Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 79


__ADS_3

Lorenzo menatap kesal sebuket bunga yang di pegang nya. Ini adalah untuk yang kesekian kalinya bunga nya tidak sampai di tangan jeny. Dan seperti biasanya rani selalu mengatakan jeny cuty. Padahal hari sudah menjelang siang dan lorenzo sengaja datang agar jeny tidak bisa lagi mengelak tentang alasan belum datang atau tidak datang.


“Brengsek !!” Gumam kesal lorenzo melempar sebuket bunga yang di pegang nya ke sembarang arah.


“Aawh..”


Mendengar rintihan seorang wanita dari arah dirinya melempar bunga tadi lorenzo langsung menoleh. Pria bermata sipit itu terkejut ketika mendapati bunga yang di lemparnya mengenai kaki seorang wanita yang sama sekali tidak di kenalinya.


“Ya tuhan..”


Buru buru lorenzo berlari menghampiri wanita tersebut. Di lihat nya ada sedikit darah yang keluar dari betis putih bersih nya.


“Maaf maaf.. Saya tidak sengaja. Biar saya bawa masuk. Saya akan bertanggung jawab.” Kata lorenzo cepat.


Wanita tersebut hanya menurut seraya merintih kesakitan ketika lorenzo membawanya masuk ke dalam gedung rumah sakit tempat jeny bekerja.


Lorenzo mendudukan wanita yang masih terus saja merintih kesakitan itu di tempat antrian pasien yang sudah mendaftar. Sebenar nya luka di kakinya hanya sebuah goresan kecil. Tapi aneh nya wanita itu merintih seolah luka di kakinya sangat lah besar dan mengeluarkan banyak darah.


Ketika lorenzo hendak mendaftar, rani tidak sengaja melintas. Dengan cepat lorenzo menarik lengan rani dan membawanya mendekat pada wanita tadi.


“Apa apaan kamu lorenzo?!” Kesal rani menghempaskan tangan nya yang di cekal oleh lorenzo.


”Maaf dokter.. Saya hanya mau minta tolong. Tolong obati dia.” Kata lorenzo pelan dan mengarahkan pandangan nya pada wanita yang terus merintih kesakitan itu.


Rani menoleh pada wanita yang terus merintih tadi. Sebelah alisnya terangkat karna rani merasa tidak ada yang perlu di obati. Toh luka di kakinya hanya goresan kecil dan tidak akan infeksi jika di berikan obat biasa seperti betadine misalnya.


“Apa yang perlu saya obati? Itu hanya luka kecil. Anak kecil saja tidak akan menangis hanya dengan luka seperti itu.”


Mendengar apa yang di katakan oleh rani, wanita itu langsung berhenti merintih. Dengan cepat dia bangkit dan menatap sebal pada rani yang membusungkan dada menantang nya.


“Apa kamu bilang?” Tanya nya mendelik pada rani.


Lorenzo menghela nafas. Luka di kaki wanita itu memang tidak parah. Tapi lorenzo tetap saja merasa bersalah karna luka itu memang karna ulah nya yang melempar sebuket bunga nya sembarangan.

__ADS_1


“Dok please... Obati saja dia.” Katanya dengan wajah memelas.


Rani menoleh pada lorenzo. Dengan angkuh dokter itu melipat kedua tangan nya di depan dada. Kalau orang lain mungkin rani akan segera mengobatinya meskipun hanya menempelkan sebuah plaster luka. Tapi itu lorenzo. Pria yang masuk daftar sebagai pria yang paling tidak di sukainya.


“Maaf. Saya sibuk. Banyak pasien yang harus segera saya tangani.” Ucap rani.


Ketika hendak melangkah lorenzo kembali menahan rani dengan mencekal lengan nya.


“Please dok..” Katanya dengan wajah memohon menatap rani.


Rani menghela nafas. Dirinya adalah seorang dokter. Dan sudah menjadi kewajiban nya untuk mengobati siapapun yang datang padanya dan memerlukan bantuan atas luka yang di alaminya.


“Oke..” Angguk rani pasrah.


Rani membalikan tubuh nya menghadap wanita berambut kecoklatan yang masih saja mendelik menatapnya.


“Duduk.” Perintah rani.


Rani ikut mendudukan dirinya di samping wanita itu. Rani mengeluarkan sebuah plaster luka dari saku jas putih nya kemudian segera membukanya dan menempelkan nya di goresan kecil di kaki wanita berambut kecoklatan tersebut.


“Sudah.”


Lorenzo mengeryit melihat nya. Kalau hanya menempelkan plaster luka dirinya juga bisa.


“Dok..”


“Saya sibuk. Saya sudah mengobatinya oke? Banyak pasien yang harus saya tangani. Permisi.” Sela rani cepat kemudian bangkit dari duduk nya dan melangkah cepat meninggalkan lorenzo dan wanita itu.


Lorenzo menghela nafas menatap kepergian rani. Luka di kaki wanita itu memang kecil. Namun sepertinya wanita itu adalah tipe orang yang suka membesar besarkan masalah. Itu yang membuat lorenzo khawatir dan tidak mau berurusan lebih panjang dengan nya.


“Dokter apa begitu? Bisa bisanya cuma menempelkan plester di luka ku.”


Lorenzo menoleh ketika mendengar ocehan wanita itu. Di tatap nya wanita itu dari atas hingga bawah. Paras nya memang cantik. Tetapi ekspresinya membuat lorenzo sedikit ragu bahwa wanita itu adalah wanita yang lemah lembut.

__ADS_1


“Emm.. Saya minta maaf sekali lagi.” Kata lorenzo.


Wanita itu mendongak. Dengan angkuh wanita berambut kecoklatan juga ikal itu melipat kedua tanganya di bawah dada menatap lorenzo.


“Anda tau tidak apa yang anda lakukan tadi itu sangat berbahaya untuk saya?”


Lorenzo mengangkat sebelah alisnya. Hanya sebuah goresan kecil dan wanita itu mengatakan bisa membahagiaan dirinya.


“Tapi itu hanya goresan kecil. Bagian mananya yang berbahaya?” Tanya lorenzo bingung.


“Hanya goresan kecil? Anda lihat tadi? Dokter itu hanya memberikan plester luka di kaki saya. Bagaimana kalau nanti luka saya infeksi terus merambat kemana mana?”


Lorenzo berdecak. Baru kali ini lorenzo bertemu dengan wanita angkuh seperti itu.


“Baik. Baik kalau begitu. Anda bisa menghubungi saya jika memang terjadi sesuatu pada kaki anda.” Kata lorenzo mengalah.


“Ini kartu nama saya.” Lanjut lorenzo kemudian memberikan kartu namanya pada wanita tadi.


Wanita berambut coklat itu menatap kartu nama yang di sodorkan lorenzo padanya tanpa minat sedikitpun. Dengan angkuh nya wanita tersebut berlalu menuju pendaftaran pasien tanpa menoleh lagi pada lorenzo.


“Sombong sekali.” Gumam lorenzo kesal.


Dari luar reyhan berdecak. Pria tampan berjambul itu tidak pernah berpikir sebelum nya jika bisa saja rachel bertemu dengan lorenzo.


“Hh.. Bisa gawat kalau mereka saling kenal.” Gumam reyhan.


Reyhan memang sengaja ke rumah sakit tempat jeny bekerja karna perintah dari tomy. Tomy memintanya untuk memastikan bahwa lorenzo datang dengan kekecewaan yang sama seperti sebelum sebelum nya.


Reyhan segera membalikan tubuh nya ketika lorenzo melangkah keluar dari rumah sakit. Setelah itu reyhan pun masuk ke dalam rumah sakit karna penasaran dengan kedatangan rachel ke rumah sakit tersebut. Reyhan khawatir jika rachel ternyata mengetahui tempat jeny bekerja dan diam diam menemui istri atasan nya itu untuk mengatakan hal hal yang bisa memicu semakin merenggang nya hubungan tomy dan jeny.


Reyhan mengikuti langkah jeny menuju ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari ruangan jeny dan rani. Wanita itu dengan gaya elegan nya mengetuk pintu ruangan tersebut dan masuk ketika seorang dokter membukakan pintu untuk nya.


“Untuk apa mbak rachel ke sini?” Gumam reyhan penasaran.

__ADS_1


__ADS_2