
Jeny menatap bingung tumpukan kado di depan nya. Jeny merasa tidak berhak menerima semuanya setelah apa yang di pikirkan nya tentang tomy. Jeny bahkan sempat ingin menyudahi pernikahan nya.
“Kenapa sayang?” Tanya tomy lembut.
Jeny memejamkan kedua matanya merasakan lembut nya usapan tangan tomy di perut nya.
“Aku.. Aku rasa, aku nggak berhak atas semua hadiah ini.. Aku sudah..”
“Sssstt.. Kamu nggak boleh bicara seperti itu. Ini semua dari suami kamu. Jadi kamu harus menerimanya.” Sela tomy pelan.
Air mata jeny kembali menetes. Entah apa yang harus di perbuat nya sekarang. Tomy begitu baik padanya. Namun sekalipun jeny tidak pernah memperdulikan tanggal pernikahan mereka. Jeny juga selalu mengabaikan hari ulang tahun suaminya. Jeny tidak tau harus bagaimana jika nantinya tomy menanyakan nya.
“Tomy aku..”
“Oke gini aja. Aku bantu kamu buat milih kado yang akan kamu buka dulu.” Sela tomy.
Tomy melepaskan pelukan nya kemudian melangkah menuju samping ranjang. Sesaat pria tampan itu terdiam dengan wajah bingung memilih mana kado yang akan lebih dulu dia berikan pada istrinya.
Jeny yang masih berdiri di tempat nya kembali menangis. Jeny benar benar menyesal dengan apa yang sudah di perbuat nya akhir akhir ini. Apa lagi jeny pernah sangat merendahkan tomy dengan mengembalikan transferan dari pria itu sebagai nafkah untuk nya.
“Nah.. Ini aja sayang..”
Tomy meraih kado berukuran kecil kemudian membawanya pada jeny. Dengan senyum manis yang terus terukir di bibir nya tomy terlihat begitu sangat bersemangat.
“Tomy aku..”
“Please jangan nangis.. Aku lagi bahagia sekarang. Dan itu karna kamu..” Sela tomy mengusap air mata yang membasahi pipi istrinya.
Jeny mengangguk. Dengan senyuman yang mulai terukir di bibir nya jeny pun mengambil kado berukuran kecil yang berada di tangan tomy.
“Ini apa?” Tanya jeny sambil menggoyang goyangkan kado tersebut.
“Buka dong..” Jawab tomy sambil merapikan rambut jeny yang sedikit berantakan.
“Oke..” Angguk jeny kemudian mulai membuka kado tersebut.
Tomy menghela nafas. Rasanya seperti mimpi tiba tiba jeny menanyakan tentang kamar yang memang sangat privat bagi tomy. Tomy memang tidak memperbolehkan siapapun masuk sebelum jeny yang masuk dan melihat semuanya.
__ADS_1
“Tomy ini..”
Tomy menyipitkan kedua matanya melihat isi kado tersebut. Tomy berusaha mengingat kapan dirinya membeli nya untuk jeny.
Berlahan senyum tomy memgembang ketika berhasil mengingat nya.
“Ini sangat indah tomy..” Lirih jeny.
Tomy meraih sebuah kalung berliontin daun dengan hiasan permata di tengah nya. Dengan lembut tomy memakaikan nya pada jeny yang tersenyum di perlakukan dengan lembut dan istimewa oleh suaminya.
“Kalung ini aku beli saat setahun pernikahan kita sayang.. Kamu tau? Aku membelinya dengan susah payah. Bahkan aku sempat berdebat dan di katai pria cantik oleh seorang ibu ibu bule..” Kata tomy menceritakan perjuangan nya saat membeli kalung tersebut.
Jeny tersenyum. Di sentuh nya liontin daun yang menggantung di atas dadanya.
“Aku harap kamu suka yah..” Senyum tomy di belakang jeny.
Jeny membalikan tubuh nya menghadap tomy. Senyum manis terukir di bibir nya menatap wajah tampan suaminya.
“Aku suka.. Suka banget.” Katanya.
Tomy menghela nafas lega. Dengan lembut tomy meraih tubuh jeny dan memeluk nya penuh kasih sayang.
“Aku cinta sama kamu jeny.” Gumam tomy dalam hati.
Tomy melepaskan pelukan nya. Pria tampan itu merapikan rambut jeny yang sedikit menutupi kening nya. Di kecup nya lembut kening dokter cantik itu. Tomy ingin sekali mengungkapkan segala isi hatinya. Tapi tomy ragu. Tomy tidak ingin jika sikap jeny kembali berubah padanya.
“Sekarang kamu mau buka yang mana lagi?” Tanya tomy menatap lembut wajah cantik jeny.
Jeny terdiam. Kepalanya menoleh menatap tumpukan kado di atas ranjang. Jeny menghela nafas.
“Tomy.. Aku sangat berterimakasih sama kamu atas semua ini.. Aku juga minta maaf atas sikap aku kemarin kemarin sama kamu.. Tapi...”
“Tapi apa?” Sela tomy mengeryit bingung.
Jeny menghela nafas sekali lagi. Kedua matanya terpejam sesaat kemudian kembali mendongak menatap lagi wajah tampan suaminya.
“Tapi kalau untuk membuka semua kado kado itu aku rasa mungkin nanti nanti saja..” Jawab jeny pelan.
__ADS_1
Tomy mengangguk pelan. Pria tampan itu berusaha untuk mengerti. Mungkin jeny memang belum siap untuk membuka semua kado kado pemberian nya. Dan mungkin itu juga berarti jeny belum benar benar bisa membuka hati untuk nya.
“Tomy..” Panggil jeny pelan.
Tomy menatap wajah cantik jeny yang terlihat mulai serius.
“Aku mau belajar untuk mencintai kamu..”
Tomy terdiam. Mendadak jantung nya sejenak seakan berhenti namun kemudian berdetak begitu sangat cepat.
“Apa?" Lirih tomy tidak percaya.
Jeny tersenyum menatap wajah tidak percaya suaminya. Bagaimanapun juga tomy adalah suaminya. Pria yang di takdirkan untuk bersamanya. Dan jeny berpikir mungkin akan lebih baik jika dirinya berusaha untuk mencintai pria itu layaknya suami istri pada umum nya.
“Aku mau berusaha untuk mencintai kamu..” Ulang jeny dengan kata yang lebih jelas dari sebelum nya.
Tomy tersenyum mendengar nya. Dengan cepat tomy membopong tubuh jeny dan memutar mutar nya. Jeny yang terkejut langsung memeluk erat leher suaminya dengan kedua mata terpejam.
“Tomy tomy.. please.. Aku nggak mau begini..!!” Teriak jeny takut dan semakin erat memeluk leher tomy.
Tomy tertawa senang. Pria itu bahkan sampai tidak memperdulikan teriakan jeny dan terus memutar mutar tubuh istrinya.
“Kya..!! Tomy turunin aku..!!” Teriak jeny lagi.
Tidak mau membuat jeny marah tomy pun menuruti nya. Pria tampan itu segera menurunkan tubuh mungil jeny.
“Kamu nyebelin tau nggak?!” Ketus jeny memukul dada bidang tomy.
Tomy terus saja tertawa. Masih tidak memperdulikan wajah sebal istrinya pria itu kembali merengkuh tubuh jeny dengan hati berbunga bunga.
“Tomy kamu..”
“Terimkasih.. Aku bahagia. Aku sangat bahagia mendengar nya sayang. Aku janji aku akan membuat kamu bahagia.” Sela tomy memeluk erat tubuh jeny.
Jeny tersenyum di balik punggung suaminya. Kedua mata jeny terpejam merasakan hangat dan nyaman nya pelukan pria tampanya.
Dan di ambang pintu sisi dan bibi hampir saja masuk mengganggu kebahagiaan jeny dan tomy. Beruntung sisi bisa langsung menghentikan laju larinya ketika di depan pintu. Mereka berdua memang berlari tunggang langgang dengan wajah panik ketika mendengar teriakan jeny dari lantai 2. Namun begitu sampai mereka terkejut sesaat dengan apa yang di lihat nya. Bibi dan sisi tau bagaimana hubungan tomy dan jeny. Dan melihat keduanya berpelukan bibi dan sisi ikut bahagia.
__ADS_1
“Bapak so sweet banget ya bi?”