Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 91


__ADS_3

Jeny menatap tidak percaya dengan apa yang ada di depanya. Entah ide darimana dan kapan tomy mendekornya, taman samping rumah sakit menjadi sangat begitu indah dengan hiasan bunga.


“Tomy ini..”


Jeny tidak melanjutkan ucapanya. Dirinya benar benar terkejut dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


“Kamu suka?” Tanya tomy tersenyum menatap jeny dari samping.


Jeny menoleh. Berlahan seulas senyum terukir di bibirnya. Tomy sangat romantis. Dan jeny benar terkejut di buatnya.


“Ini sangat manis.” Kata jeny pelan.


Tomy menganggukan kepala dengan senyuman di bibirnya. Tidak sia sia usahanya meminta reyhan membujuk pemilik rumah sakit untuk menyewakan sebentar taman samping rumah sakit sebagai tempat makan siangnya bersama jeny.


“Kamu suka?” Tanya tomy kemudian.


“Aku suka. Suka banget.”


Tomy meraih tangan jeny dan menggenggamnya erat. Pria berjas hitam itu kemudian menuntun jeny menuju meja kecil dengan 2 kursi yang sudah di hias sedemikian indah nya oleh tomy. Hidangan makan siang sudah tersaji disana.


Jeny mengeryit. Wanita cantik itu menatap tomy merasa bingung karna menemukan segelas susu di atas meja di samping segelas orange jus.


“Susu?” Tanya jeny.


“Jangan lupakan anak kita sayang.” Senyum tomy sambil memeluk jeny dari belakang.


Jeny tersenyum lagi. Ini pertama kalinya tomy membuat hal semanis itu untuknya. Dan itu membuat jeny merasa sangat istimewa.


“Terimakasih..” Senyum jeny mengusap lembut tangan tomy yang memeluk mesra perut nya.


Tomy menganggukan kepalanya. Pria itu kemudian memutar tubuh jeny hingga menghadapnya. Di tatapnya dalam dalam kedua mata indah istrinya. Tomy tidak pernah menyadari jika selama ini perasaanya adalah perasaan cinta untuk jeny. Dan sekarang tomy baru menyadari semuanya. Rasa ingin melindungi, rasa ingin selalu bersama dengan jeny adalah rasa cinta yang bersembunyi di balik kata persahabatan.


“Sayang..” Panggil tomy lembut.


Jeny hanya diam saja. Jantungnya berdetak sangat cepat. Tatapan lembut tomy sangat menghipnotisnya sehingga jeny tidak bisa berpaling meskipun hanya sedetik.


“Love me please..” Lirih tomy.


Jeny menelan ludahnya susah payah. Untuk yang kesekian kalinya tomy memohon cintanya.

__ADS_1


“Aku akan menebus semua rasa sakit yang kamu rasakan selama ini. Aku janji.” Sambung tomy masih dengan suara lirihnya.


Tomy menundukan kepalanya. Pria itu menyatukan keningnya dengan kening jeny sehingga menempel dengan sempurna. Ujung hidung mancung mereka saling bersentuhan membuat keduanya bisa dengan jelas merasakan hangat hembusan nafasnya.


“Percaya sama aku.. Aku akan selalu berusaha yang terbaik untuk kamu dan anak kita.”


Jeny memejamkan kedua matanya. Wanita itu tidak pernah merasa senyaman ini meskipun dalam keadaan jantung berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya.


Jeny tidak bisa berkata apa apa. Jeny juga tidak bisa mengiyakan untuk mencintai tomy. Jeny hanya ingin berusaha dan untuk rasa cintanya mungkin jeny hanya akan mengatakanya jika memang perasaan itu sudah benar melekat di hatinya juga yakin bahwa semua itu memang untuk tomy.


Berlahan seulas senyum terukir di bibir jeny. Pelan pelan di angkatnya kedua tanganya dan menganlungkanya dengan sempurna di tengkuk tomy.


Cup


Jeny menempelkan bibirnya di bibir tomy. Tidak lama namun tidak sekilas juga. Dokter cantik itu menekan sedikit merasakan kenyalnya bibir suaminya sebelum menjauhkan bibirnya dari bibir tomy.


“Kita berjuang sama sama.” Katanya.


Tomy terdiam. Jeny mencium tepat di bibirnya. Dan itu adalah pertama kalinya untuk seorang tomy di cium oleh wanita. Dan itu adalah jeny, istrinya sendiri.


“Jeny kamu..”


Tomy kembali diam. Tanpa jeny mengatakanya pun tomy percaya. Tomy tau siapa jeny nya.


“Eemm.. Sayang bisa cium aku lebih lama lagi?”


Jeny tertawa. Wanita itu langsung melepaskan tanganya yang mengalung di tengkuk tomy kemudian melepaskan tangan tomy yang memeluk pinggangnya mesra.


“Kita makan sekarang. Aku sudah laper.” Katanya.


Tomy mengangguk. Meskipun sebenarnya tomy ingin protes karna jeny merusak suasana romantisnya namun tomy berusaha untuk tidak egois. Jeny mungkin memang sudah merasa lapar mengingat wanita itu yang membutuhkan tenaga lebih sekarang.


Tomy dan jeny makan siang romantis di taman rumah sakit dengan sangat bahagia. Sesekali jeny menyuapi tomy yang tentu saja langsung di terima dengan senang hati oleh pria tampan itu.


Selesai makan siang tomy meraih sebuah bunga mawar merah yang berada di tengah meja. Pria itu kemudian memberikanya pada jeny.


“Untuk aku?” Tanya jeny menatap bunga mawar merah yang di sodorkan oleh suaminya.


“Untuk penyemangat kamu siang ini.” Senyum tomy menjawab.

__ADS_1


Jeny terkekeh. Wanita itu kemudian menerima setangkai bunga mawar merah yang di sodorkan suaminya. Jeny mencium aroma bunga itu kemudian menatap lekat wajah tampan suaminya.


“Terimakasih untuk semua ini.” Kata jeny.


Tomy mengangguk. Pria itu kemudian merogoh saku jas dalamnya mengeluarkan sebuah jepitan rambut berbentuk bunga matahari.


“Bunga matahari?” Tanya jeny mengeryit.


“Hanya hadiah kecil untuk hari ini.” Senyum tomy menjawab.


Tomy bangkit dari duduknya kemudian memposisikan dirinya di samping jeny. Dengan hati hati di pasangkan jepitan rambut bunga matahari itu di rambut jeny.


Jeny menyentuh jepitan tersebut yang sudah terpasang rapi di kepala sebelah kirinya kemudian tertawa. Konyol memang. Tapi hal kecil itu membuat jeny merasa sangat di istimewakan oleh suaminya.


“Kamu lucu..”


“Aku juga tampan kan?” Tanya tomy narsis.


“Hahaha.. Oke. Suami aku memang tampan dan baik.” Jawab jeny dengan tawanya.


Tomy ikut tertawa. Tomy tidak tau apa yang harus dia lakukan untuk dikatakan romantis. Namun tomy selalu berharap apa yang di lakukanya bisa membuat luka di hati istrinya berlahan mengikis hingga akhirnya hilang tidak berbekas.


Jeny bangkit dari duduknya. Di peluknya tubuh tomy erat. Jeny benar benar sangat bahagia dengan apa yang tomy lakukan hari ini untuknya. Jeny juga tidak menyangka dengan kejutan yang di berikan tomy padanya dengan mendekor taman rumah sakit sedemikian indah hanya untuk makan siang bersamanya.


“Terimakasih untuk semuanya.” Senyum jeny kemudian melepaskan pelukanya.


Tomy mengangguk. Pria tampan itu kemudian menunduk menatap perut rata jeny. Sebentar lagi perut rata istrinya pasti akan terlihat. Dan tomy sangat tidak sabar untuk memamerkan kehebatanya sebagai seorang pria yang akan menjelma menjadi seorang ayah di depan orang banyak.


Tomy menyentuh lembut perut jeny dan mengusapnya penuh sayang. Tomy sangat bersyukur karna ternyata jeny bisa menerima semuanya dengan lapang dada. Meskipun memang kehadiran anak itu tidak di dasari rasa cinta karna tomy melakukanya dengan emosi dan penuh paksaan pada jeny.


“Sayang.. Apa dia akan bahagia mempunyai papah seperti aku?” Tanya tomy pelan.


Jeny mengeryit. Ekspresi bahagia di wajah tomy langsung berganti dengan wajah sendu saat menanyakanya.


“Tentu saja. Dia bahkan akan sangat bangga sama kamu.” Jawab jeny.


“Benarkah?” Tanya tomy menatap jeny dengan sorot mata penuh harapan.


“Tentu saja.”

__ADS_1


__ADS_2