Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 222


__ADS_3

Tomy tersenyum haru menatap layar monitor yang menunjukan bayi dalam kandungan jeny bergerak gerak dengan halusnya. Pria tampan itu tanpa sadar meneteskan air matanya. Usia kehamilan jeny hari ini sudah genap 8 bulan. Dan tomy sengaja mengajak istrinya untuk melakukan USG untuk yang ke 2 kalinya guna mengetahui posisi bayinya pas atau tidak.


“Posisinya sudah sangat bagus bu.. Usahakan lebih kurangi lagi aktivitas yang menguras tenaga yah..” Senyum dokter sinta sambil terus menempelkan probe ke perut buncit jeny.


Jeny tersenyum mendengarnya. Genggaman tanganya pada tangan besar tomy yang berada di sampingnya semakin erat seperti sedang mengatakan bahwa dirinya mampu menjaga benih yang di tanam oleh suaminya dengan baik.


“Untuk jenis kelaminya apa kalian berdua masih tidak ingin mengetahuinya?” Tanya dokter sinta menoleh dan menatap tomy dan jeny bergantian. Pasalnya 3 kali melakukan USG jeny selalu mengatakan tidak ingin mengetahuinya dan lebih memilih sebagai kejutan nanti.


Yah, jeny memang pernah melakukan USG sekali tanpa tomy di sampingnya.


Jeny menoleh pada suaminya yang sibuk mengusap air mata haru yang membasahi pipinya. Jeny terkekeh pelan. Lucu sekali melihat suaminya yang terharu biru sampai meneteskan air mata.


“Bagaimana? Kamu mau tahu jenis kelaminya?” Tanya jeny pelan pada suaminya.


Tomy tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya. Tomy juga sependapat dengan jeny. Menurutnya akan lebih surprice jika dirinya mengetahui gender anaknya saat lahir nanti.


“Biarkan itu menjadi kejutan untuk kita berdua sayang.” Jawab tomy.


Jeny menganggukan kepalanya. Wanita itu kemudian menjawab pertanyaan dokter sinta dengan penolakan halusnya seperti biasa.


Selesai USG tomy mengajak jeny untuk jalan jalan sebentar. Kini mereka berada di taman bunga yang tidak jauh dari rumah sakit tempat dulu jeny bekerja dan dengan rutin terus memeriksakan kandunganya pada dokter sinta.

__ADS_1


“Sayang... Mrskipun anak kita ini tumbuh dan berkembang di rahim kamu karna kesalahan aku.. Kamu mau kan menyayanginya dengan sepenuh hati? Kamu mau kan menjaganya dengan penuh cinta dan kasih sayang?”


Jeny langsung mengangkat kepalanya yang saat itu sedang bersandar di bahu tegap tomy. Jeny menatap tomy yang tampak masih merasa bersalah karna kesalahanya yang membuat jeny mengandung anaknya.


“By.. Kamu ngomong apa sih? Jangan bercanda. Anak ini kan anak aku juga.. Untuk apa aku mengandungnya jika aku tidak menyayanginya..” Kata jeny pelan.


“Tapi..”


Cup


jeny mengecup singkat bibir tipis tomy membuat pria tampan itu langsung terdiam.


Jeny menghela nafas. Wanita itu meraih tangan besar tomy yang terus bertengger manis di perut buncitnya. Jeny menggenggam tangan besar tomy kemudian mencium punggung nya.


“Aku mungkin nggak bisa melupakanya by.. Tapi aku aku bisa memahaminya. Dan aku bisa menerimanya. Kamu suami aku.. Dan kamu berhak atas aku..” Lanjut jeny tersenyum.


Tomy ikut tersenyum. Tomy sadar dirinya pernah menorehkan luka di hati jeny. Karna itu tomy selalu merasa takut jeny masih menyimpan rasa sakit atas perbuatanya. Tomy takut jeny akan selalu merasa kecewa jika mengingat apa yang sudah di lakukanya.


“Jujur by.. Awalnya aku merasa sakit, merasa terhina, bahkan merasa sangat di rendahkan. Tapi setelah aku tau dia tumbuh di rahim aku.. Aku sadar.. Dia adalah titipan juga anugerah tuhan untuk kita berdua.. Dan mungkin itu cara tuhan mempersatukan kita.. Jadi tolong kamu jangan pernah berpikir buruk tentang apa yang sudah kamu lakukan.. Itu semua sudah berlalu.. Dan aku tidak pernah memupuk rasa sakit itu menjadi benci. Aku menjadikan semua itu sebagai pelajaran untuk hubungan kita by.. Dan satu yang perlu kamu tau. Aku mencintai kamu.”


Tomy tidak bisa membalas apapun yang di katakan oleh istrinya. Pria itu hanya menganggukan kepalanya kemudian mendekap penuh kasih sayang tubuh jeny. Masa lalunya dan jeny memang kelam. Cinta, benci, kekecewaan, bahkan harapan menjadi satu saat itu sehingga membuat keduanya tidak menyadari adanya rasa cinta yang begitu besar. Namun suatu kebiasaan bersama akhirnya membuat keduanya sadar dan berusaha untuk saling mengerti hingga akhirnya penguat cinta mereka tumbuh di rahim jeny.

__ADS_1


Tidak ada lagi obrolan antara jeny dan tomy. Mereka hanya diam dan duduk santai di kursi panjang di antara ribuan bunga bermekaran. Semilir angin membuat suasana semakin syahdu di tambah dengan alunan musik klasik yang sengaja tomy putar dari ponselnya.


“By kalau anak kita lahir nanti akan kamu kasih dia nama apa?” Tanya jeny dengan kedua mata terpejam menikmati belaian lembut tomy di perutnya.


Tomy tampak berpikir. Pria itu belum menyiapkan nama untuk anaknya nanti. Semua itu karna dirinya terus di sibukan dengan masalah yang di sebabkan oleh lorenzo.


“Eem.. Aku belum memikirkanya sayang. Maaf..” Jawab tomy pelan.


Jeny tersenyum mendengarnya. Jeny menganggukan kepalanya mengerti. 2 bulan ini tomy memang tidak memikirkan apapun kecuali keselamatan jeny dan anak dalam kandunganya. Pikiran dan tenaga pria tampanya selalu disita oleh masalah yang di perbuat oleh lorenzo.


“Nggak papa by.. Nanti sama sama kita cari nama yang bagus yah..” Senyum jeny.


Jeny mengangkat kepalanya kemudian mendongak menatap wajah tampan suaminya. Tangan kecil wanita cantik itu kemudian terulur dan merapikan rambut berponi tomy yang semakin memanjang sampai menutupi alisnya.


“By.. Kayanya kamu perlu potong rambut deh.. Udah panjang banget soalnya.”


Tomy menggerakan kedua bola matanya ke atas. Rambutnya memang sudah sangat panjang. Tidak heran jika tomy sering merasa gerah karna ketebalan rambutnya yang juga membuat kepalanya terlihat semakin membesar.


“Ya sayang.. Kalau begitu besok kamu temenin aku potong rambut.” Senyum tomy kemudian mengecup singkat kening jeny.


Jeny memejamkan kedua matanya mendapat kecupan singkat dari suaminya. Wanita itu merasa sangat bersyukur karna semua masalah yang membuat suaminya khawatir kini telah usai. Angel sudah benar benar sembuh dari gilanya. Lorenzo sudah tertangkap, dan dokter malik sudah berada di tempat yang seharusnya. Sedangkan orang yang dulu di suruh angel untuk menyabotase mobil tomy kini telah di bebaskan karna masih ada istri juga anaknya yang membutuhkanya. Semua masalah itu sangat rumit, penuh teka teki, juga seperti ancaman untuk jeny dan tomy. Namun setelah semua kebenaran itu terkuak rasa bahagia juga lega begitu sangat terasa di hati jeny. Semuanya juga terasa lengkap karna tomy, dokter axel, juga leo kini menjalin hubungan pertemanan yang baik.

__ADS_1


__ADS_2