
Reyhan berdecak menatap mobilnya kesal. Hampir saja dirinya celaka dan masuk ke jurang jika dirinya tidak langsung membelokan mobilnya dan menabrakanya ke pohon besar.
“Brengsek !! Ini pasti ulah wanita itu.” Umpatnya penuh amarah.
Reyhan meringis. Meskipun memang dirinya selamat dari maut namun sebagian tubuhnya seperti tangan, kaki, dan keningnya terluka hingga mengeluarkan banyak darah. Dan semua itu tentu saja karna perbuatan maria yang memang berniat menyingkirkanya.
Reyhan terhenyak. Cindy ada bersama maria sekarang. Wanita itu mengajak cindy menaiki taxi yang di pesanya dan menolak dengan keras pada reyhan yang memang di tugaskan oleh tomy mengawal maria.
“Aku harus telephone cindy sekarang. Aku nggak mau dia kenapa napa..” Gumam reyhan kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celana jinsnya.
Reyhan mencoba menghubungi cindy yang mengatakan akan mengawal maria sampai ke rumah tomy. Beberapa kali reyhan mencoba menghubungi cindy namun tetap tidak terhubung.
Reyhan berdecak sebal. Pria itu kemudian langsung memesan taxi online berniat menyusul taxi yang di tumpangi cindy dan maria yang sudah cukup jauh darinya. Kebetulan jalanan tempatnya kecelakaan sangatlah sepi juga gelap. Reyhan takut tomy marah padanya. Apa lagi jika sampai maria kabur. Itu akan sangat berakibat fatal bukan hanya pada pekerjaan tapi juga pada hubungan baiknya dengan tomy.
“Mbak susan, mobil reyhan kok udah nggak ngikutin kita lagi..”
Maria diam diam tersenyum mendengarnya. Maria pikir rencananya menyingkirkan reyhan berhasil.
“Jangan terlalu khawatir. Reyhan itu bukan anak kecil. Mungkin jalanan macet..”
Cindy menghela nafas sendu. Padahal tidak seharusnya cindy menerima ajakan maria dan meninggalkan reyhan yang marah begitu saja tadi.
“Sudah sampai.” Senyum maria ketika taxi yang mereka tumpangi sampai tepat di depan gerbang kediaman mewah tomy.
Cindy hanya diam saja. Perasaanya sangat tidak tenang sekarang. Cindy merasa tidak setia sebagai teman. Harusnya cindy menolak ajakan maria dan tetap bersama reyhan.
“Ayo turun. Kamu bawain semua belanjaan aku.” Kata maria memerintah dengan sangat angkuh.
Cindy melirik sebal pada maria yang begitu seenaknya. Pantas saja reyhan berani padanya. Pikir wanita berbaju serba hitam itu.
Maria turun dari taxi dan menyuruh untuk pak satpam segera membukakan pintu gerbang. Dan setelah pintu gerbang terbuka maria melangkah dengan cepat menuju pintu utama rumah tomy. Wanita itu sangat tidak sabar ingin tau apa yang di maksud kejutan oleh tomy.
Ketika sampai di ruang tamu maria mengeryit. Tidak biasanya rumah itu dalam keadaan sepi. Biasanya ada bibi atau sisi yang sedang mengelap pernak pernik atau sekedar duduk santai memainkan ponselnya.
“Kakak.. Aku datang..” Seru maria sembari melangkah semakin masuk ke dalam rumah tomy.
Saat sampai di meja makan tidak ada seorangpun disana. Di ruang tengah pun sama. Dan itu membuat maria sangat bertanya tanya.
“Apa kabar maria?”
Maria terpaku di tempatnya ketika hendak menaiki anak tangga. Dengan cepat maria memutar tubuhnya. Kedua matanya membulat sempurna ketika mendapati susan berada tepat 5 langkah dari tempatnya berdiri.
“Kamu.. Bagaimana mungkin?” Lirihnya tidak percaya.
Susan tersenyum. Dengan santai susan melipat kedua tanganya di bawah dada. Susan menatap dari atas hingga bawah penampilan maria. Dari wajah memang wanita itu sangat mirip denganya sebelum wajahnya rusak. Namun dari segi penampilan jelas sangat jauh berbeda. Susan bukan wanita yang suka memakai pakaian kurang bahan yang menonjolkan kemolekan tubuhnya.
“Kaget?” Tanya susan menatap maria yang mulai ketakutan.
“Semuanya sudah berakhir maria. Semoga kamu suka dengan kejutan ini..”
Maria menoleh ke arah tangga dan mendapati tomy dan jeny yang melangkah beriringan mendekatinya.
“Maria? Kak.. Kakak.. Aku susan. Aku susan kak..” Kata maria panik.
Tomy tertawa mendengarnya. Maria masih mencoba berkilah meskipun sudah ketahuan semua belangnya. Wanita itu bahkan mendekat pada tomy dan meraih lengan kekar pria tampan itu.
“Kakak jangan percaya sama wanita jelek itu.. Aku.. Aku susan adik kakak..”
__ADS_1
Susan yang mendengar dan melihat kelakuan maria menggelengkan kepalanya. Entah apa yang membuat sahabatnya bisa berubah begitu jahat dan tidak berperasaan sampai menghalalkan segala cara demi tujuanya.
“Jangan sentuh saya !” Bentak tomy menghempaskan tanganya sampai maria terhempas dan terguling di tangga hingga akhirnya mendarat dan tersungkur di lantai tepat di depan kaki susan.
“Kamu pikir saya bodoh? Saya tau siapa kamu dari awal.” Sambung tomy marah.
Jeny yang ada di samping tomy menyentuh dan mengusap lembut lengan kekar tomy. Wanita itu berusaha menyabarkan suaminya.
“Kamu sudah sangat keterlaluan. Kamu rusak nama baik adik saya bahkan kamu merusak wajahnya. Wanita macam apa kamu ini maria?”
Maria mengepalkan kedua tanganya. Wanita itu kemudian menegakan kepalanya dan pandanganya langsung bertemu dengan susan yang berdiri tegak di depanya yang bersimpuh.
“Karna susan.. Karna susan membuat aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku mau. Dia merebut semua yang aku mau. Bahkan dia menggoda pria yang aku suka.”
Susan mengeryit. Susan tidak pernah tau siapa pria yang maria sukai. Susan juga tidak pernah menggoda pria manapun.
“Apa maksud kamu maria?” Tanya susan mengeryit bingung.
Maria tertawa kemudian bangkit berdiri tepat di depan susan.
“Jangan pura pura bodoh susan. Kamu lupa dengan kak dhani? Kamu tau bukan aku menyukainya? Tapi kamu malah mendekati dan menggodanya. Kamu bahkan pacaran dengan dia.”
Susan menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan apa yang di katakan maria. Susan memang sempat dekat dengan kakak kelasnya saat masih duduk di bangku sekolah. Tapi susan tidak pernah tau jika maria memiliki perasaan dengan dhani.
“Aku tidak berpacaran dengan kak dhani. Lagi pula kak dhani juga..” Ucapan susan terhenti.
“Apa kamu juga yang membunuh kak dhani maria?” Tanya susan tidak percaya.
Maria tertawa merasa puas.
“Ya. Aku yang membunuhnya. Aku yang membuatnya tenggelam di danau tempat kita berkemah dulu susan.” Jawab maria santai.
“Dia memang pantas mati.” Maki daddy angkat susan yang tidak lain adalah adik sepupu dari papah tomy.
Mendengar suara pria itu maria menoleh ke arah samping kanan. Wanita itu tersenyum sinis menatap daddy angkat susan yang berjalan menggunakan tongkatnya.
“Masih hidup ternyata kamu pak tua..” Katanya meremehkan.
“Kamu..” Kesal daddy angkat susan hendak maju namun di tahan oleh tante tomy.
“Jangan halangi aku. Wanita itu harus di beri pelajaran.” Marah daddy angkat susan berteriak.
Maria tertawa senang melihatnya. Wanita itu kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas slempangnya.
“Karna semuanya sudah tau, aku pikir memang sudah seharusnya kalian semua mati.”
Maria menodongkan pistol pada daddy angkat susan. Wanita itu tersenyum sinis menatap kedua orang tua angkat susan yang selama ini selalu mau bersandiwara menuruti keinginanya demi keselamatan susan.
“Ada kata kata terakhir sebelum ke neraka?” Tanyanya meledek.
Melihat itu susan mengepalkan kedua tanganya. Dengan emosi menggebu gebu susan menendang tangan maria sehingga pistol yang di pegang maria terpental ke atas dan langsung dengan sigap di tangkap oleh susan.
“Awhh..” Maria meringis merasakan sakit pada pergelangan tanganya.
“Jangan kamu pikir diamnya aku karna aku takut maria. Aku diam karna aku masih kasihan sama kamu. Tapi sekarang.. Aku bahkan ingin mencabik cabik wajah kamu.” Tekan susan penuh emosi.
Tomy, jeny, juga kedua orang tua angkat susan hanya diam melihatnya. Mereka percaya susan bisa mengatasi maria. Mereka juga sengaja membiarkan susan menumpahkan amarahnya dan membalas semua perbuatan maria sendiri.
__ADS_1
Plak
Satu tamparan keras mendarat di pipi maria dari tangan susan.
“Itu untuk ketidak setiaan kamu sebagai seorang sahabat.” Kata susan marah.
Maria meringis merasakan perih juga panas di pipinya. Tamparan susan sangat keras hingga membuat pipinya memerah.
“Dan ini.. Ini untuk kak dhani juga daddy..”
Dorrr !!!
“Aahh...!!”
Maria memekik ketika merasakan timah panas itu menembus betis putih bersihnya. Darah segar langsung menetes membasahi kaki jenjangnya.
“Susan kamu kejam..!” Tangisnya menatap susan penuh amarah.
“Kejam? Aku kejam kamu bilang?” Tanya susan dengan nada naik turun saking emosinya.
“Dengar maria. Kalau aku kejam. Sekarang juga aku sudah memberikan kamu pada anjing gila yang ada di belakang rumah kakak aku !!” Teriak susan mendorong tubuh maria hingga maria tersungkur ke lantai.
Maria menangis. Ingin sekali wanita itu membunuh satu persatu semua orang yang ada di sekitarnya.
“Apa aku salah memperjuangkan kak tomy? Aku mencintainya.” Lirihnya.
Susan menggelengkan kepalanya. Susan memang pernah mengenalkan maria pada tomy saat menjelang hari kelulusan mereka. Dan tidak lama setelah itu maria mulai berulah dengan menculik daddy nya bahkan menyiram wajahnya dengan air keras. Maria kemudian merubah wajahnya menyerupai wajah susan dan mengambil alih profesi susan sebagai seorang model. Dan dari situlah semuanya maria mulai.
“Cinta? Kamu tidak pantas mencintai kakak ku !!” Teriak susan.
“Berhenti !! Polisi disini !!”
Semua pandangan tertuju pada reyhan dan cindy yang membantu memapah reyhan yang terluka dengan darah di tangan, kaki, bahkan keningnya.
“Tangkap dia pak.” Perintah reyhan.
2 Polisi itu langsung mendekat pada maria dan menangkapnya. Mereka membawa maria keluar dan tidak memperdulikan kaki maria yang terluka. Mereka juga tidak memperdulikan maria yang menangis sambil berteriak memaki maki susan dan yang lainya.
“Reyhan.. Apa yang terjadi..” Lirih tomy melihat keadaan mengenaskan reyhan.
Tomy segera berlari turun dari tangga menghampiri reyhan yang di papah oleh cindy di ikuti jeny di belakangnya.
“Apa yang terjadi sama kamu rey?” Tanya tomy khawatir.
Reyhan tersenyum. Meskipun dirinya harus terluka tetapi reyhan merasa lega karna akhirnya belang maria terungkap semua.
“Maria mencoba mencelakai saya dengan merusak rem mobil saya pak. Tapi tuhan masih sangat sayang sama saya pak sehingga saya bisa lolos dari maut.” Senyum reyhan menjawab.
Susan yang melihat keadaan reyhan pun mendekat. Wanita itu sungguh merasa bersalah pada semuanya.
“Maaf..” Lirihnya.
“Semuanya karna aku..” Lanjutnya.
Tomy menghela nafas. Diraihnya tubuh susan dan di peluknya lembut.
“Tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Semuanya akan baik baik saja..”
__ADS_1
Jeny yang melihat itu tersenyum. Rasanya lega sekali hatinya karna maria sudah tertangkap. Meskipun sebenarnya jeny juga merasa tidak tega melihat maria yang sempat begitu memilukan.
“Cindy, bantu reyhan membersihkan lukanya. Saya akan segera mengobati lukanya.”