
“Papah akan lakukan apapun untuk kamu.. Untuk mamah. Untuk kita bersama. Kamu sehat sehat yah.. Cepet keluar biar mamah bahagia dan selalu tersenyum setiap hari.”
Jeny menangis dalam diam. Rasa bersalah di hatinya membuat jeny merasa kecewa pada dirinya sendiri. Padahal jeny tau niat suaminya baik. Tomy sangat mencintainya dan tomy ingin terus melindunginya meskipun pada kenyataanya pria itu tidak bisa untuk selalu ada di sampingnya setiap saat.
Jeny bangkit dari berbaringnya. Dan hal itu berhasil membuat tomy terkejut kemudian ikut bangkit.
“Kamu...” Lirih tomy tidak bisa melanjutkan ucapanya ketika melihat jeny berderai air mata menatapnya.
“Maaf.. Tapi aku lakukan semua ini untuk menjaga kamu. Ini cara aku..”
Jeny menggelengkan kepalanya. Wanita itu kemudian mendekat dan langsung memeluk tubuh kekar suaminya. Jeny sadar dirinya tidak boleh keras kepala. Tomy hanya ingin menjaganya dengan caranya sendiri.
“Aku yang minta maaf by.. Aku yang salah. Aku kekanak kanakan. Aku bodoh dan aku nggak mau dengerin kamu...”
Tomy masih diam. Pelukan jeny begitu sangat erat pada tubuhnya. Tangisanya begitu hebat sampai tubuhnya terguncang karna isakanya. Berlahan tomy mulai mengangkat tanganya membalas pelukan jeny. Tomy juga sadar tidak semua orang termasuk jeny menyukai caranya. Tapi tomy tidak punya pilihan lain. Hanya itu cara untuk menjaga istrinya. Tomy tidak ingin lengah sedikitpun dalam menjaga istri juga calon anaknya.
“Ssstt.. Jangan salahkan diri kamu sendiri. Cara aku yang terlalu memaksa kamu.. Tapi aku lakukan itu untuk melindungi kamu dan anak kita.. Tolong ikuti apa yang aku mau sayang...”
Jeny menganggukan kepalanya. Wanita cantik itu memejamkan mata dan semakin memper erat pelukanya pada tomy.
“Ya tuhan..” Desis tomy ketika merasakan tendangan dari perut jeny ke perutnya.
Tomy langsung melepaskan dengan pelan pelukan erat jeny.
“Dia seneng kita baikan..” Senyum pria tampan itu sembari menyeka air mata di pipi chuby jeny menggunakan kedua ibu jarinya.
Jeny tertawa dalam tangisnya. Wanita itu menganggukan kepalanya menyetujui apa yang di katakan oleh suaminya.
“Terimakasih sayang.. kita sukses kali ini..” Senyum tomy mengusap lembut perut jeny.
Jeny hanya tersenyum saja. Mengikuti kemauan suaminya demi keselamatan dan kebaikanya dirinya bukanlah hal yang gampang. Meskipun memang terasa berat tapi jeny akan mencoba melakukanya.
“Jadi kamu nggak tidur siang tadi?” Tanya tomy beralih menatap jeny.
Jeny menganggukan kepalanya. Hatinya terasa sesak juga marah bersamaan karna kekangan tiba tiba tomy sehingga matanya tidak dapat terpejam.
“Lalu kamu ngapain aja di kamar? Kenapa nggak keluar?” Tanya tomy lagi.
__ADS_1
“Aku nggak ngapa ngapain.” Jawab jeny masih sesekali sesunggukan.
Tomy tersenyum mendengarnya. Aturanya pasti menjadi beban untuk istrinya.
“Sayang.. Jalani pelan pelan yah.. Aku yakin kamu bisa. Aku janji setelah pelaku yang sesungguhnya tertangkap aku akan bebasin kamu mau ngapain aja.”
“Termasuk membawa mobil sendiri?” Tanya jeny menatap tomy penuh harap.
Tomy mengeryit.
“Memangnya kamu bisa?” Tanya tomy.
Jeny tersenyum. Wanita cantik itu kemudian memainkan baju tomy tepat di bagian dadanya.
“Kan bisa kamu latihin aku dulu..” Jawabnya.
Tomy menghela nafas.
“Baiklah...” Senyumnya.
“Makasih...”
“Bagaimana dokter?” Tanya dokter axel pada dokter yang di percayanya untuk menangani angel. Dokter yang juga adalah sahabat baik dari mendiang daddy nya.
“Axel. Saya rasa ikatanya sudah bisa di lepas. Angel sudah tidak akan memberontak lagi.”
Dokter axel hanya diam saja. Meskipun memang beberapa hari ini angel tidak lagi berteriak mencaci maki namun dokter axel masih takut angel akan berbuat yang tidak di duganya.
“Tapi dokter...”
“Axel. Angel sudah berhenti mengkonsumsi obat itu. Dan berlahan syarafnya akan kembali normal. Medkipun besar kemungkinan dia akan melupakan semuanya.”
“Maksud dokter lupa ingatan?” Tanya dokter axel memastikan.
“Yah.. Tapi itu tidak permanen. Selama orang orang di sekitarnya mau membantu pelan pelan pasti ingatanya akan kembali normal. Axel kamu harus berusaha..” Jawab dokter itu.
Dokter axel terdiam. Entah kenapa dadanya terasa sesak setiap melihat keadaan angel. Tubuhnya kurus, wajahnya pucat dengan pipi chuby nya yang juga berubah semakin tirus.
__ADS_1
“Oya axel tentang obat itu, setelah saya periksa ternyata di dalamnya ada kandungan yang sangat berbahaya yang jika di konsumsi terus menerus akan membuat kerusakan pada syaraf juga otak. Beruntung angel hanya sebentar mengkonsumsinya. Dan lupa ingatan yang akan di alami angel adalah efek samping dari obat itu.”
“Ya tuhan...” Lirih dokter axel tidak menyangka.
“Apa dokter itu masih membawakan obat kesini untuk angel?”
“Ya dokter. Kemarin dia kesini lagi dan membawakan obatnya.” Jawab dokter axel.
“Saran saya, jangan kamu buang obat itu. Lalu selidiki siapa sebenarnya dokter malik. Jadikan obat obat itu sebagai bukti di kepolisian nanti.” Senyum dokter baya tersebut.
“Baik dokter.”
“Selamat berusaha. Saya yakin tidak ada usaha yang menghianati hasil. Angel akan sembuh dan kamu akan bahagia.”
Dokter itu bangkit dari duduknya di tepi ranjang tempat angel di ikat kemudian menepuk pelan bahu dokter axel beberapa kali sebelum akhirnya keluar dari kamar tempat angel di kurung dan di ikat.
Dokter axel terdiam. Entah apa yang di maksud kebahagiaan oleh dokter itu.
“Boleh tolong lepaskan aku?”
Lamunan dokter axel buyar ketika mendengar suara lirih angel. Dokter axel mengarahkan pandanganya pada angel yang menatapnya dengan ekspresi memelas.
“Aku mau pipis.” Katanya.
Sebelumnya angel tidak pernah mengatakan jika ingin pipis atau buang air besar. Wanita itu benar benar seperti bayi yang tidak bisa melakukan hal hal seperti itu. Dan dokter axel dengan sangat telaten membersihkanya.
“Kamu mau ke kamar mandi?” Tanya dokter axel sambil menunjuk kamar mandi.
Angel menganggukan kepalanya dengan wajah polos menatap dokter axel. Wanita itu bersikap seperti anak kecil yang tidak tau apa apa dan baru belajar mengatakan apa yang dia tau.
“Eemm.. Kamu bisa disitu saja pipisnya. Saya akan membersihkanya nanti.” Kata dokter axel masih ragu untuk melepaskan ikatan angel.
“Nggak mau.. Aku mau ke kamar mandi saja. Nanti bau kalau disini.” Balas angel menolak.
Dokter axel terdiam dan tampak berpikir. Dokter axel takut jika tiba tiba angel memberontak kemudian melarikan diri saat dirinya lengah.
“Baiklah. Kamu saya lepaskan. Tapi saya akan tetap menginkat pinggang kamu dengan tali ini. Saya tidak akan ikut masuk ke kamar mandi. Kamu tenang saja. Saya hanya akan menunggu kamu di luar dan memegang talinya.”
__ADS_1
“Iya..” Angguk angel setuju.
Dokter axel mengangguk. Bukan bermaksud menganggap angel seperti sandera. Tapi dokter axel melakukanya untuk berjaga jaga.