
Setelah bertemu dengan fani tomy tidak jadi berangkat kerja. Pria itu lebih memilih menemani istrinya yang tampak sedih setelah melihat keadaan fani.
Tomy menghela nafas melihat istrinya yang duduk merenung dengan kaki di celupkan di ke dalam kolam renang. Wanita cantiknya terus saja diam dengan wajah tidak semangat. Tomy tau jeny sangat menyayangi fani. Karna tomy juga menyayangi gadis kecil itu.
Tomy melangkah mendekat. Pria itu mendudukan dirinya di samping jeny dan ikut mencelupkan kakinya seperti apa yang di lakukan oleh jeny.
“Sayang..”
Jeny menolehkan kepalanya ke samping. Wanita itu tersenyum tipis kemudian kembali meluruskan pandanganya ke depan.
“Beberapa hari nggak ketemu fani rasanya sangat aneh setelah melihat kondisinya tadi yah..” Kata jeny.
Tomy menganggukan kepalanya. Kondisi fani memang sangat memperihatinkan. Dan aneh nya dengan keadaan gadis kecil itu sekarang angel sebagai mamah kandungnya masih juga mau bertahan dengan aturan leo, suaminya. Padahal tomy dan jeny saja yang hanya orang lain merasa iba juga takut akan kepergian gadis kecil itu.
“Aku masih nggak habis pikir sama mbak angel juga suaminya. Mereka sepertinya tidak perduli dengan fani.” Lanjut jeny.
Tomy menghela nafas. Kebencian angel pada dokter axel mungkin bisa di maklumi. Tapi kenurutan angel pada suaminya sungguh sangat tidak bisa di terima oleh akal sehat. Bagaimana mungkin ada seorang ibu yang tega membiarkan anaknya yang dalam keadaan sakit sendiri dan merindukanya setiap waktu.
“Sayang.. Apa yang kita rasa, juga apa yang kita pikirkan belum tentu di rasakan juga di pikirkan oleh orang lain.”
Jeny mengeryit. Wanita itu tidak tau apa yang di maksud oleh suaminya.
“Apa maksud kamu?” Tanya jeny tidak mengerti.
Tomy tersenyum. Pria itu meraih tangan jeny dan menggenggamnya lembut.
“Dokter axel pernah cerita sama aku sesuatu.”
“Apa?” Tanya jeny menatap tomy penasaran.
__ADS_1
Tomy menghela nafas. Tomy dan dokter axel melakukan kesalahan yang sama karna rasa cemburu. Dan sampai sekarang tomy masih merasa takut jika suatu saat jeny juga akan seperti angel.
“Fani.. Dia adalah anak hasil perbuatan paksa dokter axel pada angel.” Lirih tomy dengan menundukan kepalanya.
Jeny masih tidak faham. Wanita itu kemudian menyentuh dagu tomy dengan satu tanganya yang bebas dan mengangkatnya menuntun agar tomy kembali menegakan kepalanya.
“Apa maksudnya?”
Tomy menatap tepat pada kedua bola mata jeny. Jeny juga pasti sangat sakit hati dengan apa yang tomy lakukan padanya. Dan tomy takut jika tomy mengatakan tentang cerita dokter axel jeny juga akan mengingat kembali kebejatanya malam itu.
“By... Jangan buat aku penasaran.” Lirih jeny dengan rasa ingin taunya yang begitu besar.
Tomy menelan ludahnya. Sesaat pria itu memejamkan kedua matanya. Tomy kemudian meraih tangan jeny yang masih menyentuh lembut dagunya. Di genggamnya lagi satu tangan jeny sehingga kedua tangan mungil wanita itu berada dalam genggaman tangan besar tomy.
Dengan jantung berdetak cepat tomy menceritakan apa yang dia tau pada jeny. Tomy menceritakanya secara detail seperti dokter axel yang bercerita padanya. Meskipun cara tomy bercerita tidak selancar dokter axel bercerita. Tomy benar benar di bayangi oleh rasa takut setiap mengeluarkan kata demi kata yang merangkai tentang cerita masa lalu dokter axel dan angel.
Jeny terdiam. Wanita mana yang tidak sakit hati jika di perlakukan seperti itu. Tapi menurutnya bagaimanapun juga anak hasil paksaan itu tetap membutuhkan kasih sayang juga cinta. Dan jeny tidak bisa memaklumi sikap angel pada fani.
Jeny tidak langsung menjawab. Apa yang di lakukan tomy memang masih membekas di hatinya. Dan mungkin jeny tidak akan bisa melupakanya. Namun apapun itu jeny sudah ikhlas menerimanya. Dan jeny juga sudah memaafkan apa yang di lakukan tomy padanya. Karna yang tomy ambil darinya juga adalah hak tomy sebagai seorang suami.
“By... Jangan pernah kamu samakan kisah kita dengan kisah mereka.. Kita berbeda dengan mereka. Seperti yang kamu bilang tadi. Apa yang kita rasa juga kita pikirkan belum tentu mereka rasa juga mereka pikirkan.”
Tomy menganggukan kepalanya pelan. Saat itu juga air matanya menetes membasahi pipinya. Andai waktu bisa terulang kembali. Tomy pasti akan mencegah semua itu terjadi.
“Aku memang tidak bisa melupakanya. Tapi aku bisa menerimanya by.. Dan aku sangat bahagia dengan janin yang saat ini tumbuh di rahim aku. Aku juga akan sangat menyayangi dan mencintainya bahkan melebihi nyawaku sendiri.. Aku istri kamu, bukan angel mantan pacarnya dokter axel.” Senyum jeny sambil mengusap air mata yang membasahi pipi tirus tomy.
Tomy tersenyum. Jeny nya yang dulu manja dan kekanak kanakan kini benar benar sudah menjelma menjadi wanita cantik yang dewasa dan penuh pengertian. Jeny juga dapat menyejukan hatinya yang panas dan takut karna kesalahanya sendiri.
“Yah... Kamu istriku.. Kamu belahan jiwa aku.. Dan kamu adalah hidup dan mati aku.”
__ADS_1
Jeny terkekeh mendengarnya. Sedetik kemudian wanita itu merasakan hangat dan nyamanya dekapan tomy. Yah.. Tomy mendekapnya dengan penuh cinta dan kelembutan.
“Aku cinta sama kamu sayang.. Jangan sekalipun berpikir untuk meninggalkan aku.. Karna aku tidak akan mampu berdiri dengan kaki aku sendiri jika tanpa kamu di samping aku..” Ungkap tomy sambil sesekali mencium kening jeny.
Jeny tersenyum mendengarnya. Kedua tanganya berlahan terangkat dan melingkar erat di pinggang tomy. Kini jeny tau dan sadar bahwa dirinya pun tidak bisa hidup tanpa tomy. Jeny sudah tidak bisa lagi tersenyum jika tomy tidak ada bersamanya. Dan jeny tidak tau harus bagaimana jika pria itu menjauh dan meninggalkanya.
“Tomy aku...”
Tomy mengeryit. Pria itu melepaskan pelan dekapanya. Senyum manisnya mengembang menatap wajah cantik istrinya. Tomy menangkup kedua pipi chuby jeny dengan kedua tangan besarnya. Pandanganya tomy pusatkan penuh pada jeny yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu padanya.
“Ya sayang.. Kamu mau sesuatu?” Tanya tomy penuh perhatian.
Jeny menggelengkan kepalanya. Jantungnya seketika berdetak sangat cepat. Jeny ingin mengatakan sesuatu yang mungkin selama ini sangat di nanti oleh suaminya. Tapi jeny tidak tau harus bagaimana memulai dan mengatakanya.
“Sayang.. Kok diem?”
Jeny menelan ludahnya. Entah akan seperti apa respon tomy jika jeny mengatakan apa yang jeny rasakan saat ini.
“Aku...”
Kembali jeny menggantungkan ucapanya. Dan itu berhasil membuat tomy penasaran juga bingung secara bersamaan.
“Kamu kenapa? Ada yang sakitkah?” Tanya tomy mulai khawatir.
“Bagian mana yang sakit sayang? Bilang sama aku..”
Jeny menggelengkan kepalanya keras. Lidahnya terasa sangat kelu bahkan tenggorokanya pun sampai terasa seret dan kering.
“Tomy aku...”
__ADS_1
“Aku apa sayang.. Jangan buat aku..”
“Aku cinta sama kamu.” Sela jeny cepat.