Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 138


__ADS_3

“Aku cinta kamu tomy..”


Tomy langsung bungkam. Pria itu terdiam agak lama menatap jeny yang juga sedang menatapnya. Tomy benar benar terkejut dengan pengakuan jeny.


“Ap apa?” Tanyanya terbata bata.


“Aku cinta kamu.. Aku-cinta-kamu.” Jawab jeny mengulang bahkan mengejanya.


Tomy kembali diam. Pengakuan jeny benar benar tiba tiba. Meskipun sebenarnya tomy memang tau jeny mencintainya tetapi pengakuan tiba tiba jeny tetap membuatnya terkejut.


“Kenapa? Kamu nggak seneng? Kamu udah nggak berharap cinta aku lagi?”


Tomy menggelengkan kepalanya. Sedetik kemudian pria itu langsung menubruk tubuh jeny sampai tubuh jeny terjungkal kebelakang bahkan hampir terjebur ke kolam renang.


“Kya !!! Tomy..!!” Pekik jeny kesal.


“Hahaha maaf sayang.. Aku terlalu bahagia.” Tawa tomy merengkuh tubuh jeny dalam pelukanya.


Jeny berdecak. Respon tomy terlalu berlebihan menurutnya. Bagaimana mungkin pria itu menubruknya sampai terjungkal kebelakang. Jika saja tangan kekar juga besar tomy tidak memegang kepala jeny mungkin kepala jeny akan terbentur lantai pinggiran kolam.


Tomy melepaskan pelukanya dan bangkit. Pria itu kemudian mengangkat tubuh mungil jeny dan mendudukan di pahanya.


“Sayang.. Kamu serius kan?” Tanya tomy dengan rasa bahagianya.


Jeny tersenyum dan menganggukan kepalanya. Wanita itu kemudian mengalungkan kedua tanganya di leher tomy. Jeny berlahan mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat bibir suaminya.


“Tentu saja.. Kamu suami aku.. Calon papah untuk anak anakku.. Aku nggak punya alasan untuk tidak mencintai kamu..” Jawabnya.


Tomy meneteskan air mata haru dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Penantianya selama ini tidak sia sia. Jeny membalas cintanya.


“Ya tuhan.. Terimakasih..” Gumam tomy kemudian kembali merengkuh tubuh jeny ke dalam pelukanya.


Jeny tersenyum. Pelukan tomy begitu hangat dan nyaman. Dan jeny merasa betah berada lama lama dalam pelukan pria itu.


“Aku sangat bahagia sayang.. Aku bahagia dengan semua ini. Aku bahagia dengan kata cinta yang kamu ucapkan.”


Jeny melepaskan pelukan tomy. Jeny pun merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan tomy. Jeny bahagia dengan perasaanya. Dan jeny juga bahagia berada dalam lingkaran hidup tomy.


“Tolong katakan lagi.. Aku ingin mendengarnya lagi dan lagi..” Pinta tomy menangkup kedua pipi jeny dengan tatapan penuh harap.

__ADS_1


Jeny menganggukan kepalanya. Wanita itu mengulang lagi kata cintanya pada tomy bahkan sampai 3 kali. Dan ucapan cinta yang di ucapkan jeny membuat tomy kembali meneteskan air mata harunya. Tomy benar benar tidak menyangka jeny membalas cintanya. Tomy pikir jeny akan terus memendam benci padanya. Tapi nyatanya wanita itu kini mencintainya dan menyadari perasaanya dengan sendiri.


Dari kejauhan bibi dan sisi melihatnya. Mereka tertawa dan ikut bahagia melihat tomy dan jeny yang berpelukan sampai terjungkal ke belakang.


“Bapak sama ibu lucu ya bi.. Kaya masih ABG aja.” Kata sisi.


“Loh mereka kan memang masih muda si.. Masih kaya remaja. Satunya cantik satunya lagi ganteng. Pokonya cocok banget.” Timpal bibi.


Sisi terkekeh. Bibi memang sangat gaul meskipun sudah tua. Wanita itu tidak ketinggalan menggunakan bahasa anak muda zaman sekarang.


“Bibi bisa aja.” Tawa sisi.


Malamnya tomy mengajak jeny untuk makan bersama di luar. Saking senangnya pria tampan itu bahkan sampai memberikan uang pada bibi, sisi, juga pak satpam. Tomy juga memperbolehkan ketiganya untuk pergi malam itu dengan syarat harus bergantian.


“By kamu kenapa sih natap aku gitu banget. Risih tau.” Kata jeny ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


Tomy tersenyum. Hatinya sangat bahagia. Rasanya seperti ada ribuan bahkan milyaran kupu kupu berterbangan di sekitarnya. Ungkapan cinta jeny benar benar membuatnya bahagia yang bahkan tomy tidak tau harus bagaimana mengungkapkan kebahagiaanya.


Tomy meraih tangan kiri jeny. Pria itu kemudian mencium lama punggung tangan kiri jeny.


“Aku nggak tau harus bagaimana mengungkapkan kebahagiaan ini sayang..” Katanya.


“Aku bahagia.. Sangatt bahagia.” Lanjut tomy.


“Aku juga bahagia by.. Aku lega setelah mengatakan semuanya sama kamu.. Aku harap semua ini bisa terus terjalin indah yah..”


“Pasti sayang.. Itu pasti. Aku akan menjaga semuanya dengan baik. Kepercayaan kamu, cinta kamu, juga kebahagiaan ini. Ini semua akan tetap menjadi milik kita berdua.” Senyum tomy berkata dengan sangat yakin.


Jeny menganggukan kepalanya.


“Aku percaya sama kamu.” Balasnya.


“Oke.. Kita berangkat sekarang.”


Tomy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Pria itu tidak berhenti tersenyum dan menoleh pada jeny yang berdandan begitu cantik. Rambut panjangnya yang di gerai dengan dress maroon yang begitu pas di tubuh sintalnya.


“Kita mau makan dimana?” Tanya jeny.


“Nanti juga kamu tau sayang..” Jawab tomy tersenyum manis.

__ADS_1


Tidak lama tomy menghentikan mobilnya. Jeny mengeryit melihat restourant yang tampak gelap di depanya.


“Tutup by..” Katanya.


Tomy mengedikan kedua bahunya. Pria itu kemudian turun dari mobilnya. Tomy berjalan santai melewati bagian depan mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk jeny.


“Ayo sayang..” Ajaknya mengulurkan tangan.


Jeny terdiam. Wanita cantik itu menatap tangan tomy yang terulur untuknya. Meskipun sebenarnya jeny bingung kenapa tomy malah mengajak ke sebuah restourant yang gelap seperti tidak sedang buka namun jeny tetap mengulurkan tanganya dan menerima tuntunan tomy turun dari mobil.


“By.. Kamu yakin kita makan disini?” Tanya jeny masih dengan kebingunganya.


“Ya sayang.. Ayo..”


Jeny menurut saat tomy merangkul pinggangnya dan menggiringnya memasuki restourant tersebut. Mereka berdua melangkah memasuki tempat gelap dan sepi tersebut.


“By kamu jangan bercanda deh ini gelap banget loh..”


Tepat setelah jeny berkata lampu di restourant itu menyala. Jeny terkejut dan menutup mulut menggunakan dua tanganya. Restourant itu di desain sangat indah dengan kelap kelip lampu serta rangkaian bunga di sana sini.


“By ini...”


“Aku juga punya sesuatu untuk kamu..” Senyum tomy.


Seorang pelayan laki laki tiba tiba muncul entah darimana. Pelayan itu membawa sebuket bunga yang langsung di berikan pada tomy. Setelah itu pelayan tersebut kembali berlalu meninggalkan jeny dan tomy berdua.


“Happy anniversary sayang.. Hari ini tepat 6 tahun pernikahan kita.. Dan ungkapan cinta dari kamu adalah kado terindah untuk aku.” Kata tomy sambil menyodorkan buket bunga tersebut pada jeny.


Jeny menggelengkan kepalanya tak percaya. Jeny tidak sadar bahwa hari itu adalah hari aniversary pernikahan mereka. Jeny juga tidak menyangka perasaanya mantap dan tumbuh meyakinkan hatinya tepat setelah 6 tahun pernikahan mereka berlalu. Waktu yang cukup lama untuk tomy menanti.


Jeny menerima buket bunga yang di sodorkan tomy kemudian berhambur memeluk tubuh tegap pria tampanya.


“Aku.. Aku.. Hiks hiks..”


Tangis jeny pecah. Jeny tidak percaya dengan 6 tahun yang di jalaninya selama menikah bersama tomy. Meskipun dalam 5 tahun lebih mereka tidak bersama juga kekecewaan sempat membuatnya putus asa tetapi akhirnya kekuatan cinta itu muncul kembali ke permukaan dan menyatukanya dengan tomy.


Tomy tersenyum di balik punggung jeny. Pria itu membalas pelukan jeny lembut dan sesekali mencium bahu terbuka jeny.


“Jangan nangis. Nanti cantiknya ilang loh..”

__ADS_1


__ADS_2