Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 187


__ADS_3

“Ini apa?” Tanya jeny ketika memasuki mobil dan mendapati kotak berwarna pink pemberian leo.


“Itu dari pak leo.” Jawab tomy.


Jeny mengeryit. Wanita cantik itu membuka kotak pink yang di raihnya. Senyumnya mengembang ketika mendapati 3 pasang sepatu berbeda warna yang sangat lucu menurutnya.


“Ya tuhan.. Lucu banget..” Gemas jeny meraih sepasang sepatu berwarna coklat muda tersebut.


Tomy yang mendengarnya hanya menghela nafas saja. Bukan tidak senang, tapi bingung. Tomy sangat berterimakasih dengan pemberian itu. Tapi posisinya saat ini dirinya dan jeny sedang berada dalam incaran seseorang yang sampai sekarang belum tau siapa.


“Ini beneran lucu, lucu banget by. Warnanya netral lagi. Aku suka..”


Tomy ikut tersenyum. Sepatu itu memang bagus dan lucu. Tapi sekarang hatinya belum benar benar tenang sebelum reyhan memberikan hasil penyelidikanya tentang leo.


“Nanti aku belikan yang lebih bagus dari itu.. Lebih banyak.” Kata tomy.


Jeny melirik sebal pada suaminya. Namun senyumnya kembali mengembang ketika menatap pada 3 pasang sepatu dalam kotak pink yang ada di pangkuanya.


“Kamu mau makan apa sayang?” Tanya tomy pada jeny.


Jeny tidak langsung menjawab. Wanita cantik dengan perut buncitnya itu menutup lebih dulu kotak pink yang di pangkuanya kemudian memberikanya pada sisi yang duduk di kursi belakang.


“Eem.. Apa aja deh..” Jawab jeny tersenyum.


Tomy mengangguk. Pria tampan berjas navi itu kemudian membelokan mobilnya menuju restourant terdekat. Waktu makan siang sudah tiba. Dan tomy tidak mau istrinya telat makan siang jika harus menunggu sampai rumah.


Tomy menghentikan mobilnya di sebuah restouran yang cukup ramai pengunjung saat itu. Ketika sedang menunggu pesanan tiba tiba muncul sarah dan elo yang datang menghampirinya dengan elo yang semangat berlari ke arahnya dan jeny.


“Bu itu elo..” Bisik sisi pada jeny.


Jeny menoleh. Senyumnya mengembang mendapati elo dan sarah yang sedang melangkah menghampirinya. Jeny berdiri dan menyambut sarah dengan hangat.


“Maaf yah kalau aku ganggu. Tadi aku udah mau pulang. Tapi elo lihat kalian masuk malah langsung lari kesini.” Kata sarah menatap jeny dan tomy merasa tidak enak.

__ADS_1


“Nggak papa kok kak.” Jawab jeny.


“Duduk kak..” Tawar jeny kemudian.


“Ah nggak jen. Nggak usah. Aku buru buru. Udah di tungguin pak supir soalnya.”


“Elo nggak mau pulang.. Elo mau sama mbak sisi..” Rengek elo menatap melas pada sarah.


Jeny, tomy, juga sarah tersenyum melihat elo yang begitu lengket pada sisi. Anak kecil itu bahkan terus memeluk pinggang sisi dari samping dengan erat. Sedangkan sisi yang di peluk merasa tidak enak pada sarah.


“Maaf bu...” Katanya meringis menatap sarah yang masih berdiri dengan jeny.


“Nggak papa mbak.. Elo kita pulang yah.. Mamah masih harus kerja loh. Elo udah di tungguin sama oma sama opa di rumah..”


“Nggak mau.. Mau sama mbak sisi..” Tolak anak kecil itu terus memeluk pinggang sisi.


Jeny yang melihatnya tidak tega. Elo seperti akan menangis. Tapi jeny juga tidak bisa mengajak elo ke rumahnya. Itu akan sangat merepotkan sisi. Sedang dirinya harus langsung istirahat setelah sampai rumah.


“Eemm.. Elo pulang sama mamah yah.. Kasian opa sama omanya udah nunggu. Nanti kapan kapan elo bisa main sama mbak sisi. Kalau sekarang mbak sisinya juga masih harus kerja.” Kata tomy berusaha memberikan elo pengertian.


“Pulang sama mamah ya elo. Kapan kapan kita mainya..” Senyum sisi manis.


Elo menganggukan kepalanya. Anak kecil itu kemudian meraih tangan sarah.


“Ya udah tomy, jeny, mbak sisi aku duluan yah..” Senyum sarah setelah elo mau pulang bersamanya.


“Ya kak. Hati hati.” Jawab jeny.


Jeny tersenyum menatap punggung sarah yang menjauh. Rasa kasihan selalu merayapi hatinya jika melihat senyum sarah. Wanita itu cantik dan elegan juga pintar. Namun sayang, lorenzo tidak memperlakukanya dengan baik. Lorenzo membalas ketulusanya dengan penghianatan.


“Sayang..” Panggil tomy.


Jeny menoleh menatap suaminya. Jeny kembali mendudukan dirinya di depan tomy dan di samping sisi yang hanya diam dan sesekali memainkan ponsel di tanganya.

__ADS_1


“Mulai sekarang tolong kamu lebih hati hati dengan siapapun.”


Jeny mengangkat sebelah alisnya. Jeny tidak tau apa yang di maksud oleh suaminya.


“Maksud kamu?” Tanya jeny bingung.


Tomy menghela nafas. Bukan maksudnya mengekang jeny dalam beraktivitas dan bergaul dengan teman temanya termasuk sarah. Tapi selama pelaku yang membuat dirinya mengalami kecelakaan belum tertangkap tomy tidak bisa tenang. Tomy yakin orang itu masih mengincarnya juga jeny. Orang itu sedang menunggu tomy lengah untuk kemudian bertindak dan membahayakan semua orang yang ada di dekatnya.


“Kurangi komunikasi kamu dengan sarah ataupun yang lainya.” Jawab tomy.


“Apa? Tapi kenapa? Mereka teman aku. Kamu juga kenal baikan dengan kak sarah by..”


Tomy diam. Tomy tau sarah orang yang baik. Tapi tomy tidak bisa menjamin jeny akan aman jika terus di biarkan dengan bebas berkomunikasi dengan orang luar.


“By kamu jangan gini dong... Emangnya belum cukup apa ada 4 orang body guard yang mengawal aku. Dan sekarang kamu larang aku buat bergaul dengan orang luar.”


Tomy tidak bisa menjawab. Apa yang di lakukanya semata mata demi keselamatan istrinya.


“By...” Panggil jeny meraih tangan besar tomy yang berada di atas meja.


Tomy langsung menarik tanganya. Jeny marah atau ngambek padanya itu tidak masalah sekarang. Yang terpenting adalah keselamatan wanita itu.


“Kamu turuti saja apa yang aku bilang. Jeny.” Kata tomy dengan wajah datar.


Jeny terdiam. Dadanya terasa sesak melihat tatapan datar tomy juga ucapanya yang menjurus ke arah paksaan. Jeny tidak suka kekangan. Dan jeny juga tidak suka aktivitasnya di batasi. Karna jeny tau pergaulanya tidak salah dan tidak melenceng.


“By kamu...”


“Tolong dengarkan dan turuti apa yang aku katakan.” Tegas tomy menyela.


Jeny melengos. Tomy keterlaluan kali ini. Meskipun pria itu tidak membentaknya namun tatapan datar juga ucapan tegasnya berhasil membuat hati jeny terasa berdenyut ngilu.


Tidak lama pesanan mereka sampai. Tidak ada obrolan apapun selama makan siang berlangsung. Tomy yang diam dengan wajah datarnya dan jeny yang diam karena merasa terkekang oleh aturan suaminya. Sedang sisi, gadis belia itu sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya. Kediaman tomy dan jeny membuat gadis itu tidak tau harus bagaimana.

__ADS_1


“Setelah ini kamu langsung istirahat yah.. Aku masih ada kerjaan di kantor.” Kata tomy.


Jeny tidak menjawab. Wanita cantik berperut buncit itu bahkan melengos membuang muka enggan menjawab apa yang di katakan oleh suaminya.


__ADS_2