
Tomy menjalani harinya dengan penuh semangat. Pria itu bahkan lebih dulu menyapa para karyawanya saking bahagianya. Tomy juga merasa puas ketika melihat wajah bingung maria yang tidak bisa berkutik dan menjawab pertanyaanya tadi pagi.
Reyhan yang melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah tampan atasanya ikut merasa bahagia. Meskipun dalam hatinya reyhan terus bertanya tanya apa yang membuat sang CEO bahkan sampai bertingkah sedikit aneh menurutnya. Namun apapun itu reyhan berharap semua yang terbaik untuk keluarga bagaskara.
“Emm rey.” Panggil tomy sambil menyerahkan berkas yang sudah di tanda tanganinya pada reyhan.
“Ya pak..” Saut reyhan menatap atasanya yang terus sumringah bahagia.
“Besok saya minta tolong sama kamu kawal maria kemanapun dia pergi. Pastikan dia tidak memata matai saya.”
Reyhan mengeryit. Mengawal maria adalah tugas yang sangat berat untuknya. Tidak hanya menguji kesabaran, maria juga beberapa kali seperti ingin berbuat sesuatu padanya.
“Maaf pak kalau boleh saya tau memangnya kenapa maria harus di kawal?” Tanya reyhan memberanikan diri bertanya.
Tomy terkekeh pelan. Tomy memang sengaja menyuruh reyhan untuk mengawal wanita itu agar tidak mengganggu apa lagi sampai mengikuti tomy saat menjemput susan di bandara. Karna jika maria tau semua rencananya akan berantakan. Bisa saja maria kabur atau berbuat sesuatu yang membahayakan pada adik kesayanganya.
“Rey.. Adik saya sudah dalam keadaan baik baik saja. Dan besok mereka sudah akan tiba di jakarta. Jadi saya tidak mau maria tau itu. Saya mau memberi kejutan pada wanita jahat itu.”
Reyhan menganggukan kepalanya mengerti. Reyhan sebenarnya sangat penasaran sekali bagaimana bisa maria menjadi susan. Tapi reyhan tidak mungkin bertanya pada atasanya itu.
“Aku tanyakan saja nanti pada rolan dan rio.” Batin reyhan.
“Bagaimana rey? Kamu mau kan membantu saya?” Tanya tomy memastikan.
Reyhan tersadar dari lamunanya kemudian segera menganggukan kepala menyutujui perminta tolongan atasanya.
“Baik pak. Saya akan mengawal dan mengawasi kemanapun mbak susan pergi. Emm maksud saya maria.” Senyum reyhan.
Tomy ikut tersenyum senang mendengarnya. Lega sekali rasanya karna sebentar lagi masalahnya akan menemui titik terang dan maria bisa segera di hukum seberat beratnya. Selain itu susan adiknya juga bisa membalas kembali perlakuan maria padanya. Tomy tidak akan melarang. Tomy akan membebaskan apapun yang akan di lakukan susan pada maria.
“Terimakasih rey. Aku sangat mempercayakan maria sama kamu..”
“Ya pak. Saya akan memastikan maria tidak akan mengikuti pak tomy.” Balas reyhan.
“Ya..” Angguk tomy percaya.
“Kalau begitu saya permisi pak.”
__ADS_1
“Ya, silahkan.”
Reyhan bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju pintu ruangan tomy. Pria itu diam diam menghela nafas. Mengawal maria sungguh sesuatu yang sangat ingin reyhan hindari. Tapi reyhan tidak bisa lagi menghindar jika tomy sendiri yang meminta bantuan padanya.
“Pak rey, kenapa lesu begitu? Dimarahin boss yah?” Ledek cindy tertawa geli.
Reyhan menoleh pada cindy yang berada di seberangnya. Wanita itu sedang mebertawakanya.
Sesaat reyhan terdiam hingga sebuah ide melintas di otak pintarnya.
Reyhan tersenyum penuh makna kemudian melangkah menghampiri cindy yang berada di mejanya.
“Cindy mau bantuin saya tidak?”
Cindy mengeryit ketika reyhan tiba tiba mendekat dan berdiri tepat di depan mejanya. Pria tampan berjambul itu bahkan menumpukan kedua telapak tanganya di meja kerja cindy.
“Nggak mau.” Tolak cindy yang sudah mencium aura tidak menyenangkan dari gelagat reyhan.
Ekspresi wajah reyhan yang tadinya sumringah langsung berubah sendu. Padahal reyhan berniat mengajak cindy untuk bersama sama mengawal maria. Dan reyhan sangat berharap cindy mau membantunya.
“Kamu kok gituh sih cin.. Nggak kasihan sama temen sendiri?”
“Giliran minta bantuan ngakuin teman. Giliran hari biasa kaya nggak kenal. Basi tau nggak.”
Reyhan menghela nafas. Dirinya bukan tidak mengakui cindy teman. Reyhan memang tidak punya banyak waktu untuk bersantai. Reyhan selalu menghabiskan harinya dengan bekerja dan hampir tidak memiliki waktu istirahat.
“Cin please.. Saya sangat membutuhkan bantuan kamu sekarang. Ini juga perintah boss. Kamu nggak mau kan kena sanksi? Apa lagi sampe potong gaji?”
“Loh loh.. ini apa apaan? Kamu yang di beri tugas kok jadi aku yang kena sih..?” Kaget cindy menatap reyhan tidak menyangka.
“Ya... kan bos nyuruh saya, terus saya minta bantuan kamu.. Kamu nggak mau ya boss yang turun tanganlah..” Jawab reyhan berusaha terus agar cindy mau membantunya.
“Kamu nyebelin banget sih rey.. Kerjaan aku tuh udah banyak, udah menumpuk. Kalau aku bantuin kamu terus kapan aku ngerjain kerjaan aku hah?! Aku juga bisa kena sanksi dari boss.. Jangan mempersulit keadaan aku dong rey.” Cerocos cindy menatap kesal pada reyhan.
Reyhan meringis merasa pengang mendengar omelan wanita di depanya.
“Kalau kamu bantuin saya. Kamu bisa libur sehari.” Kata reyhan.
__ADS_1
“Kamu juga bisa dapet bonus.” Lanjutnya.
Ekspresi cindy langsung berubah mendengarnya. Wajah kesalnya langsung berubah menjadi wajah antusias.
“Serius rey?” Tanya cindy antusias menatap reyhan.
“Giliran bonus aja cepet.” Sindir reyhan membalas tatapan antuas cindy dengan wajah datarnya.
Cindy bangkit dari duduknya. Kedua tanya langsung nangkring dengan entengnya di kedua bahu reyhan.
“Demi bonus bulanan aku mau bantuin kamu rey..” Katanya mantap.
“Demi bonus? Bukan demi teman?” Tanya reyhan tidak percaya.
Cindy berdecak. Wanita itu memutar jengah kedua bola matanya kemudian menurunkan kedua tanganya dari bahu reyhan.
“Kamu kan bukan teman aku.” Jawab cindy melipat kedua tanganya di bawah dada menatap reyhan angkuh.
Reyhan menggelengkan kepalanya tidak menyangka. Cindy tidak pernah menganggapnya sebagai teman kerja. Padahal jelas jelas mereka bekerja untuk orang yang sama. Mereka berdua juga selalu saling sapa bahkan tidak jarang mengobrol sebentar.
“Nggak usah bengong disini ah kamu.. Udah sana sana. Tenang aja, besok aku bantuin kamu.”
Reyhan menatap sebal pada cindy. Pria itu kemudian kembali melangkah menuju pintu ruangan tomy berniat untuk memberitahu tentang cindy yang akan membantunya besok untuk mengawal maria.
“Libur, bonus. Aahh.. aku suka ini..” Gumam cindy senang.
Tomy pulang lebih cepat dari biasanya. Pria itu langsung membersihkan dirinya setiba di rumah sebelum menghampiri istri juga anaknya yang sedang tidur siang di atas ranjang. Tomy benar benar sedang merasa sangat bahagia sekarang. Pria itu sudah sangat tidak sabar ingin berkumpul kembali dengan adiknya juga membalas semua perlakuan maria pada susan selama ini.
Tomy melangkah menuju ranjang setelah menyisir rambutnya. Pria itu dengan sangat pelan dan hati hati naik ke atas ranjangnya. Tomy tidak mau jika sampai mengusik tidur lelap putra juga istrinya. Tomy tau jeny selalu kurang tidur setiap malam karna faraz yang selalu menangis dan terbangun di malam hari. Faraz bahkan tidak akan kembali tidur jika tidak di ayun. Hal itu yang membuat istrinya tidak bisa lagi memejamkan matanya karna harus mengayun dan menyusui faraz sampai berjam jam.
Tomy menghela nafas. Tomy tau menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Tidak hanya kurang tidur saja, jeny bahkan kadang rela menahan lapar karna faraz yang menangis saat waktunya jeny makan. Entah makan siang atau makan malam. Dari itu semua tomy juga sadar pengorbanan seorang perempuan untuk menjadi seorang istri sangatlah besar.
Tomy mengangkat tanganya dan membelai lembut pipi chuby istrinya. Pria itu terkekeh melihat dada istrinya yang terbuka. Mungkin karna saking lelahnya wanita itu terlelap tanpa sadar saat mengeloni putranya. Tomy menutup dada istrinya dengan pelan dan hati hati.
Tomy tidak menyangkal keberhasilanya menguak siapa maria sebenarnya juga karna rencana istrinya. Rencana yang bahkan sempat tomy ragukan. Rencana yang tidak pernah tomy duga bisa berhasil dalam waktu yang cukup singkat. Tomy tidak tau harus bagaimana mengungkapkan rasa terimakasihnya pada istrinya. Begitu banyak pengorbanan yang sudah jeny lakukan untuk menjadi istri terbaik untuknya. Begitu besar kesabaran jeny saat tomy hanya memikirkan bagaimana caranya mengungkap kejahatan maria juga memastikan keadaan susan baik baik saja.
“Tuhan.. Padamu aku berjanji, aku akan menjaganya, aku akan melindunginya dengan sepenuh jiwa dan ragaku. Terimakasih tuhan.. Terimakasih karna kau menakdirkanya menjadi pendamping hidupku..” Lirih tomy dengan kedua matanya yang berkaca kaca merasa terharu akan takdir indah yang di berikan tuhan padanya.
__ADS_1
Pelan pelan tomy mendekatkan dirinya pada jeny. Tomy mengecup penuh cinta kening istrinya yang terlelap. Kebahagiaan yang dia raih dengan jeny memang tidak instan. Semuanya begitu penuh lika liku bahkan sampai hampir terpisah karna egonya dan jeny yang begitu sama sama kuat.
“Selamanya kita akan terus bersama sayang.” Bisik tomy kemudian membaringkan tubuhnya di samping faraz dan ikut terlelap.