Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 277


__ADS_3

Deringan ponsel yang berada di samping laptop yang sedang di gunakanya membuat tomy menghela nafas. Hari ini jadwalnya cukup padat. Dan tomy sedang sangat malas jika harus menerima telephone tidak penting.


Tomy meraih ponselnya. Sebuah keryitan muncul di keningnya ketika mendapati nama reyhan tertera di layar ponselnya.


“Ya rey, Ada apa?” Tanya tomy langsung pada reyhan dengan kedua mata terus menatap pada layar laptopnya.


“Pak, gawat.”


“Gawat? Apanya yang gawat rey?” Tanya tomy langsung merasa khawatir.


“Pak, nyonya bagaskara datang ke apartemen mbak susan sendirian.”


“Apa?!” Tomy terkejut mendengarnya. Pria tampan itu langsung bangkit dari duduknya dengan perasaan yang sangat tidak tenang memikirkan bagaimana keadaan mamah nya saat ini.


“Bagaimana mungkin?”


“Saya juga tidak tau pak. Tapi sekarang nyonya sudah masuk ke dalam apartemen mbak susan.” Jawab reyhan.


Tomy berdecak. Pria tampan itu mengangkat lengan sebelah kirinya mengecek waktu. Metting akan segera di mulai. Tapi tomy tidak bisa membiarkan mamahnya hanya berdua dengan susan.


“Kamu awasi terus. Saya segera kesana.”


“Baik pak.” Jawab reyhan.


Tomy langsung memutuskan sambungan telephone nya. Pria itu menutup laptopnya kemudian melangkah cepat menuju pintu. Ketika membuka pintu ruanganya tomy hampir saja bertabrakan dengan cindy yang saat itu juga hendak masuk ke dalam ruangan tomy.


“Pak mettingnya...”


“Metting hari ini saya undur menjadi besok. Saya ada urusan mendadak.” Sela tomy kemudian langsung berlalu begitu saja dari hadapan cindy.


“Ada apaan yah?” Bingung cindy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tomy masuk ke dalam lift. Pria itu langsung memencet tombol ber angka 1. Tidak lama menunggu pintu otomatis lift terbuka saat tomy sampai di lantai dasar gedung perusahaanya. Dan dengan sangat terburu buru tomy melangkahkan kakinya. Tomy bahkan mengabaikan sapaan beberapa karyawanya. Saat ini yang sedang menguasai pikiranya hanya mamahnya. Tomy takut sang mamah di perlakukan kasar oleh susan. Tomy juga takut susan memperalat mamahnya demi mencapai tujuanya.


Tomy mengendarai mobilnya dengan kecepatan full. Beruntungnya saat itu belum jam istirahat kerja sehingga jalanan masih lenggang dan tomy bisa dengam leluasa menambah kecepatan laju mobil mewahnya.

__ADS_1


Tidak sampai 20 menit mobil tomy sampai di depan gedung apartemen tempat susan tinggal. Pria tampan itu buru buru turun dari mobilnya dan melangkah cepat memasuki gedung tersebut.


“Reyhan..”


Reyhan langsung menoleh mendengar suara berat tomy. Yah, reyhan memang terus memantau apartemen yang di tempati susan saat ini.


“Syukur pak tomy cepat sampai. Dari tadi nyonya belum juga keluar pak. Nyonya bahkan membawa banyak sekali belanjaan kesini.” Kata reyhan memberitahu.


Tomy berdecak pelan. Mamahnya nekat menemui susan tanpa sepengetahuanya. Tapi tomy tidak mungkin menegurnya karna tomy sendiri tau bagaimana sayangnya sang mamah pada susan. Putri bungsunya.


Suara pintu terbuka membuat tomy dan reyhan menoleh. Saat itu susan dan mamah tomy keluar dari apartemen itu bersama.


Tomy yang melihat mamahnya baik baik saja menghela nafas lega. Tapi tomy merasa curiga karma susan tidak melakukan apapun. Susan bahkan tampak mengakrabi mamahnya dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.


“Mamah..” Panggil tomy langsung mendekat pada mamahnya dan susan.


Mamah tomy dan susan menoleh kemudian tersenyum mendapati tomy yang sedang melangkah mendekat padanya dan susan.


“Tomy..” Senyum mamah tomy bahagia melihat putra sulungnya juga berada disana.


“Mamah kenapa kesini tidak memberitahu tomy? Tomy takut susan macam macam sama mamah.. Tomy nggak mau mamah kenapa napa..”


Mamah tomy tersenyum mendengarnya. Wanita itu mengusap penuh sayang pipi tirus putranya. Mamah tomy tau putra sulungnya itu sangat menyayangi dan mengkhawatirkanya.


“Mamah baik baik saja sayang.. Kamu nggak perlu khawatir.. Mamah kesini karna mamah kangen sama adik kamu. Dan mamah nggak mau mengganggu pekerjaan kamu.” Balas mamah tomy lembut.


Tomy menghela nafas. Tomy maklum jika mamahnya merindukan putri bungsunya. Tetapi yang jadi masalahnya adalah susan bukanlah susan putri bungsu kedua orang tuanya. Susan yang berada di dekat mereka adalah wanita lain yang hanya sangat mirip dengan susan adik kandungnya.


“Mamah.. Kita jadi mau jenguk papah kan?”


Tomy ikut menoleh mendengar pertanyaan yang di lontarkan susan pada mamahnya.


“Jadi sayang. Papah pasti akan sangat bahagia jika melihat kamu datang menjenguknya.” Senyum mamah tomy menjawab.


Tomy menyipitkan kedua matanya menatap curiga pada susan yang tersenyum manis. Susan tidak pernah mau mengakui mamah dan papahnya beberapa tahun terakhir ini. Tapi tiba tiba susan mau memanggil mamah dan berniat menjenguk sang papah. Tomy yakin wanita itu sedang merencanakan sesuatu yang buruk pada keluarganya.

__ADS_1


“Jenguk papah?” Tanya tomy menatap susan curiga.


Susan menganggukan kepalanya dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya. Wanita itu berusaha bertingkah semanis mungkin di depan tomy dengan bersikap baik pada mamahnya.


“Ya kakak.. Aku kangen sama papah.. Atau kakak mau sekalian ikut aku sama mamah?”


Tomy menelan ludahnya. Tomy yakin susan palsu itu tidak tulus. Ada rencana tersembunyi di balik sikap baik dan manisnya saat ini. Karna menurut tomy sangat tidak mungkin susan palsu itu benar benar berniat menjenguk papahnya. Susan atau maria pasti hanya ingin membuat masalah baru di keluarga tomy.


“Mamah sudah makan?” Tanya tomy beralih menatap mamahnya.


Mamah tomy menggelengkan kepalanya.


“Belum sayang. Tapi mamah berencana mengajak susan makan siang bersama di rumah sekalian jenguk papah.. Papah pasti seneng banget kalau liat susan.”


Tomy menahan sejenak nafasnya. Jika sampai susan bertemu dengan papahnya itu akan berakibat sangat fatal. Apa lagi papahnya sangat mudah sekali drop. Bukan tidak mungkin itu di jadikan alat oleh susan untuk mengakali tomy.


“Mah lain kali saja yah.. Tomy ada yang mau di bicarakan sama mamah.” Kata tomy mencoba mencegah sang mamah agar tidak mengajak susan ke rumahnya.


“Tomy tapi mamah..”


“Mah please.. Ini penting banget untuk tomy. Ini tentang faraz mah..” Sela tomy pelan.


Mamah tomy terdiam sesaat. Wanita itu tidak mau jika sampai anak sulung kesayanganya sampai patah hati karna di abaikan karna dirinya lebih memilih susan.


“Hhh.. Baiklah. Susan, kapan kapan saja kita makan siang bersamanya yah..” Senyum mamah tomy menatap susan berharap putri bungsunya itu mau mengerti.


Susan mengepalkan kedua tanganya diam diam. Rencananya untuk memperalat kedua orang tua tomy gagal.


“Ah iya mah.. Nggak papa.” Sautnya pura pura mengerti.


“Ayo mah..” Ajak tomy kemudian merangkul mamahnya dan mengajaknya berlalu dari hadapan susan.


Sepeninggal tomy dan mamahnya susan berdecak. Susan benar benar merasa sangat kesal karna rencananya untuk memperalat kedua orang tua tomy harus tertunda.


“Hhh.. Oke.. Sabar maria.. Masih ada hari esok..” Gumamnya mencoba menenangkan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2