Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 76


__ADS_3

“Apa yang sebenarnya ada di kamar sebelah. Kenapa kamu melarang mbak sisi dan bibi membersihkan nya?”


Pertanyaan yang keluar dari bibir jeny membuat tomy berhenti menggosok rambut basah nya. Pria tampan itu terdiam kemudian mendongak menatap jeny yang berdiri tepat di depan nya.


Seulas senyum terukir di bibir tomy. Tangan besar nya meraih pinggang jeny dan memeluk nya lembut. Pria tampan itu kemudian menunduk mengecup lembut perut rata jeny dan mendongak kembali menatap jeny yang diam karna perlakuan lembut nya.


“Kamu ingin tau apa yang ada di kamar itu?” Tanya tomy pelan.


Jeny menganggukan kepalanya. Tatapan nya terus terarah pada tomy yang mendongak dengan dagu yang menempel di perut rata jeny.


Tomy menghela nafas. Tomy tidak menyangka jeny menanyakan sendiri apa yang berada di sebelah kamar nya. Padahal tomy sedang menunggu waktu yang tepat untuk menunjukan semuanya pada istrinya.


“Oke.. Aku bakal kasih lihat ke kamu.” Senyum tomy.


Jeny ikut tersenyum. Jeny kira akan sulit meminta tomy untuk menunjukan apa yang berada di kamar itu padanya. Tapi ternyata tomy dengan sangat gampang menyetujuinya.


“Sebentar aku taruh handuk dulu..”


“Biar aku yang taruh..” Kata jeny cepat.


Tomy terdiam. Jeny benar benar menunjukan perubahan yang memang sangat tomy inginkan.


Jeny mengambil handuk yang berada di pangkuan suaminya kemudian membawanya ke samping pintu balkon dan menyampirkan di tempat nya.


“Ayo..” Ajak jeny semangat.


Dengan senyuman yang terukir di bibir nya tomy mengangguk. Pria tampan itu bangkit dari duduk nya kemudian mengikuti jeny yang sudah lebih dulu melangkah keluar dari kamar menuju kamar sebelah kamar nya dan tomy.


Langkah jeny terhenti ketika tepat berada di depan pintu coklat yang selalu tertutup rapat itu. Di tatap nya pintu itu dalam diam. Jeny sangat yakin kamar itu pasti di penuhi debu dan sarang laba laba karna semenjak mereka pindah tomy tidak pernah mengizinkan bibi membersihkan nya.


“Aku buka sekarang?” Tanya tomy pelan juga lembut.


Jeny menoleh. Wanita cantik berambut lurus itu kemudian mengangguk dengan senyuman yang terukir di bibir nya.


Tomy mengeluarkan kunci yang memang selalu dia sembunyikan dari jeny. Satu tanganya meraih pinggang jeny. Sedangkan satu tanganya lagi mulai memasukan kunci ke dalam lubang nya.

__ADS_1


Jeny hanya diam saja. Wanita itu sama sekali tidak keberatan dengan posisi tomy yang memeluk nya dari belakang dengan dagu yang menempel di bahunya.


“Kamu wangi banget sayang.” Bisik tomy.


Jeny memejamkan kedua matanya. Hembusan hangat nafas tomy mengenai leher jenjang nya. Dan itu menyebabkan bulu kuduk jeny berdiri sehingga menimbulkan sensasi merinding.


“Kamu membuat aku merinding tomy.” Katanya jujur.


Tomy terkekeh. Pria tampan itu kemudian mengangkat dagunya dari bahu jeny. Jeny begitu jujur dan blak blakan padanya saat ini.


“Sudah..”


Jeny menelan ludah nya. Entah kenapa rasanya sedikit deg degan menatap pintu yang sudah di buka kuncinya oleh tomy. Mendadak jeny khawatir jika ternyata dugaan nya benar. Kamar itu pasti akan menjadi sumber penyakit.


“Aku udah boleh masuk?” Tanya jeny menatap ragu pintu kamar tersebut.


Tomy tersenyum. Di usap nya lembut perut rata jeny.


“Boleh sayang..” Jawab nya.


Tomy yang merasakan remasan tangan lembut istrinya tersenyum. Tomy mengerti. Jeny mungkin takut dengan keadaan di dalam kamar yang menurut nya tidak pernah di bersihkan.


“Buka sayang...” Bisik tomy.


Jeny menelan ludah nya sekali lagi. Berlahan tangan nya terangkat dan menyentuh gagang pintu tersebut. Pelan pelan jeny memutar gagang pintu bercat coklat itu dan mendorong nya.


Jeny terdiam. Keadaan kamar itu tidak seperti yang di bayangkan nya. Kamar itu terlihat sangat bersih sama seperti kamar nya dan tomy. Padahal sisi mengatakan padanya bahwa tomy melarang nya juga bibi membersihkan nya.


“Tomy tapi mbak sisi bilang..”


“Ssstt.. Aku punya sesuatu untuk kamu sayang.” Sela tomy berbisik.


Jeny langsung diam. Jeny menurut saat tomy menggiring nya masuk ke dalam kamar tersebut. Sebuah keryitan muncul di kening jeny ketika mendapati banyak photo photo dirinya di nakas samping ranjang, di dinding, juga di meja panjang yang ada di sudut ruangan.


“Ini.. Darimana kamu bisa punya semua photo photo aku?” Tanya jeny dengan pandangan menyapu ke seluruh ruangan kamar yang di penuhi oleh photonya.

__ADS_1


Tomy tersenyum. Pria tampan itu ikut menyapukan pandanganya ke seluruh sudut kamar. Semua itu tidak akan bisa tomy miliki jika tidak ada charlie.


“Aku minta charlie untuk selalu mengirimkan setiap aktivitas kamu..” Jawab tomy jujur.


Jeny langsung membalikan tubuh nya menatap tomy. Tatapan nya menyiratkan keterkejutan.


“Aku sengaja meminta nya pada charlie supaya aku selalu merasa kamu ada di samping aku. Dan jujur setiap pagi charlie mengantar kamu kerja, diam diam dia pasti selalu memotret senyum kamu dan mengirimnya ke aku. Itu adalah penyemangat aku untuk melewati hari hari di amsterdam tanpa kamu.” Jelas tomy menatap lekat kedua manik indah istrinya.


Jeny menggelengkan pelan kepalanya. Kedua matanya mulai berkaca kaca. Dadanya terasa sesak mendengar apa yang di katakan oleh suaminya. Padahal jeny pikir tomy sudah melupakan nya selama 5 tahun mereka tidak bersama.


“Maaf.. Aku bener bener minta maaf karna tidak pernah menghubungi kamu. Bukan maksud aku menyakiti kamu jen. Aku hanya ingin bisa mencapai apa yang aku ingin. Karna aku yakin hanya dengan begitu aku pantas mendampingi kamu.” Lanjut tomy.


Air mata jeny menetes mendengar nya. Jeny percaya pada semua apa yang di katakan oleh tomy.


“Jangan nangis yah.. Aku nggak mau lagi kamu menangis karna aku. Aku hanya ingin kamu selalu tersenyum..”


Tomy mengusap lembut air mata yang membasahi pipi jeny. Hatinya benar benar terasa sangat lega karna sudah mengatakan semuanya pada jeny. Dan tomy sangat berharap jeny percaya dengan semua penjelasan nya.


“Sekarang mending kamu buka semua kado kado itu.” Tomy meraih pinggang jeny dan memutar lembut tubuh mungil istrinya untuk kembali menatap sekitar nya.


“Ya tuhan.. Tomy ini..” Jeny tidak bisa melanjutkan ucapan nya ketika melihat kado dengan berbagai ukuran di atas ranjang king zise di depanya. Dari ukuran kecil, sedang, sampai besar.


“Aku harap kamu suka..” Bisik tomy tersenyum di belakang jeny.


“Tomy.. Tapi ini untuk apa?” Tanya jeny masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


“Tumpukan kado sebelah kanan adalah hadiah ulang tahun kamu setiap tahun sayang..” Jawab tomy memberitahu.


Jeny kembali merasakan sesak di dadanya. Tomy selalu mengingat ulang tahun nya. Tetapi jeny sama sekali tidak pernah memperdulikan hari ulang tahun tomy karna rasa kecewanya.


“Untuk tumpukan yang berada di tengah itu hadiah aniversary setiap bulan pernikahan kita. Dan yang sebelah kiri itu hadiah aniversary pernikahan kita setiap tahun.”


Jeny tidak bisa mebendung air matanya yang mulai menetes deras membasahi pipinya. Pikiran nya tentang tomy selama 5 tahun ternyata keliru. Tomy tidak pernah melupakan nya. Tomy bahkan selalu mengingat nya dan meng istimewakan dirinya.


Tomy yang berada di belakang jeny menghela nafas. Di peluk nya lembut tubuh bergetar jeny. Tomy tidak tau kenapa istrinya menangis.

__ADS_1


“Maaf.. Maaf kalau aku nyakitin kamu..”


__ADS_2