Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 164


__ADS_3

Tomy menelan ludahnya menatap sarah yang berdiri di depanya. Wanita berdress kuning cerah itu tersenyum dan mengangguk pelan kepadanya. Tomy masih ingat saat dulu dirinya hendak berangkat ke amsterdam wanita itu menelphone nya sambil menangis.


“Hy...” Sapa sarah tersenyum pada tomy.


“Oh iya.. Hy..” Balas tomy kikuk.


Tomy bingung juga merasa tidak enak karna dulu pergi tanpa pamit. Tapi tomy mempunyai alasan. Tomy tidak pernah menganggap sarah spesial meskipun pada awalnya tomy memang sempat kagum dengan sosok anggun itu. Tapi pada kenyataanya toh perasaan kagum itu hilang seiring berjalanya waktu. Karna perasaan spesial dalam hati tomy dari awal memang hanya untuk jeny.


“Oh iya... Elo bilang kamu dan jeny yang nolong dia.. Makasih yah..”


Tomy diam. Sarah langsung bisa menebak tomy dan jeny yang di katakan elo memang tomy dan jeny yang di kenalnya di universitas. Rasanya sangat aneh.


“Tomy.. Selamat yah atas pernikahan kamu dan jeny.. Dan maaf.. Saat itu aku nggak tau kalau kamu dan jeny udah nikah..”


Tomy masih diam. Entah darimana sarah mengetahui tentang pernikahanya dan jeny.


“Mamah.. Om tomy juga yang belikan aku mobil mobilan. Mamah bilang telimakasih juga dong. Om tomy baik sama aku mamah.. Nggak kaya papah yang galak dan suka pukulin mamah..”


“Sstt.. Nak kamu nggak boleh ngomong gitu sayang..” Sela sarah cepat.


Tomy hanya diam saja. Kasihan sebenarnya jika memang benar sarah mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya. Tapi itu bukan urusanya dan tomy tidak perlu tau apa lagi sampai ikut campur.


“Ya udah kalau begitu aku duluan yah..” Kata tomy tersenyum tipis.


“Om kita bisa ketemu lagi nggak?” Tanya elo menatap tomy antusias.


Tomy tersenyum. Elo sangat lucu dan menggemaskan. Anak itu juga pintar meskipun belum bisa mengucapkan huruf R.


“Kalau ada waktu dan umur panjang kita bisa kok ketemu lagi.” Senyum tomy mengusap kepala elo lembut.


“Ya udah sar.. Aku duluan ya.”


“Iya.. Sekali lagi terimakasih dan salam untuk jeny.” Senyum sarah sambil menganggukan kepalanya.


Tomy mengangguk pelan. Pria tampan itu kemudian memasuki mobil mewahnya dan berlalu dengan kecepatan sedang meninggalkan sarah dan putranya.

__ADS_1


“Ya tuhan... Semoga jeny nggak salah faham..” Gumam tomy.


Dulu jeny menganggap tomy sangat tergila gila pada sarah. Jeny bahkan sangat mendukung hubungan tomy dengan sarah meskipun kadang suka merajuk jika tomy terlalu lama pergi dengan sarah. Maka dari itu tomy selalu mengajak jeny kemanapun dirinya pergi sekalipun itu bersama sarah.


Tidak ada yang spesial menurut tomy antara dirinya dan sarah dulu. Adapun sikap lembut tomy pada sarah itu hanya cara tomy menjaga dan menghargai seorang wanita. Sedangkan pada jeny. Tomy bahkan lebih dari lembut dan menjaga. Tomy selalu ada untuk jeny 24 jam full sejak kecil sampai akhirnya mereka tumbuh dewasa.


Tomy menghentikan mobilnya di salah satu restourant di pusat kota. Dan seperti biasa, sudah ada cindy yang menunggunya untuk bertemu dengan client mereka.


Seperti janjinya pada jeny, tomy pulang sebelum jam 5 sore. Namun ketika tomy pulang jeny belum bangun dari tidurnya. Wanita itu masih tampak lelap dengan memeluk guling.


Tomy tersenyum menatap istrinya. Jeny tetap cantik meski dalam keadaan terlelap. Tomy duduk di tepi ranjang. Dengan lembut di belainya pipi chuby jeny. Tomy benar benar masih tidak menyangka jika ternyata selama ini perasaan itu memang hanya tertuju untuk jeny. Dan parahnya tomy sempat tidak menyadari perasaan itu.


Tidak mau mengganggu tidur lelap istrinya tomy pun memilih untuk lebih dulu membersihkan dirinya. Dan tidak bisa di pungkiri pikiranya terus saja tertuju pada elo dan sarah. Bukan karna rindu atau ingin terus menatap, tomy hanya merasa semua itu seperti sebuah kebetulan. Dan tomy takut kebetulan itu akan menjadi biang masalah lagi untuknya dan jeny.


Tomy berdecak pelan. Pria itu mencoba membuang jauh jauh pikiran pikiran buruknya. Tapi nyatanya semua itu terus saja membayanginya bahkan sampai membuat pikiran buruk tomy menguasai hatinya.


“Enggak.. Semuanya akan baik baik saja. Aku yakin itu.” Gumamnya.


Tomy keluar dari kamar mandi dengan kaos pendek dan celana piyama coklat muda yang di kenakanya. Sedangkan handuknya dia gunakan untuk menggosok rambut basahnya.


Tomy tersenyum dan menganggukan kepalanya. Pria tampan itu kemudian melangkah mendekat pada jeny yang masih duduk berselimut di atas ranjang.


“Aku pulang dari setegah jam yang lalu.” Jawab tomy.


Jeny hanya menganggukan kepalanya. Wanita itu menyibak selimut yang menutupi kaki sampai perutnya. Namun ketika hendak turun dari ranjang tiba tiba jeny terdiam. Wanita itu menyentuh perutnya. Jeny merasakan ada gerakan yang cukup kencang di perut buncitnya.


“Kenapa sayang?” Tanya tomy menatap jeny penasaran.


“By.. Dia nendang..” Lirih jeny.


“Dia? Dia siapa?” Tanya tomy semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan istrinya.


“Perut aku.. Anak kita..”


“Perut kamu..?”

__ADS_1


“By.. Anak kita.. Dia tadi nendang perut aku..” Kata jeny kemudian.


Tomy terdiam sesaat. Namun berlahan pria tampan itu mulai mengukir senyuman di bibirnya.


“Sini sayang..”


Tomy mengulurkan tanganya pada jeny yang langsung di sambut oleh jeny. Wanita itu kemudian turun dari ranjang dan berdiri tepat di depan suaminya.


Tomy mengusap penuh kasih sayang perut bulat jeny. Dan saat itu juga tomy merasakan gerakan halus dari dalam perut istrinya. Gerakan halus itu seakan merespon usapan penuh cinta tomy padanya.


“Sehat sehat ya anak papah..” Kata tomy lembut.


Jeny tersenyum mendengarnya. Wanita itu dapat merasakan bayi yang di kandungnya merespon sentuhan tomy.


Tomy kemudian mencium perut jeny. Gerakan itu kembali di rasakan tomy dan itu tepat mengenai bibir tomy yang sedang mencium perut jeny.


“Sayang.. Masa dia nendang bibir aku..” Kata tomy dengan senyum gelinya.


Jeny tertawa mendengarnya. Meskipun memang jeny selalu merasakan gerakan halus setiap pagi di perutnya namun gerakanya kali ini beda. Begitu kuat dan dapat dengan sangat jelas di rasakan jeny tanpa menyentuh perutnya.


“Anak papah nakal yah.. Papah nya di tendang.”


Tomy terus mengusap usap perut jeny penuh sayang. Dan setiap usapan tangan tomy selalu mendapat respon dari perut jeny. Gerakanya kadang sangat kuat kadang juga pelan.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat tomy berdecak. Pria itu merasa terganggu dengan suara ketukan pintu tersebut.


“Sebentar by aku buka pintu dulu.” Kata jeny kemudian melangkah menjauh dari tomy menuju pintu untuk membukanya.


“Ck. Ganggu aja.” Decak tomy sebal.


Ketika jeny membuka pintu ternyata sudah ada bibi yang berdiri menunggu.


“Ya bi kenapa?” Tanya jeny pelan.

__ADS_1


“Maaf bu.. Tapi dari siang ibu belum makan apa apa. Saya dari tadi menunggu ibu memanggil tapi ibu tidak kunjung memanggil saya. Maaf kalau saya lancang. Tapi ini sudah waktunya ibu makan dan minum susu.”


__ADS_2