Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 230


__ADS_3

Jeny menatap sendu suaminya yang berlalu masuk ke dalam rumahnya. Jeny tau tomy sangat membenci lorenzo dari dulu. Apa lagi setelah apa yang sudah lorenzo lakukan. Dan menurut jeny juga lorenzo memang pantas mendapat hukuman setimpal atas perbuatanya.


“Jeny...”


Jeny menoleh pada sarah yang masih bersimpuh di depanya. Wanita hamil itu merasa kasihan menatap wajah cantik sarah yang basah oleh air mata. Tapi jeny tidak bisa membantu apa apa.


“Kak jangan begini.. Kakak bangun..” Katanya.


Sarah menggelengkan kepalanya. Diraihnya tangan jeny dan di genggamnya erat. Sarah menatap penuh harap pada jeny yang semakin merasa tidak tega padanya.


“Jeny.. Kita sama sama seorang wanita.. Aku tau kamu pasti juga bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi aku.. Tolong jeny.. Tolong aku..”


Jeny menelan ludahnya. Jeny tau sarah tulus mencintai lorenzo. Buktinya wanita cantik yang kini berambut lurus itu rela mengorbankan perasaanya sendiri bahkan sampai merendahkan harga dirinya demi membela lorenzo di depan tomy dan jeny.


“Kak.. Aku nggak bisa.. Tomy sudah membuat keputusan.. Dan aku.. Aku nggak bisa nolong kakak.. Aku nggak bisa berbuat apa apa. Maaf...” Balas jeny penuh sesal.


Sarah terisak mendengarnya. Lorenzo memang pantas di hukum. Tapi jika di hukumnya lorenzo membuat putranya merana sarah tidak bisa tinggal diam. Apa lagi jika sampai elo mengerti dengan apa yang sudah di perbuat oleh papahnya.


“Bujuk tomy jeny.. Aku yakin kamu bisa.. Dia pasti akan mendengarkan apa yang kamu katakan.. Aku mohon jeny.. Aku mohon..”


Jeny menggelengkan kepalanya menolak. Lorenzo tidak pantas untuk di bela. Selain karna pria itu membohonginya lorenzo juga sudah mencelakai suaminya. Dan itu tidak bisa begitu saja jeny maafkan.


“Kak maaf.. Lebih baik sekarang kakak bangun.. Kakak nggak seharusnya seperti ini.. Biarkan lorenzo menanggung akibat dari apa yang sudah dia lakukan..”


Sarah menggelengkan kepalanya. Wanita itu semakin erat menggenggam tangan jeny berharap jeny mau membantunya untuk membujuk tomy.


“Aku mohon jeny.. Untuk anak aku..” Lirih sarah.


Jeny menghela nafas. Wanita itu membantu sarah berdiri dengan menarik kedua tanganya. Dan setelah sarah berdiri jeny tersenyum dan mengusap air mata yang membasahi pipi sarah.


“Kak.. Biarkan lorenzo menjalani apa yang memang harus di jalaninya kak..”


“Jeny tapi..”

__ADS_1


“Kakak wanita yang hebat.. Aku yakin kakak punya cara untuk bisa meyakinkan elo agar elo mengerti dan tidak merasa kecewa pada lorenzo..” Sela jeny lembut.


Sarah menggeleng pelan. Elo sangat menyayangi lorenzo. Anak itu sangat mendambakan sosok lorenzo adalah sosok yang hebat juga kuat. Tapi jika sampai anak itu tau semua kejahatan lorenzo, elo pasti akan sangat kecewa. Dan kekecewaanya bisa memicu rasa benci pada lorenzo.


“Jeny aku...”


“Aku masuk dulu ya kak..” Sela jeny lagi kemudian berlalu dari hadapan sarah memasuki rumahnya.


Jeny tau semua itu memang berat. Jeny juga pasti akan melakukan hal yang sama jika orang yang sangat di cintainya berada dalam tuntutan dan hukuman di balik jeruji besi untuk waktu yang sangat lama.


Jeny melangkahkan kakinya pelan menuju tangga. Namun ketika hendak memijakan kakinya di anak tangga pertama suara berat tomy membuatnya menoleh.


“By.. Kamu disini.. Aku kira kamu di kamar..” Senyum jeny menatap suaminya yang duduk di sofa tidak jauh dari tangga.


Tomy diam saja. Pria itu tidak menyaut namun bangkit dari duduknya dan melangkah pelan menghampiri jeny. Ketika sampai di depan jeny, tomy langsung meraih tangan istrinya dan menggenggamnya lembut.


“Aku nggak bisa..” Katanya pelan.


Jeny tersenyum mendengarnya. Satu tanganya yang bebas menyentuh lembut pipi tirus suaminya. Jeny tau maksud suaminya baik. Dan lagi, tuntunan tomy memiliki dasar. Lorenzo sudah bersalah dan pantas untuk menerima hukumanya.


“Tapi sarah..”


“Kak sarah hanya sedang berusaha yang menurutnya baik.. Kamu nggak usah memikirkan itu.. Semuanya akan baik baik saja..” Sela jeny lembut.


“Sayang tapi elo.. Bagaimana dengan dia?” Tanya tomy pelan.


Jeny tidak bisa menjawab. Sarah seorang ibu. Dan seorang ibu akan sangat mementingkan perasaan anaknya.


“By.. Jujur aku juga nggak tau.. Tapi lorenzo sudah bersalah.. Dia pantes untuk mendapat hukuman..”


Tomy terdiam. Apa yang di katakan jeny memang benar. Tapi melihat bagaimana elo sangat mendambakan kasih sayang dari lorenzo tomy menjadi teringat pada fani yang sampai akhir hayatnya tidak mendapat kasih sayang tulus dari angel.


“By.. Aku ngantuk..” Rengek jeny berusaha mengalihkan pikiran suaminya.

__ADS_1


Tomy tersenyum mendengarnya. Siang ini memang sudah waktunya untuk jeny tidur siang.


“Ayo.. Aku temenin..” Angguk tomy.


Tomy menuntun jeny menaiki satu persatu anak tangga dengan sangat pelan. Pria tampan itu merangkul pinggang jeny dengan satu tanganya yang juga menuntun lembut tangan kecil istrinya.


“Axel.. Ini sangat aneh. Angel seharusnya sudah bisa mengingat masa lalunya.. Tapi sepertinya otaknya menolak untuk angel mengingat kembali semua yang terjadi di masa lalu..”


Dokter axel mengeryit.


“Bagaimana mungkin dokter?” Tanyanya bingung.


“Entahlah.. Tapi memang ada kejadian seperti ini. Dan itu bisa terjadi karna ada trauma atau sesuatu yang tidak ingin di ingat lagi.”


Dokter axel menelan ludahnya. Pria tampan itu kembali mengingat apa yang di ceritakanya pada angel. Dokter axel dengan sangat jujur mengatakan angel adalah seorang yang jahat.


“Atau mungkin kamu pernah mengingatkan sesuatu yang menyakitkan tentang masa lalu angel axel?” Tanya dokter baya itu menyelidik.


“Apa itu berpengaruh?” Tanya balik dokter axel penasaran.


“Mungkin itu salah satunya. Angel merasa semua itu menyakitkan sehingga dia menolak dengan keras ingatanya untuk kembali.”


Dokter axel menelan ludahnya. Niatnya bukan untuk membuat angel takut apa lagi trauma. Dokter axel hanya ingin mengingatkan angel pada putrinya. Tapi ternyata semua itu membuat angel merasakan sesuatu yang mampu membuatnya menolak ingatan masa lalunya kembali.


“Axel jawab saya. Apa kamu atau leo mengingatkan sesuatu yang menyakitkan pada angel?” Tanya dokter itu menatap dokter axel sekali lagi.


Dokter axel tidak bisa lagi mengelak. Dirinya yang menyebabkan angel menolak semuanya. Angel bahkan seakan lumpuh seluruh tubuhnya ketika dokter axel mengingatkan semua masa lalunya. Masa lalu dimana angel berhianat padanya sampai angel yang menelantarkan fani. Putrinya sendiri.


“Ya dokter..” Jawab dokter axel pelan.


“Ya tuhan...” Lirih dokter baya itu tidak percaya.


“Kenapa axel? Kenapa kamu lakukan itu? Bukankah saya sudah bilang untuk bersabar.. Ingatkan sesuatu yang indah pada angel.. Dengan begitu ingatanya akan berlahan pulih. Angel akan mengingat semuanya sendiri setelah mengingat masa indahnya dulu.”

__ADS_1


Dokter axel tidak bisa berkata apa apa. Dokter axel sadar dirinya memang salah. Seharusnya dia bisa lebih sabar dan tidak gegabah.


__ADS_2