Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 92


__ADS_3

Tomy kembali ke perusahaan setelah mengantar jeny sampai ruanganya. Pria itu benar benar melakukan segala upaya untuk bisa meluluhkan hati istri tercintanya.


“Permisi pak..”


Suara reyhan membuat tomy beralih sejenak dari laptopnya. Pria tampan itu menatap reyhan yang berdiri di depan meja kerjanya sekilas kemudian kembali fokus dengan laptopnya.


“Ya rey. Duduk..” Katanya mempersilahkan asistenya untuk duduk.


Reyhan mengangguk. Pria berjambul itu kemudian duduk di kursi di depan meja kerja bos besarnya.


“Pak.. Mbak rachel sudah kembali ke amsterdam.”


Mendengar apa yang di katakan reyhan tentang rachel tomy langsung menegakkan kepalanya. Berlahan senyuman manis di bibirnya mulai terukir. Tomy merasa sangat lega karna akhirnya rachel kembali ke amsterdam. Dan itu artinya tidak akan ada yang mengganggunya lagi.


“Syukurlah..”


“Tapi pak.. Anda juga harus ke amsterdam.” Lanjut reyhan.


Senyum di bibir tomy langsung memudar.


“Untuk apa?” Tanya nya bingung.


“Ada sedikit masalah dengan perusahaan cabang disana. Dan saya rasa harus pak tomy langsung yang menanganinya.” Jawab reyhan.


Tomy menghela nafas. Pria tampan itu memijat keningnya merasa bingung. Hubunganya dengan jeny sedang sangat baik sekarang. Jika dirinya pergi lagi ke amsterdam jeny pasti akan berpikiran buruk dan menganggapnya akan pergi lagi meninggalkanya.


“Kenapa tidak kamu saja rey.. Kamu tau kan hubungan saya dengan jeny baru saja membaik.”


Reyhan terdiam. Reyhan tau bagaimana hubungan tomy dengan jeny. Reyhan juga tau bagaimana berjuangnya tomy demi bisa meluluhkan hati jeny yang sudah di kuasai oleh kekecewaan mendalam.


“Pak kalau boleh saya menyarankan mungkin anda bisa mengajak sekalian bu jeny ke amsterdam.”


Tomy mengeryit. Pria tampan itu menatap reyhan tidak mengerti.


“Maksud saya supaya bu jeny tidak berprasangka buruk pada pak tomy. Dan mungkin pak tomy juga bisa memanfaatkan itu untuk liburan bersama. Seperti bulan madu.” Sambung reyhan menjelaskan maksud saranya.


Tomy terdiam. Pria itu tampak memikirkan apa yang di sarankan oleh reyhan.


“Rey.. Jeny sangat mencintai pekerjaanya sebagai dokter. Dia tidak mungkin mau ikut apa lagi untuk waktu yang tidak sebentar.”


Reyhan tersenyum mendengarnya. Tomy memang pintar dalam segala hal. Namun untuk urusan hati sepertinya pria tampan masih perlu bimbingan.


“Anda bisa mencobanya dulu pak. Bu jeny orang yang sangat baik. Anda suaminya. Bu jeny pasti mau mengikuti anda kemanapun anda pergi.”

__ADS_1


Tomy terdiam lagi. Dulu tomy pernah mendengar pembicaraan nenek dan kakek nya yang mengatakan kemanapun papahnya pergi mamahnya harus ikut. Karna mamahnya adalah hak sah papahnya. Namun memgingat bagaimana jeny tomy merasa ragu. Jeny bukan mamahnya yang bisa begitu patuh dan nurut pada suaminya.


“Bagaimana pak?” Tanya reyhan.


Tomy menatap reyhan. Meskipun ragu namun akhirnya tomy menganggukan kepalanya. Tomy akan mencobanya.


“Kamu siapkan semuanya yah.” Kata tomy tersenyum tipis menatap reyhan.


“Baik pak. Saya permisi.” Angguk reyhan.


“Oke..”


Reyhan bangkit dari duduknya kemudian keluar dari ruangan tomy setelah tomy menjawab dengan anggukan kepala.


Tomy berdecak pelan. Konsentrasinya langsung buyar begitu reyhan datang dan memberitahukan tentang dirinya yang harus kembali ke amsterdam.


“Apa mungkin jeny mau..” Gumam reyhan bingung.


Saran reyhan memang bagus dan tomy juga setuju. Namun untuk jeny menerima ajakanya kemungkinanya sangat kecil.


_________________________________________________


Jeny keluar dari gedung rumah sakit dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya. Tidak ada rani di sampingnya karna ibu beranak satu itu sudah lebih dulu pulang bersama suaminya.


Ketika sampai di pintu keluar senyum di bibir jeny memudar. Tidak jauh darinya berdiri lorenzo yang jeny tau sedang menunggunya.


“Jen.. Aku antar yah..” Senyum lorenzo ketika jeny melewatinya.


Jeny berhenti melangkah. Dengan posisi memunggungi lorenzo jeny memejamkan kedua matanya. Gemas sekali rasanya pada lorenzo yang tiba tiba menjelma menjadi sosok yang keras kepala juga ngeyel.


“Jen...” Panggil lorenzo pelan.


Jeny memutar tubuhnya cepat. Tatapan kesal jeny layangkan pada lorenzo yang menatapnya dengan senyuman penuh harap.


“Kak.. Harus berapa kali sih aku bilang.. Aku ini istrinya tomy. Dan sekarang aku lagi hamil. Hamil anaknya tomy.” Kata jeny kesal.


Bukanya marah lorenzo malah tersenyum. Pria itu maju selangkah membuat posisinya semakin dekat dengan jeny.


“Aku tau jen.. Tapi apa salah kalau aku juga berjuang dengan perasaan aku? Toh kamu juga belum mencintai tomy kan?”


Jeny menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan lorenzo yang begitu kukuh dengan pendirian bersenjatakan perasaanya.


“Aku lagi hamil kak. Dan aku hamil sama tomy. Cinta atau tidak cinta itu hanya aku yang tau. Aku yang bisa merasakanya.”

__ADS_1


“Aku siap tes DNA.” Sela lorenzo tenang.


Kedua mata jeny membulat sempurna.


“Apa maksud kamu?!”


Suara berat tomy membuat jeny terpaku di tempatnya. Jeny bahkan tidak berani menoleh. Tomy pasti salah faham dengan apa yang baru saja di katakan oleh lorenzo.


Sedangkan lorenzo, pria itu tersenyum menatap tomy yang melangkah cepat mendekat padanya dan jeny. Lorenzo tau tomy pasti marah dengan apa yang baru saja dia katakan pada jeny.


Tomy meraih tangan jeny dan menggenggamnya erat. Pria itu menatap lorenzo dengan rahang mengeras menahan amarah.


“Tes DNA untuk apa?!” Tanya tomy menatap lorenzo tajam.


Jeny menelan ludahnya. Tomy pasti salah faham. Genggaman tangan tomy bahkan sangat erat di tanganya menandakan pria itu benar benar sedang di kuasai oleh emosinya.


“Untuk membuktikan semuanya.” Jawab lorenzo tenang.


“Lorenzo jangan pernah kamu berani menyentuh istri dan anakku.” Tekan tomy dengan tatapan penuh kebencian pada lorenzo.


Lorenzo terkekeh. Di liriknya sekilas jeny yang hanya diam di samping tomy. Lorenzo juga melirik tangan tomy yang menggenggam tangan jeny erat.


“Darimana kamu tau bahwa anak yang di kandung jeny adalah anak kamu tomy.. Sedangkan selama 5 tahun kamu tidak ada di sampingnya.”


Wajah tomy memerah terbakar amarah. Di lepaskan genggaman tanganya pada tangan jeny. Tomy mencengkram kerah kemeja putih yang di kenakan lorenzo emosi.


”Apa maksud kamu brengsek!.” Tekanya.


Lorenzo tersenyum merasa menang karna berhasil membangkitkan amarah tomy.


“Tomy bagaskara. Anda adalah CEO ternama. Dan saya yakin anda tidak bodoh. Anda pasti tau apa maksud saya.”


Bug !!


Tomy melayangkan tinjunya dengan keras di pipi lorenzo hingga lorenzo tersungkur dan terbentur mobilnya. Dada bidang tomy mulai kembang kempis dengan wajah tampanya yang memerah menatap lorenzo.


“Tomy jangan !” Pekik jeny.


Tomy menoleh menatap jeny yang sudah berlinang air mata. Pria itu kemudian menatap kembali pada lorenzo yang malah tersenyum meledeknya.


“Tolong jangan seperti ini..” Lirih jeny dengan suara bergetar.


Tomy memejamkan kedua matanya. Apa yang di katakan lorenzo tentang tes DNA benar benar membuatnya tidak bisa menahan emosi. Lorenzo secara tidak langsung sudah menghina martabat jeny sebagai istri tomy.

__ADS_1


“Berani kamu menyentuh istri dan anakku akan ku buat kamu menyesal seumur hidup.” Ancam tomy tajam.


Tomy kemudian membalikan badanya. Pria itu mendekat pada jeny. Di raihnya tubuh mungil jeny mengangkat dalam gendonganya dan membawanya menuju mobil mewahnya.


__ADS_2