Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 228


__ADS_3

Angel tidak berhenti tersenyum ketika berada di dalam mobil dokter axel. Pria tampan itu sangat romantis menurutnya karna dengan gentlenya meminta izin pada papah angel untuk membawa angel pergi.


Dokter axel yang sedari tadi fokus dengan kemudinya mengeryit bingung. Tidak biasanya angel diam. Di liriknya angel diam diam. Dokter axel semakin bingung ketika melihat angel yang tersenyum senyum sendiri.


“Angel kamu kenapa?” Tanya dokter axel dengan tatapan lurus ke depan kejalanan yang sedang di lewatinya.


Angel terus saja tersenyum. Malu rasanya jika harus jujur dirinya senang karna dokter axel mengajaknya pergi.


“Aku nggak papa dokter..” Jawabnya pelan dengan pipi merona.


Dokter axel menggelengkan kepalanya. Pria tampan itu berniat mengajak angel ke rumah sakit untuk merontgen bagian kepalanya. Dokter axel sangat penasaran karna sampai saat ini angel sama sekali belum mengingat apapun. Padahal dokter axel sudah menceritakan semua masa lalunya bahkan tentang fani. Tapi anehnya angel terlihat tidak bereaksi apapun selain menangis penuh sesal. Dan selebihnya tidak ada perubahan apapun. Angel tetap tidak mengingat apapun.


Dokter axel menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah sakit yang cukup elit di pusat kota. Pria tampan itu menatap sekitar rumah sakit kemudian melirik angel yang tampak kebingungan.


“Dokter kita ngapain ke rumah sakit?” Tanya angel menatap dokter axel.


Dokter tampan itu tidak langsung menjawab. Rumah sakit elit di depanya adalah rumah sakit milik dokter yang selalu setia datang ke rumahnya untuk memeriksa angel. Dan sekarang dokter axel membawa angel ke rumah sakit itu guna memeriksakan keadaan angel yang sebenarnya.


“Aku sedikit khawatir sama keadaan kamu.. Jadi aku bawa kamu ke rumah sakit untuk periksa.”


Angel menggelengkan kepalanya. Angel tidak merasakan sakit ataupun gejala apapun. Angel merasa tidak gila.


“Tapi aku baik baik saja dokter.. Aku nggak gila.”


Dokter axel menghela nafas. Dokter tampan itu tidak sedang menganggap angel gila. Dokter axel hanya ingin cepat lepas dari tanggung jawabnya pada angel. Dengan begitu dokter axel tidak lagi harus ada hubungan apapun dengan angel.


“Saya nggak nganggep kamu gila angel.. Saya hanya ingin memastikan bahwa kamu memang baik baik saja.”


Angel menggelengkan kepalanya. Padahal angel sudah berpikir dokter axel akan membawanya untuk jalan jalan menghilangkan rasa jenuh. Tapi ternyata dokter axel malah membawanya ke rumah sakit.


“Aku nggak mau..” Tolak angel pelan.


Dokter axel menghela nafas lagi. Dokter axel hanya ingin angel benar benar sembuh dan mengingat kembali semuanya. Dengan begitu dirinya tidak lagi harus bertanggung jawab.


“Angel..”

__ADS_1


“Dokter aku baik baik saja.. Aku udah nggak gila lagi..” Sela angel dengan suara bergetar.


Dokter axel langsung terdiam. Angel sekilas memang terlihat baik baik saja. Tapi mengingat karna sampai saat ini ingatanya belum juga pulih itu benar benar membuat dokter axel penasaran.


“Aku tau kamu memang sudah sembuh.. Tapi pemeriksaan lanjutan pada syaraf kamu juga di perlukan angel. Memangnya kamu tidak ingin mengingat semuanya?”


Angel menggelengkan kepalanya. Terkadang angel merasa lebih baik hilang ingatan jika harus kembali ingat dan kembali menjadi ibu yang paling jahat di dunia.


“Angel tolong mengerti.. Ini demi kebaikan kamu..” Lirih dokter axel.


“Apa kamu akan menjauhiku setelah aku ingat semuanya? Apa kita tidak akan bisa seperti ini lagi kalau aku kembali mengingat semuanya?”


Dokter axel terdiam. Pria itu tidak tau harus menjawab apapun. Tujuanya ingin angel cepat pulih memang karna ingin benar benar terlepas dari wanita itu dan tidak perlu lagi berhubungan apapun.


“Dokter.. Jawab aku..” Tuntut angel dengan linangan air mata.


Dokter axel melengos. Bagaimanapun caranya pria itu tetap harus bisa memeriksa dan memastikan kondisi angel.


“Saya tidak harus menjawab pertanyaan kamu. Tugas saya sebagai seorang dokter adalah memastikan pasien yang saya tangani benar benar sembuh.” Kata dokter axel dingin.


Dokter axel melangkah cepat mengitari bagian depan mobilnya. Di bukanya pintu mobil tempat angel duduk. Pria itu menatap datar angel yang terus menangis dalam diam.


“Turun..” Katanya dengan nada memerintah.


“Tapi dokter..”


“Turun angel.” Sela dokter axel tegas.


Angel menelan ludahnya susah payah. Dokter axel tidak pernah bersikap dingin padanya. Tapi sekarang pria itu bersikap dingin seperti orang asing yang tidak pernah mengenal angel.


Angel menghela nafas kemudian menganggukan kepalanya.


“Baik.” Katanya menurut.


Dokter axel kembali menutup pintu mobilnya. Pria tampan itu meraih tangan angel dan langsung menuntunya mengajak angel masuk ke dalam gedung rumah sakit yang sangat megah itu.

__ADS_1


Dokter axel langsung membawa angel ke sebuah ruangan dimana dokter yang di percayanya berada. Dan sesampainya di ruangan itu dokter axel langsung mempersilahkan dokter itu untuk memeriksa angel.


“Semuanya sudah tidak ada masalah axel.” Kata dokter itu menunjukan hasil rontgen bagian kepala angel.


Dokter axel hanya diam saja. Pria itu sesekali melirik angel yang duduk di sampingnya. Wanita cantik itu terus menangis dalam diam. Dan dokter axel tidak bisa memungkiri perasaan ibanya pada wanita cantik itu.


“Kamu bisa lihat sendiri disini.”


Dokter axel menatap hasil pemeriksaan kepala angel. Semuanya memang sudah terlihat normal. Namun pada kenyataanya angel belum juga mengingat apapun tentang masa lalunya.


Dokter baya itu menghela nafas menatap dokter axel.


“Kamu kenapa axel?” Tanyanya pelan.


Dokter axel tetap diam. Bingung juga ragu menjadi satu dan menguasai hatinya saat ini. Dokter axel ingin segera bisa melepaskan diri dari tanggung jawabnya pada angel. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya dokter axel juga merasa berat jika harus berpisah dengan mantan kekasihnya itu.


“Axel saya sudah bilang sama kamu sebelumnya semuanya butuh proses.. Kuncinya sabar dan telaten.. Angel pasti akan mengingat semuanya berlahan..” Kata dokter itu lagi.


Dokter axel menghela nafas. Setahunya orang yang amnesia pasti akan sedikit mengingat sesuatu yang telah terjadi jika di ingatkan. Tapi tidak dengan angel. Bukan hanya dokter axel yang sudah mencoba tapi kedua orang tua angel juga.


“Dokter.. Saya juga kedua orang tua angel sudah mencoba mengingatkan semuanya pada angel tapi tidak ada sedikitpun dia mengingatnya. Bahkan nama panjangnya saja kadang dia masih lupa dokter.”


Dokter itu menoleh pada angel yang hanya diam dengan kepala tertunduk. Memang aneh rasanya jika angel sama sekali tidak mengingat apapun padahal sudah di ingatkan kembali.


“Angel..” Panggil dokter itu pelan.


Angel buru buru menyeka air matanya kemudian mendongakan kepalanya. Setiap kata yang di lontarkan oleh dokter axel saat ini benar benar membuat hatinya terasa di remas remas. Dokter axel seakan sudah tidak mau lagi mengenalnya.


“Ya dokter..” Saut angel tersenyum tipis menatap dokter yang selama ini dengan telaten menanganinya.


“Apa kamu pernah merasakan sakit kepala saat memimpikan sesuatu?”


Angel menggelengkan kepalanya. Angel bahkan tidak pernah bermimpi apapun selain dokter axel yang sekarang.


Dokter baya itu mengeryit bingung kemudian menatap dokter axel lagi.

__ADS_1


“Kita coba periksa ulang.”


__ADS_2