Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 167


__ADS_3

Setelah hampir setengah jam membujuk akhirnya usaha tomy membuahkan hasil. Meskipun jeny masih sesekali ketus kepadanya tetapi setidaknya tomy tidak di suruh untuk tidur di sofa.


“Sayang...” Panggil tomy pelan sambil menggeser tubuhnya mendekat pada jeny yang asyik memainkan game di ponselnya.


Merasakan ada gerakan di kasurnya jeny menoleh. Wanita cantik itu melotot menatap tomy yang sedang berusaha mendekatinya.


“Mau ngapain?” Tanya jeny waspada.


Tomy langsung berhenti. Pria itu kembali ke tempat semula dengan helaan nafas yang keluar pelan dari mulutnya.


“Enggak. Nggak ngapa ngapain kok.” Jawabnya bohong.


Jeny menatap suaminya dengan mata menyipit tidak percaya. Jeny tau suaminya ingin dekat dekat denganya. Jeny juga tau tomy pasti ingin memeluknya seperti biasa.


Tomy menatap langit langit kamarnya. Tiba tiba bayangan elo dan sarah menghampirinya. Tomy langsung mengerjapkan beberapa kali kedua matanya mencoba menghapus bayangan keduanya.


“Ya tuhan..” Gumamnya.


“Kenapa?” Tanya jeny bingung melihat ekspresi suaminya.


Tomy menoleh. Jeny harus secepatnya tau tentang elo dan sarah. Karna jika sampai jeny tau sendiri itu pasti akan berakibat buruk pada hubungan harmonis rumah tangganya.


“Sayang.. Ada yang mau aku bicarakan sama kamu..” Kata tomy menatap jeny serius.


“Apa?” Tanya jeny penasaran.


Tomy terdiam sesaat. Mungkin memang sekarang waktunya sedang tidak tepat. Tapi jika tomy terlalu mengulur waktu tomy takut tidak sempat mengatakanya karna sibuk.


“Ini tentang elo..”


Kedua alis jeny hampir menyatu karna keryitanya. Wanita cantik itu menatap tidak mengerti pada suaminya yang tiba tiba menyinggung soal anak kecil yang mereka jumpai di mall siang tadi.


“Memangnya kenapa dengan elo?”


Tomy menelan ludahnya. Tomy berharap jeny tidak salah faham dan bisa mengerti.

__ADS_1


“Elo.. Dia..” Ucapan tomy terjeda. Pria itu tidak tau apa yang harus dia jelaskan jika jeny bertanya lebih jauh lagi tentang elo dan sarah.


“Kenapa by?” Tanya jeny tidak sabaran.


“Elo dia.. Anaknya sarah.” Jawab tomy pelan.


Jeny mengeryit. Elo memang mengatakan bahwa mamahnya bernama sarah. Dan jeny juga tau itu.


“Maksud aku sarah aulia. Elo anaknya sarah yang dulu satu kampus sama kita.”


“Apa?” Lirih jeny terkejut sekaligus tidak percaya.


“Dia juga nitip salam sama kamu. Tadi siang aku nggak sengaja ketemu pas mau ketemu sama client.” Lanjut tomy.


Jeny menggelengkan kepalanya. Jeny tidak menyangka jika firasatnya tentang sarah benar. Dan tomy mengatakan bertemu langsung dengan sarah siang tadi.


Jeny memejamkan kedua matanya. Jeny tidak berani membayangkan apapun tentang pertemuan suaminya dengan sarah tadi. Apa lagi tomy sangat bisa mengambil hati elo. Bukan tidak mungkin jika nantinya tomy dan sarah kembali dekat dan menggunakan elo sebagai alasan.


“Sayang.. Kok malah bengong sih..”


“Eh.. Nggak, nggak papa kok by.. Cuma kaget aja kok bisa kebetulan banget yah..” Senyum jeny berusaha menutupi kegundahan hatinya.


Tomy tersenyum. Pria itu meraih tangan jeny kemudian menggenggam dan mencium punggung tangan wanita itu lembut.


“Tolong percaya sama aku.. Aku hanya cinta sama kamu..” Lirih tomy.


Jeny terdiam. Jeny percaya pada suaminya. Tapi rasa cemburu itu tetap hinggap di hatinya. Dan jeny tidak bisa munafik. Jeny menyimpan rasa curiga terhadap suaminya sendiri.


Berlahan jeny mulai mengukir senyuman di bibirnya. Wanita cantik itu menganggukan kepalanya meskipun hatinya sangat bertentangan dengan anggukan kepalanya.


“Aku ngantuk...”


Tidak mau membahas lagi tentang sarah jenypun akhirnya beralasan sudah mengantuk. Jeny bukan tidak percaya pada tomy, tapi hubungan tomy dan sarah memang tidak pernah jelas. Dan menurut jeny itu adalah hal yang wajar untuk di khawatirkan.


“Aku.. Tidur duluan yah..” Senyum jeny kemudian membalikan tubuhnya memunggungi tomy.

__ADS_1


Tomy hanya mampu menghela nafas melihatnya. Jeny pasti sedang memikirkan tentangnya dan sarah. Terbukti wanita itu tidak meminta di peluk dan lebih memilih memunggungi tomy.


“Baiklah.. Nice dream sayang..” Bisik tomy sambil mencium kening jeny singkat.


Jeny hanya diam saja. Wanita itu pura pura memejamkan kedua matanya demi menghindar dari suaminya. Jeny sebenarnya tidak mau berburuk sangka. Tapi apa daya jika menelisik dari dekatnya tomy dan sarah dulu itu benar benar membuat jeny tidak bisa berpikir jernih.


Tomy menatap punggung istrinya dalam diam. Tomy ingin sekali memeluk tubuh jeny tapi rasanya tidak mungkin. Jeny pasti akan menolaknya.


“Tuhan... jangan sampai ada lagi masalah di kehidupan rumah tangga hamba dan istri hamba.” Batin tomy berdo'a.


Sampai malam larut tomy tidak dapat memejamkan matanya. Pria itu hanya diam menatap langit langit kamarnya. Tomy memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika sampai jeny salah faham lagi padanya. Menghela nafas tomy pun menolehkan kepalanya. Jeny masih tetap dengan posisinya. Wanita cantik itu bahkan sama sekali tidak bergerak. Itu artinya jeny juga masih terjaga, sama seperti dirinya.


Tomy memejamkan kedua matanya. Harapanya hanya satu, Yaitu apapun yang terjadi jeny akan tetap percaya dan mau hidup bersamanya.


”By....”


Panggilan dengan nada rengekan jeny membuat tomy membuka kembali kedua matanya. Seketika tomy merasa lega ketika jeny sudah berbalik dan mau menghadapnya.


“Ya sayang...” Saut tomy penuh kelembutan.


“Aku pengin sate padang.”


Tomy langsung melongo. Malam sudah sangat larut dan jeny tiba tiba mengatakan ingin sate padang. Padahal tadi jeny juga hampir menghabiskan 3 mangkuk bakso.


“Sayang.. Kamu ngidam?” Tanya tomy sambil menelan ludahnya.


Jeny menganggukan kepala dengan wajah polosnya. Padahal tomy pikir tadi mungkin jeny juga sedang memikirkan tentang hubunganya yang mungkin akan kembali di uji.


“Tapi aku mau makan di tempatnya.. Kita pinjem motornya pak satpam yah..”


Tomy benar benar tidak habis pikir. Bagaimana mungkin jeny ngidam sate padang di malam larut. Anehnya lagi jeny menyarankan agar mereka meminjam sepeda motor satpamnya.


“Eemm.. Sayang tapi kan pak satpam udah pulang jam segini.. Besok siang aja ya kita makan sate padangnya..” Kata tomy pelan berusaha untuk memberi pengertian pada istrinya.


“Nggak mau. Pokonya aku mau sekarang. Kalau nggak bisa pinjem sepeda motornya pak satpam pinjem ke tetangga juga boleh kok.. Atau kita jalan kaki saja.”

__ADS_1


Tomy bergidig ngeri mendengarnya. Bertamu ke rumah tetangga di malam larut mungkin akan langsung di caci maki. Apa lagi jika tujuanya hanya untuk meminjam motor. Mungkin tetangganya akan langsung naik pitam dan menyuruh anjing penunggu rumahnya mengejar tomy. Dan lagi, jalan kaki. Dari rumahnya ke gerbang kompleks saja sangat jauh apa lagi jika sampai keluar dan mencari penjual sate padang. Bisa pingsan berdiri tomy.


__ADS_2