeny terdiam. Sudah lama dirinya juga tidak mendengar kabar tentang lorenzo.


“Aku memutuskan untuk membebaskanya sayang. Aku tidak tega melihat elo yang begitu sangat mengharapkan lorenzo untuk selalu ada di sampingnya.”


Jeny terdiam. Peran kedua orang tua memang sangat penting untuk pertumbuhan anak. Begitu juga dengan elo yang memang selalu mengharapkan kasih sayang dari lorenzo.

__ADS_1


“Ya by.. Aku mengerti.”


__ADS_2