
Malamnya jeny membantu mamahnya memasak di dapur. Meskipun memang jeny hanya memotong sayur dan mengupas bawang karna jeny juga masih ketakutan saat menaruh ikan ke dalam wajan berisi minyak panas.
“Pah.. By... Makan malamnya sudah siap..”
Papah jeny dan tomy yang sedang asyik mengobrol di ruang keluarga langsung kompak menoleh ke arah pintu dimana jeny berdiri.
Tomy tersenyum menatap wajah berseri istrinya. Meskipun tomy tidak tau apa arti panggilan by dari jeny tapi tomy tetap merasa sangat senang karna jeny memiliki nama spesial untuknya.
“By?” Tanya papah jeny mengeryit bingung.
Tomy beralih menatap pada papah mertuanya yang tampak bingung dengan panggilan by yang di lontarkan oleh jeny.
“Eemm.. By itu panggilan dari jeny untuk tomy pah..” Senyum tomy menjelaskan.
Papah jeny langsung terkekeh pelan. Lucu sekali mendengarnya. Tomy dan jeny sangat kekanak kanakan menurutnya. Mereka seperti remaja yang baru menjalin cinta yang menggunakan nama panggilan khusus untuk pasanganya.
“By itu baby?” Tanya papah jeny lagi.
Jeny langsung menunduk malu. Papah nya bisa langsung menebak arti kata by yang di khususkan oleh jeny untuk tomy.
Berbeda dengan tomy yang justru malah terlihat bingung. Pria tampan itu tidak pernah sampai memikirkan kata baby yang bisa di singkat dengan kata by oleh istrinya.
“Hah? Baby?” Tanya tomy bingung.
“Haha.. Sudah sudah.. Ayo kita makan malam dulu.. Kasihan istri istri cantik kita sudah menunggu.” Tawa papah jeny kemudian bangkit dan menepuk pelan pundak tomy sebelum berlalu dari ruang keluarga.
Tomy terdiam. Baru kali ini otak cerdasnya tidak bekerja dengan baik. Tomy menoleh lagi ke arah pintu dan jeny masih berdiri disana dengan kepala tertunduk menunggunya.
Tomy menghela nafas. Pria tampan itu kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah mendekat pada jeny yang berdiri di ambang pintu.
“Jadi...”
“Eemm.. Mamah sama papah udah nunggu di meja makan.” Sela jeny gugup.
Tomy langsung diam. Pria itu tidak meneruskan ucapanya karna jeny yang sudah lebih dulu menyelanya dengan cepat.
“Ayo...” Ajak jeny menarik lengan tomy.
Tomy menurut saja. Senyumnya mengembang karna akhirnya tomy tau arti kata by yang menjadi panggilan khusus dari jeny untuknya.
__ADS_1
Acara makan bersama berlangsung sangat hangat. Baik mamah ataupun papah jeny keduanya bersikap sangat baik pada tomy.
“Pah.. Ada sesuatu yang ingin di sampaikan jeny dan tomy..”
Jeny yang sedang mengunyah makanan dalam mulutnya langsung menoleh pada mamahnya kemudian pada tomy. Wanita itu merasa tidak mengatakan apapun pada mamahnya juga tidak berniat mengatakan apapun untuk saat ini.
Mamah jeny yang mengerti dengan kebingungan putrinya terkekeh geli. Wanita itu memang sengaja mengatakan hal itu agar jeny mau memberitahukan langsung perihal kehamilanya pada sang papah.
“Eemmm.. Ini pah.. Kita berdua punya kabar gembira buat papah juga mamah..” Kata tomy dengan senyuman di bibirnya.
Pria tampan itu menolehkan kepalanya pada jeny yang duduk di sampingnya. Di raihnya tangan jeny dan di genggamnya dengan sangat lembut.
“Kabar gembira? Apa itu?” Tanya papah jeny penasaran.
Tomy menganggukan kepalanya pelan dengan senyuman di bibirnya memberi kode pada jeny yang masih terlihat bingung tidak mengerti.
“Jeny hamil pah..” Jawab tomy tersenyum menatap papah mertuanya.
“Apa? Jeny hamil? Kamu serius? Kamu lagi nggak bercanda kan tom?”
Mamah jeny tertawa mendengar serentet pertanyaan yang di lontarkan oleh suaminya. Dengan lembut di usapnya bahu tegap papah jeny membuat pria itu menoleh padanya.
Berlahan seulas senyum mulai terukir di bibir papah jeny. Pria itu sungguh sangat senang mendengar berita gembira itu. Jeny hamil, itu artinya hubunganya dengan tomy sudah benar benar seperti pasangan suami istri pada umumnya.
Jeny tersenyum. Padahal jeny berniat memberitahunya nanti setelah makan malam. Tapi ternyata mamah dan suaminya sudah lebih dulu mengatakanya.
“By.. Kamu kasih tau mamah yah?” Bisik jeny pada tomy yang berada di sampingnya.
“Maaf sayang.. Tapi aku bener bener bahagia. Dan aku ingin berbagi kebahagiaan kita dengan kedua orang tua kita juga.” Jawab tomy berbisik pula.
Jeny menghela nafas. Rencananya membuat kejutan kepada kedua orang tua juga kedua mertuanya gagal karna ulah suaminya sendiri.
“Kamu nyebelin.”
Selesai makan malam tomy dan jeny langsung pamit untuk pulang ke rumah mereka sendiri karna mereka memang langsung menuju kerumah kedua orang tua jeny saat dari bandara.
“Sayang.. Kamu mau apa?” Tanya tomy menoleh sekilas pada jeny kemudian kembali fokus dengan jalanan yang sedang di lewatinya.
“Nggak mau apa apa.” Jawab jeny menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tomy melirik istrinya. Wanita itu sama sekali tidak menoleh padanya.
“Kamu marah?” Tanya tomy.
Jeny mengeryit. Jeny tidak marah. Hanya saja jeny merasa kabar gembira tentang kehamilanya menjadi tidak kejutan untuk kedua orang tuanya.
“Nggak marah. Cuma sedikit BT.” Jawab jeny.
Tomy terkekeh mendengarnya. Jeny BT atau marah menurutnya sama saja karna wanita itu juga mendiamkanya.
“Maaf deh kalau aku salah..”
Jeny memutar kedua bola matanya jengah. Jeny ingin sekali melihat wajah kedua orang tuanya terkejut begitu jeny memberitahukan perihal tentang kehamilanya. Namun sayangnya jeny tidak bisa melihatnya. Mamahnya bahkan sepertinya sudah lebih dulu tau karna wanita itu sendiri yang memberitahu papah jeny. Dan itu tidak lain karna tomy yang memberitahu mamahnya tanpa lebih dulu meminta persetujuan darinya.
“Sayang...” Panggil tomy.
Jeny melengos. Wanita itu malah membuang muka kearah jendela tidak mau menatap suaminya yang sedang mengemudikan mobil milik papahnya.
“Sayang ayolah... Aku minta maaf.. Aku nggak tau kalau kamu mau merahasiakan kehamilan kamu pada mamah sama papah..”
Jeny menoleh cepat. Kedua matanya mendelik menatap sebal pada tomy yang terus fokus dengan jalanan ramai yang sedang di laluinya.
“Aku nggak bermaksud merahasiakanya. Aku cuma pengin kasih tau mamah papah sendiri biar jadi kejutan buat mereka..” Kesal jeny.
“Iya iya sayang.. Aku salah.. Aku minta maaf.. Udah yah jangan marah.. Nanti cantiknya ilang loh..”
Jeny berdecak. Jeny melipat kedua tanganya di bawah dada.
“Please.. Jangan marah yah.. Nanti aku cium loh kalau marah gituh..” Goda tomy menoleh dan mengedipkan sebelah matanya pada jeny.
Jeny mendelik kesal. Tomy bahkan sedikitpun tidak merasa bersalah dan masih bisa menggodanya.
Sekitar 25 menit perjalanan akhirnya tomy sampai tepat di depan kediaman mewahnya. Pria tampan itu segera turun dari mobil dan berlari kecil ke arah pintu mobil dimana jeny duduk. Pria itu membukakan pintu mobil untuk istrinya dengan senyuman yang terukir di bibir tipisnya.
“Silahkan tuan putri..” Katanya.
Bukanya turun jeny malah merentangkan kedua tanganya pada tomy.
“Aku mau di gendong..” Manjanya.
__ADS_1
Tomy terkekeh. Padahal tadi jeny terlihat marah padanya. Tapi sekarang wanita itu merengek manja padanya meminta di gendong.