
Jeny terbangun dari tidur lelapnya ketika mendengar suara alarm dari ponsel suaminya. Pelan pelan wanita cantik itu membuka kedua matanya dan mengedarkanya ke seluruh sudut ruangan mewah kamarnya dan tomy.
Jeny melenguh kemudian meraih ponsel tomy dengan tanganya yang begitu lemas bergerak. Di matikanya alarm di ponsel tomy kemudian jeny kembali meringkuk dengan membenarkan selimut yang menutupi tubuhnya sampai batas leher.
Melihat tingkah istrinya tomy yang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk terkekeh geli. Jeny pasti masih merasa sangat ngantuk sampai tidak ingin bangun. Atau mungkin juga jeny masih merasa capek karna mengimbangi permainanya semalam.
Tomy menghela nafas. Pria tampan itu menggantungkan handuk putih yang baru selesai di gunakan untuk mengeringkan rambutnya di tempatnya di samping pintu kamar mandi. Setelah itu tomy melangkah mendekat ke ranjang dan duduk di tepinya tepat di samping tubuh jeny yang meringkuk dengan selimut yang menutupinya hingga hanya kepalanya saja yang terlihat.
“Sayang... Bangun yuk?”
Tomy mengusap lembut pipi chuby jeny serta merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik wanita itu.
“Mmhh.. Aku masih ngantuk..” Saut jeny dengan suara seraknya.
Tomy tersenyum mendengarnya. Sudah hampir pukul 7 pagi dan jeny masih belum mau membuka kedua matanya.
“Katanya mau pulang hem..?”
Jeny mengerjap pelan. Wanita cantik itu menatap tomy yang duduk di sampingnya dengan mata yang masih sedikit tertutup.
“Peluk..” Rengeknya manja.
Jeny mengeluarkan kedua tanganya dan merentangkanya meminta dengan manja agar tomy memeluknya.
Tomy menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang masih terukir di bibirnya. Tidak mau membuat istri tercintanya menunggu tomy pun segera memeluk tubuh jeny. Tomy juga mengecup bahu terbuka wanita itu sesekali.
“Jadi mau pulang sayang?” Tanya tomy berbisik.
Jeny melenguh. Kedua tanganya semakin erat memeluk leher tomy.
“Nggak jadi deh.. Mau disini dulu..” Jawabnya.
Mendengar jawaban istrinya tomy tersenyum bahagia. Mungkin jeny sedang kesal semalam sehingga mendadak minta pulang kembali ke indonesia.
“Oke..” Tomy mengecup lagi bahu terbuka jeny.
Pria tampan itu hanya diam saja tanpa berniat sedikitpun melepaskan pelukan erat jeny di lehernya. Mungkin rasa kantuk memang masih sangat dirasa oleh istrinya dan tomy tidak mau mengganggunya. Dan mungkin saja memeluknya membuat wanita itu merasa nyaman dan membali terlelap damai dalam tidurnya.
__ADS_1
Cukup lama jeny memeluk leher tomy hingga akhirnya kedua matanya berlahan terbuka. Jeny menguap kemudian melepaskan pelukanya. Saat itu juga tomy mengangkat tubuhnya karna tidak mau membebani tubuh mungil jeny yang berada di bawahnya.
“Goedemorgen mijn vrouw..” Bisik lembut tomy menatap jeny yang masih merem melek marasakan kantuknya.
“Pagi juga suamiku..” Balas jeny tersenyum dengan kedua mata terpejam.
Tomy merapikan rambut jeny yang menutupi kening kemudian mengecup singkat seluruh bagian wajah cantik wanita itu yang berakhir dengan ******* kecil di bibir merah alami jeny.
Jeny tersenyum saat tomy melepaskan bibirnya. Sentuhan tomy sudah tidak lagi terasa asing baginya. Dan tubuhnya mulai terbiasa bahkan terasa nyaman dengan sentuhan lembut pria tampan itu.
“Jangan pakai bahasa belanda. Aku tidak fasih mengucapkanya.” Kata jeny.
Tomy terkekeh mendengarnya. Dari dulu jeny memang paling lemah dalam mempelajari bahasa.
“Oke..” Angguk tomy.
“Eemm.. Sayang.. Kamu mau mandi sendiri atau aku mandikan?” Tanya tomy menggoda.
Kedua mata jeny langsung terbuka sempurna. Sesaat jeny terdiam namun berlahan seulas senyum terukir di bibirnya. Jeny meraih kerah kaos warna coklat gelap yang di kenakan suaminya dan menariknya lembut hingga wajahnya dan wajah tomy sangat dekat.
Tomy terdiam sesaat. Tomy pikir jeny akan malu seperti biasanya. Tapi ternyata wanita cantik itu balas menggodanya seakan menantang tomy.
“Sayang kamu.. Serius?” Tanya tomy tidak percaya.
“Aku duarius.” Jawab jeny tersenyum.
Jeny melepaskan kerah baju tomy kemudian merentangkan kembali kedua tanganya.
“Gendong...” Rengeknya manja.
Meskipun masih kaget dan tidak percaya dengan rengekan manja jeny namun tomy tetap melakukanya. Pria tampan itu bangkit dari ranjang dan menggendong tubuh polos istrinya menuju kamar mandi. Dan begitu sampai di dalam kamar mandi, tomy bukan hanya memandikan istrinya namun kembali menyentuhnya dengan jeny yang mulai lues mengimbangi permainanya.
“Jadi kita mau kemana hari ini?” Tanya jeny menatap tomy yang sedang mengaduk susu di dalam gelas.
Tomy tersenyum. Pria itu masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi di antara mereka. Jeny tidak lagi hanya pasrah dengan sentuhanya. Wanita itu sudah berani membalas bahkan melakukan hal yang tidak pernah sekalipun tomy bayangkan. Dan tomy tidak bisa memungkiri rasa bahagianya karna mendapat kepuasan yang sesungguhnya dari wanita cantik itu yang tidak lain ada istrinya sendiri.
“Aku mau ajak kamu ke suatu tempat.” Jawabnya sambil menyerahkan segelas susu hamil buatanya pada jeny.
__ADS_1
Jeny menerimanya kemudian segera menyeruputnya sedikit.
“Kemana?” Tanyanya penasaran.
“Nanti juga kamu akan tau sayang... Abisin susunya yah.. Aku ambil kunci mobil dulu..” Jawab tomy tersenyum kemudian berlalu dari meja makan menuju kamar untuk mengambil kunci mobilnya.
Jeny menuruti apa kata suaminya. Wanita cantik berdress coklat susu itu menghabiskan berlahan susu hangat yang di buatkan langsung oleh suaminya. Setelah menghabiskan susu hangat tersebut, jeny pun membawa gelas kosongnya ke dapur dan mencucinya. Pagi ini tomy tidak meminta di buatkan apapun. Dan itu artinya mungkin pria tampan itu akan membawanya sarapan di luar.
Tomy kembali dengan memainkan kunci mobil di tanganya. Pria tampan itu tersenyum dan meraih tangan jeny, menggenggamnya, dan menuntunya keluar dari apartemen.
Dugaan jeny benar. Tomy memang membawanya ke sebuah restourant yang tidak jauh dari apartemenya untuk sarapan.
Jeny menatap beberapa menu makanan yang ada di meja di depanya. Jeny tau semua jenis makanan di depanya.
“Kamu harus makan yang banyak yah.. Biar baby nya juga sehat.” Kata tomy tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
Jeny tersenyum. Wanita cantik itu kemudian menganggukan kepala mantap.
“Oke.. Suamiku..” Balasnya.
Tomy mulai menyendok makanan yang berada di depanya kemudian memasukanya ke dalam mulut. Begitu pula dengan jeny. Namun ketika baru memasukan sesendok makanan yang terbuat dari daging jeny langsung meraih tisu dan mengeluarkan makanan tersebut dari mulutnya.
“Sayang.. Kenapa?” Tanya tomy terkejut sekaligus khawatir.
Pria tampan itu langsung bangkit dari duduknya kemudian berdiri dan mengusap lembut punggung istrinya.
“Aku mual banget..” Jawab jeny meringis.
Tomy menatap makanan yang berada di depan istrinya. Tomy mencicipinya sedikit kemudian mengeryit. Tidak ada yang aneh dengan rasa makanan yang terbuat dari daging tersebut.
Tomy menoleh pada jeny. Setahunya ibu hamil memang terkadang sensitif dengan sesuatu. Dan mungkin jeny sensitif dengan makanan tersebut.
“Aku nggak mau makan ini...” Rengek jeny manja.
Tomy tersenyum. Pria itu menjauhkan makanan tersebut dari depan jeny kemudian mendekatkan salah satu menu makanan yang terbuat dari ikan.
“Coba yang ini yah sayang.. Aku suapin. Kalau masih mual juga.. kita pindah tempat makan yang lain aja.”
__ADS_1