Cintai Aku

Cintai Aku
Tiga tahun


__ADS_3

"M-mamah... hiks "seorang berteriak dari belakang membuat kayla menjadi panik , bahkan piring plastik yang ia pegang ia jatuhkan .Dia berlari ke sumber suara itu.


"Hei kenapa sayang"Kayla memeluk putra nya secepatnya,ia sangat panik saat mendapati putra sematang wayang nya menangis.


"H-hik..A-aku ..i-ngin papa"ucap nya terbata-bata dengan air mata mengalir.


Kayla melihat wajah anak nya dan menarik nafas dalam-dalam, ini sudah satun lebih anaknya seperti ini.Selalu bertanya papah nya ada dimana .


Awalnya dia tidak pernah bertanya seperti ini ,tapi semenjak ia di kenalkan kedunia luar anak nya selalu memperhatikan sekeliling nya . Ketika ia bertemu dengan anak seusianya yang di gendong oleh ayahnya , dengan penasaran anak nya bertanya padanya.


Flashback


"Mama kita aua mana"dengan suara cadel dan ceria Raka memeluk Kayla di gendongan nya.


"Kita mau ketaman sayang ,bukanya anak mamah yang paling ganteng ini pingin jalan-jalan "ucap Kayla dengan senyum yang lebar.


"Mama ayak oyang"Raka sangat ceria saat melihat banyak yang seusia nya bermain di sana .


"Iya dong kan ini taman anak-anak sayang"Raka meminta untuk turun di gendongnya ,ia berlarian kesana kemari.


Usia Raka terbilang masih 2 tahun tapi dia sudah pintar berbicara ,dan IQ nya cukup pintar sekali bahkan ia sudah apal penjumlahan dan abjad.


Kayla sangat bersyukur sekali walaupun kini ia hidup cuman berdua dengan anaknya tapi ia sangat bahagia . Tidak ada lagi penderitaan yang ia alami .Dan untuk memperpanjang hidupnya ia membuka toko bunga dengan uang tabungan nya ,dan ia juga membeli rumah yang tidak terlalu besar namun sederhana.


Ia tinggal di daerah bandung , bukan kota melainkan daerah nya .


"A-duh "Kayla terperangah saat anak nya tiba-tiba terjatuh .


"Astaga Raka "baru juga Kayla hendak berlari dan menghampiri anak nya , namun matanya sedikit lega karena ada seorang pria yang menolong anaknya .


"Hei anak kecil kamu gapapa"pria itu membangun kan Raka ,lalu melihat kaki raka yang berdarah.


"Hiks ..sakit "Raka menangis sekarang.


"jep...jep sini mana om obatain lukanya "pria itu menaruh Raka untuk duduk di pahanya lalu ia meniup -niup luka di kaki raka , setelah itu ia mengambil sesuatu di saku baju nya dan menempelkan nya ke kaki raka yang berdarah.


"A-gan angis lagi ya "ucap anak gadis kecil tiba-tiba.

__ADS_1


Raka sekarang menahan tangisnya lalu ia mengangguk-angguk dengan lucunya saat mendengar penuturan gadis itu.


"Maaf dan terima kasih"ucap Kayla tiba-tiba sudah datang di depan mereka.


"Anda ibunya "tanya pria itu .


"Iya saya ibu ya ,sini sayang"ucap Kayla ramah dengan mengambil Raka lalu mengendong nya.


Pria itu tersenyum lalu berdiri ,ia mengusap puncak rambut milik Raka "Hei Boy nanti harus hati-hati ya "ucap nya tersenyum.


"Raina ayo kita pulang "ucap pria itu sambil memegang tangan anak nya.


"hmmm"


"Kalau gitu saya pamit dulu ya "


"Anu terima kasih sekali lagi "Kayla sedikit membukukan badan nya .


"Bukan masalah besar ,saya pergi dulu ya "setelah mengatakan itu pria itu kembali mencubit hidung melik Raka pelan sebelum ia melangkah pergi.


"Iya hati-hati"ucap Kayla.


"Mama napa aka tidak punya seperti itu?kenapa adis itu datang dengan pria bukan dengan ibu?"tanya Raka dengan wajah polosnya.


Kayla bener-bener ingin ketawa saat melihat wajah anaknya yang mengemaskan ,ia mencubit pipi tembem anak pelan "Sayang mungkin dia itu papa nya "ucap Kayla tersenyum dan ia belum sadar kalau ucapannya bisa membuat anak nya tambah penasaran.


"Papa?apa itu papa?"dengan kepala di miring kan Raka sekarang tambah penasaran.


Deg


Benar saja apa yang ia takutkan dan ia hindari sekarang dengan tak sengaja membuat anaknya bertanya seperti itu, bahkan yang tadinya tersenyum kini Kayla membungkam,dia lupa kalau anaknya yang kini selalu ingin tahu ,dan akan terus bertanya kalau tidak di jawab .


"mamah"Kayla menarik nafas panjang .


"papah ya "kayla memejamkan matanya pertanyaan ini sangat berat untuk di jawab"papah itu hmmm... adalah pria yang akan mencari nafkah untuk keluarganya"ucap Kayla dengan mengelus rambut anak nya ,dan ia juga berharap anaknya tak lagi bertanya dan penasaran dengan hal itu.


"Napa arka tidak punya,Napa ? Mama arka tidak punya seperti itu "ucap anaknya dengan menundukkan kepalanya .

__ADS_1


"Eh...Raka punya kok "Kayla sangat terkejut dan juga panik ,ini lah yang ia takutkan kalau anak nya akan penasaran akan hal seperti ini.


"Narkah di ana? dengan nada cadel Raka sangat bersemangat ketika mendengar penuturan ibunya kalau dia juga punya seorang papa.


"Disini"Kayla menunjukkan ke dada anak nya.


"Diinih "Raka memegang dadanya,dan menatap ibunya "kenapa disini,napa tidak seperti adia itu "raka sudah menahan tangisnya .


"Eh ..."kayla sangat panik sekali saat ini , karena melihat anaknya yang sebentar lagi akan menangis .


"Usss .... dengerin Mama Raka sayang ,kenapa mama mengatakan itu karena setiap doa dan sayang papa sudah di berikan disini , walaupun Raka tidak bertemu langsung tapi papa Raka akan selalu ada di hati ,Raka tidak perlu cemas disini masih ada mamah yang akan menemani Raka di setiap harinya"


Raka hanya memeluknya Kayla erat , saat mendengar penjelasan dari ibunya .


Kayla bernafas lega karena anak nya tidak lagi bertanya hanya mengeratkan pelukannya ,ia paham mungkin suatu hari nanti anaknya akan bertanya dimana ayah nya .Dia juga tidak mungkin mengatakan kalau ayah sudah meninggal .


Dan dia harus lebih ekstra lagi dalam menjaga anaknya .


flashback off


Semenjak kejadian itu anaknya selalu bertanya lagi dan lagi dimana ayah nya , apalagi ketika ia bermain dengan anak tetangga .Dan melihat teman nya memiliki sosok seorang ayah .


Dan saat pulang dia akan menangis dan menayangkan lagi dimana ayah nya .


Jika mau jujur Kayla sangat sedih ketika anaknya bertanya hal itu .Tapi dia paham karena kemungkinan besar anaknya hanya ingin merasakan sosok ayah seperti yang lainnya.


"Sayang anak mamah coba kamu pegang dada kamu ,kamu rasakan disana , karena papa kamu selalu ada di hati kamu"Kayla mencoba menangkan putra nya .


Sesuai dengan ucapan ibunya Raka memegang dadanya , yang tadi tangisnya tak henti sekarang mulai reda.


"hati arka berdetak encang mama"Raka menatap ibunya dengan mata yang memerah , akibat tangisnya.


"Ya itu tandanya papa kamu juga merindukan kamu ! kamu tidak perlu khawatir karena papa kamu selalu ada di hati kamu ,jadi kamu tidak boleh menangis ya "Kayla menghapus jejak air mata putra dan menatap sayang ke arah nya.


Bukanya berhenti Raka malah kembali menangis dia memeluk ibunya sangat erat.


"Waaa...t-tapi a-rka in-gin di pe-luk , se-perti Bagas yang di peluk oleh ayahnya tadi "ucapnya dengan tangis yang semakin kencang.

__ADS_1


Kayla hanya pasrah ,dia membalas pelukan putra nya ,dia juga tidak tau harus gimana lagi untuk menenangkan anaknya . Karena kalau sudah seperti ini putra nya akan terus menangis sampai ia lelah baru ia bisa berhenti menangis.


__ADS_2