Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 108


__ADS_3

The royal palace adalah tempat pertama yang di kunjungi oleh tomy dan jeny. Meskipun perjalanan mereka cukup jauh menuju tempat tersebut namun itu tidak membuat jeny merajuk. Wanita cantik itu justru terlihat sangat senang setelah berada di halaman luas depan istana belanda itu.


Tomy tersenyum menatap jeny yang tampak antusias menatap sekitarnya. Rasa khawatirnya terhadap keadaan wanita itu berlahan sirna. Jeny sudah tidak lagi seperti saat berada dalam perjalanan menuju ke istana itu.


Tomy merogoh saku jaket kulit yang di kenakanya. Diam diam tomy mengambil kamera digital dari sakunya dan mengarahkanya pada jeny. Pria itu mengambil gambar cantik wanitanya tepat di depan istana megah belanda itu.


Sadar dengan apa yang sedang di lakukan suaminya jeny pun segera berlari mendekat.


“Sayang.. Bisa nggak usah pake lari?” Tanya tomy menatap jeny khawatir.


“Aku nggak papa tomy..” Senyum wanita itu.


Jeny mengambil kamera digital yang di pegang suaminya kemudian memundurkan langkahnya.


“Gantian..” Katanya tersenyum pada tomy.


Tomy terkekeh dengan menggelengkan kepalanya. Pria itu hanya diam saja ketika jeny gantian mengambil gambarnya dengan kamera digital yang di ambil darinya.


Puas mengambil gambar suaminya, jeny kembali mendekat pada tomy. Wanita cantik itu kemudian mengedarkan pandanganya mencari seseorang yang mungkin bisa menolongnya untuk memphotokan dirinya dan tomy.


“Kenapa sayang? Kamu capek?” Tanya tomy penuh perhatian.


Jeny menolehkan kepalanya pada tomy yang berada di sampingnya kemudian menggeleng pelan.


“Enggak.” Jawabnya tersenyum.


Tomy menganggukan pelan kepalanya. Meskipun dirinya sangat bahagia sekarang namun terbesit juga rasa takut jeny kelelahan atau mungkin mengeluhkan tidak enak di bagian tubuh tertentunya.


Jeny menghentikan seorang gadis berjaket merah dan meminta tolong pada gadis tersebut untuk mengambil gambarnya dan tomy. Beruntungnya gadis itu mau menolongnya dan menerima kamera digital yang di sodorkan jeny padanya.


Mendengar aba aba dari gadis berjaket merah itu jeny langsung memeluk leher tomy dan mencium pipi tirus pria tampan itu yang langsung di ambil gambarnya dengan tepat oleh gadis berjaket merah.


Beberapa pose di ambil oleh gadis berjaket merah itu mulai dari jeny yang di gendong oleh tomy hingga pose romantis mereka saat berciuman.


Gadis berjaket merah itu tersenyum melihat pose pose romantis jeny dan tomy kemudian melangkah mendekat.


“Sorry, ik moet nu gaan. Dit is de camera.” Kata gadis itu pada jeny sambil menyerahkan kembali kamera di tanganya.


“Oh ja. Dank u.” Senyum jeny menerima kameranya kembali.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum dan menganggukan kepalanya kemudian berlalu dengan sangat terburu buru dari hadapan jeny dan tomy tanpa lagi menoleh ke belakang.


“Coba aku liat sayang..”


Jeny menoleh pada tomy. Wanita itu tersenyum kemudian memberikan kameranya pada tomy.


Tomy tersenyum menatap photo photonya dan jeny. Rasanya benar benar seperti mimpi. Jeny terlihat begitu bahagia dengan senyuman lebarnya. Wanita itu bahkan berinisiatif menciumnya lebih dulu saat di ambil gambarnya.


“Tomy...” Panggil jeny dengan nada merengek manja.


Tomy langsung mengalihkan perhatianya dari kamera di tanganya pada jeny. Dari nada rengekan manja wanita itu tomy tau jeny pasti ingin mengatakan atau meminta sesuatu.


“Ya sayang.. Kenapa?” Saut tomy dan bertanya dengan sangat lembut dan penuh perhatian.


“Aku capek..” Rengek jeny dengan wajah sendunya.


Tomy tersenyum. Di usapnya lembut kedua pipi chuby jeny dengan tangan besarnya.


“Mau pulang?” Tanya tomy pelan.


Jeny menggelengkan kepalanya. Meskipun rasa lelah mulai terasa di tubuhnya namun wanita cantik itu masih belum ingin pulang. Bahkan jeny ingin tomy mengajaknya ke tempat lain lagi.


“Aku pengin ke tempat lain..”


“Sayang.. Tapi sekarang sudah waktunya kamu istirahat siang..” Kata tomy lembut.


Jeny berdecak. Jeny bukan anak kecil yang harus rutin beristirahat di siang hari.


“Tomy aku bukan anak kecil...”


Tomy tersenyum mendengarnya. Pria tampan itu kemudian memeluk mesra tubuh jeny dari belakang. Pria itu mengecup pipi chuby jeny dari belakang singkat. Sedang tanganya mengusap lembut perut jeny, tempat dimana calon buah hatinya sedang tumbuh di kandunganya.


“Kamu memang bukan anak kecil.. Tapi kamu sedang membawa anak aku..” Bisik tomy.


Jeny terdiam. Wanita itu menunduk menatap tangan besar tomy yang terus mengusap usap perutnya. Berlahan seulas senyum terukir di bibirnya. Apa yang di katakan suaminya memang benar. Dan mungkin mulai sekarang jeny memang harus lebih membatasi aktivitasnya sehari hari agar janin dalam kandunganya dapat tumbuh dengan baik dan sehat.


“Kita pulang dulu yah.. Besok aku akan bawa kamu ke tempat yang indah..” Bisik tomy lagi.


Jeny menganggukan kepalanya setuju. Jeny tau tomy sedang mengusahakan yang terbaik untuknya.

__ADS_1


“Tapi aku lapar..” Rengek jeny mendongak menatap wajah tampan tomy yang sangat dekat denganya.


“Oke.. Kita makan dulu..” Senyum tomy.


Jeny menganggukan kepalanya setuju. Wanita cantik itu menurut saja ketika tomy menggandengnya dan membawanya kembali menuju mobil mewahnya.


“Tomy.. Aku nggak mau makan daging daging yah.. Nggak enak rasanya. Mual juga..”


“Iya sayang... Kita makan sayur aja..” Balas tomy.


“Nggak mau..” Tolak jeny menggelengkan kepalanya.


Tomy terkekeh. Jeny mulai merengek manja padanya. Itu artinya jeny mulai kembali tergantung padanya. Dan tomy sangat senang dan bahagia karena itu.


“Terus kamu mau apa sayang?” Tanya tomy sambil menghidupkan mesin mobilnya.


“Eemmm.. Aku mau yang keju keju gituh deh kayanya.. Terus yang pedes pedes... Yang asem asem juga. Rujak mungkin.”


Tomy mengeryit.


“Rujak?” Tanya tomy tanpa menoleh pada jeny yang duduk di samping kemudinya.


“Ya.. Tapi bikin sendiri aja. Nanti kita beli buahnya.”


Tomy menghela nafas. Setahunya jeny bukan tipe orang yang menyukai makanan pedas apa lagi asam. Jeny cenderung suka yang manis. Kalaupun makan pedas juga hanya sewajarnya saja.


“Oke tuan putri.. Kita cari makanan keju kejuan dulu yah.. Nanti di rumah baru bikin rujaknya.” Balas tomy menuruti kemauan istrinya.


“Makasih suamiku..” Senyum jeny senang karna tomy mau menuruti kemauanya.


“Makasih doang nih...?” Tanya tomy dengan senyuman di bibirnya melirik jeny sekilas.


Jeny mengeryit bingung.


“Terus apa lagi selain makasih..?” Tanyanya.


Tomy menunjuk pipinya dengan senyuman yang terus terukir di bibirnya. Pria tampan itu memberi kode pada jeny agar menciumnya.


Jeny yang mengerti dengan maksud suaminya tertawa. Tidak mau membuat suaminya berubah pikiran dan membatalkan menuruti kemauanya, jeny pun segera menurutinya dengan mencium gemas pipi tirus suaminya.

__ADS_1


“Udah..” Senyum jeny manis.


“Ini baru buat makanan keju kejuanya ya sayang.. Buat yang pedes pedes sama asemnya belum.”


__ADS_2