Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 176


__ADS_3

Selesai menyuapi tomy, Jeny pun membantu tomy bangun dari ranjang. Namun ketika jeny mengulur kan tanganya tomy terdiam.


“Kamu mau ngapain sayang?” Tanya tomy.


“Ya mau papah kamu lah by..” Jawab jeny tersenyum manis.


Tomy tertawa mendengarnya. Pria tampan itu kemudian meraih tangan jeny dan menggenggam nya erat.


“Sayang, aku berat loh. Dan lagi, Aku bisa sendiri kalau hanya untuk ke kamar Mandi.” Senyum tomy menatap jeny lembut.


Jeny menghela nafas mendengarnya.


“Kamu yakin? Tangan kamu terluka loh by..”


“Sayangku.. Ini semua belum ada apa apanya buat aku.. Aku kan kuat.” Senyum tomy lagi.


“Beneran?” Tanya jeny tidak percaya.


Jeny menatap tangan kanan suaminya yang di balut perban. Jika untuk memegang mungkin bisa, tapi untuk bisa menyikat giginya juga mencuci muka rasanya sangat tidak mungkin tomy bisa melakukanya.


“Beneran dong..” Jawab tomy percaya diri.


Jeny mengangguk anggukan kepalanya pasrah.


“Oke oke..”


Tomy tersenyum. Pria tampan itu kemudian melangkah menuju kamar mandi meninggalkan jeny yang masih berdiri di samping ranjang. Namun ketika hendak menyikat giginya tiba tiba tomy mengerang kesakitan. Sikat giginya pun jatuh ke lantai.


Jeny yang mendengar erangan kesakitan suaminya menghela nafas. Jeny kemudian melangkah menyusul suaminya. Wanita itu meraih sikat gigi tomy yang tergeletak di lantai kemudian mencucinya. Setelah itu jeny mengambil pasta gigi dan mengoleskanya di atas permukaan bulu sikat gigi milik tomy.


“Apa aku bilang.. Kamu ngeyel sih by.. Sok kuat. Udah tau lagi sakit masih aja sombong.” Dumel jeny.


Tomy hanya meringis merasa malu pada istrinya. Pria tampan itu akhirnya menurut. Tomy hanya diam saja ketika jeny mendudukanya di atas kloset. Tomy juga menurut saat tomy membantunya dengan menyikatkan giginya.


Selesai membantu tomy menyikat gigi, jeny juga membantu tomy mencuci wajah tampanya. Jeny bahkan juga mencukur jambang tomy yang mulai tumbuh.


“Makasih ya sayang...” Senyum tomy sedikit mendongak menatap jeny yang berdiri di depanya.


“Iyah.. Ini kan udah jadi kewajiban aku sebagai istri kamu.” Jawab jeny sambil mengelap wajah tampan tomy dengan handuk kecil.

__ADS_1


Tomy hanya tersenyum. Tomy tidak menyangka jika istrinya sedewasa itu menyikapinya. Jeny begitu telaten mengurusnya pagi ini mulai dari menyikat gigi sampai mengelap tubuhnya.


“By.. Mungkin untuk saat ini kamu pakenya kemeja pendek dulu yah.. Kalau pake kaos nanti tangan kamu terlalu banyak pergerakan bukanya cepet sembuh malah jadi tambah sakit..” Kata jeny ketika sedang memilih baju yang akan di kenakan suaminya.


Tomy yang duduk menunggu di tepi ranjang hanya mengangguk dan tersenyum.


“Iya bu dokter...” Balasnya.


Jeny tertawa pelan. Wanita itu meraih sebuah kemeja berlengan pendek warna abu abu. Jeny juga tidak lupa mengambilkan celana pendek untuk suaminya. Sesaat jeny terdiam. Di tatapnya kemeja dan celana pendek yang ada di tanganya. Tomy pasti akan terlihat lucu jika mengenakanya. Tomy juga pasti akan protes karna baju yang di pakainya tidak pas dan terlihat aneh saat di kenakan.


“Kenapa sayang?” Tanya tomy bingung melihat istrinya yang hanya diam saja di depan lemari bajunya.


Jeny menatap tomy yang masih mengenakan handuk yang melilit pinggangnya.


“Eemm.. By untuk sementara aja kok kamu pakai begini. Nggak papa kan?” Tanyanya ragu.


Tomy tertawa pelan. Tomy tau apa yang jeny lakukan adalah yang terbaik untuknya. Makan dari itu apapun yang jeny ambilkan dan pakaikan tomy tidak akan protes apa lagi marah. Karna jeny mau mengurusnya dengan telaten saja tomy sudah sangat senang dan berterimakasih.


“Ya nggak papa lah sayang..”


“Beneran nggak papa? Kamu nggak malu nanti kalau misalnya bibi sama mbak sisi ngetawain kamu?” Tanya jeny memastikan.


Jeny mengangguk dengan senyuman di bibirnya. Wanita itu kemudian mendekat dan memakaikan baju juga celana pada suaminya. Wanita itu melakukanya tanpa rasa malu meskipun melihat suaminya telanjang sekalipun. Karna tujuanya adalah untuk mengurus suaminya agar cepat sembuh.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat jeny menoleh. Jeny meraih handuk yang berada di samping suaminya kemudian menyampirkan di tempatnya sebelum berjalan menuju pintu kamar untuk membukanya.


“Ya bi...”


“Bu di bawah ada pak reyhan.” Kata bibi.


Jeny menoleh pada tomy yang sedang memperhatikan tanganya yang di balut perban kemudian menatap kembali pada bibi yang ada di depanya.


“Suruh reyhan tunggu sebentar yah bi.. Bikinin minum juga.. Saya dan bapak sebentar lagi turun.” Balas jeny.


“Baik bu...” Angguk bibi kemudian berlalu dari depan kamar jeny dan tomy.


Jeny menghela nafas. Reyhan datang pagi pagi seperti ini pasti untuk urusan pekerjaan. Jeny kembali masuk ke dalam kamar menghampiri tomy.

__ADS_1


“Di bawah ada reyhan.” Kata jeny memberitahu tomy.


“Reyhan?” Tanya tomy memastikan.


Jeny menganggukan kepalanya menjawab. Wanita itu menatap kasihan pada kaki, tangan, juga kepala suaminya yang baru saja jeny beri obat juga jeny ganti perbanya.


“Bantu aku turun ya sayang..” Pinta tomy.


“Oke..”


Jeny menuntun suaminya menuruni anak tangga satu persatu dengan sangat sabar. Wanita itu ingin sekali menangis melihat suaminya yang kesusahan melangkah. Namun jeny berusaha untuk menahanya. Tomy pasti akan khawatir jika jeny menangis.


Melihat bos besarnya yang tampak kesusahan menuruni anak tangga reyhan langsung berlari mendekat. Pria itu mengambil alih tomy dari jeny dan memapahnya.


“Biar saya saja bu..” Katanya.


“Makasih rey..” Senyum jeny menyerahkan suaminya untuk di papah oleh reyhan.


“Sama sama bu..”


Reyhan memapah tomy menuruni tangga. Pria berjambul itu memapah tomy sampai ke sofa ruang tamu kemudian membantunya untuk duduk.


“Ada apa rey?” Tanya tomy setelah mereka bertiga duduk di sofa.


“Ah ya pak... ini ada berkas yang harus bapak tanda tangani.” Jawab reyhan sambil menyodorkan map yang di bawanya.


Tomy menerimanya. Pria itu membuka dan membaca berkas itu terlebih dulu sebelum memberikan tanda tanganya.


Jeny yang berada di samping tomy hanya diam saja. Tomy sangat beruntung karna memiliki asisten seperti reyhan yang begitu perduli padanya. Reyhan bahkan tidak keberatan bolak balik mengantar berkas berkas penting yang harus di tanda tangani oleh tomy.


“Em... Pak, saya sudah berhasil menangkap orang yang menyabotase mobil bapak. Dan sekarang orang itu ada di kantor polisi.” Kata reyhan.


Tomy terdiam sesaat. Pria itu menoleh menatap jeny yang juga sedang menatapnya.


“Dan untuk urusan selanjutnya saya serahkan sama pak tomy barangkali pak tomy mau bertanya sendiri pada pelakunya.” Lanjut reyhan.


Tomy tersenyum kemudian menganggukan kepalanya. “Nanti sore kamu jemput saya dan istri saya. Antar saya ke kantor polisi. Saya akan menanyakan sendiri pada orang itu.”


“Baik pak. Kalau begitu saya permisi.” Angguk reyhan.

__ADS_1


“Silahkan.” Jawab tomy.


__ADS_2