Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 73


__ADS_3

Jeny berlari dari balkon kamar ketika mendengar dan melihat mobil mewah tomy mulai masuk dalam pekarangan luas rumah mewah nya. Jeny sangat tidak sabar ingin bertanya apa maksud pria tampan itu mengurungnya di rumah seharian.


Tin tiiinn


Tomy mengeryit ketika mendengar suara klakson mobil di depan gerbang yang hendak di tutup oleh pak satpam. Pria tampan yang masih terlihat rapi dengan setelan jas nya itu menatap bingung mobil sport berwarna merah yang masuk ke area rumah nya. Namun yang sebenar nya membuat tomy lebih bingung adalah pak satpam yang malah membuka lebar pintu gerbang nya seakan mempersilahkan si pengendara mobil sport tersebut masuk.


Tomy masih berdiri di samping mobil nya menatap mobil sport berwarna merah itu penasaran. Namun ketika si pemilik mobil turun tomy langsung tertegun.


“Tomy....!!” Pekik rachel senang.


Ya, pemilik mobil sport merah itu tidak lain adalah rachel. Teman dekat tomy saat di amsterdam.


Rachel berlari dan langsung memeluk tomy yang terdiam karna kedatangan tiba tiba nya. Wajah cantik nya begitu antusias merasa sangat senang karna berhasil menemui pria yang sangat di dambakan nya.


“Aku tuh cariin kamu dari sebulan yang lalu tau.. Aku terus datang ke perusahaan kamu tapi kata reyhan kamu di luar kota...”


Rachel mendongakan kepalanya tanpa melepaskan kedua tanganya yang melingkar di leher tomy menatap sendu wajah tampan tomy yang masih saja diam.


Sementara itu jeny yang berlari dari dalam rumah langsung berhenti di ambang pintu utama rumah nya. Jeny terdiam di tempat nya melihat tomy di peluk oleh wanita lain tepat di depan matanya.


“Tolong jangan seperti ini rachel.. Nggak enak kalau sampai istri aku melihat nya.” Kata tomy datar.


Tomy melepaskan pelan tangan rachel yang mengalung di leher nya. Pria tampan itu kemudian sedikit memundurkan langkah nya memberi jarak agar rachel tidak terlalu dekat dengan nya.


“Memang nya kenapa kalau istri kamu lihat? Kan kita teman dekat. Wajarkan kalau aku peluk kamu?”


Tomy menghela nafas. Rachel memang sangat manja padanya. Padahal tomy selalu mengabaikan nya dan menganggap nya teman biasa namun wanita itu tetap saja bersikap seolah tomy selalu melayani kemanjaan nya.


“Tomy...” Panggil jeny.


Pandangan tomy langsung ter arah ke pintu utama rumah nya. Pria tampan itu tersenyum mendapati jeny yang berdiri di ambang pintu menatap nya.


“Sayang..” Gumam tomy kemudian melangkah menghampiri istrinya.


Sementara rachel berdecak. Dengan ekspresi jengah rachel melipat kedua tanganya di bawah dada.

__ADS_1


“Tomy dia siap..”


Cup


kecupan singkat tomy di bibir jeny membuat jeny langsung terdiam dengan kedua mata membulat sempurna.


“Nanti aku jelasin. Untuk kali ini saja. Tolong kamu bantuin aku sayang..” Bisik tomy sambil memeluk tubuh ramping jeny.


“Apa maksud nya?” Lirih jeny dengan tatapan terarah pada rachel yang masih berdiri di samping mobil mewah suaminya.


Tomy melepaskan pelukan nya. Pria tampan itu melirik sekilas pada rachel kemudian tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


“Maaf ya sayang aku sedikit terlambat pulang nya. Bagaimana baby kita?”


Jeny melongo mendengar pertanyaan tomy. Pria tampan itu juga mengusap usap lembut perut ratanya.


“Tomy kamu..”


Tomy langsung mengedipkan sebelah matanya memberi kode pada istrinya agar mau bersandiwara di depan rachel.


“Pasti kangen banget yah sama papah..” Senyum tomy langsung berlutut dan menciumi perut ramping jeny.


Rachel menghela nafas. Wanita itu menurunkan tanganya kemudian mendekat dan berdiri tepat di samping jeny.


“Jadi kamu istrinya tomy?” Tanya rachel langsung pada jeny.


Tomy mendongak menatap rachel kemudian bangkit dari berlutut nya. Tomy menatap jeny yang hanya diam dengan senyuman lembut nya. Sekali lagi tomy mengecup bibir jeny berniat memanas manasi rachel agar tidak lagi mengejar nya.


“Ya. Namanya jeny. Dan dia sedang mengandung anak aku.” Kata tomy menjawab pertanyaan rachel pada jeny.


Rachel mengangkat sebelah alisnya menatap tomy kemudian beralih kembali menatap jeny yang tetap bungkam.


“Dia sedang hamil?” Tanya nya seolah tidak percaya.


Jeny menelan ludah nya menatap wanita cantik berambut kecoklatan di samping nya. Jeny tidak merasa sedang hamil namun tomy berkata pada wanita di samping nya bahwa dirinya sedang hamil.

__ADS_1


“Kok perut nya nggak buncit?” Tanya rachel kemudian sambil melirik perut rata jeny.


“Eemmm.. Usia kandungan nya baru dua minggu. Jadi wajar kalau perut istriku masih belum terlihat.” Jawab tomy lagi.


Tin tiinn..


Suara klakson mobil membuat perhatian tomy, jeny, juga rachel teralihkan. Mereka bertiga menatap ke arah gerbang dimana mobil reyhan berhenti.


Reyhan turun dari mobil nya kemudian segera masuk saat pak satpam membukakan pintu untuk nya. Pria berambut jambul itu bahkan tidak memperdulikan mobil nya yang terparkir di depan gerbang.


“Kamu..” Kesal rachel ketika melihat reyhan mendekat.


Reyhan memejamkan sesaat kedua matanya. Kali ini dirinya gagal mencegah rachel menemui tomy. Rachel bahkan bisa mengikuti tomy sampai ke rumah nya.


“Kamu kenapa bohong sama saya? Kamu bilang tomy di luar kota?” Tanya rachel menunjuk reyhan dengan kesal.


Jeny yang mendengar nya semakin bingung dan tidak mengerti karna ternyata rachel juga mengenal reyhan.


“Maaf mbak saya...”


“Lihat tomy. Asisten kamu bahkan berani bohong sama aku. Dia selalu menghalangi aku buat ketemu sama kamu.” Adu rachel pada tomy yang membuat ucapan maaf reyhan langsung terhenti.


Tomy menelan ludah nya. Tomy tau kesibukan reyhan hari ini yang membantunya mengurusi semua berkas yang tomy perlukan. Reyhan mungkin sedikit lengah sehingga rachel bisa sampai mengikutinya.


“Reyhan tidak bohong. Aku memang baru pulang dari luar kota dengan jeny. Kami baru selesai bulan madu.” Kata reyhan melirik jeny yang terlihat terkejut dengan apa yang di katakan nya.


“Iya kan sayang..?” Tanya tomy meminta persetujuan jeny.


Rachel langsung beralih menatap jeny dengan tatapan penuh selidik.


“Eemm iya. Kita berdua baru pulang kemarin dari luar kota.” Jawab jeny dengan senyuman tipis nya.


Rachel tertawa mendengar jawaban dari jeny. Wanita itu kemudian menatap jeny dari atas sampai bawah.


“Nggak usah bohong bisa nggak? Tomy itu CEO perusahaan yang punya cabang di amsterdam. Masa bulan madu keluar kota. Nggak keliling dunia?” Tanya rachel dengan nada meledek.

__ADS_1


Mendengar ledekan rachel ekspresi jeny langsung berubah. Kedua tanganya mengepal erat menatap rachel yang menatap nya dengan tatapan meremehkan.


“Eh kamu. Memang nya kamu siapa berani berkomentar tentang saya dan suami saya?”


__ADS_2