Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 201


__ADS_3

“Orang saya sudah memberitahu saya tentang dokter malik dan pak lorenzo pak tomy. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?”


Tomy tidak bisa langsung menjawab. Tomy sendiri jika mengikuti kemauan hatinya ingin sekali langsung menghabisi lorenzo. Tapi tomy sadar semuanya tidak bisa begitu saja dia lakukan. Tomy perlu bukti yang banyak yang memberatkan lorenzo.


“Saya tau dan saya juga sering melihat bagaimana pak lorenzo mengejar istri anda. Saya bukan pria bodoh. Saya tau pak lorenzo memiliki rasa pada istri anda pak tomy. Tapi jika memang pak lorenzo adalah dalang di balik semua ini kenapa harus angel yang menjadi sasaran?”


Tomy menelan ludahnya. Tomy tau siapa lorenzo dari dulu. Pria itu adalah pria kejam yang akan melakukan apapun demi tujuanya tercapai. Lorenzo tidak memandang siapapun. Besar atau kecil, tua atau muda, dan pria ataupun wanita jika dia sudah berniat apapun pasti akan di lakukanya.


“Dokter apa anda masih menyimpan obat dari dokter malik?” Tanya tomy.


“Ya. Saya selalu menyimpan dan mengumpulkanya jika dokter malik kesini.” Jawab dokter axel.


“Kalau begitu kita bawa obat itu sebagai bukti atas apa yang di lakukan dokter malik pada angel. Saya yakin dokter malik akan mengaku dan dengan begitu lorenzo juga akan terseret.”


Dokter axel terdiam sejenak. Pria itu kemudian menganggukan kepalanya. Obat obat itu memang bisa menjadi bukti kuat untuk menjebloskan dokter malik ke penjara.


“Baik pak tomy. Kapan kita serahkan barang buktinya?”


“Sekarang juga dokter.”


“Tapi angel..”


“Telephone pak leo. Dia pasti bisa menjaga angel dengan baik selama kita pergi.” Sela tomy cepat.


Dokter axel mengangguk mantap. Semuanya memang sudah seharusnya di ungkap.


Setelah menelephone leo, dokter axel dan tomy tidak langsung pergi. Kedua pria tampan itu menunggu kedatangan leo yang akan menjaga angel.


“Jaga angel dengan baik. Jangan berani macam macam.” Kata dokter axel saat akan menaiki mobil tomy.


Leo tertawa pelan mendengarnya. Posisinya dan dokter axel sama. Mereka sama sama mantan angel. Hanya saja leo adalah mantan suami sedangkan dokter axel hanya mantan kekasih.

__ADS_1


“Saya tidak akan melakukan apapun dokter.” Balas leo tenang.


Tomy yang juga mendengarnya tertawa. Dokter axel sangat hati hati menjaga angel. Pria itu bahkan mungkin juga tidak rela jika sampai ada nyamuk yang menggigit angel.


Setelah berdebat pelan dengan leo dokter axel akhirnya masuk ke dalam mobil tomy. Pria itu menghela nafas dan menoleh menatap leo tajam seakan sedang memperingati leo agar tidak macam macam dan benar benar menjaga angel dengan baik.


Dalam perjalanan menuju kantor polisi tomy terus terdiam. Pria tampan itu masih mencoba memikirkan cara lain agar dokter malik mau mengakui semua perbuatanya. Tomy tau siapa dan bagaimana lorenzo. Meskipun memang dirinya mampu namun tomy juga sadar menghadapi seorang yang licik seperti lorenzo tidaklah mudah.


CIIITTTT


Dokter axel terkejut saat tiba tiba tomy menghentikan mobilnya mendadak. Beruntung mereka berada di jalanan yang sepi sehingga tidak menimbulkan kecelakaan bagi pengendara yang ada di belakangnya.


“Pak tomy, ada apa?” Tanya dokter axel menoleh dan menatap bingung pada tomy yang diam dengan tatapan lurus kedepan.


Tomy menoleh dan menatap dokter axel serius.


“Dokter, menghadapi seorang lorenzo tidak bisa secara langsung dengan jalur hukum.” Kata tomy.


“Apa maksud anda pak tomy?” Tanya dokter axel bingung.


“Menghadapi orang pintar dan licik seperti lorenzo kita juga harus punya taktik. Kita harus lebih licik dan lebih pintar dari dia.” Jawab tomy.


Dokter axel semakin merasa tidak mengerti. Dokter tampan itu hanya diam menatap tomy yang tampak sedang memikirkan sesuatu.


Tomy merogoh saku dalam jasnya dan mengeluarkan benda pipih miliknya. Pria tampan itu menempelkan ponselnya mencoba menghubungi reyhan agar pria itu segera mengirimkan alamat dokter malik padanya.


“Halo rey, kirimkan sekarang alamat dokter malik. Dan kamu ajak rio dan rolan segera menuju rumah dokter malik.” Kata tomy dengan nada tegas dan memerintah.


“Pak tomy apa yang akan anda lakukan?” Tanya bingung dokter axel.


Tomy tersenyum miring. Lorenzo mungkin tidak tau siapa sebenarnya seorang tomy bagaskara. Tapi tomy tau siapa dan bagaimana lorenzo. Mudah ataupun sulit tomy akan tetap menghadapi lorenzo dengan caranya. Entah itu dengan cara lembut, licik, bahkan kasar sekalipun.

__ADS_1


“Kita tidak jadi ke kantor polisi dokter. Tapi ke rumah dokter malik.”


Dokter axel menelan ludahnya. Aura tomy sangat menakutkan sekarang. Tomy terlihat seperti seorang yang sangat kejam dan keras yang siap menghalalkan segala cara demi tujuanya tercapai.


“Apa? Tomy disitu?” Tanya jeny bangun dari berbaringnya di atas ranjang mendengar ucapan angel yang tiba tiba menelephone nya.


“Ya jen. Mereka sedang berbicara sesuatu yang mungkin sangat penting sampai aku saja tidak boleh tau.” Jawab angel dengan suara pelan.


Jeny menghela nafas kemudian tersenyum. Suaminya dan dokter axel memang sedang sama sama menyelidiki dokter malik. Wajar saja jika mereka berdua berdiskusi dan tidak ingin angel mengetahuinya.


“Jen apa kamu tidak bisa kesini? Aku sungguh penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.”


“Mbak maaf.. Aku tidak bisa keluar tanpa izin dari suami aku. Dan juga aku nggak bisa bawa mobil sendiri.” Balas jeny tenang.


Diseberang telephone angel menghela nafas. Wanita itu kemudian memutuskan begitu saja sambungan telephone nya tanpa mengatakan apapun pada jeny.


Jeny menggelengkan kepalanya. Apapun yang di lakukan suaminya sekarang jeny percaya itu yang terbaik. Tomy hanya melindunginya dan anak dalam kandunganya. Tomy juga ingin mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada angel.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat jeny menoleh. Wanita cantik itu dengan pelan turun dan bangkit dari ranjang. Jeny melangkah pelan menuju pintu untuk membukanya.


“Mbak sisi? Kenapa mbak?” Tanya jeny melihat sisi yang berdiri di depan pintu dengan membawa sebuket bunga di tanganya.


“Maaf bu saya mengganggu. Tapi bunga ibu ketinggalan di meja makan.”


Jeny tertawa pelan. Bunga itu adalah bunga pemberian dari tomy. Namun bunga itu sangat spesial kali ini. Bunga itu tidak di dapat tomy dari membeli di toko. Bunga itu adalah bunga dari taman belakang rumah mereka. Tomy yang memetikan langsung tadi saat selesai makan siang. Tomy juga yang merangkai bunga itu menjadi sebuket bunga yang sangat tidak karuan bentuknya.


“Iya. Saya lupa tadi. Makasih ya mbak.”


Jeny mengambil sebuket bunga buatan suaminya dari tangan sisi kemudian membawanya masuk ke dalam kamar. Senyum jeny terus menghiasi bibirnya menatap bunga yang berada di tanganya. Tindakan tomy sangat manis siang ini.

__ADS_1


__ADS_2