
Jeny duduk di taman belakang rumah dengan angel yang menemaninya. Tidak ada percakapan apapun yang keluar dari bibir kedua wanita cantik itu. Angel dengan lamunanya sendiri tentang dokter axel. Dan jeny dengan ke khawatiranya terhadap tomy.
Angel menghela nafas. Perasaanya sangat tidak karuan sekarang. Angel sangat merasa nyaman bersama dokter axel padahal pria itu sudah mengatakan bahwa mereka berdua hanya orang asing. Dan angel percaya itu. Namun hatinya berkata lain meskipun memang angel percaya pada dokter axel.
Angel melirik jeny yang duduk di sampingnya. Wanita itu mengeryit melihat jeny yang tampak sangat resah juga gelisah.
“Kamu kenapa?” Tanya angel menatap jeny bingung.
Jeny menolehkan kepalanya pada angel kemudian memejamkan kedua matanya sesaat. Rasa khawatir semakin besar dan menguasai hatinya saat ini. Tapi melihat raut wajah angel, wanita itu sama sekali tidak terlihat khawatir. Wajahnya cenderung terlihat seperti orang bingung.
“Mbak, suami aku lagi nangkep pelaku yang membuatnya kecelakaan. Aku khawatir dia kenapa napa.” Lirih jeny menatap angel.
Angel tersenyum. Wanita cantik itu kemudian meraih tangan jeny dan menggenggamnya.
“Aku nggak tau benar atau salah. Tapi dari talk show yang aku tonton di tv katanya do'a tulus dari istri itu mempermudah segala urusan suaminya.”
Jeny terdiam. Mamahnya juga pernah mengatakan hal seperti itu saat menasehatinya. Dan sekarang angel yang mengingatkanya meskipun dengan kata yang lebih sederhana.
“Aku nggak tau jeny itu benar atau salah. Tapi kata dokter axel itu kata kata yang sangat bagus. Kamu kan seorang istri, seorang calon ibu juga. Kamu harus banyak berdo'a yang baik baik supaya yang terjadi juga baik..” Lanjut angel terus tersenyum menatap jeny.
Berlahan seulas senyum terukir di bibir jeny. Do'anya akan mempermudah langkah suaminya saat ini. Dan do'anya pula akan menambah kekuatan suaminya saat menghadapi lorenzo.
“Mbak bener...” Senyum jeny balas menggenggam tangan angel.
Angel menganggukan kepalanya. Jika boleh jujur angel sebenarnya sangat ingin seperti jeny. Di manja dan di perhatikan serta di lindungi dengan penuh cinta dan kasih sayang. Namun pada kenyataanya angel tidak bisa mendapatkan itu. Dokter axel melindunginya karna angel adalah pasienya.
“Eemm.. Jeny apa kamu kenal aku lama?” Tanya angel.
__ADS_1
Senyum di bibir jeny langsung pudar. Jeny takut salah bicara jika angel sudah mulai bertanya tentang masa lalu sebelum ingatanya hilang.
“Memangnya kenapa mbak?” Tanya jeny memberanikan diri bertanya.
“Dokter axel bilang aku pernah menikah dan hidup bahagia bersama pak leo. Tapi setiap ada pak leo aku selalu merasa tidak nyaman. Sama sekali tidak merasakan apapun.”
Jeny menelan ludahnya. Meskipun tomy pernah menceritakan apa yang dokter axel katakan padanya namun jeny tidak berani bicara apapun saat ini. Angel mungkin memang terlihat baik baik saja. Tapi ingatanya masih belum pulih. Itu artinya syaraf syarafnya juga belum sepenuhnya membaik.
“Aku nggak bisa tidur akhir akhir ini jen. Kepalaku juga sering sakit jika memikirkan itu.” Sambung angel lagi.
Jeny tidak tau harus berkata apa sekarang. Jeny takut salah bicara dan akan di salahkan nantinya.
“Mbak.. Maaf aku memang kenal mbak sebelum mbak lupa ingatan. Tapi tentang kehidupan mbak aku tidak tau begitu dalam. Aku hanya tau mbak orang yang baik.” Senyum jeny.
Angel tertawa pelan. Dokter axel juga mengatakan angel orang baik. Tapi angel justru merasa ragu jika dulu dirinya orang baik. Angel merasa lupa ingatanya mungkin adalah hukuman dari tuhan atas perbuatanya di masa lalu.
“Emm.. Aku pernah bertemu dengan kedua orang tua mbak beberapa kali.” Senyum jeny menjawab.
Angel tersenyum hambar. Dokter axel sudah berjanji akan membawa angel menemui orang tua angel setelah masalahnya selesai. Tapi angel ragu. Angel takut kedua orang tuanya ternyata adalah orang jahat karna mereka sama sekali tidak pernah menjenguk angel sekalipun.
“Apa mereka baik?” Tanya angel dengan kedua mata berkaca kaca.
Angel merasa terbuang dan tidak di akui oleh keluarganya jika memang mereka masih ada. Angel bahkan pernah berpikir mungkin dokter axel adalah suaminya. Namun sayang pikiran indah itu juga yang menjatuhkan angel karna kenyataan bahwa dokter axel bukanlah siapa siapanya.
“Tentu saja mbak. Yang aku tau mereka sangat menyayangi mbak. Meskipun mereka memang sudah sangat sepuh. Tapi mereka sangat perduli sama mbak sama fani juga.” Senyum jeny yang tanpa sadar menyebut nama fani.
“Fani? Siapa fani?” Tanya angel menatap jeny penasaran.
__ADS_1
Seketika jeny terpaku. Jeny merasa bodoh karna tidak bisa menahan ucapanya. Dan sekarang jeny bingung tidak tau harus bagaimana menjelaskan tentang fani pada angel.
“Jeny, fani itu siapa? Keluargaku juga?” Tanya angel.
Kedua mata jeny memanas. Entah hukuman apa yang sedang tuhan berikan pada angel sehingga bisa sampai melupakan semuanya. Dari orang tua bahkan sampai anaknya sendiri angel melupakanya.
“Mbak maaf.. Saya merasa tidak berhak untuk menjawab. Mbak bisa tanyakan itu pada dokter axel nanti setelah dia kembali.” Jawab jeny dengan suara bergetar dan air mata menetes membasahi pipi chuby nya.
Melihat jeny menangis angel mendadak di hantui rasa ketakutan. Angel tidak bisa membayangkan bagaimana jika sampai tomy tau dirinya membuat jeny menangis. Angel melihat sendiri bagaimana pria itu sangat menjaga dan memanjakan jeny. Dan bukan tidak mungkin tomy akan murka dan marah pada angel jika sampai tau jeny menangis karenanya.
“Oke oke.. Aku nggak tanya tanya lagi. Tapi tolong kamu jangan menangis. Suami kamu pasti akan sangat marah jika tau kamu menangis karna aku.” Kata angel cepat cepat.
Jeny mengusap pipinya yang basah kemudian tertawa pelan. Jeny tidak pernah menyangka jika angel mempunyai sisi lugu juga polos seperti sekarang ini.
“Jangan menangis oke. Berdo'a saja yang baik baik untuk suami kamu. Pamali ibu hamil menangis. Nanti dede bayinya ikut nangis di dalam.”
Jeny kembali tertawa pelan mendengarnya. Angel seperti sedang sangat khawatir tomy akan marah padanya.
“Begitu. Senyum dan tertawa biar cantiknya nambah.”
Tawa jeny sedikit mengeras. Angel sedang berusaha membujuk dan menghiburnya agar tidak lagi menangis.
Jeny menghela nafas kemudian memejamkan kedua matanya. Jeny memohon pada sang pencipta agar memudahkan segala urusan suaminya. Jeny juga memohon agar sang pencipta selalu melindungi suaminya. Dan jeny memohon agar semua masalahnya segera terpecahkan agar kebaikan dan rasa aman kembali membuatnya dan tomy merasa tenang.
Jeny membuka kembali kedua matanya. Jeny tersenyum menatap angel yang juga sedang tersenyum menatapnya.
Jeny berharap ingatan angel bisa segera pulih sehingga bisa kembali seperti sedia kala. Meskipun memang keadaanya pasti akan berbeda.
__ADS_1