Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 239


__ADS_3

Berbanding terbalik dengan kebahagiaan yang sedang di rasakan tomy dan jeny, angel justru wara wiri kesana kemari hingga akhirnya duduk di atas sofa di dalam ruangan leo. Wanita duduk berjam jam sampai menjelang malam menunggu leo yang masih berada di luar bertemu para clientnya.


Angel menghela nafas gusar. Wanita itu tidak ingin beranjak dari ruangan kerja leo sedikitpun meski beberapa kali asisten cantik leo mengingatkan untuk lebih baik angel pulang lebih dulu dan akan mengatakan pada leo bahwa angel datang mencarinya nanti. Tapi angel tetap bersikukuh. Wanita itu menolak dengan lembut dan memaksa akan tetap menunggu leo sampai kembali ke perusahaanya.


Sampai malam tiba angel terus setia menunggu leo. Angel benar benar tidak bisa lagi menahan rasa ingin taunya. Meskipun angel memang tidak ingin mengingat sendiri bagaimana masa lalunya karna angel tau hal itu akan membuatnya tidak bisa lupa.


Pintu ruangan leo terbuka membuat angel menoleh cepat. Wanita itu menghela nafas dengan wajah sendu ketika lagi lagi yang masuk adalah asisten cantik leo.


“Bu sudah waktunya makan malam.. Ini saya sudah belikan makan malam untuk ibu.. Di makan ya bu..” Senyum asisten leo pada angel.


Angel hanya diam menatap makanan yang di letakan oleh asisten leo di meja depanya. Wanita itu kemudian mendongak menatap wanita berbaju sexy di depanya.


“Kamu kenal aku?” Tanya angel penasaran.


Asisten leo tampak mengeryit bingung. Sesaat asiaten leo tampak berpikir namun akhirnya menganggukan kepalanya begitu mengingat bahwa angel memang sedang kehilangan ingatanya.


“Tentu saja saya kenal sama bu angel. Ibu kan mantan istri pak leo..” Senyum wanita cantik berbaju sexy itu.


Angel langsung bengkam. Tidak hanya dokter axel dan kedua orang tuanya saja yang mengatakan dirinya adalah mantan istri leo tapi juga wanita cantik yang berada di depanya saat ini.


“Oke. Terimakasih untuk makananya.” Kata angel kemudian.


Asisten leo menganggukan kepala dengan senyuman yang terus terukir di bibirnya. Wanita itu kemudian melangkah menuju pintu dan keluar dari ruangan leo meninggalkan angel sendiri.


Angel berdecak pelan. Sejujurnya dirinya sudah capek menunggu. Tapi demi mendapatkan jawaban atas apa yang sudah di lakukanya angel mencoba untuk bertahan dan bersabar menunggu sampai leo kembali.


DRRTT DDRRTT


Angel meraih ponsel baru miliknya. Wanita itu menatap sendu nama sang papah yang tertera di layar menyala ponselnya. Sedari tadi pria tua itu memang terus menelephone nya namun angel tidak mengangkatnya. Angel tau papahnya pasti akan menyuruhnya untuk segera pulang.

__ADS_1


Angel memasukan kembali benda pipih itu ke dalam tas kecilnya. Entah kenapa tiba tiba angel merasa sedih karna dokter axel sama sekali tidak menghubunginya setelah mengirimkan alamat leo padanya.


“Apa dia marah sama aku?” Gumam angel bingung.


Angel kemudian menggelengkan kepalanya. Dokter axel bukan marah padanya. Tapi memang dokter tampan itu sudah tidak ingin lagi berhubungan apapun denganya.


“Sadar angel.. Sadar. Dokter axel membenci kamu..” Gumam angel mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri yang selalu saja berharap pada dokter tampan itu.


Angel memejamkan kedua matanya. Ingatan tentang kebersamaanya dengan dokter axel tidak bisa angel lupakan. Bahkan semakin angel berusaha merelakan bayangan itu semakin menghantuinya seolah tidak mengizinkan angel untuk melupakan kebersamaanya dengan dokter tampan itu.


“Angel..”


Angel langsung menoleh cepat ketika mendengar suara berat leo. Wanita itu bangkit dari duduknya di sofa dan menatap leo yang terlihat kebingungan karna kehadiranya.


Mengerti dengan kebingungan leo angelpun mencoba mencari alasan.


“Pak leo aku sudah meminta untuk asisten kamu menghubungi kamu.. Tapi katanya nomer kamu tidak bisa di hubungi.”


“Maaf.. Aku memang mematikan handphone selama metting bersama client.” Senyumnya berkata dengan sangat pelan.


Angel menghela nafas. Entah kenapa rasa tidak nyaman itu selalu timbul jika dirinya berada dekat dengan pria berambut coklat itu.


“Duduk..” Senyum leo mempersilahkan untuk angel duduk kembali.


Angel menganggukan kepalanya. Wanita cantik itu kemudian kembali mendudukan dirinya di ikuti leo yang menempatkan dirinya tepat di samping wanita cantik itu.


Angel tidak langsung mengutarakan keniatanya datang ke perusahaan leo. Wanita itu berusaha untuk menenangkan dirinya dulu dan membuatnya merasa nyaman berada di samping pria itu.


Sedang leo, pria itu dengan sabar menunggu angel mengutaran apa yang ingin di katakanya. Leo tau angel tidak cuma cuma datang ke perusahaanya mengingat angel selalu terlihat tidak nyaman jika bersamanya.

__ADS_1


“Ah begini saja.. Aku akan pindah duduk ke sofa seberang jika kamu merasa tidak nyaman.” Kata leo.


Angel langsung menggelengkan kepalanya. Wanita itu menatap leo dalam diam tanpa berkata apapun.


Leo menghela nafas. Dari dulu angel memang wanita yang sangat sulit untuk di tebak. Itu sebabnya kenapa leo merasa sangat penasaran hingga akhirnya berhasil menaklukan angel dan merebutnya dari dokter axel.


“Pak leo kedatangan aku kesini bukan tanpa alasan..”


Leo menganggukan kepalanya. Senyuman terus terukir di bibirnya menatap penuh perhatian pada angel yang sesekali menundukan kepalanya seperti orang kebingungan.


“Aku sudah tau semua cerita dari sisi dokter axel.. Dan dokter axel bilang kita pernah menikah.. Aku juga melihat surat perceraian kita belum lama di rumah kedua orang tuaku..”


Jeda sejenak. Angel menghela nafas dan menundukan kepalanya kemudian menoleh menatap leo yang masih setia mendengarkan.


“Tapi bukan itu yang ingin aku tanyakan pak leo..”


“Lalu?” Tanya leo yang penasaran juga bingung.


“Boleh aku tau kenapa aku dulu tidak pernah mau menjenguk fani di rumah sakit?”


Leo menelan ludahnya mendengar pertanyaan angel. Pria tampan itu tidak tau harus bagaimana menjelaskan maksudnya melarang angel menemui fani.


“Bukankah kita cukup lama hidup bersama pak leo? Pak leo pasti tau alasanku tidak mau menjenguk putriku sendiri..”


Leo semakin di buat bingung. Jika dirinya berbohong angel pasti akan marah. Tapi jika dirinya jujur angel mungkin akan lebih marah padanya.


“Angel..”


Leo menjeda ucapanya. Pria itu masih bingung untuk berbohong atau jujur mengatakan yang sebenarnya pada angel.

__ADS_1


“Dulu aku merebut kamu dari axel.. Itu juga yang membuat axel akhirnya menyekap dan menodai kamu hingga lahirlah fani.. Tapi karna aku mencintai kamu aku tidak perduli dengan apapun itu. Aku tetap menikahi kamu.. Tapi aku tidak mau menerima anak yang kamu kandung.. Axel akhirnya bersedia mengurus kamu saat kamu hamil bahkan sampai melahirkan. Tapi setelah bayi itu lahir kamu memilih kembali bersamaku.. Aku sangat senang dengan hal itu angel. Dan tentang kamu yang tidak pernah mau bertemu dengan fani. Itu karna aku yang melarangnya.”


__ADS_2