
“Duduk..”
Angel menatap dokter axel yang sudah lebih dulu mendudukan dirinya di atas kursi panjang berwarna hitam yang berada di depan rumahnya. Tepatnya di halaman samping kiri rumahnya tepat di depan tanaman bunga kesayangan mamah angel.
Angel menggelengkan kepalanya. Angel tidak ingin lagi berharap besar pada dokter axel. Angel merasa sudah banyak menyakiti dan berdosa pada pria tampan itu.
“Anak kita akan sedih jika melihat mamah dan papahnya tidak akur seperti ini.”
Angel menghela nafas. Fani mungkin memang akan sedih jika melihatnya dan dokter axel tidak berhubungan baik. Tapi angel juga yakin fani pun akan sedih jika melihatnya berhubungan baik tapi selalu di benci oleh mommy nya dokter axel yang juga tidak lain adalah nenek fani.
“Dokter mau apa kesini? Bukankah seharusnya dokter sudah harus pergi ke amerika?”
Dokter axel tersenyum. Sebenarnya memang siang ini seharusnya di terbang ke amerika. Tapi tuhan sepertinya sedang memberikanya kesempatan untuk meluruskan semua masalah di masa lalunya yang terus merambat sampai saat ini.
“Duduk dulu..”
Angel menghela nafas lagi kemudian mendudukan dirinya mengalah pada dokter axel.
“Begini angel.. Saya..”
Deringan ponsel dari saku celana jins dokter axel membuat pria tampan itu menggantungkan ucapanya. Dokter axel segera merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda pipih itu dari dalam sakunya.
“Sebentar. Pak tomy nelephone.” Katanya.
Angel hanya menganggukan kepalanya. Entah apa yang ingin di bicarakan oleh dokter tampan itu padanya. Tapi angel tidak bisa munafik, sikap hangat dokter tampan itu membuat dadanya terasa lega dan lapang.
Angel hanya diam dan menatap bunga bunga indah di depanya. Angel merasa bunga bunga itu seakan sedang memberikan kekuatan untuknya menghadapi kenyataan bahwa sebentar lagi dirinya akan benar benar berpisah dengan pria yang di cintainya.
“Tidak jadi siang ini pak.. Penerbanganya di undur nanti sore.” Kata dokter axel.
Angel menolehkan kepalanya menatap dokter axel yang sedang berbicara lewat telephone dengan tomy. Sebelumnya pengusaha muda juga tampan itu memang mengatakan akan mengantar dokter axel sampai bandara.
Setelah pembicaraanya dengan tomy selesai, dokter axel kembali memasukan benda pipih itu ke dalam saku celananya. Pria tampan itu menghela nafas kemudian menolehkan kepalanya menatap angel yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
“Angel..” Panggilnya pelan.
Angel menoleh menatap dokter tampan itu yang juga sedang menatapnya.
“Ya dokter..” Sautnya.
“Kedatangan saya kesini untuk meminta maaf atas nama mommy saya. Apapun yang di katakanya tolong jangan kamu masukan ke dalam hati. Jujur angel mommy saya memang sangat membenci kamu. Dan itu karna masa lalu kita..”
Angel menelan ludahnya. Wanita itu merasa sangat sedih karna semua orang menganggapnya jahat. Dan semua orang juga tidak pernah berpikir tentang dirinya yang katanya pernah di sekap dan di nodai berkali kali oleh dokter axel sehingga lahirlah fani.
“Kenapa dokter? Kenapa hanya aku yang di hakimi? Bukankah dokter juga pernah berdosa padaku dengan memaksaku dan melampiaskan nafsu liar dokter dulu?” Lirih angel dengan kepala tertunduk.
Dokter axel terdiam. Semua masalah itu memang berawal dari penyekapan angel olehnya. Andai dulu dirinya bisa menerima dan berlapang dada tidak akan ada satupun yang terluka dan terhina saat ini. Tidak akan ada fani yang menderita karna penyakit juga harapan kasih dari angel.
“Ya.. Semua memang salah saya angel. Saya minta maaf.”
Angel memejamkan kedua matanya. Sebisa apapun dirinya mencari pembelaan semuanya hanya akan sia sia.
“Angel.. Setelah ini mungkin kita tidak akan bertemu lagi kecuali jika tuhan mengizinkan. Maka dari itu saya minta maaf untuk segalanya. Saya minta maaf untuk semua yang pernah kamu rasakan karna ulah saya..”
“Jujur saya masih memiliki perasaan indah itu untuk kamu.. Tapi untuk saat ini jika saya memaksa untuk bersama kamu.. Itu hanya akan menimbulkan masalah untuk kamu..”
Angel menoleh dengan cepat. Angel bisa merasakan bahwa dokter tampan itu memang mempunyai perasaan padanya. Meskipun angel juga pernah mengira dokter axel sangat membencinya.
“Saya sudah mencoba untuk menghapus perasaan ini angel. Saya juga sudah mencoba menyingkirkan kamu dari pikiran dan hati saya.. Tapi nyatanya semua itu tidak berhasil. Dan sekarang saya mau kamu tau tapi tidak untuk membalas. Saya masih mencintai kamu angel.”
Angel meneteskan air mata mendengarnya.
“Untuk apa dokter? Untuk apa dokter mengatakan ini kalau dokter saja akan pergi jauh..?”
Dokter axel tersenyum. Pelan pelan pria tampan itu menggeser tubuhnya menghapus jarak antara dirinya dan angel. Dokter axel menatap wajah cantik angel yang berlinang air mata kemudian dengan sangat lembut menghapus air mata yang membasahi pipi angel.
“Untuk memperjelas semuanya. Untuk meringankan beban hati saya.” Jawabnya.
__ADS_1
“Lalu bagaimana denganku? Apa aku harus selalu menderita sendiri dokter? Apa aku harus memendam rasa ini seorang diri?”
Dokter axel menggelengkan kepalanya. Dokter tampan itu yakin rasanya dan angel sama besarnya. Tidak perduli seberapa pahitnya masa lalunya dengan wanita itu. Karna bagaimanapun juga angel juga pernah memberikanya kebahagiaan selama 9 bulan 10 hari hidup dalam 1 atap bersama. Tepatnya saat angel hamil fani.
“Katakan semuanya sekarang.” Senyum dokter axel.
Angel menggelengkan kepalanya. Untuk apa mengungkapkan jika akhirnya tetap berpisah.
“Kita sudah akan berpisah dokter.. Untuk apa mengungkapkan? Toh kita juga tidak akan bersama kan?” Tanya angel melengos.
Dokter axel menghela nafas. Dengan lembut di raihnya pinggang angel dan di peluknya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
“Keluarkan semua beban di hati kamu angel. Ungkapkan semua yang ingin kamu ungkapkan. Saya akan mendengarkan.”
Angel memejamkan kedua matanya merasakan hangat pelukan dokter axel. Ini pertama kalinya pria itu memeluknya.
“Dokter.. Aku juga mencintai kamu.. Aku nggak mau kita berpisah.. Dan aku mau kita selalu bersama..” Lirih angel menangis tergugu.
Dokter axel tersenyum mendengarnya. Dengan lembut di dekapnya tubuh angel dan di kecupnya berkali kali kening wanita cantik itu.
“Saya tau itu. Tapi angel kita tidak bisa memaksakan keadaan rumit ini.. Saya harus tetap pergi.. Kalau memang tuhan menghendaki kita akan bertemu lagi..”
Angel langsung melepaskan diri dari dekapan hangat dokter axel. Wanita itu menggelengkan kepalanya tidak menyangka jika dokter axel tetap akan pergi.
“Dokter..”
“Jangan menungguku untuk kembali angel.. Jalani hidup kamu dengan semestinya. Jangan menolak cinta lain yang datang.. Kita percayakan semua pada tuhan.. Jika memang jodoh kita pasti akan kembali bertemu..”
Angel menatap wajah tampan dokter axel yang begitu dekat denganya. Mempercayakan semuanya pada tuhan memang jalan yang terbaik. Pasrah namun bukan berarti menyerah.
“Baiklah..” Senyum angel menyetujui.
Dokter axel mengangkat tanganya dan memberikan jari kelingkingnya pada angel yang langsung di balas oleh angel dengan menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking dokter axel.
__ADS_1
“Hati hati dokter.”
“I love you.” Ungkap dokter tampan itu tersenyum manis.