
Sementara itu susan alias maria sedang duduk merenung di ruang tamu apartemen tomy. Wanita berambut lurus itu tampak sedang memikirkan bagaimana caranya mendapatkan dan membuat tomy meninggalkan anak dan istrinya. Pasalnya sudah beberapa tahun belakangan sejak maria mengubah dirinya menjadi susan dirinya belum juga berhasil menarik perhatian tomy. Bahkan tomy pernah dengan kejam memenjarakanya karna maria hampir mencelakai rachel.
“Hhh.. Kenapa semuanya begitu sulit..” Gumamnya kesal.
Susan palsu itu berdecak. Saat menangani susan yang sebenarnya dengan om dan tantenya sangatlah mudah. Susan palsu hanya perlu berpura pura lemah untuk mengambil rasa simpati susan asli juga kedua orang tua angkatnya.
Dulu susan palsu adalah seorang anak cupu yang sangat di kucilkan teman temanya di sekolah. Selain cupu susan palsu juga memiliki pemikiran yang lumayan lemot hingga tidak bisa nyambung dengan siapapun saat berbicara. Namun suatu ketika dunianya berubah saat bertemu dengan susan asli yang begitu baik dan mau menjadi temanya. Awalnya susan palsu juga sangat bersyukur bisa memiliki teman yang mau membantunya. Namun itu hanya sebentar karna lambat laun susan palsu atau maria merasa iri karna banyak yang mengagumi sosok cantik dan pintar susan asli. Selain itu pria yang diam diam di cintai oleh maria pun ternyata memiliki perasaan pada susan. Dari situlah semuanya berawal. Dan keyakinan maria untuk menyingkirkan susan semakin kuat begitu susan mengenalkanya dengan tomy sebelum hari kelulusan mereka.
“Apa aku harus lebih dulu melenyapkan mereka?” Tanya maria pada dirinya sendiri.
Maria menghela nafas kemudian meraih ponsel yang ada di meja di depanya. Wanita itu memencet icon kamera di ponselnya kemudian menatap wajah cantiknya disana. Dari rupa bahkan senyuman maria benar benar sudah sama seperti susan. Dan demi menyempurnakan penampilanya sebagai susan maria bahkan mengoperasi beberapa bagian tubuhnya seperti bagian dada agar lebih menonjol juga bagian pipi agar lebih chuby seperti pipi susan.
“Apa caraku menarik perhatianya salah?”
Maria kemudian mengingat apa yang sudah di lakukanya. Tomy terlihat sangat menghormati dan menyayangi mamahnya. Seharusnya maria tidak berbuat kasar pada wanita itu. Sebaliknya, maria harusnya bersikap lembut pada mamah tomy agar pria itu luluh dan mau menerimanya.
“Mungkin memang disitu kesalahanya.” Gumamnya mengangguk anggukan kepala.
Ketika hendak beranjak dari duduknya, tiba tiba suara bel berbunyi. Maria menghela nafas dan memutar jengah kedua bola matanya. Saat ini maria benar benar tidak ingin bertemu siapapun. Tapi maria tidak akan menolak jika yang datang sekarang adalah tomy. Dengan malas maria bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju pintu utama apartemenya. Maria membuka pintu tersebut dan terdiam ketika mendapati mamah tomy berdiri disana.
“Susan..” Lirih mamah tomy tersenyum bahagia melihat keadaan wanita yang di anggapnya susan baik baik saja.
Maria menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari sosok tomy yang mungkin saja datang bersama mamahnya.
Mengerti dengan gelagat susan yang mencari keberadaan tomy, wanita berambut ikal itu tersenyum.
__ADS_1
“Mamah datang sendiri sayang.” Katanya.
Maria mengangguk. Tatapanya tertuju pada kedua plastik besar yang di tenteng oleh wanita di depanya. Wanita yang begitu sangat menyayanginya karna menganggapnya sebagai putrinya.
“Ah ya susan, liat apa yang mamah bawa..” Senyum antusias mamah tomy memperlihatkan barang bawaanya.
“Apa?” Tanya maria malas.
“Mamah bawain kamu berbagai bahan makanan juga bahan untuk membuat cemilan.” Jawabnya.
“Eem.. Biar mamah bantu bereskan yah..”
Mamah tomy masuk nyelonong begitu saja melewati maria yang terus menatapnya. Wanita itu tidak ingin membuang kesempatan untuk bisa dekat dengan putri bungsunya. Tidak perduli jika memang dirinya harus mendapat perlakuan kasar lagi.
Maria terdiam sesaat. Sedetik kemudian seulas senyum berlahan terukir di bibirnya. Maria berpikir mungkin dengan bersikap baik pada mamahnya tomy akan menerimanya.
Maria mendudukan dirinya di sofa yang berbeda dengan sofa yang di duduki mamah tomy. Wanita itu menatap satu persatu bahan makanan yang tentu saja bisa maria olah menjadi berbagai jenis masakan. Keahlian maria memasak memang tidak bisa di ragukan lagi. Dan semua itu tentu saja berkat susan yang dengan sangat telaten mengajarinya saat mereka masih bersahabat baik.
“Mamah..” Panggil maria pelan.
Mamah tomy langsung berhenti mengeluarkan barang barang yang di bawanya dari plastik besar berwarna putih itu ketika mendengar maria memanggilnya dengan sebutan mamah bukan dengan sebutan nyonya bagaskara.
“Mamah..? Kamu memanggil mamah?” Tanyanya dengan kedua mata berkaca kaca.
Maria tidak menyaut. Malas sekali sebenarnya berpura pura baik pada wanita yang sangat menentang dengan keras cintanya pada tomy.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan tuan, ah maksudku papah.?” Tanyanya tidak memperdulikan pertanyaan haru mamah tomy.
Mamah tomy meneteskan air mata harunya. Setelah sekian lama akhirnya putrinya kembali memanggilnya dengan sebutan mamah. Wanita yang sampai detik ini masih mamah tomy kira adalah susan itu bahkan menanyakan suaminya, juga memanggilnya dengan sebutan papah.
“Papah baik baik saja sayang.. Dia sehat. Kondisi jantungnya juga sangat stabil.” Jawab mamah tomy.
Mendengar itu maria mengangkat sebelah alisnya. Selama ini maria tidak pernah tau bahwa papah susan mempunyai riwayat sakit pada jantungnya. Dan kali ini maria merasa memiliki kembali celah untuk bisa mendapatkan perhatian tomy.
“Syukurlah..” Senyum maria penuh makna.
“Ah ya nak, bagaimana kalau kita membuat cemilan bersama? Mamah sudah lama sekali menantikan moment ini. Mumpung kamu masih disini sayang..”
Tanpa rasa ragu sedikitpun maria menganggukan kepalanya. Maria merasa dewi keberuntungan mulai memihak padanya. Dan apa yang dirinya tau tentang kondisi papah tomy akan menjadi senjata paling ampuh meluluhkan hati pria tampan itu. Tomy pasti tidak akan bisa berkutik jika maria menggunakan papahnya sebagai ancaman.
“Oke. Nggak masalah.” Senyum maria manis.
Mamah tomy dengan sangat semangat mengambil sebungkus tepung terigu dan bahan lainya dan bangkit dari duduknya kemudian melangkah mendahului maria menuju dapur. Wanita itu tidak menyadari apa yang di katakanya akan di jadikan sebagai alat bagi maria menghadapi tomy setelah ini.
“Mungkin akan lebih kalau aku membuat tuan bagaskara tumbang lebih dulu. Setelah itu baru aku pikirkan cara menarik hati kakak.” Gumam maria tersenyum penuh arti menatap punggung mamah tomy yang berjalan cepat menuju dapur.
Maria kemudian bangkit dari duduknya. Dengan langkah santai maria menyusul mamah tomy ke dapur.
“Kakak setelah ini kamu akan menjadi milikku..” Gumamnya.
Maria berdiri di samping mamah tomy yang mulai mencampur beberapa jenis bahan yang akan di mixer. Wanita itu terlihat sangat semangat tanpa tau bahwa ada macan betina yang sedang mengintainya dan siap untuk menerkamnya.
__ADS_1
“Pulangnya susan ikut mah.. Susan mau liat keadaan papah..”