Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 181


__ADS_3

Tomy sedang fokus dengan laptopnya ketika jeny masuk ke dalam ruang kerjanya. Pria tampan itu juga sampai tidak menyadari kehadiran istrinya yang mulai mendekatinya.


Jeny yang melihat keseriusan suaminya berdecak pelan. Wanita cantik berdress ungu tua itu menggelengkan kepala melihat suaminya yang sampai melupakan waktu makan malamnya karna terus sibuk sendiri dengan laptopnya.


“By.. Kamu nggak laper?” Tanya jeny pelan dan terus menatap tomy yang begitu serius menatap laptopnya.


Tomy terus diam. Sepertinya pria tampan itu tidak mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh istrinya.


Jeny menggelengkan lagi kepalanya. Tomy benar benar sangat serius jika sudah bekerja. Merasa kesal jeny pun akhirnya meraih wajah suaminya dengan paksa dan mengarahkanya pada wajahnya.


“By.. Waktunya makan malam..”


“Ya tuhan...”


Tomy terkejut dengan tindakan tiba tiba istrinya. Tomy juga terkejut karna tiba tiba istrinya sudah berada di sampingnya dan memegang kedua pipinya.


“Kamu kapan masuknya sayang?” Tanya tomy polos.


“Nggak penting aku masuknya kapan. Sekarang pokonya kita makan.” Kata jeny tidak mau di bantah.


Tomy menghela nafas. Pria tampan itu melirik laptopnya lagi. Pekerjaanya hampir selesai beberapa menit lagi. Tapi jika tomy menolak istrinya untuk makan malam sekarang wanita itu pasti akan merajuk padanya.


“Baiklah.. Kita makan sekarang.” Senyum tomy akhirnya mengalah. Pria itu berpikir mungkin pekerjaanya akan dia lanjut setelah jeny terlelap saja.


Tomy meraih kedua tangan jeny yang menangkup pipinya. Di ciumnya kedua punggung tangan istrinya lembut.


“Ayo...” Ajak jeny merengek manja.


Tomy bangun dari duduknya menuruti kemauan istrinya. Pria tampan itu keluar bersama istrinya dari ruang kerjanya tanpa menutup laptopnya terlebih dulu.


“By.. Tadi aku cobain gaun gaun yang kamu belikan di amsterdam..” Kata jeny ketika sedang mengambilkan lauk dan sayur untuk tomy.


“Terus gimana sayang? Kamu suka?” Tanya jeny tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


Jeny mengerucutkan bibirnya. Jeny menyukai semua isi kado yang di berikan suaminya. Namun sayang semua gaun itu tidak ada yang muat satupun padanya.

__ADS_1


“Nggak ada yang muat..” Jawab jeny sendu.


Tomy tertawa mendengarnya. Tidak heran jika gaun gaun itu tidak ada yang muat pada istrinya. Sekarang tubuh istrinya lebih berisi di tambah perutnya yang sedikit membuncit.


“Ya udah nggak papa.. Nanti kan bisa muat lagi kalau dede bayinya udah lahir..”


“Kalau tetep nggak muat gimana? Kan biasanya orang abis ngelahirin itu gendut by..” Tanya jeny dengan memasang wajah sendunya.


“Ya kalau tetep nggak muat nanti aku belikan lagi yang lain sayang..” Jawab tomy dengan sangat sabar.


Jeny berdecak. Tidak hanya gaunya saja, gelang dan cincinya pun kebanyakan tidak muat.


“Gelang sama cincinya juga nggak pada muat tau.”


“Iya iya.. Itu simpen aja dulu sayang.. Nanti muat lagi kok. Sekarang kan kamu memang lagi butuh semuanya lebih.. Jadi nggak papa gendut dulu. Nanti langsing lagi, sexy lagi.”


Jeny tidak menjawab. Wanita itu terus saja mengerucutkan bibirnya sepanjang makan malam berlangsung. Tomy yang melihatnya hanya bisa menggeleng dan tertawa dalam diam karna wajah lucu dan menggemaskan istrinya.


Selesai makan malam jeny mengajak tomy menuju kamar tempat barang barang pemberian tomy di tempatkan. Wanita itu sepertinya tidak puas hanya mengadu saja. Jeny ingin tomy melihat sendiri bahwa semua barang barang yang di belikanya memang tidak muat pada jeny.


Tomy yang sedari tadi duduk di tepi ranjang tersenyum. Pria tampan itu bangkit dari duduknya kemudian melangkah mendekat pada jeny yang berdiri di depan kaca besar dengan posisi memunggunginya.


Tomy menyentuh lembut punggung terbuka jeny. Pria tampan itu juga menundukan kepalanya mencium kulit lembut bahu istrinya.


“Jangan di paksakan kalau nggak muat sayang.. Kalau kamu mau besok setelah kamu senam aku belikan kamu yang baru yah...” Bisik tomy sambil menurunkan gaun yang di kenakan oleh jeny.


Jeny menggelengkan kepalanya. Wanita itu tidak sedikitpun merasa malu meskipun hanya mengenakan baju dalam saja di depan suaminya.


“Aku suka yang ini by... Aku nggak mau yang lain.” Tolak wanita itu menatap wajah tampan suaminya dari kaca besar yang ada di depanya.


Tomy hanya tersenyum menanggapinya. Pria tampan itu kemudian memeluk lembut tubuh jeny dari belakang. Kedua tanganya mengusap lembut perut buncit jeny.


“Kamu mau aku ke amsterdam dan mencarikan model yang seperti ini lagi dengan ukuran yang berbeda?” Tanya tomy mengecup sekali lagi bahu putih jeny.


Jeny terdiam sesaat. Perjalanan dari indonesia ke amsterdam tidaklah sebentar. Dan jeny tidak bisa jika harus lama lama berpisah dengan suaminya. Di samping itu tomy juga masih terluka.

__ADS_1


Jeny menggelengkan kepalanya. Wanita itu kemudian melepaskan tangan tomy yang memeluk perutnya. Jeny memutar tubuhnya dan langsung memeluk erat tubuh tegap suaminya.


“Nggak mau.. Aku sama dede bayinya nggak mau jauh jauh dari kamu..” Katanya manja.


Tomy tersenyum mendengarnya. Pria tampan itu kemudian membalas lembut pelukan erat istrinya. Tomy merasa sangat bahagia karna akhirnya jeny benar benar mencintainya. Usahanya tidak sia sia selama ini. Dan apa yang di perjuangkanya selama bertahun tahun di amsterdam benar benar membuahkan hasil yang memuaskan. Jeny mencintainya adalah tujuanya. Perusahaanya berkembang dengan pesat adalah sebuah bonus dari perjuanganya selama ini.


Pelan pelan tangan tomy mulai mengusap lembut punggung terbuka jeny.


“By...”


“Aku kangen sama kamu..” Bisik tomy sambil melepaskan pengait bra yang di kenakan oleh istrinya.


Jeny memejamkan kedua matanya. Sentuhan tangan tomy begitu sangat lembut dan membuatnya nyaman. Kecupan bibir panas pria itu membuat gelenyar aneh dalam tubuhnya begitu sangat terasa.


“Mau kan sayang?” Tanya tomy memastikan.


Jeny megangkat kepalanya yang sedari tadi bersender di dada bidang suaminya. Wanita cantik itu kemudian mendongakan kepalanya menatap wajah tampan suaminya.


“Tapi kan kamu masih sakit...” Katanya pelan.


Tomy tersenyum. Pria tampan itu menundukan kepalanya mengecup singkat bibir menggoda jeny. Tomy menggesekan ujung hidung mancungnya pada ujung hidung jeny.


“Aku pria yang tangguh sayang..” Bisiknya.


Jeny kembali memejamkan kedua matanya saat kedua tangan tomy kembali membelai lembut kulit punggungnya. Saat itu juga jeny kembali merasakan bibir panas tomy yang memagut bibirnya.


Jeny melepaskan ciuman tomy membuat pria tampan itu cemberut protes menatapnya.


“By.. Pintunya belum di kunci..” Katanya.


Tomy menghela nafas. Kalaupun mereka tidak mengunci pintu tidak mungkin sisi dan bibi berani menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


“Biarkan saja sayang.. Tidak akan ada yang berani mengganggu kita malam ini.” Bisik tomy kemudian kembali memagut bibir jeny.


Dan malam itu jeny hanya diam dan pasrah menerima dan menikmati sentuhan dari tomy di setiap inci tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2