
“Eh kamu. Memang nya kamu siapa berani berkomentar tentang saya dan suami saya?” Tanya jeny merasa geram.
Tomy menelan ludah nya. Jeny memang sangat judes. Dan tomy tidak menyangka jeny bisa begitu pada rachel yang sama sekali tidak di kenal nya.
“Aku rachel. Teman dekat nya tomy di amsterdam.” Jawab rachel santai.
Jeny menolehkan kepalanya pada tomy. Tatapan jeny begitu datar dan dingin pada suaminya yang hanya diam menatap nya. Jeny menghela nafas mencoba menahan kekesalan nya kemudian kembali menatap rachel yang masih mengulurkan tanganya menunggu sambutan dari jeny.
“Saya jeny. Istrinya tomy.” Kata jeny dengan penekanan di akhir kalimat nya.
“Sekarang sudah jelas kan kamu siapa saya siapa? Kamu cuma teman. Dan saya adalah istrinya. Saya lebih berhak dari pada kamu.” Lanjut jeny.
Rahang rachel mengeras. Ternyata pemikiran nya salah. Rachel pikir jeny adalah wanita lemah yang gampang di tindas dan di pengaruhi.
“Kamu boleh pergi sekarang. Pintu gerbang nya masih disana.” Lanjut jeny lagi mempersilahkan rachel pergi dan menunjukan letak gerbang dimana pak satpam sedang berdiri menunggu.
Rachel mendelik kesal. Wanita itu menoleh pada tomy yang mengulum senyum dalam diam kemudian berlalu karna jeny yang mengusir nya.
Sedangkan reyhan yang berjarak 2 meter dari ketiganya hanya diam saja. Rasanya sangat tidak percaya istri atasan nya bersikap seperti itu. Jeny bahkan bisa dengan mudah mengusir rachel.
Jeny melipat kedua tanganya di depan dada menatap angkuh kepergian rachel. Kesal sekali rasanya melihat rachel yang seenak nya berkata tanpa berpikir siapa dirinya.
“Eemm.. Pak, bu kalau begitu saya pamit. Permisi.” Kata reyhan mengangguk sopan pada jeny dan tomy yang berdiri di depan pintu utama rumah nya.
“Ah ya.. Hati hati.” Senyum tomy.
Sebelum nya tomy ingin sekali marah pada asisten nya itu. Karna kelalaian nya rachel bisa mengikutinya sampai ke rumah. Namun setelah melihat jeny yang begitu berani dan judes pada rachel kemarahan terpendam tomy sirna seketika. Jeny sepertinya takut jika rachel mengambil hati tomy dan berpaling darinya.
“Eemm.. Sayang..”
“Masuk.” Tegas jeny menyela.
Tomy terkejut dengan sikap judes jeny padanya. Pria tampan itu pikir jeny hanya bersikap tegas pada rachel saja.
“Aku bisa jelasin sayang..” Kata tomy berusaha membuat jeny agar tidak marah padanya.
__ADS_1
“Aku bilang masuk.”
Tomy menghela nafas. Bukan takut pada istri. Tomy hanya tidak mau membuat jeny semakin marah dan salah faham padanya.
Tomy menurut. Pria tampan itu masuk lebih dulu ke dalam rumah yang langsung di ikuti oleh jeny di belakang nya.
Ketika baru memasuki ruang tamu tomy langsung membalikan tubuh nya. Pria tampan itu harus segera menjelaskan semuanya. Tomy tidak ingin berlarut larut dengan masalah tentang rachel.
“Sayang...”
“Rachel itu siapa?” Tanya jeny menatap tomy datar.
Tomy menghela nafas. Dengan lembut pria tampan itu meraih tangan jeny menggenggam nya lembut. Tomy tersenyum lembut menatap wajah datar istrinya. Tomy tau jeny sedang marah padanya.
“Aku jelasin. Kita duduk yah..” Kata tomy.
Jeny menghela nafas. Jeny menurut saat tomy menuntun nya menuju sofa dan duduk berdampingan dengan pria tampan itu.
“Jadi?” Tanya jeny tidak sabaran.
Tomy tersenyum. Sifat jeny saat ini membuat nya gemas. Jeny sepertinya sedang cemburu karna melihat rachel memeluk nya tadi.
“Teman dekat?” Tanya jeny mengangkat sebelah alis nya menatap tomy.
Tomy menghela nafas lagi. Pria itu sangat senang dengan respon jeny dengan kehadiran rachel tadi.
“Nggak. Teman biasa. Cuma sekedar kenal.” Jawab tomy.
Tomy tidak bohong. Selama mengenal rachel tomy memang tidak pernah menganggap rachel sebagai teman dekat. Adapun jika tomy menerima ajakan makan siang saat itu hanya untuk menghargai wanita itu. Tomy tidak mau terkesan meremehkan seorang yang sudah baik padanya. Apa lagi jika dia seorang wanita.
“Tapi tadi dia bilang teman dekat.” Kata jeny menatap tomy penuh selidik mencari kebohongan dari setiap tatapan juga gerak gerik suaminya.
“Mungkin dia merasa seperti itu.” Balas tomy acuh.
Jeny berdecak. Jeny tau bagaimana tomy. Tomy memang selalu berkata apa adanya. Namun melihat rachel yang begitu agresif pada tomy membuat jeny sedikit curiga.
__ADS_1
“Kalau kamu masih tidak percaya kamu bisa tanyakan sama reyhan. Dia juga kenal dengan rachel.” Senyum tomy sambil menyenderkan punggung nya di senderan sofa.
Jeny memutar kedua bola matanya jengah. Bertanya pada reyhan pun tidak ada gunanya. Pria itu sangat patuh pada tomy. Jawaban nya pun pasti akan sama. Dan bukan tidak mungkin reyhan akan mengadukan apa yang di tanyakan jeny pada tomy.
Jeny menghela nafas kesal. Dengan cepat jeny bangkit dari duduk nya. Namun ketika jeny hendak melangkah, tomy langsung mencekal lengan jeny dan menarik nya sehingga jeny jatuh terduduk di pangkuan nya. Tomy langsung dengan sigap memeluk pinggang ramping jeny mencegah agar istrinya itu tidak bangkit.
“Tomy kamu apaan sih?” Tanya jeny kesal.
Tomy mendekatkan wajahnya hingga ujung hidung mancung mereka saling bersentuhan. Dan itu membuat jeny tidak bisa berkutik. Berada begitu dekat dan posisi seperti itu dengan tomy membuat jantung jeny mendadak bekerja 2 kali lipat lebih cepat dari biasanya.
“Kamu cemburu sama rachel?” Tanya tomy berbisik.
Jeny terdiam. Hembusan hangat nafas tomy menerpa wajah nya membuat pipi nya semakin terasa panas.
Jeny melengos membuang tatapan nya ke arah lain. Di lipat nya kedua tangan nya di depan dada. Jeny memang tidak suka melihat rachel yang tampak begitu manja saat memeluk tomy tadi. Lebih sangat tidak suka di banding dengan sarah yang begitu perhatian pada tomy dulu.
“Jangan GR. Buat apa aku cemburu.” Kata jeny cuek.
Tomy terkekeh. Di kecup nya singkat pipi mulus istrinya. Tomy yakin jeny memang mencintainya. Hanya saja jeny belum memahami perasaan nya. Sama seperti dirinya dulu.
“Tomy bisa nggak jangan cium cium seenak nya?” Kesal jeny menoleh dan mendelik galak pada suaminya.
“Kenapa? Lebih dari cium pipi juga boleh kan?” Goda tomy mendekatkan kembali wajah nya pada jeny.
Jeny memundurkan kepalanya. Tomy sangat genit jika sudah seperti itu. Tiba tiba jeny teringat dengan niat awal nya yang ingin menanyakan maksud tomy mengurung nya seharian di rumah.
“Tomy..” Panggil jeny menatap serius wajah tampan tomy yang begitu dekat dengan nya.
“Hhmmm..” Saut tomy yang kemudian menyenderkan kepalanya di dada jeny mencari kenyamanan disana.
“Apa maksud kamu mengurung aku di rumah seharian. Dan apa maksud kamu datang ke rumah sakit terus bilang sama kak rani kalau aku lagi sakit?”
Tomy tersenyum mendengar nya. Pria itu semakin mengeratkan pelukan nya di pinggang jeny kemudian memejamkan mata merasakan nyaman dengan posisinya yang menyenderkan kepala di dada istrinya.
“Aku cuma mau kamu diam di rumah dan menyambut kepulangan aku setelah seharian bekerja.” Jawab tomy.
__ADS_1
Jeny langsung terdiam. Diam di rumah dan menyambut kepulangan suami adalah hal manis yang selalu di lakukan mamah nya dulu sampai sekarang. Dan tomy juga ingin dirinya seperti itu.
“Pak, bu.. Maaf. Makan malam nya sudah siap.”