
Sorenya dokter axel dan mommy nya berangkat ke bandara menggunakan taxi online. Mereka berdua tampak tenang dalam diam.
Mommy dokter axel yang merasa aneh dengan ketenangan putranya menoleh. Wanita bule itu tau putranya masih mencintai angel. Tapi ekspresinya sama sekali tidak menunjukan kesedihan padahal setelah ini mereka akan benar benar berpisah dan tidak bertemu lagi.
“Axel..” Panggilnya pelan.
“Ya mom..” Saut dokter axel menoleh dan tersenyum manis membalas tatapan penasaran mommy nya.
Sesaat wanita cantik itu terdiam. Di tatapnya wajah tampan dokter axel yang sangat mirip dengan daddy nya di bagian mata. Wanita itu tidak bisa menebak apa yang sedang di pikirkan oleh putranya.
“Bagaimana dengan angel?” Tanya wanita itu akhirnya tidak bisa menahan rasa penasaranya.
Dokter axel menghela nafas kemudian meraih tangan mommy nya dan menggenggamnya erat.
“Aku mencintainya mom. Tapi aku lebih mencintaimu.” Ungkap dokter axel.
Ungkapan manis yang keluar dari bibir tipis dokter tampan itu membuat wanita bernama caterine itu tersenyum senang. Putranya lebih mengutamakan cinta padanya dari pada ke angel.
“Thank you dear..”
“Yah.. Tapi axel ingin mommy tau. Axel pergi untuk mendampingi dan menjaga mommy.. Dan axel mohon jika suatu saat tuhan menyatukan kami tolong berikan restu mommy.. Kami mencoba untuk mengalah saat ini mom.. Karena kami tau rencana tuhan lebih indah.. Maka dari itu jika suatu saat kami bertemu lagi axel berharap rasa benci mommy pada angel sudah benar benar sirna..”
Mommy dokter axel terdiam. Di tatapnya wajah tampan putranya yang begitu serius dan penuh harapan. Dokter tampan itu begitu baik dan menyayanginya. Dia bahkan mengorbankan perasaanya demi bisa menjaganya.
“Mom.. Angel mungkin dulu memang salah.. Tapi axel juga salah.. Axel yang lebih dulu mengobarkan api kecil itu mom.. Axel menodainya sampai angel merasa jijik pada dirinya sendiri bahkan sakit pada hatinya. Mommy juga seorang wanita.. Axel yakin mommy bisa merasakan apa yang saat itu angel rasakan.. Untuk semua kesakitan yang axel rasakan.. Axel tidak bisa menyalahkan siapapun.. Mungkin itu cara tuhan memberikan pelajaran hidup untuk axel..” Lanjut dokter axel.
Wanita itu tidak bisa berkata apapun untuk membalas ucapan putra semata wayangnya. Semua yang keluar dari bibir tipis putranya memang benar. Tidak semua kesakitan itu berasal dari orang lain.
“Baiklah..” Angguk wanita itu akhirnya.
Senyum dokter axel kembali mengembang. Kali ini bahkan lebih lebar menandakan dirinya sangat bahagia mendengar serta melihat anggukan setuju dari sang mommy.
“Terimakasih mom..” Lirihnya kemudian berhambur memeluk tubuh mommy nya.
__ADS_1
“Ya sayang.. Sama sama. Mommy selalu mendo'akan yang terbaik untuk kamu..”
Di kediamanya tomy baru saja sampai setelah menemani mamahnya menemui susan. Pria itu kemudian menemui istrinya untuk pamit ke bandara mengantar dokter axel yang sudah akan pergi ke amerika sore ini juga.
“Sayang aku ke bandara yah.. Mau nganterin dokter axel sama mommy nya.”
Jeny yang baru saja selesai memandikan putranya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Wanita itu belum mengetahui jika suaminya baru saja menemui susan.
“Kamu udah makan siang by?” Tanyanya ketika tomy menciumi wajah tampan nan gembul putranya.
“Sudah sayang..”
Suara ketukan pintu berhasil mengalihkan perhatian tomy dan jeny. Dan ketika mereka menoleh mereka menemukan bibi yang berdiri di ambang pintu.
“Ada apa bi?” Tanya jeny melangkah mendekat pada wanita tua bertubuh kurus itu.
“Bu.. Di bawah ada bu angel..”
Jeny mengeryit mendengarnya. Angel kembali datang ke rumahnya entah untuk apa lagi.
Bibi menganggukan kepalanya kemudian berlalu untuk kembali mengerjakan pekerjaanya. Sedangkan jeny menghela nafas. Jeny bukan tidak mau perduli pada angel. Jeny hanya tidak mau terlalu ikut campur dan masuk ke dalam masalah kehidupan orang lain terlalu dalam. Sedang masalahnya tentang susan saja belum menemukan solusi dan titik terang.
Jeny kembali melangkah menghampiri tomy dan putranya. Tidak mau membuat angel menunggu lama jeny pun segera memakaikan baju pada putranya dan mengangkatnya kemudian membawanya turun ke lantai 1 dengan tomy yang mengiringinya.
“Maaf banget kalau aku ganggu kalian berdua.. Tapi aku tau pak tomy pasti mau ke bandara untuk mengantar dokter axel.. Boleh tidak aku ikut mobil pak tomy?”
Tomy dan jeny saling menatap. Angel dan dokter axel memang sudah akan berpisah sore ini. Tapi mereka berdua tidak menyangka jika angel mempunyai keinginan untuk ikut serta mengantar kepergian mantan kekasihnya itu. Sedang saat bertemu saja mereka hanya saling diam seolah tidak saling mengenal.
“Aku mohon.. Aku tidak akan membuat masalah.. Aku hanya ingin melihat dokter axel untuk yang terakhir kalinya..”
Jeny menghela nafas. Tidak tega rasanya melihat wajah memohon angel. Jeny pernah merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan orang yang sangat berharga di hidupnya. Dan jeny merasakan sendiri bagaimana sakitnya saat itu.
“Iya mbak boleh..” Senyum jeny menyetujui.
__ADS_1
Sedang tomy yang berada di samping jeny hanya diam saja. Pria itu kemudian pamit pada jeny karna memang hari sudah semakin sore dan pesawat yang akan membawa dokter axel terbang ke amerika pasti akan segera berangkat.
“Hati hati by..” Senyum jeny.
“Ya sayang.. Aku akan langsung pulang setelah dari bandara.” Balas tomy sambil mengecup kening jeny lembut.
Angel yang melihat kemesraan keduanya hanya bisa diam dan tersenyum ikut merasa bahagia. Angel juga berharap suatu saat nanti dirinya bisa menemukan kebahagiaanya seperti jeny.
Angel mengikuti langkah tomy yang keluar dari kediamanya. Wanita itu ikut serta masuk ke dalam mobil tomy menuju bandara untuk melihat dokter axel dan mommy nya.
Setibanya di bandara mommy dokter axel tampak terkejut melihat angel yang melangkah mendahului tomy. Wanita itu melangkah cepat menghampirinya dan dokter axel yang sudah akan masuk ke dalam bandara.
“Axel apa apaan ini..?” Tanya nya tidak suka.
“Mom.. Mungkin angel hanya ingin mengantarkan kita untuk yang terakhir kali.. Please mom.. Biarkan saja.” Lirih dokter axel tersenyum.
Mommy dokter axel menghela nafas kemudian melengos. Wanita itu masih merasa kecewa dan benci pada angel yang sudah membuat putranya hidup menderita.
“Dokter..” Senyum angel menatap dokter axel yang tampak sangat gagah dengan jaket kulitnya.
Dokter axel hanya mengangguk pelan dengan senyuman tipis di bibirnya. Pria itu merasa bahagia karna akhirnya bisa mengungkapkan rasanya pada wanita itu.
“Hati hati..” Kata angel kemudian.
Angel beralih menatap pada nyonya caterine kemudian tersenyum tipis. Angel tau wanita itu sangat membencinya. Dan angel cukup tau diri jika wanita itu bahkan enggan untuk menatapnya.
Sedang tomy yang sedari tadi diam akhirnya bersuara. Pria itu juga menyalimi mommy dokter axel sopan. Tidak lama terdengar pengumuman yang mengharuskan dokter axel dan mommy nya segera masuk ke dalam bandara. Tidak ada pelukan atau salam perpisahan antara angel dan dokter axel. Mereka hanya saling menatap dan tersenyum sebelum akhirnya dokter axel melangkah menjauh tanpa lagi menoleh pada angel yang terus berdiri menatap punggung lebar dokter axel yang menjauh.
Tomy yang berada di samping angel hanya bisa diam dan tersenyum. Dulu dirinya juga meninggalkan jeny sama seperti dokter axel yang meninggalkan angel sekarang. Hanya bedanya dirinya pergi untuk kembali. Tidak seperti dokter axel yang memang untuk menjauh pergi.
“Tuhan pasti merencanakan sesuatu yang lebih indah untuk kalian berdua di masa depan.” Katanya.
Angel menolehkan kepalanya pada tomy kemudian tersenyum. Wanita itu mencoba untuk mengikhlaskan segalanya. Angel percaya tuhan menyayanginya.
__ADS_1
“Ya. Pak tomy. Dan terimakasih untuk tumpanganya. Aku permisi pulang dulu.”
Tomy menganggukan kepalanya menjawab. Pria itu menghela nafas menatap punggung angel yang melangkah menjauh. Garis takdir setiap manusia memang berbeda. Tapi tomy yakin angel dan dokter axel pasti akan bahagia dengan keputusan yang mereka ambil.